Buat Pemula, Ini Panduan Investasi Saham dari Ahlinya

Belum banyak yang mengetahui bagaimana cara investasi saham. Padahal, berinvestasi di saham memiliki return yang menggiurkan. Karena itulah salah satu nilai plus dari saham. 

Tapi jangan salah. Investasi saham juga memiliki risiko yang tinggi. Makanya untuk orang awam atau pemula yang gak ngerti investasi, banyak juga yang ragu-ragu buat mulai investasi ini.

Nah, kalau kamu termasuk ke dalam kelompok orang yang takut berinvestasi saham, jangan khawatir. Berikut ini cara investasi saham bagi pemula yang masih bingung. 

Saham adalah…

Sebelum lebih lanjut membahas tentang bagaimana cara investasi saham, ada baiknya kamu ketahui dulu pengertian dari saham itu sendiri. Saham merupakan surat berharga yang berfungsi sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan. 

Jika kamu membeli 1 lot saham saja atau 100 lembar saham, berarti kamu sudah memiliki porsi kepemilikan atas perusahaan tersebut, walaupun persentasenya sangatlah kecil. 

Sebagai pemilik tentu kamu berhak mendapatkan sebagian porsi keuntungan perusahaan yang kemudian diberi nama dividen. Besaran dividen ini juga didasari dari jumlah persentase saham yang dimiliki. Semakin besar tentu dividen yang didapatkan juga bakalan besar. 

Bagaimana cara mendapatkan uang dari saham? 

Terus, pertanyaan selanjutnya bagaimana cara mendapatkan keuntungannya? 

Sebagai investor kamu memiliki dua cara untuk mendapatkan keuntungan dari saham, pertama mengandalkan dividen itu sendiri. Dividen dibagikan secara rutin kepada pemegang saham dalam kurun waktu tertentu. 

1. Dividen 

Biasanya dividen dibagikan per kuartal, atau bisa dibagikan per tahunan. Besarannya didapatkan dari total seluruh pendapatan, dibagikan dengan persentase saham yang dimiliki masing-masing orang. 

Misalnya kamu punya 1 persen kepemilikan di perusahaan A, berarti dividen yang kamu dapatkan adalah 1 persen dari keuntungan. 

2. Harga jual saham 

Cara kedua adalah dengan mengharapkan dari kenaikan harga saham. Namanya investasi adalah sebuah upaya untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Nah misalnya kamu membeli saham tahun ini, biasanya harga saham yang kamu miliki lima tahun lagi bakalan naik. 

Untuk mendapatkan keuntungan, kamu bisa menabung sebanyak-banyaknya di tahun ini, lalu menjualnya di lima tahun berikutnya. Dijamin deh untungnya besar! 

Cara investasi saham bagi pemula, dari buat rekening sampai membelinya 

daftar harga saham
Jangan hanya taruh dana investasimu di satu portofolio saham saja.

Untuk bisa memulai berinvestasi di surat perusahaan ini cuma dibutuhkan beberapa langkah mudah. Berikut ini langkah-langkahnya, 

1. Buka rekening saham 

Pertama kamu harus membuka rekening saham terlebih dahulu. Rekening saham ini beda dengan rekening tabungan ya, karena kamu hanya bisa membuatnya di perusahaan-perusahaan sekuritas. 

Contohnya seperti Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan lain-lain. Untuk membuatnya juga gampang kok, bahkan bisa dilakukan secara online, tanpa harus datang ke kantor mereka. 

Tapi ingat, kamu harus perhatikan perusahaan sekuritas tersebut sudah diawasi oleh OJK atau belum. 

2. Sertakan dokumen yang disyaratkan 

Agar rekening saham jadi, kamu harus menyertakan dokumen-dokumen yang disyaratkan. Apa saja?

  • KTP
  • NPWP
  • Fotokopi Buku Tabungan
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Materai 6 ribu 

3. Top up dana 

Setelah rekening jadi, kamu diharuskan untuk memasukkan dana. Dana itulah yang kemudian nanti kamu gunakan untuk membeli saham. 

4, Unduh aplikasi untuk beli saham 

Selanjutnya kamu bisa mengunduh aplikasi trading saham yang tersedia di Google Play Store atau Apple Store. Semua sekuritas pasti memiliki aplikasi ini yang memudahkan nasabahnya untuk membeli dan menjual saham. 

5. Cara membeli saham 

Setelah login ke aplikasi, kamu bisa mulai melakukan pembelian. Nanti bakal tertera harga per lembar sahamnya. Tapi kamu gak bisa beli per lembar, minimal per 100 lembar atau disebutnya per lot. 

Nanti tinggal klik pilihan buy di masing-masing platform sekuritas, lalu masukkan jumlah lotnya. Pastikan bahwa saldo rekening sahammu mencukupi ya. 

Namun satu lagi yang perlu dicatat, pasar saham hanya melayani pembelian dan penjualan dari hari Senin-Jumat jam 09.00-16.00. 

Lalu, bagaimana cara memilih saham yang tepat?

orang mengamati grafik dalam kertas
Strategi beli reksa dana biar gak rugi.

Parto mengungkapkan ada tiga strategi memilih saham agar uangmu gak hilang cuma-cuma. Berikut ini caranya:

1. Fundamental perusahaan

Meskipun jumlah uang yang kamu investasikan kecil, tapi kamu tentu mau mendapatkan keuntungan kan. Karena itu, kamu gak bisa sembarangan memilih saham.

Nah, hal pertama yang harus kamu lihat adalah laporan keuangan atau fundamental dari perusahaan yang sahamnya akan kamu beli itu.

Kalau kamu lihat perusahaannya gak ada peningkatan omzet, profit turun terus, dan banyak utang, mending langsung banting setir deh. Pilih saham lain yang lebih prospektif dan kinerjanya lebih baik.

2. Analisa teknikal saham

Gak hanya laporan keuangannya saja yang harus kamu lihat. Kamu juga perlu mengetahui bagaimana analisa grafik saham dari perusahaan tersebut.

Kalau pergerakan naik turun sahamnya gak terlalu ekstrim, kamu bisa membeli saham di perusahaan itu. Tandanya, saham tersebut stabil dan gak rawan akan spekulasi pasar.

3. Nasihat broker atau pialang

Parto menyarankan, buat kamu para pemula yang belum tahu betul mengenai investasi saham, penting banget untuk meminta nasihat dari broker atau pialang untuk mengetahui apakah saham tersebut memiliki prospek yang bagus atau tidak.

Umumnya, broker juga akan menjelaskan mengenai fundamental dan analisa teknikal dari perusahaan yang sahamnya ingin kamu beli.

Dari situ broker akan memberikan masukan, sebaiknya kamu membeli saham tersebut atau tidak. Untuk daftar brokernya, bisa kamu lihat di Bareksa.

[Baca: Mau Mulai Investasi Saham? Pakai Jasa Broker Aja!]

Apa keuntungan dan risiko investasi saham?

Bursa Saham (Shutterstock).
Bursa Saham (Shutterstock).

Tiap investasi pasti memiliki keuntungan dan risiko. Begitu pun dengan investasi saham. 

Keuntungan investasi saham

1. Dividen (pembagian laba)

Dividen adalah pembagian laba yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham. Dividen itu sendiri berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

Ada dua jenis dividen, yaitu dividen tunai dan dividen saham:

  • Dividen tunai artinya perusahaan memberikan uang tunai untuk setiap lembar saham kepada pemegang saham.
  • Dividen saham artinya dividen yang diberikan perusahaan berupa saham, jadi jumlah saham yang dimiliki investor akan bertambah.

2. Capital gain (kenaikan harga saham)

Capital gain adalah keuntungan yang didapatkan dari kenaikan harga saham, yakni harga jual lebih tinggi dibanding harga beli.

Misalnya, kamu membeli saham A dengan harga per lembar Rp 2.000. Kemudian kamu menjualnya di angka Rp 2.500 per lembar. Berarti, kamu mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap lembar saham.

Risiko investasi saham

1. Capital loss

Capital loss adalah kebalikan dari capital gain, di mana investor menjual sahamnya lebih rendah dibanding harga beli.

Misalnya, kamu membeli saham B seharga Rp 2.000 per lembar. Tapi kamu menjualnya di harga Rp 1.700 per lembar. Dengan demikian, kamu akan mengalami kerugian sebesar Rp 300 per lembar.

2. Suspend

Risiko lain dari investasi saham adalah saham terkena suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kondisi tersebut membuat investor tidak dapat menjual atau membeli saham saham tersebut sampai suspensi dicabut.

Nah, itu dia beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang investasi saham untuk pemula. Gimana? Sekarang udah gak takut lagi dong berinvestasi saham?

Tips dan trik investasi saham dari ahli

Setelah mengetahui cara investasi saham, berikut ini ada tips dan trik dari Parto Kawito, Direktur PT Infovesta Utama buat para investor saham pemula.

1. Ketahui profil risiko

Sebelum kamu memutuskan untuk investasi saham, ketahui terlebih dahulu profil risikomu. Apa maksudnya? Ya, kamu termasuk orang yang nekat dalam investasi atau hati-hati.

Pasalnya, jumlah saham di bursa efek itu ada banyak. Nah, biar tepat dalam memilih, kamu harus tahu dulu karaktermu seperti apa.

Kalau kamu termasuk orang yang nekat, kamu bisa memilih berinvestasi  di saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar menengah atau kecil.

Sebaliknya, kalau kamu tipe yang hati-hati, kamu bisa memilih investasi saham BUMN dan saham-saham blue chip. Kenapa? Karena saham-saham ini pergerakannya lebih stabil dan likuid, sehingga risikonya pun lebih kecil.

[Baca: 5 Ciri Saham Gorengan ini Perlu Diketahui Sebelum Berinvestasi Biar Gak Rugi]

2. Tentukan tujuan investasi

Setelah kamu mengetahui profil risikomu, kemudian pikirkan juga apa tujuanmu berinvestasi saham. Apakah untuk jangka panjang, menengah, atau pendek.

Parto menyarankan sebaiknya investasi saham dilakukan setidaknya untuk jangka menengah. Soalnya kalau jangka pendek, kamu bakal rugi bandar lantaran mesti bayar fee broker juga. Alhasil, untung gak seberapa, modal malah kepotong biaya broker. Rugi, kan?

Jangka pendek yang dimaksud di sini adalah trading harian ya. Lagipula, kamu gak mungkin kan mantengin pergerakan saham setiap saat? Emang gak kerja apa?

3. Ketahui waktu yang tepat untuk beli dan jual

Menurut hasil analisa yang dilakukan oleh tim Parto selama kurun waktu 10 tahun terakhir, waktu yang tepat untuk menjual saham adalah di bulan Mei dan beli di bulan September atau Oktober. Mengapa?

Pasalnya, pada bulan Mei banyak orang yang menjual saham karena musim liburan. Hal itu membuat harga saham turun.

Nah, karena kamu tahu siklusnya, kamu bisa menjual sahammu sebelum harga saham turun alias “nyolong start” sebelum yang lain menjual sahamnya.

Sedangkan di bulan September atau Oktober, harga saham umumnya naik. Jadi kamu bisa membeli saham sebelum waktu itu atau saat harga saham masih rendah.

Dengan begitu, kamu jadi tahu kan kapan waktu yang tepat membeli saham?

4. Jumlah investasi

Setelah mengetahui waktu yang tepat untuk investasi, jangan keburu nafsu dulu membeli saham dengan jumlah besar. Apalagi kalau kamu adalah investor pemula yang masih meraba-raba. Kamu tentu gak mau kan gigit jari karena bangkrut?

“Kini kamu sudah bisa bermain saham dengan modal hanya Rp 2 juta. Bahkan, ada sekuritas kecil yang menawarkan investasi saham untuk mahasiswa dengan modal Rp 500 ribu saja,” ucap Parto.

Parto menyarankan agar kamu menginvestasikan 5 persen saja dari kekayaanmu. Setelah kamu mengerti cara bermain saham, baru deh dinaikkan jumlah investasinya secara berkala.

[Baca: Mau Investasi Saham? Ini 3 Sektor yang Diprediksi Menjanjikan Tahun 2018]

Sudah lengkap bukan penjelasan tentang cara investasi saham beserta wejangan dari ahlinya langsung? Berarti sudah tahu dong mesti ngapain aja saat mau mulai investasi. Yuk mulai dari sekarang, demi keuangan yang lebih merdeka!