Mau Duit Beranak-Pinak? Yuk, Buka-bukaan Investasi Reksa Dana Indeks dan ETF

cara menuju kesejahteraan keuangan
Artikel Ini adalah Hasil Kerjasama DuitPintar.com dan Mitra Perencana Keuangan Kami,Finansialku.com

logo finansialku

 

Buat sebagian orang yang sudah terjun ke dunia investasi reksa dana, mungkin sudah kenal dengan yang namanya reksa dana indeks dan exchange traded fund (ETF). Yaaa, paling gak pernah sekelebat mendengar istilah itu pas ngulik Internet buat cari investasi reksa dana terbaik.

 

Dibanding jenis lain, reksa dana indeks dan ETF memang kurang begitu familier di telinga orang Indonesia. Tapi di Amerika dan sejumlah negara maju lain, jenis reksa dana ini sangat populer.

 

Memang sih, reksa dana indeks dan ETF kelihatannya lebih rumit ketimbang reksa dana konvensional kayak reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap. Namun bukan berarti investor pemula gak bisa terjun dan mengeruk keuntungan dari reksa dana ini. Biar lebih akrab dengan instrumen investasi ini, yuk, buka-bukaan bareng.

 

[Baca: Untuk Pemula, Begini Lah Cara Kerja Investasi Reksa Dana dan Simulasinya Secara Sederhana]

 

Apa Itu Investasi Reksa Dana Indeks dan ETF

Reksa dana indeks dan ETF adalah dua jenis reksa dana yang berbeda, tapi berkaitan erat. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana indeks adalah reksa dana yang dikelola buat memperoleh hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan, baik indeks saham maupun obligasi.

 

Contoh konkret indeks acuan ini antara lain LQ-45 dan Kompas 100. Dalam definisi di atas disebut hasil investasi reksa dana indeks dibuat mirip dengan indeks acuan. Karena itu, tujuan utama pengelolaan indeks ini adalah return alias imbal hasil yang sama dengan indeks yang dijadikan acuan itu.

 

reksa dana indeks 1

 Ngeliat angka-angka mungkin ngejlimet, tapi kalau angka return yang gede, ga ngjlimet lagi dong…

 

 

Jadi, reksa dana indeks yang bagus gak dinilai dari besarnya return dibanding indeks acuan. Tapi seberapa banyak selisih return antara reksa dana itu dan indeks acuannya. Semakin kecil selisihnya, berarti manajer investasi yang mengelolanya bisa dibilang sukses menjalankan tugasnya. Kalau gak ada selisih alias tracking error=0, itu lebih bagus lagi. [Baca: 6 Cara Memilih Manajer Investasi buat yang Mau Terjun ke Reksa Dana]

 

Karena reksa dana indeks punya acuan, pengelolaannya lebih pasif daripada reksa dana konvensional. Jadi kerja manajer investasi lebih ringan karena gak perlu pusing mikirin mau menaruh dana investasi di mana lantaran sudah ada tempatnya. Karena itulah biasanya biaya pengelolaannya oleh manajer investasi lebih kecil ketimbang reksa dana konvensional.

 

Sementara itu, reksa dana ETF menurut OJK adalah reksa dana yang kinerjanya mengacu pada indeks tertentu dan dijualbelikan seperti saham di bursa yang dapat dicermati pergerakannya. Sedikit beda dengan reksa dana indeks, tujuan reksa dana ini bisa juga return yang lebih besar ketimbang indeks acuannya.

 

Tapi meski bedanya cuma sedikit dalam hal tujuan, reksa dana indeks dan ETF punya lebih banyak perbedaan dalam hal lain. Reksa dana ETF memang bisa pula disebut pengembangan dari reksa dana indeks. Karena itu, fiturnya pun lebih kompleks ketimbang reksa dana indeks.

 

Perbedaan Reksa Dana Indeks dan ETF

Berikut ini adalah fitur yang gak dipunyai reksa dana indeks, tapi ada di reksa dana ETF:


1. Reksa dana ETF bisa dijualbelikan di Bursa Efek Indonesia dan/atau manajer investasi

Ini beda dengan reksa dana indeks, yang cuma bisa ditransaksikan melalui manajer investasi. Fitur ini menjadi salah satu kelebihan reksa dana ETF.

 

reksa dana indeks 2

Nggak mungin orang Jakarta nggak tau gedung Bursa Efek Jakarta 

 

 

Misalnya ketika bursa dalam kondisi plus 2 persen saat siang kemudian anjlok minus di sore harinya. Kalau lewat ETF, kita bisa menjualnya pas siang ketika harganya positif. Tapi kalau lewat indeks, harga yang berlaku saat penutupan bursa pada hari itu.

 

Tapi karena pasar ETF di bursa kurang begitu ramai lantaran kurang populer, kadang susah menjual ETF meski sudah ada dealer partisipan. Dealer partisipan adalah perusahaan sekuritas (broker) yang memasukkan order permintaan dan penawaran ETF di bursa dalam jumlah tertentu ketika tak ada pembeli supaya transaksi tetap aktif (likuid).

 

2. Ada tiga pihak yang terlibat dalam transaksi

Transaksi reksa dana ETF terdiri atas tiga unsur, yaitu manajer investasi, bank kustodian, dan dealer partisipan. Sedangan di reksa dana indeks hanya ada dua, yaitu manajer investasi dan bank kustodian. Karena itu, ada biaya untuk dealer partisipan di reksa dana ETF yang besarnya tergantung ketentuan dealer itu sendiri.

 

3. Periode settlement

Kalau di reksa dana indeks, dana harus siap tersedia untuk bertransaksi. Sedangkan lewat ETF, ada waktu hingga 3 hari ke depan untuk menyiapkan dana. Sebab, di bursa, ETF diperlakukan sama seperti saham.

 

Meski ada perbedaan yang cukup mencolok antara reksa dana indeks dan ETF, ada satu persamaan yang sangat menguntungkan investor, yaitu soal transparansi. Kinerja reksa dana konvensional umumnya dilaporkan sebulan sekali lewat fund fact sheet. Sedangkan kinerja dua reksa dana ini bisa dilihat langsung di Bursa Efek Indonesia.

 

reksa dana indeks 3

 Sekarang jadi tahu kan kalo ETF itu kepanjangan dari Exchange Traded Fund

 

Persamaan lainnya yakni proses pembelian reksa dana ke manajer investasi disebut creation unit (unit kreasi). Besaran 1 unit kreasi sama dengan 100.000 unit penyertaan. Artinya, ambil contoh harga indeks LQ45 saat ini adalah sekitar 600, minimum investasi yaitu 600 x 100.000= Rp 60 juta.

 

Modal untuk masuk ke reksa dana indeks dan ETF memang bisa dibilang cukup besar. Tapi biaya yang melingkupi transaksinya lebih kecil daripada reksa dana biasa. [Baca: Belajar Investasi Reksa Dana Sebagai Pilihan Mendulang Uang Lebih]

 

Sama seperti awal-awal munculnya di Amerika, reksa dana indeks dan ETF di Indonesia kurang populer. Tapi sekarang di Amerika reksa dana ini sangat moncer alias terkenal.

 

Melihat tren di Indonesia yang sering meniru tren Barat, contohnya dalam hal fashion dan penggunaan media sosial, bukan tak mungkin reksa dana ini juga bakal ramai. Bahkan ETF Syariah pun sudah ada di Indonesia, lho.

 

 

Kalau kamu tertarik berinvestasi di reksa dana ini, dalami dulu pengetahuan karena memang ada keunikan tersendiri dari reksa dana tersebut. Jangan sampai sudah menanam duit tapi tak tahu mekanismenya, ya. Selamat berinvestasi.

 

 

 

Image credit:

  • http://marketsmedia.com/wp-content/uploads/2014/11/european-etf-issuers-consolidate-950.jpg
  • http://sinarharapan.co/sh_img/15/08/11/l/150811043BEI.jpg
  • http://marketsmedia.com/wp-content/uploads/2014/11/european-etf-issuers-consolidate-950.jpg
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →