Cara Ambil Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan [Klaim JHT]

Telah Ditinjau: Irvan Rahardjo, SE., MM Irvan Rahardjo, SE., MM
antrian online bpjs ketenagakerjaan

Semua peserta BPJS Ketenagakerjaan wajib mendaftarkan dirinya terlebih dahulu di layanan Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) sebelum melakukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT).

Apa itu Antrian Online BPJSTK? Sistem antrian online BPJS Ketenagakerjaan sudah mulai berlaku sejak 9 Mei 2018. Kamu bisa langsung mengaksesnya melalui situs resmi BPJS. 

Antrian online diluncurkan melihat kondisi antrian yang panjang dan lama karena peserta yang datang ke kantor BPJS dalam waktu bersamaan, baik untuk mendaftar maupun mengklaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini dilakukan agar para peserta lebih merasa nyaman saat proses pengajuan klaim. Selain itu, para peserta juga dapat mengetahui dengan pasti tanggal dan waktu pelayanan pengajuan klaim JHT. Hal itu tentu saja lebih efektif sebab peserta tak perlu mengantri sejak pagi.

Berikut ini informasi dari Lifepal seputar Antrian Online BPJS TK dan klaim saldo JHT. Yuk, disimak.

Prosedur Daftar Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan

Mendaftarkan diri buat dapat kode booking antrian online BPJSTK itu cukup mudah. Berikut ini langkah-langkah sederhana dan mudah buat melakukan pendaftaran:

Buka Website BPJS Ketenagakerjaan

Untuk mendaftar online BPJS, kamu perlu membuka situsnya terlebih dahulu, yaitu dengan melakukan pendaftaran antrian di bpjsketenagakerjaan.go.id.

Isi Data Diri Online

Setelah itu, kamu akan diarahkan untuk mengisi data diri berupa:

  • NIK (nomor e-KTP)
  • Nomor peserta KPJ atau Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • Nama lengkap sesuai e-KTP
  • Nomor handphone
  • Wilayah pelayanan (isi wilayah provinsi tempat tinggal)
  • Cabang pelayanan
  • Tanggal kedatangan
  • Jam kedatangan

Konfirmasi Email

Mendaftarkan diri buat dapat kode booking antrian online BPJSTK itu cukup mudah. Berikut ini langkah-langkah sederhana dan mudah buat melakukan pendaftaran.

  • Buka halaman Antrian Online BPJS Online di https://antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id/.
  • Lakukan registrasi Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan dengan mengisi: 
  • Kemudian pilih jawaban buat pertanyaan “Apakah Anda menjalankan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri?“.
  • Pilih Simpan setelah mengisi dan menjawab pertanyaan dari sistem.
  • Lembaran Kode Booking Antrian muncul dan peserta bisa memilih buat mencetak langsung atau meminta sistem mengirim lembaran kode booking ke email dengan memasukkan alamat email peserta.

Namun, mendapatkan tanggal dan jam kedatangan tergantung pada ketersediaan kuota yang ada. Waktunya itu sendiri juga dibatasi hanya selama 1 jam semisal pukul 8 – 9 pagi dan begitu seterusnya.

Tips Daftar Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan

Berikut adalah beberapa tips untuk mendaftar BPJS online.

Waktu operasional Antrian Online BPJSTK

Layanan operasional BPJS Ketenagakerjaan tidak beroperasi selama 24 jam. Waktu operasional BPJSTK dimulai hari Senin – Jumat dari pukul 08.00 – 15.30. 

Sebagai saran, peserta dapat mendaftarkan diri mulai dari pukul 06.00 atau 07.00 karena umumnya jadwal pendaftaran di jam tersebut relatif kosong. Setelah itu, pastikan datang 30 menit sebelum jam yang dipilih karena jika terlambat nomor antrian kamu tidak lagi berlaku.

Waktu operasional yang terbatas menyebabkan tidak semua peserta mengajukan klaim JHT. Karena itu, setiap kantor cabang BPJSTK memberlakukan pembatasan dengan mekanisme kuota. Mau gak mau peserta harus cepat dalam mendapatkan kode booking.

Pastikan Data Diri Lengkap

Pastikan sebelum datang, kamu sudah membawa informasi data diri lengkap, sesuai dengan pengisian pendaftaran online, yaitu Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Peserta BPJS. 

Apabila ada data yang tidak cocok, kamu harus mengulang pendaftaran online. Daripada harus mengulang antrian dari awal, lebih baik pastikan sudah membawa dokumen yang lengkap. 

Cara Klaim Online JHT BPJS Ketenagakerjaan

Setelah melakukan registrasi Antrian Online BPJS, peserta BPJSTK bisa mengklaim dana JHT miliknya. Nah, buat klaim, ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi yang tertera di lembaran kode booking.

Dokumen syarat klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan

  • Kartu Peserta (asli)
  • KTP (asli dan 1 lembar fotokopi)
  • KK (asli dan 1 lembar fotokopi)
  • Surat paklaring dari perusahaan (asli dan 1 lembar fotokopi)
  • Buku rekening tabungan (asli dan 1 lembar fotokopi)
  • NPWP (asli dan fotokopi)

Prosedur klaim online BPJS Ketenagakerjaan

  • Peserta yang berhasil registrasi antrian online bakal mendapatkan email konfirmasi dari BPJSTK berupa alamat email kantor cabang pengajuan, data diri, syarat dokumen pencairan, formulir pencairan dana JHT yang harus diisi, dan barcode.
  • Peserta mengirimkan dokumen yang menjadi syarat (bentuk digital atau hasil scan atau foto), barcode antrian online, dan foto diri ke email kantor cabang dengan subjek email: ANTRIAN_TANGGAL KEDATANGAN_NAMA LENGKAP_NOMOR KPJ.
  • Data diri peserta yang dilampirkan di badan email, berupa: Nama, NIK, email, no handphone, tanggal kedatangan (booking).
  • Kantor cabang melakukan verifikasi data.
  • Kalau lolos, peserta bakal dihubungi pihak kantor cabang maksimal H-1 sebelum tanggal pencairan yang telah ditentukan lewat video call WhatsApp (peserta wajib mempunyai aplikasi WA), email, atau SMS.

Sangat disarankan bagi peserta buat mengirim syarat-syarat dokumen pencairan JHT satu hari sebelum tanggal antrian online. Kalau perlu, peserta bisa mengirimnya jauh-jauh hari selama subjek email diisi dengan benar.

Pemberlakuan layanan pencairan JHT online atau Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) ini dilakukan sebagai langkah membantu Pemerintah dalam rangka mengoptimalkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama pandemi Corona.

Dengan begitu, penularan antar manusia bisa diminimalkan sehingga peserta BPJS TK terjamin kesehatannya karena terhindar dari persinggungan langsung antar manusia.

Lengkapi BPJS KT dan Jaminan Hari Tua dengan Asuransi Jiwa Pribadi

Selain memiliki BPJS Ketenagakerjaan, sebenarnya akan lebih bagus apabila kita memiliki asuransi jiwa. Sebab, ada keuntungan memiliki asuransi jiwa sebagai pelengkap jaminan hari tua, di antaranya:

  • Uang pertanggungan (UP) asuransi jiwa bermanfaat bagi ahli waris yang bergantung secara ekonomi pada kita.
  • Biasanya uang pertanggungan juga jauh lebih besar daripada BPJSTK (tergantung premi). Sebagai contoh, asuransi jiwa berjangka bahkan hanya butuh premi ratusan ribu per tahun tetapi memberikan UP hingga ratusan juta. Berbeda dengan BPJSTK yang menyediakan santunan meninggal dunia hanya Rp42 juta.
  • Beberapa asuransi jiwa juga memberikan nilai tunai atau pengembalian premi di akhir masa polis. Sehingga dana ini bermanfaat untuk melengkapi dana JHT kita saat pensiun nanti.

Agar perlindungan terhadap keuangan dan hari tua makin maksimal, sangat disarankan untuk memiliki proteksi tambahan dari asuransi swasta atau pribadi lainnya.

Dapatkan penawaran asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan terbaik sebagai pelengkap BPJS Ketenagakerjaan Anda, dengan diskon dan premi yang terjangkau hanya di Lifepal.co.id.

Jenis Produk BPJS Ketenagakerjaan

Ada empat jenis produk perlindungan yang ditawarkan BPJSTK, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), yaitu:

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

JKK adalah perlindungan diri dari risiko kecelakaan saat bekerja; baik dalam perjalanan pergi atau pulang, serta perjalanan dinas. Berikut manfaat yang ditawarkan:

  • Perawatan medis tanpa limit tertentu.
  • Santunan upah selama peserta tidak bekerja, yaitu 100 persen selama 12 bulan pertama, dan seterusnya 50 persen hingga sembuh.
  • Santunan kematian akibat kecelakaan sebesar 48 kali dari upah yang dilaporkan.
  • Bantuan beasiswa untuk dua orang anak dari peserta yang meninggal dunia atau cacat tetap total, sebesar Rp174 juta.
  • Bantuan untuk kesiapan bekerja.
  • Pendampingan peserta yang mengalami kecelakaan dan sakit akibat kerja, mulai dari peserta masuk perawatan di rumah sakit sampai peserta tersebut bisa kembali bekerja. 

Jaminan Kematian (JKM)

JKM adalah program yang memberikan uang santunan jika peserta meninggal dunia akibat kecelakaan. Berikut manfaat yang diberikan:

  • Santunan kematian.
  • Santunan berkala 24 bulan sebesar Rp12 juta yang dibayar sekaligus
  • Biaya pemakaman sebesar Rp10 juta.
  • Beasiswa dua orang anak sebesar Rp174 juta.

Jaminan Hari Tua (JHT)

Jaminan Hari Tua akan memberikan nilai uang tunai hasil akumulasi yang telah kita kumpulkan saat selama bekerja (ditambah hasil pengembangannya) untuk biaya hidup di  hari tua. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab klaim adalah:

  • Usia peserta mencapai 56 tahun.
  • Peserta berhenti bekerja karena mengundurkan diri karena PHK atau sedang tidak aktif bekerja di manapun, atau bisa juga meninggalkan wilayah Indonesia selamanya.
  • Meninggal dunia
  • Cacat tetap total

Jaminan Pensiun (JP)

Jaminan Pensiun adalah program jaminan sosial yang bertujuan untuk menjaga taraf hidup yang layak bagi peserta serta ahli warisnya. Manfaat yang diberikan:

  • Uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta saat memasuki usia pensiun, sampai dengan meninggal dunia. Syaratnya, ia harus memenuhi iuran minimum 15 tahun.

Pertanyaan Seputar Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan

Surat paklaring menjadi salah satu persyaratan dokumen penting untuk mencairkan saldo BPJS. Sayangnya, banyak kasus tidak memiliki surat paklaring karena hilang atau perusahaan sudah tutup. Tenang, gak perlu panik. Karena kamu bisa membuat surat paklaring sendiri di dinas tenaga kerja (disnaker) yang lokasinya dekat dengan perusahaanmu. Tapi kamu perlu ingat-ingat tuh tepatnya masuk dan keluar dari perusahaan. Pasalnya data-datanya harus sama dengan yang sudah tercatat di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Jika berbeda, maka pengajuan klaim kamu bisa ditolak.

Sebenarnya, pencairan BPJS tidak melulu harus online, tapi peserta wajib punya kode booking Antrian Online BPJS. Namun, pada masa pandemi Corona ini, pelayanan tatap muka langsung ditiadakan sehingga peserta BPJS mau gak mau melakukan klaim secara online. Waktu operasional yang terbatas dan pembatasan kuota menyebabkan semakin sulitnya mendaftar untuk antrian online, sehingga peserta harus sigap dan cepat.

Sejauh ini, layanan difokuskan lewat Antrian Online BPJSTK atau Lapak Asik. Layanan pencairan sebelumnya dapat dilakukan di Service Point Office (SPO) pada bank-bank yang bekerja sama dengan BPJS. Namun, layanan tersebut ditiadakan buat sementara.

Masalah tersebut biasanya terjadi karena sistem BPJS yang bermasalah atau error akibat banyaknya peserta yang mengakses layanan.

Itu tadi cara registrasi Antrian Online BPJS dan cara mencairkan saldo JHT BPJS. Semoga informasi di atas dapat membantu!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →