Grup Lippo Jual Mayoritas Saham OVO, Mengapa Banyak Startup Lakukan Praktik ‘Bakar Uang’?

Keputusan Lippo yang memutuskan untuk menjual sebagian besar kepemilikan dompet digital miliknya, OVO cukup mengejutkan. Kamu pasti sudah mengenal OVO ya kan? Popularitasnya memang saat ini udah menjadi primadona di kelasnya. Nah salah satu faktor mengapa Lippo Group melepas saham OVO lantaran kegiatan Burn Rate alias bakar uang. 

“Bukan melepas, adalah kita menjual sebagian. Sekarang kita tinggal sekitar 30-an persen atau satu pertiga. Jadi dua pertiga kita jual,” jelas Mochtar Riady yang menjabat sebagai pemilik sekaligus Chairman Grup Lippo di acara Indonesia Digital Conference (IDC) pada (28/11) seperti dikutip dari Detik.

Selama ini konsumen memang dimanjakan dengan banyak promo menarik seperti cashback hingga 60 persen yang membuat hati konsumen luluh menggunakan produk OVO.

“Terus bakar uang, bagaimana kita kuat?,” tambahnya. 

Sebetulnya hal tersebut gak hanya dilakukan oleh OVO aja, banyak perusahaan rintisan atau startup lainnya seperti Tokopedia, Gojek dan Bukalapak yang menerapkan strategi serupa. Hanya aja anggarannya tentu berbeda-beda setiap perusahaan sesuai kebutuhan.

Praktik bakar duit sendiri dalam dunia finansial sering disebut dengan Burn Rate. Yuk kita simak penjelasannya berikut ini:

Baca juga: 4 Bos Startup Unicorn Tanah Air Ini Masuk Daftar Orang Terkaya RI

Pengertian istilah Burn Rate atau bakar uang

Burn Rate
Bagi yang belum mengerti istilah burn rate, nah ini penjelasannya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Melansir dari Investopedia, bakar uang sendiri adalah kegiatan usaha di mana suntikan dana berasal dari investor digunakan untuk menarik hati para konsumen guna menggunakan produk atau jasa yang dijual oleh perusahaan di dunia.

Aktivitas kayak gini lumrah dilakukan oleh sebagian startup di dunia yang memiliki dana terbatas untuk mengembangkan usahanya. Di Indonesia sendiri strategi Burn Rate terbilang efektif menggaet pelanggan. Hal tersebut bisa di lihat dari ketergantungan masyarakat dalam memesan makanan atau menggunakan ojek online dengan potongan harga miring.

Baca juga: Ini Fakta-Fakta PT Multipolar Technology yang Jual 70 Persen Saham OVO

Keuntungan dan kerugian menggunakan strategi Burn Rate

Burn rate
Ini lho keuntungan dan kerugian dengan burn rate, (Ilustrasi/Shutterstock).

Dalam setiap strategi promosi yang dilakukan perusahaan pasti memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri. Termasuk juga dengan aktivitas bakar uang ini.

Keuntungan yang paling terasa tentunya cepat mendapatkan pelanggan dalam waktu yang relatif singkat. Lalu selanjutnya kegiatan ini juga membuat para konsumen menjadi loyal terhadap suatu brand sehingga malas menggunakan produk lainnya. Tapi hal ini tergantung dengan kondisi dan respon pasar juga seperti apa melihat produk yang dijual. 

Sedangkan untuk kerugiannya sendiri udah pasti uang yang dikeluarkan akan membuat neraca keuangan menjadi merah dalam periode tertentu. Kerugian selanjutnya adalah gak ada jaminan bila kamu melakukan strategi tersebut bakal mendapatkan pelanggan sesuai target. 

Ketiga kamu juga membutuhkan modal yang sangat banyak dan berkelanjutan untuk melaksanakan program ini.

Baca juga: OVO Tebar Diskon 60 Persen, Ini Daftar Merchantnya

Ke mana uang tersebut pergi dan berapa lama startup harus melakukannya?

burn rate
Ke mana sih perginya uang yang dibakar oleh perusahaan rintisan atau startup?, (Ilustrasi/Shutterstock).

Alokasi anggaran Burn Rate yang disiapkan oleh perusahaan gak dikasih begitu aja kepada konsumen. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti promo diskon, cashback hingga voucher. Hal tersebut dilakukan supaya pihak perusahaan bisa melacak seberapa efektif event yang diadakan tersebut direspons oleh masyarakat.

Lalu berapa lama para perusahaan rintisan tersebut harus mempertahankan gaya promosi seperti itu? Sebetulnya gak ada yang bisa menjawabnya secara pasti. Tapi yang pasti seiring berjalannya waktu mereka harus sedikit demi sedikit mengurangi kuantitas bakar uang tersebut dan mampu mendapatkan balik modal (Break Even Point)

Nah itulah sedikit informasi tentang istilah Burn Rate atau bakar uang yang belakangan sering dilakukan oleh startup. Nah gimana nih kamu sudah mengertikan apa yang dimaksud dengan istilah di atas? (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).