Gak Perlu Datang Pagi Buta, Ini Cara Ambil Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan

[TEMPO/STR/Hariandi Hafid]

Tak sedikit orang yang belum mengetahui cara ambil antrian online BPJS. Nyatanya, masih ada saja para peserta BPJS yang datang pagi buta saat akan mencairkan saldo JHT BPJS.

Padahal kamu hanya perlu berselancar di internet dan melakukan pencarian saldo BPJS. Proses pencairannya pun sudah disederhanakan sedemikian rupa. Jika dahulu kamu harus antri panjang dan datang pagi-pagi buta ke kantor BPJS Ketenagakerjaan supaya dapat nomor antrian, kini kamu sudah bisa mendapatkan antrian secara online.

Jadi, kamu udah gak perlu lagi tuh datang pagi-pagi untuk antri demi mendapatkan nomor antrian layanan di counter. Pasalnya, kini kamu hanya perlu mendaftar lewat aplikasi sambil duduk manis aja di rumah.

Pengin tahu lebih detail mengenai antrian online BPJS Ketenagakerjaan? Yuk, simak ulasan lengkapnya di sini.

Apa itu daftar antrian online BPJS Ketenagakerjaan?

jamsostek bpjs ketenagakerjaan
Kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Sistem antrian online BPJS Ketenagakerjaan sudah mulai berlaku sejak 9 Mei 2018. Kamu bisa langsung mengaksesnya melalui situs resmi BPJS.

Antrian online diluncurkan melihat kondisi antrian yang panjang dan lama karena peserta yang datang ke kantor BPJS dalam waktu bersamaan, baik untuk mendaftar maupun mengklaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini dilakukan agar para peserta lebih merasa nyaman saat proses pengajuan klaim. Selain itu, para peserta juga dapat mengetahui dengan pasti tanggal dan waktu pelayanan pengajuan klaim JHT. Hal itu tentu saja lebih efektif, jadi peserta tak perlu mengantri sejak pagi.

Lalu bagaimana cara daftar antrian BPJS Ketenagakerjaan?

investasi dana pensiun
BPJS Ketenagakerjaan (okezone)

Ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk daftar antrian BPJS Ketenagakerjaan, seperti:

1. Buka website

Buka website BPJS Ketenagakerjaan dan lakukan pendaftaran antrian di www.bpjsketenagakerjaan.go.id

2. Registrasi antrian

Pada bagian halaman depan website BPJS, kamu akan melihat bagian slide pendaftaran antrian online. Setelah kamu klik, kamu akan diarahkan ke bagian registrasi antrian online.

Nah, kamu akan diminta mengisi data diri, seperti:

  • NIK (nomor e-KTP)
  • KPJ (nomor peserta BPJS Ketenagakerjaan)
  • Nama lengkap sesuai e-KTP
  • No handphone
  • Wilayah Pelayanan (kamu diminta untuk mengisi wilayah provinsi tempat tinggalmu)
  • Cabang Pelayanan
  • Tanggal kedatangan
  • Jam kedatangan
  • Simpan.

Namun, untuk mendapatkan tanggal dan jam kedatangan tergantung pada ketersediaan kuota yang ada. Untuk waktunya itu sendiri juga dibatasi hanya selama 1 jam seperti jam 8 hingga 9 pagi dan begitu seterusnya.

Selain itu, layanan antrian online BPJS Ketenagakerjaan juga baru ada di beberapa kantor cabang BPJS. Nah, kamu bisa mengeceknya di aplikasi registrasi antrian online dan klik bagian syarat dan ketentuan yang berada di bagian bawah.

3. Konfirmasi

Setelah melakukan pendaftaran, kamu akan mendapatkan konfirmasi yang dikirimkan melalui no handphone yang sudah kamu masukkan sebelumnya. Kamu hanya perlu menunjukkan konfirmasi tersebut ke petugas BPJS Ketenagakerjaan untuk mengajukan proses pencairan dana JHT.

Cara mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

Bpjs ketenagakerjaan
syarat dan ketentuan (duitpintar)

Tak hanya dapat ambil antrian BPJS secara online, kamu kini juga sudah mencairkan saldo JHT BPJS via online juga lho. Gimana caranya? Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka situs http://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/
  • Lakukan registrasi terlebih dahulu dan masuk menggunakan email yang telah kamu daftarkan. 
  • Masuk ke halaman depan dan pilih menu ‘Klaim Saldo JHT’. 
  • Isi informasi yang diminta, kolom ‘KPJ’ diisi dengan nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan, kolom ‘keperluan’ diisi dengan ‘pengajuan klaim’, lalu kolom ‘keperluan’ diisi dengan kondisi status pekerjaanmu saat ini.
  • Unggah dokumen yang menjadi persyaratan klaim saldo JHT.
  • Tunggu email konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan dalam waktu 1×24 jam. Dalam email tersebut diinformasikan mengenai tanggal dan kantor cabang BPJS yang harus didatangi untuk melanjutkan ke proses pengecekan berkas.
  • Saat datang ke kantor BPJS yang diminta, jangan lupa membawa dokumen-dokumen asli yang sudah diunggah sebelumnya. 
  • Menunggu proses pencairan yang umumnya memakan waktu kurang lebih 10 hari kerja.

Dokumen persyaratan klaim saldo BPJS

BPJS-Ketenagakerjaan
Datang ke kantor BPJSTK (moneter)

Saat melakukan klaim saldo BPJS, ada beberapa dokumen persyaratan yang harus dilengkapi. Pasalnya jika dokumen tidak lengkap, maka bisa-bisa pengajuan klaim kamu ditolak pihak BPJS.

Lalu apa saja dokumen yang harus disiapkan? Berikut di antaranya:

  • Fotocopy dan Asli KTP
  • Fotocopy dan Asli kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan/Kartu JAMSOSTEK
  • Fotocopy dan Asli Kartu Keluarga (KK)
  • Fotocopy dan Asli Paklaring (surat keterangan berhenti bekerja)
  • Fotocopy dan Asli buku tabungan bank

Semua dokumen juga harus di scan dan disimpan dalam bentuk .jpeg, .jpg, .png, .bmp, atau .pdf untuk dilampirkan dalam formulir online dengan minimal ukuran 100KB dan maksimal 1,8MB.

Bagaimana jika surat paklaring tidak ada?

BPJS Ketenagakerjaan
Mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan secara online (kaskus)

Surat paklaring menjadi salah satu persyaratan dokumen penting untuk mencairkan saldo BPJS. Sayangnya, banyak kasus tidak memiliki surat paklaring karena hilang atau perusahaan sudah tutup.

Tenang, gak perlu panik. Karena kamu bisa membuat surat paklaring sendiri di dinas tenaga kerja (disnaker) yang lokasinya dekat dengan perusahaanmu. 

Tapi kamu perlu ingat-ingat tuh tepatnya masuk dan keluar dari perusahaan. Pasalnya data-datanya harus sama dengan yang sudah tercatat di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Jika berbeda, maka pengajuan klaim kamu bisa ditolak.

Gimana sekarang udah gak perlu bangun pagi buta lagi kan untuk ambil antrian BPJS karena bisa dilakukan via online. Gak cuma itu, kamu bisa sekalian mencairkan saldo BPJS dengan mengikuti langkah-langkah yang sudah dijelaskan di atas. Semoga membantu! (Editor: Winda Destiana Putri).