Cara Menyusun Budget dan Memproteksi Masa Depan

pasangan budgeting

Menyusun budget diartikan sebagai sebuah perencanaan keuangan untuk jangka waktu yang ditentukan. Pada dasarnya, penerapan ini bisa dilakukan untuk kebutuhan apa saja. Mulai dari perorangan, rumah tangga, maupun bisnis dan negara.

Secara umum, budgeting di berbagai bidang hampir sama, kok. Dua faktor utama yang perlu diperhatikan adalah pemasukan dan pengeluaran. Namun, kali ini kita akan membahas pengelolaan budget untuk keperluan pribadi dan rumah tangga Anda.

Yuk, simak lima langkah mudah dalam menyusun budget Anda!

1. Hitung Penghasilan Rata-Rata Terlebih Dahulu

Asuransi mobil

Sebelum mengalokasikan dana, tentu saja harus menghitung dulu dana yang Anda miliki. Dalam hal ini adalah penghasilan rutin.

Penghasilan Anda bisa saja berbeda-beda setiap bulan. Sebab, penghasilan tidak hanya dari upah pekerjaan utama, tetapi bisa saja ada penghasilan tambahan. Nah, jumlahkan semua sumber penghasilan tersebut dan jadikan patokan.

Hitung penghasilan Anda beberapa bulan terakhir, mari kita ambil enam bulan ke belakang. Mungkin jumlahnya berbeda-beda pada tiap bulan tersebut. Kini, jumlahkan semua dan bagi dengan enam. Dari situ, Anda akan mendapatkan penghasilan rata-rata per bulan.

Sekarang, silakan  membuat estimasi dan persentase budget dari dana yang dimiliki.

2. Mulai dari Menghitung Pengeluaran

Perempuan menghitung pajak

Anda bisa mulai dengan mengalokasikan budget untuk pengeluaran bulanan Anda. Pengeluaran yang dimaksud di sini adalah uang yang dikeluarkan untuk berbagai kebutuhan dan kewajiban Anda.

Setidaknya, ada tiga pengeluaran rutin yang harus Anda sisihkan setiap bulan, yaitu:

  • Kebutuhan primer

Kebutuhan primer adalah kebutuhan utama yang mana memang Anda butuhkan untuk hidup. Tidak bisa tidak. Beberapa kebutuhan tersebut, antara lain tempat tinggal, makanan, transportasi, dan tagihan bulanan (listrik, air, dan pulsa).

Idealnya, pengeluaran untuk kebutuhan primer ini adalah 40 persen dari penghasilan Anda. Contoh, kalau penghasilan Anda adalah Rp10 juta maka pastikan budget untuk kebutuhan primer maksimal Rp4 juta saja.

  • Hiburan

Hiburan bisa dikategorikan ke dalam kebutuhan sekunder atau bahkan tersier (mewah). Sebenarnya, kebutuhan ini kalau tidak dipenuhi tidak akan berakibat buruk kepada Anda. Namun, tak ada salahnya mengalokasikan sebagian penghasilan untuk hiburan. Sebab, Anda pasti butuh refreshing atau sekadar menikmati hasil kerja keras, bukan?

Nah, Anda dapat menyisihkan sekitar 5 sampai 10 persen untuk budget liburan, hang-out, atau hobi. Jika gaji Anda Rp10 juta, maka terdapat dana Rp500 ribu sampai Rp1 juta untuk hiburan.

  • Cicilan atau utang

Bagian dari menyusun budget selanjutnya yang tak kalah penting dan wajib Anda sisihkan adalah dana untuk melunasi cicilan atau utang. Bahkan, alokasi dana untuk utang atau cicilan malah masuk ke dalam daftar teratas dan yang pertama harus perhatikan.

Idealnya, persentase budget untuk cicilan dan utang adalah maksimal 30 persen dari penghasilan. Ingat, ini maksimal, ya! Jadi, sebisa mungkin tekan pengeluaran Anda demi kepentingan cicilan dan utang. Dengan demikian, Anda masih punya cukup dana untuk dialokasikan kepada hal-hal penting lainnya.

3. Sisihkan Budget untuk Tabungan

Budget Untuk Tabungan

Jika selama ini Anda belum memiliki tabungan, jangan cemas. Kita akan memanfaatkan momen ini untuk mulai menabung. Simpanan ini dapat Anda gunakan untuk berbagai kebutuhan di masa mendatang, bahkan untuk pengeluaran yang sifatnya mendadak. Jadi, pastikan tabungan Anda tidak pernah kosong, ya!

Oleh karena itu, sisihkan budget untuk tabungan sekitar 10 persen dari penghasilan setiap bulan. Dengan penghasilan Rp10 juta yang telah tadi disebutkan sebagai contoh, maka Anda wajib menyisihkan Rp1 juta untuk disimpan sebagai tabungan.

4. Dana darurat

manfaat hitung

Pada segi proteksi keuangan pribadi pada umumnya, kita sebaiknya memiliki sebuah dana darurat yang ditujukan untuk melunasi pembayaran di masa-masa genting atau mendadak. Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah pengeluaran Anda.

Minimalnya jika Anda masih lajang, dana darurat yang ideal berjumlah empat kali jumlah pengeluaran bulanan, sedangkan jika sudah berkeluarga adalah minimal enam kali jumlah pengeluaran bulanan. Andai pengeluaran bulanan Rp3 juta, maka dana darurat bagi Anda yang masih lajang adalah  Rp12 juta.

Untuk memenuhi dana darurat, sebaiknya Anda sudah mulai menabung dari sekarang. Jika target Anda untuk mencapainya adalah setahun, maka upayakan untuk menabung Rp1 juta setiap bulan.

5. Sediakan Dana untuk Investasi

Budget Untuk Investasi

Selanjutnya, penghasilan pun harus disisihkan ke instrumen investasi. Kenapa? Apabila tabungan berguna sebagai dana cadangan atau darurat, maka investasi berguna untuk mengembangkan uang Anda.

Anda dapat menyisihkan dana sebesar 10 persen dari penghasilan setiap bulan untuk investasi. Tak perlu terlalu banyak. Pasalnya, investasi memiliki risiko, misalnya hasil pengembangan yang ternyata tidak sesuai ekspektasi. Uang yang Anda masukkan ke pasar saham bisa saja naik tajam, tetapi juga berisiko anjlok.

Dengan persentase 10 persen sebulan dari penghasilan Rp10 juta maka Anda dapat menyisihkan Rp1 juta. Apabila tidak ada kendala serius, persentase pengembangan uang Anda bisa dirata-ratakan naik 10 persen setiap tahun. Dengan demikian, dalam setahun Anda mendapatkan keuntungan Rp1,2 juta dari total dana investasi sebesar Rp12 juta setahun.

Dalam waktu lima tahun saja, Anda sudah dapat mengumpulkan dana Rp66 juta. Padahal dana yang Anda sisihkan hanya Rp1 juta saja per bulan, lho. Dengan dana tersebut, Anda pun sudah bisa membayar DP (down payment) rumah.

6. Jangan Lupa Asuransi

Budget Untuk Asuransi

Asuransi berguna untuk mengantisipasi pengeluaran dadakan apabila Anda harus dirawat di rumah sakit atau ke dokter. Daripada menggunakan uang dari tabungan, mengapa tidak sisihkan saja sebagian penghasilan untuk membeli asuransi?

Untuk yang masih lajang, sisihkan 5 persen saja untuk asuransi. Sementara yang sudah berumah tangga, Anda dapat menyisihkan 10 persen penghasilan. Itu artinya, Anda menyiapkan sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta per bulan untuk asuransi.

Coba Anda hitung perbandingannya. Tanpa asuransi, misalkan, Anda dirawat di rumah sakit maka biasanya paling sedikit Anda harus keluarkan dana Rp1,5 juta.

Biaya tersebut antara lain, biaya kamar Rp450 ribu untuk tiga hari, biaya konsultasi dokter sekitar Rp300 ribu, dan biaya obat-obatan Rp500 ribu. Belum termasuk biaya lainnya, seperti transportasi dan kebutuhan lainnya. Dengan dana seperti itu, Anda pun biasanya hanya dapat kamar kelas III.

Dengan asuransi, Rp500 ribu per bulan malah Anda bisa mendapatkan fasilitas kelas I atau bahkan VIP. Melalui Lifepal, Anda bisa mendapatkan plafon kamar Rp1 juta per hari dengan budget asuransi kesehatan Rp400 ribuan saja. Malah masih ada sisa dari dana yang sudah Anda susun di dalam budget dan bisa digunakan untuk membeli asuransi jiwa.

Kini, Anda pun sudah tahu langkah-langkah untuk membuat budget sesuai penghasilan. Yuk, segera terapkan!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →