Catat! Ini Budaya Kerja Paling Dibutuhkan oleh Karyawan Milenial

Work and Balancing Life sangat dibutuhkan para pekerja milenial saat ini (Shutterstock).

Budaya kerja menjadi salah satu tolak ukur bertahannya seseorang atau tidak di sebuah perusahaan, terutama para milenial saat ini. Melihat iklan sebuah perusahaan dengan karyawan muda dengan pakaian rapi, suasana kantor yang keren, dan segala fasilitas terpenuhi. 

Kita memang tidak bisa tutup mata dengan perkembangan zaman saat ini. Para milenial tentunya membutuhkan suasana kantor yang berbeda dari biasanya. Saat ini, sudah banyak beberapa perusahaan yang menyediakan tempat gym untuk karyawannya, tempat istirahat atau pantry yang instagramable, tempat santai nongkrong-nongkrong yang dilengkapi dengan jejeran buku agar bisa dibaca saat waktu luang. Sampai tempat bermain untuk menyegarkan pikiran saat kelelahan dalam bekerja. 

Tidak bisa dipungkiri memang suasana kantor yang nyaman, dimana bisa menyeimbangkan antara hidup dan pekerjaan sangat dibutuhkan para pekerja saat ini. Meski satu sisi pekerjaan sangat dibutuhkan oleh mereka, tetapi era kekinian seperti saat ini, kalau para milenial tidak mendapatkan life balancing yang sesuai serta merta mereka akan mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lain. 

Karyawan akan merasa sangat dihargai, jika perusahaan juga bisa menghargai pekerjaan dan kehidupan mereka. Budaya itulah yang dibutuhkan oleh milenial. Generasi milenial menginginkan hal-hal yang berbeda dari tempat kerja generasi sebelumnya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard Business Review menemukan bahwa 50 persen milenial telah meninggalkan posisinya karena alasan kesehatan mental. Begitu pun dengan anggota Gen-Z melaporkan tingkat persentasenya mencapai 75 persen.

Mengutip laman Entrepreneur, berikut beberapa budaya kerja yang diinginkan para milenial saat ini di sebuah perusahaan. 

1. Budaya kerja yang dibutuhkan pertama oleh milenial adalah, keamanan finansial 

Belajar investasi (Shutterstock).
Belajar investasi (Shutterstock).

Masalah finansial masih menjadi hal terpenting setiap karyawan, baik milenial atau generasi sebelumnya. Seorang karyawan pasti selalu mengutamakan keamanan finansial ketika bekerja di sebuah perusahaan. 

Milenial tidak ingin kebingungan saat menghadapi pengurangan karyawan atau pensiun di masa yang akan datang. Untuk menciptakan kondisi yang aman kamu bisa memberitahu mereka sumber daya yang dibutuhkan untuk mengamankan masa depan. 

Pekerja milenial sangat menghargai investasi rendah atau sesuai dengan persentase gaji yang diterima setiap bulan. Dorong mereka untuk menabung atau berinvestasi seperti emas dan reksa dana. 

Jelaskan secara detail mengapa mereka harus berinvestasi. Paparkan dengan detail jenis-jenis investasi yang mudah untuk mereka lakukan tanpa memotong gaji terlalu besar. Jabarkan pula tentang saham jika ada dari mereka yang ingin mencoba bermain di lantai bursa. Ketika akun mereka tumbuh, tentu milenial gak akan khawatir akan kesulitan uang di masa mendatang. 

Dengan begini, mereka akan nyaman bekerja karena tahu bahwa perusahaan tempatnya mencari uang sangat memedulikan masa depan para karyawannya. Juga, mereka akan jauh lebih nyaman untuk berkomitmen pada perusahaan dan budaya kerjanya. 

2. Berikan kehidupan pekerjaan dan sehari-hari yang seimbang

Jangan lupa istirahat setelah lelah bekerja (Shutterstock).
Jangan lupa istirahat setelah lelah bekerja (Shutterstock).

Setiap atasan pasti menginginkan pekerja yang ulet dalam bekerja. Bagaimana mereka bisa mencapai target demi kemajuan perusahaan. Namun, orang bukanlah mesin yang harus selalu dipaksa bekerja. Mereka butuh keseimbangan antara hidup dan bekerja. Berikan karyawan milenial koneksi dengan sumber daya yang dibutuhkan untuk bisa berkembang. 

Fasilitas tersebut bukan umum seperti asuransi kesehatan, uang transport dan makan, atau bahkan uang lembur serta cuti. Berikan mereka fasilitas yang juga dapat menunjang kesehatan mental. Studi secara konsisten menunjukkan bahwa investasi dalam kesehatan mental berkorelasi dengan peningkatan produktivitas.

Mulailah mencoba dengan memberikan mereka jam kerja yang fleksibel. Kamu sebagai bos boleh menuntut mereka untuk achieve target, tapi jangan lupa, berikan kepercayaan pada karyawanmu agar bisa bekerja maksimal dengan kelonggaran waktu. Izinkan mereka yang lelah untuk istirahat sejenak dengan mengonsumsi makanan-makanan sehat. Beberapa kantor bahkan ada yang memberikan makan siang atau snack gratis demi membuat karyawan mereka nyaman. 

Tawarkan insentif bagi karyawan untuk menjalani gaya hidup sehat dan aktif. Tujuannya agar mereka bisa bekerja dengan maksimal dan tentu akan membawa dampak positif bagi perusahaanmu bukan? Anggaplah karyawanmu manusia, bukan mesin atau robot yang harus bekerja keras setiap hari. 

3. Minta umpan balik dari karyawan

Meeting dengan tim (Shutterstock).
Meeting dengan tim (Shutterstock).

Jika kamu merasa perusahaan sudah memberikan yang terbaik bagi para karyawan coba minta umpan balik dari mereka. Kamu selaku bos atau pemilik perusahaan berhak tahu apa yang diinginkan para pegawaimu. Buat laporan tersebut setiap bulan, usahakan membahasnya pada saat rapat bulanan bersama mereka. 

Atau jika kamu sebagai karyawan, jangan takut untuk mengutarakan pendapat mengenai budaya kerja ini kepada atasan. Jangan merasa puas dengan kebijakan pintu terbuka sederhana. Idealnya, karyawan harus merasa diberdayakan untuk mengungkapkan pikiran mereka di lingkungan seperti kerja, meski ini sangat jarang terjadi. Banyak karyawan di luar sana yang masih merasa terintimidasi jika berkaitan dengan penyampaian aspirasi. 

Jika sudah mendapatkan umpan balik tentang perusahaan, segeralah bertindak cepat. Anggap masalah ini serius dan segera diperbaiki untuk kenyamanan karyawan milenial kamu di kantor. Meskipun tidak setiap keluhan bisa mendapat perubahan, tetapi jika cukup banyak orang menginginkan sesuatu baru, jangan biarkan cara lama menghambat kemajuan tersebut.

Budaya kerja yang hebat bisa membuat karyawan berinvestasi pada kesuksesan perusahaan itu sendiri. Para karyawan milenial mendapatkan awal yang keras di dunia kerja, tentu mereka ingin membuktikan hasil pekerjaannya sesuai dengan posisi masing-masing. Gunakan kesempatan ini untuk berinvestasi pada karyawanmu sendiri, tunjukkan kalau kamu menghargai pertumbuhan karir mereka. 

Perlu diketahui juga bahwa tidak ada orang yang akan tetap tinggal di satu perusahaan untuk waktu yang lama. Untuk itu kamu perlu berfikir jernih dan cerdas, menciptakan budaya kerja untuk semua karyawan akan membuat mereka merasa dihargai dan diberdayakan dengan benar. 

Itu tadi tiga poin budaya kerja yang dibutuhkan oleh karyawan milenial saat ini. Jika kamu adalah atasan atau pemilik perusahaan, jangan sungkan untuk memberdayakan mereka, karena biar bagaimanapun ini demi kemajuan perusahaan. Kalau kamu sebagai bawahan, jangan pernah takut untuk memberikan aspirasi ya. Kalau perusahaan tidak menggubrisnya, kamu bisa pertimbangkan untuk mencari yang lebih baik demi kesehatan mentalmu sendiri. (Editor: Winda Destiana Putri).