Kondisi Ekonomi Indonesia Baik-Baik Aja, April Mop atau Fakta? Cari Tahu Yuk

april mop

April Mop! Begitulah kata-kata yang terucap dari seseorang yang sukses menipu teman-temannya di tanggal 1 April ini. Menipu di sini bukan berarti bermaksud jahat ya, melainkan sekadar lelucon buat lucu-lucuan.

Seperti yang kamu tahu, April Mop atau April Fool’s Day yang jatuh setiap tanggal 1 April dirayakan sebagian besar orang di dunia, khususnya di Eropa dan Amerika Serikat. Belum diketahui dengan jelas kenapa “hari kebohongan” tersebut bisa muncul.

Walaupun kebohongan di satu sisi dipakai buat menghibur, kadang-kadang kebohongan juga digunakan dengan tujuan menjatuhkan kredibilitas lho. Gak usah jauh-jauh mencari contohnya. Di Indonesia sendiri aja cukup banyak lho berita hoax yang diembuskan dekat-dekat pemilu.

Inilah kenapa kamu penting sekali buat mengecek fakta-fakta yang ada berdasarkan data-data yang valid supaya gak termakan kabar-kabar bohong. Nah, dalam ulasan kali ini, Moneysmart mau berbagi info nih soal kondisi ekonomi Indonesia saat ini dari sejumlah indikator.

Pastinya info ini bisa dipertanggungjawabkan kok alias bukan April Mop. Seperti apa infonya? Langsung aja yuk dicek.

Baca juga: Karena Anggaran Militernya Kecil, Indonesia Disebut-sebut Lemah, Benarkah?

1. Inflasi Indonesia sampai akhir Maret terpantau di angka 2,48 persen

april mop
Inflasi memang terjadi, tapi… (shutterstock)

Badan Pusat Statistik atau BPS baru-baru ini merilis data yang menyebut inflasi Indonesia secara year on year (YoY) di bulan Maret  sebesar 2,48 persen. Walaupun kecil dibandingkan YoY bulan lalu, ternyata kenaikan angka inflasi di bulan Maret sendiri sebesar 0,11 persen.

Banyak faktor yang menyebab terjadinya kenaikan inflasi di bulan Maret. Salah satunya adalah kenaikan harga tiket pesawat.

Seperti yang kamu tahu, inflasi digunakan sebagai indikator dalam melihat kondisi ekonomi suatu negara. Kalau inflasi stabil, bisa dipastikan kondisi ekonomi baik-baik aja. Berbeda kalau inflasinya tinggi kayak di Venezuela, udah pasti kondisi ekonominya hancur.

Dengan inflasi YoY sebesar 2,48 persen, kondisi ekonomi Indonesia bisa dibilang masih terbilang baik. Malahan fakta tersebut bisa menyakinkan para investor pasar modal akan kondisi Indonesia.

Baca juga: Negara Rugi Sampai Rp 490 Triliun Lebih, Ini 5 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia

2. Angka pengangguran Indonesia cenderung turun menjadi sekitar 5,34 persen

april mop
Angka pengangguran cenderung menurun. (Shutterstock)

BPS juga mencatat adanya progres dalam pengentasan kemiskinan yang berlangsung di Indonesia. Angka pengangguran pada 2018 turun menjadi 5,34 persen atau sebanyak 7 juta jiwa.

Persentase tingkat pengangguran di Indonesia mulai menurun sejak 2015. Waktu itu angka pengangguran berada di persentase 6,18 persen. Dari tahun tersebut, angka pengangguran terus menurun sampai tahun ini.

Adanya penurunan angka pengangguran ini menandakan kondisi ekonomi Indonesia sedang baik. Walaupun begitu, ke depan Indonesia masih harus berjuang lagi mengurangi pengangguran yang tersisa.

Baca juga: Parah! UMR 5 Negara Ini Jauh Lebih Rendah dari Indonesia, Ada yang Rp 100 Ribu Per Bulan

3. Tren penjualan properti tahun 2018 gak terlalu menggembirakan

april mop
Penjualan properti masih belum menggembirakan. (Shutterstock)

Rupanya sepanjang tahun 2018 hasil penjualan properti gak terlalu menggembirakan. Sebab, ada tren penurunan penjualan.

Seperti yang diungkap Kontan, PT Pakuwon Jati Tbk mencatatkan penjualan sepanjang 2018 sebesar Rp 1,7 triliun atau 65,3% dari target perusahaan Rp 2,6 triliun. Kabarnya sih pelemahan ini disebabkan nilai tukar yang cukup tinggi, perang dagang, hingga kondisi pajak.

Tentunya tren penjualan properti yang menurun ini berpengaruh pada menurunnya permintaan kredit. Ujung-ujungnya perekonomian jadi terdampak.

4. Konsumsi rumah tangga naik menjadi 5,05 persen

april mop
Konsumsi rumah tangga naik. (shutterstock)

Kunci dari kondisi ekonomi yang baik adalah meningkatnya belanja konsumsi rumah tangga. Ketika konsumen meningkatkan pengeluaran, perekonomian bertumbuh.

Nah, konsumsi rumah tangga Indonesia pada tahun 2018 tercatat 5,05 persen. Dari data yang disampaikan BPS, ada peningkatan konsumsi rumah tangga yang pada tahun 2017 sekitar 4,95 persen. Malahan kenaikannya melebihi tahun 2016 dan 2015.

Sejauh ini penyumbang besar konsumsi rumah tangga berasal dari restoran dan hotel. Terus ditambah dengan komponen lainnya, seperti makanan dan minuman.

Dengan melihat indikator-indikator di atas sih, kondisi ekonomi Indonesia bisa dibilang baik-baik aja. Tentu aja asumsi baiknya kondisi ekonomi ini bukannya April Mop lho. Buktinya aja pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 sebesar 5,17 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi dibanding tahun 2017 yang mencapai 5,07 persen. Ditambah lagi angka kemiskinan juga menurun jadi 9,66 persen dibandingkan tahun 2017 yang sebesar 10,12 persen.

Gimana menurutmu, kondisi ekonomi Indonesia baik-baik aja ini April Mop atau fakta? (Editor: Ruben Setiawan)