Kapan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan?

Telah Ditinjau: Irvan Rahardjo, SE., MM Irvan Rahardjo, SE., MM
Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan perlu banget bagi kamu miliki

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan adalah salah satu jaminan hari tua untuk para pekerja. Namun, BPJS Ketenagakerjaan (BPJTSK) juga bisa diikuti oleh karyawan sektor informal seperti wiraswasta atau pekerja lepas.

Nah, jika kamu udah gak bekerja lagi atau perusahaan tempat kamu bekerja, maka kamu dapat mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Selain BPJSTK, sebenarnya kamu juga bisa menambahkan produk asuransi jiwa dari Lifepal sebagai persiapan dana pensiun dan warisan. Mumpung hemat premi hingga 25%!

Kapan Bisa Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan (JHT)?

Sesuai Peraturan BPJS No.7/2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Manfaat JHT, JHT dapat dicairkan 100 persen apabila nasabah:

  • Sudah pensiun
  • Cacat total tetap
  • Meninggal dunia
  • Mengundurkan diri
  • Sedang tidak bekerja.
  • Jika masih bekerja, dapat mencairkan saldo sebesar 10-30%, dengan syarat telah menjadi anggota selama minimal 10 tahun.

Kebanyakan orang yang mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan adalah mereka yang sedang memerlukan dana mendesak. Karena itu, buat kamu yang gak punya keperluan mendesak disarankan untuk membiarkan saja saldo BPJS Ketenagakerjaan itu. Ya, anggap aja untuk uang tambahan ketika pensiun nanti.

Syarat Pencairan Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Ada syarat khusus yang mesti dipenuhi jika ingin mencairkan BPJSTK sebelum masuk waktu pensiun. Peserta harus sudah keluar kerja minimal satu bulan sebelumnya untuk mencairkan 100 persen dana. Apabila sudah menjadi peserta lebih dari 10 tahun, bisa mencairkan meskipun belum keluar kerja, yaitu sebesar 10 persen dan 30 persen. 

Selain itu, ada juga syarat dokumen yang perlu disiapkan adlam pencairan BPJS, yaitu:

  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Buku Rekening Tabungan
  • Surat Keterangan Kerja dari Perusahaan

Prosedur Mencairkan Saldo

Bila sudah memenuhi syarat, ikuti langkah berikut untuk mencairkan dana:

  1. Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan sepagi mungkin untuk mendapatkan antrean awal.
  2. Isi formulir pengajuan klaim JHT.
  3. Tunggu sampai nomor antrian disebut.
  4. Serahkan dokumen yang diminta.
  5. Tandatangani surat pernyataan bahwa suadh tidak bekerja.
  6. Panggilan wawancara dan foto.
  7. Pilih prosedur pencairan, melalui rekening (proses 5-7 hari kerja) atau tunai (tunggu 3 jam di tempat).

Untuk nasabah yang ingin mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaannya, kamu bisa melakukan klaim secara online. Buat klaim saldo JHT BPJSTK secara online, peserta harus daftar Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan lebih dulu. Berikut ini ulasan mengenai Cara Ambil Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan [Klaim JHT].

Subsidi BPJSTK

Pemerintah mengeluarkan subsidi untuk meningkatkan daya beli yang menurun akibat pandemi Covid-19. Subsidi disalurkan kepada karyawan dengan gaji di bawah Rp5 juta, sebanyak Rp600 ribu per bulan selama enam bulan ke rekening BPJS Ketenagakerjaan penerima.

Pencairan tahap pertama sudah dilakukan pada 25 Agustus 2020 dan tahap kedua pada tanggal 5 September 2020. 

Syarat untuk mendapatkan subsidi ini di antaranya:

  1. Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  2. Berstatus pekerja atau buruh penerima upah.
  3. Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sampai Juni 2020.
  4. Bergaji R5 juta berdasarkan data BPJSTK.
  5. Memiliki rekening bank aktif.

Cara Cek Saldo JHT

Sebelum mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan, amu bisa mengecek saldonya terlebih dahulu untuk mengetahui berapa jumlah dana yang akan kamu peroleh. Gak perlu capek-capek datang ke kantor BPJS, karena kamu bisa mengeceknya secara online di website BPJS Ketenagakerjaan.

Gak hanya itu, kamu juga bisa mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasinya di BPJSTK Mobile. Melalui aplikasi ini, kamu juga akan dapat memperoleh informasi seputar program, daftar kantor cabang, daftar rumah sakit, news feed, klaim saldo JHT, mengunggah profil, serta simulasi JHT.

Buat mengetahui cara cek saldo BPJSTK lebih lengkap, kamu bisa baca ulasan 5 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan [Plus Klaim JHT]. Ulasan tersebut berisikan lima pilihan cek saldo BPJS ketenagakerjaan. Ulasan tersebut juga dilengkapi dengan informasi cara klaim saldo JHT.

Nah, itu tadi informasi mengenai pencairan saldo JHT BPJSTK. Semoga pemaparan di atas menjawab pertanyaan mengenai kapan saldo BPJSTK bisa dicairkan.

Dengan nonaktifnya kepesertaan BPJSTK, kamu otomatis tidak terlindungi lagi. Nah, kamu bisa mendapat proteksi dengan memiliki manfaat asuransi jiwa.

Lifepal.co.id menyediakan beragam pilihan asuransi jiwa dengan premi yang terjangkau. Selagi ada promo, segera dapatkan penawaran menarik dari asuransi yang ingin kamu miliki.

Pertanyaan Seputar Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan meskipun masih bekerja. Syaratnya, peserta telah menjadi nasabah BPJS minimal 10 tahun. Saldo yang bisa dicairkan adalah 30 persen jika untuk bantuan uang muka rumah, dan 10 persen untuk keperluan lainnya.
Uang BPJS bakal cair ke rekening peserta sekitar 1-7 hari setelah klaim dikonfirmasi.
Untuk mencairkan dana, keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan harus sudah nonaktif minimal satu bulan.
Saat udah gak bekerja dengan berbagai alasan, kamu sebenarnya bisa meneruskan atau menghentikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Itu berarti peserta bisa mencairkan saldo JHT miliknya. Perihal kapan saldo BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan, peserta dapat melakukan klaim setelah melewati masa tunggu 1 bulan. Selama 1 bulan tersebut peserta tidak bekerja di perusahaan manapun (kepesertaan nonaktif). Untuk yang ingin meneruskan atau menunda proses pencairan tapi masih belum bekerja, kamu bisa meneruskan iurannya secara mandiri sehingga saldo terus aktif dan JHT terus berkembang seiring perkembangan investasi.
Berikut adalah jumlah potongan pajak yang akan dikenakan pada nasabah sesuai dengan total JHT BPJS Ketenagakerjaannya, seperti:

  • JHT di bawah Rp 50 juta, kena pajak 5 persen.
  • JHT Rp 50 juta hingga Rp 250, kena pajak sebesar 15 persen.
  • JHT Rp 250 juta hingga Rp 500 juta, akan dikenakan pajak sebesar 25 persen.
  • JHT lebih dari Rp 500 juta dikenakan pajak 30%.

Sementara nasabah dengan kepesertaan minimal 10 tahun tapi belum pernah mengklaim JHT, maka ia akan dikenakan pajak 5 persen.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →