Cara Menghitung BPJS Ketenagakerjaan yang Mudah 2021

Cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan

Bagi kamu yang sudah bekerja, masih bingung cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan terbaru?

Sebenarnya, cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) bergantung pada besaran gaji karyawan. Semakin besar gaji karyawan, semakin besar pula potongan BPJS setiap bulannya. Nah, sebelum bahas lebih lanjut soal perhitungan iurannya, perlu dipahami bahwa BPJSTK itu bersifat wajib. 

Pasalnya, sesuai Peraturan Pemerintah No.84 Tahun 2013 terkait Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), setiap perusahaan yang mempekerjakan 10 orang atau lebih atau membayarkan upah minimal Rp1 juta per bulan, wajib mendaftarkan pekerjanya dalam Program BPJS Ketenagakerjaan. 

Berikut ini besaran iuran dan cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan 2020 berdasarkan jenis program yang tersedia: 

1. Jaminan Hari Tua (JHT)

Jaminan hari tua akan mengembalikan uang tunai yang sudah kamu kumpulkan melalui iuran bulanan BPJS Ketenagakerjaan. Kamu juga bakal dapat tambahan bunga hasil pengembangan dana tersebut.

Hasil ini tentunya diberikan secara sekaligus ketika peserta sudah memasuki usia pensiun (56 tahun), meninggal dunia, atau cacat total tetap. 

Berikut ini besaran iuran Jaminan Hari Tua yang harus dibayarkan setiap bulan:

  • Pekerja penerima upah: 5,7 persen dari gaji untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan
    • 2 persen dibayarkan oleh pekerja 
    • 3,7 persen dibayarkan oleh perusahaan
  • Pekerja bukan penerima upah: 2 persen dari penghasilan yang dilaporkan
  • Pekerja migran Indonesia: Rp105 ribu – Rp600 ribu.

Simulasi cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan JHT

Untuk memahami lebih lanjut bagaimana cara menghitungnya JHT BPJSTK, perhatikan simulasi berikut.

2. Jaminan Pensiun (JP)

Manfaat jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan diberikan secara berkala setiap bulan seperti halnya gaji. Hal ini menjadi salah satu perbedaan JHT dengan Jaminan Pensiun.

Jadi, fungsi JP adalah memberikan jaminan agar kamu tetap memiliki kehidupan yang layak ketika peserta memasuki usia pensiun atau mengalami cacat tetap total. 

Berikut ini besaran iuran Jaminan Pensiun yang harus dibayarkan setiap bulannya.

  • Pekerja penerima upah: 3 persen dari gaji untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan
    • 1 persen dibayarkan oleh pekerja 
    • 2 persen dibayarkan oleh perusahaan

Simulasi cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan JP

Untuk memahami lebih dalam tentang perhitungan BPJSTK JP, perhatikan simulasi berikut!

3. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Sesuai dengan namanya, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan santunan tunai jika peserta mengalami risiko kecelakaan kerja. Nah, untuk iuran JKK sendiri disesuaikan dengan risiko kerja. 

Berikut ini besaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang harus dibayarkan setiap bulannya.

  • Pekerja penerima upah: 0,24 – 1,74 persen dari gaji pekerja akan dibayarkan perusahaan untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan. Persentasenya tergantung dari besarnya risiko, seperti:
    • Tingkat risiko sangat rendah, sebesar 0,24 persen dari upah.
    • Tingkat risiko rendah, sebesar 0,54 persen dari upah.
    • Tingkat risiko sedang, sebesar 0,89 persen dari upah.
    • Tingkat risiko tinggi, sebesar 1,27 persen dari upah.
    • Tingkat risiko tinggi banget, sebesar 1,74 persen dari upah.
  • Pekerja bukan penerima upah: 1 persen dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen yang nilainya berdasarkan nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia: Rp370 ribu.

Simulasi cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan JKK

Untuk memahami tentang perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan JKK, simak simulasinya berikut ini!

4. Jaminan Kematian (JK)

Manfaat Jaminan Kematian (JK) adalah memberikan santunan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Santunan tunai atas jaminan kematian diberikan secara sekaligus kepada ahli waris. 

Besaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang harus dibayarkan tiap bulannya adalah:

  • Pekerja penerima upah: 0,3 persen dari gaji yang dilaporkan dan dibayarkan perusahaan.
  • Bukan penerima upah: Rp6.800 per bulan.
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen yang nilainya berdasarkan nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia: Rp370 ribu.

Simulasi cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan JK

Untuk memahami lebih lanjut tentang perhitungan BPJSTK JK, berikut simulasinya:

Sekarang udah tahu kan bagaimana cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan tiap bulan untuk dapat menikmati program dari BPJS Ketenagakerjaan? Jadi tentu saja berbeda dengan cara menghitung BPJS Kesehatan.

Yuk kenali lebih dalam tentang BPJS Ketenagakerjaan lewat video berikut!

Untuk mendapatkan proteksi maksimal, kamu juga bisa melengkapi jaminan hari tua atau pensiun dengan asuransi orang tua. Dengan begitu, santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan tidak akan terganggu ketika mengalami risiko kesehatan sekalipun.

Selain BPJSTK, jangan lupa untuk sisihkan sebagian gaji untuk asuransi ya. Salah satunya kamu bisa alokasikan untuk asuransi jiwa. Dana hasil pengelolaan dari asuransi jiwa bisa dijadikan warisan atau ditarik saat pensiun selayaknya manfaat BPJSTK.

Cari tahu apa produk asuransi jiwa yang cocok dengan bujet dan kebutuhanmu di sini.

Kalau kamu masih punya pertanyaan terkait apa manfaat dan bagaimana cara menghitung patokan gaji untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan, jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung di Tanya Lifepal.

Pertanyaan terkait gaji dan cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan