Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan [Plus Syarat dan Ketentuannya]

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan di Kantor BPJS

Bagaimana cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan? Berapa lama pencairannya? Untuk mengetahui berapa lama pencairan BPJS Ketenagakerjaan, simak dulu yuk informasi lengkap terkait BPJS Ketenagakerjaan di bawah ini. 

Sama seperti asuransi lain, ketika mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK), setiap bulannya kamu harus bayar iuran yang dapat dicairkan semua saat sudah pensiun. Layanan ini disebut dengan Jaminan Hari Tua (JHT).

Tapi, bukan berarti kalau kamu masih kerja terus gak bisa ambil uang itu sama sekali. Kamu tetap bisa mencairkan dana dengan besaran 10 persen, 30 persen, atau 100 persen sekaligus.

Umumnya, mereka yang mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan waktu masih kerja karena butuh dana mendesak. Karena itu, gak heran banyak yang pengin tahu berapa lama pencairan BPJS Ketenagakerjaan.

Lalu, bagaimana caranya biar saldo cepat cair dan terkirim ke rekening kita? Caranya dengan tahu mekanisme pencairan dana dan melakukannya dengan benar. Yuk, simak lengkapnya di bawah ini:

Syarat dan ketentuan pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan bisa kamu lakukan di kantor cabang BPJS terdekat tempat tinggalmu. Biar gak menghabiskan waktu karena bolak-balik saat datang ke kantor BPJSTK, kamu sebaiknya mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan beserta fotokopinya, yaitu:

  • KTP
  • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan atau kartu Jamsostek
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan
  • Buku tabungan bank
  • Setelah memastikan semua dokumen yang diperlukan udah lengkap, kamu bisa langsung mengajukan klaim ke kantor BPJS buat mendapatkan surat pernyataan.

Kamu bakal diminta mengisi beberapa hal terkait perusahaanmu, seperti nama perusahaan, berapa lama kamu bekerja di sana, dan gaji terakhirmu.

Setelah mengisi semua data itu, kamu bakal diminta tanda tangan di atas materai. Kemudian, customer service bakal melakukan verifikasi biar gak terjadi kesalahan data.

Kalau data sudah dipastikan benar semua, customer service bakal menginformasikan kalau saldo BPJS Ketenagakerjaan bakal masuk ke rekeningmu kurang di 14 hari.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan di bank dan online

Cara lainnya, kalau gak pengin terlalu lama antre, kamu juga bisa mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan di bank. Syaratnya kurang lebih sama.

Selain itu, kamu sekarang sudah bisa daftar untuk mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan secara online. Pendaftarannya di situs resminya.

Waktu sudah masuk ke situs itu, kamu bakal diminta scan dan upload semua dokumen dalam bentuk .jpeg, .jpg, .png, .bmp, atau .pdf dengan masing-masing ukuran antara 100 KB sampai 1,9 MB. Kalau sudah semua, tinggal tunggu dana masuk ke rekeningmu deh.

Cara ini tentu saja bikin lebih gampang. Cocok banget buat kamu yang sibuk dan gak punya banyak waktu luang.

Namun, kalau dibanding pengajuan langsung, cara ini biasanya memakan waktu lebih lama. Soalnya kan semua kita lakukan sendiri, gak dibantu sama customer service. Kalau bingung, ya harus cari tahu dulu di Internet atau tanya orang lain.

Sekarang tinggal ditimbang-timbang aja deh kamu mau pilih yang mana. Yang pasti ya itu tadi, biar cepat cair kamu harus memastikan semua dokumen sudah disiapkan.

Aturan pencairan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

Bagi kamu pekerja yang ingin mencairkan saldo HJT BPJS Ketenagakerjaan, bisa lho. Tentu saja, pencairannya harus dipenuhi dengan beberapa syarat dan ketentuan mencairkan saldo HJT BPJS Ketenagakerjaan.

Dikutip dari artikel yang diunggah di situs BPJS Ketenagakerjaan, saldo JHT bisa diambil dalam besaran 10 persen, 30 persen, atau sampai 100 persen tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun dulu atau batas minimal 56 tahun. 

Aturan baru yang mengatur hal ini adalah Peraturan Pemerintah (PP) No 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 september 2015, menggantikan Peraturan Pemerintah (PP) No 46 tahun 2015. 

Perubahan aturan ini tentunya menjadi harapan bagi peserta BPJSTK yang membutuhkan dana tambahan mendesak dan ingin saldo JHT-nya cair dalam waktu singkat. 

Lantas, apa saja syarat yang harus dipenuhi kalau ingin mencairkan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan? 

Pencairan 10 persen dan 30 persen

Pencairan JHT sebesar 10 persen bisa dilakukan untuk persiapan pensiun dan pencairan 30 persen untuk kepemilikan rumah. 

Syarat yang harus kamu penuhi sebelum mencairkan JHT sebesar 10 persen atau 30 persen, antara lain:

  1. Peserta minimal sudah bergabung selama 10 tahun dan peserta masih aktif bekerja di perusahaan. 
  2. Fotokopi kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli. 
  3. Fotokopi KTP atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli. 
  4. Fotokopi KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yang asli. 
  5. Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan. 
  6. Buku rekening tabungan yang aktif. 
  7. Khusus untuk pencairan saldo JHT 30 persen hanya perlu menambahkan dokumen perumahan. 

Pencairan 100 persen JHT

Selain pencairan 10 persen dan 30 persen saldo JHT. Pencairan ini, selain untuk peserta yang sudah mencapai usia pensiun, juga bisa dilakukan bagi karyawan yang terkena PHK atau resign. Kamu juga bisa mencairkan 100 persen alias seluruh saldo yang kamu miliki. Syaratnya apa saja? Ini dia:

  1. Sudah berhenti bekerja (terkana PHK atau resign). 
  2. Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan. 
  3. Paklaring (Surat pengalaman bekerja/surat keterangan sudah berhenti bekerja). 
  4. KTP atau SIM. 
  5. Kartu Keluarga (KK). 
  6. Buku Tabungan untuk Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan. 
  7. Fotokopi minimal sebanyak 1 lembar untuk masing-masing dokumen di atas. 
  8. Lengkapi juga pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing 4 rangkap. 

Nah, apabila kita sudah melengkapi semua dokumen di atas, bagaimana prosedur selanjutnya?

  1. Datangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Lebih baik kamu datang lebih awal demi mendapat nomor antrean lebih awal. Atau, kamu juga bisa memanfaatkan layanan antrean online yang bisa diambil di situs resmi BPJS Ketenagakerjaan. 
  2. Datang dengan membawa dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk klaim saldo JHT BPJS. Siapkan dokumen asli dan dokumen fotokopi. 
  3. Mengisi formulir pengajuan klaim JHT. 
  4. Setelah mendapat nomor antrean. Silakan menunggu sesuai urutan nomor.
  5. Menandatangani surat pernyataan sedang tidak bekerja di perusahaan manapun. 
  6. Ceklis kelengkapan berkas. 
  7. Panggilan wawancara dan foto. 
  8. Bila semua syarat terpenuhi, maka seluruh saldo JHT akan ditransfer ke nomor rekening bank. 

Pajak pencairan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

Yang perlu diingat dalam pencairan klaim JHT adalah adanya pajak yang dikenakan terhadap saldo yang tersimpan. Dalam pencairan saldo JHT dengan nilai di atas Rp50 juta, kamu perlu melampirkan dokumen NPWP atau fotokopinya. 

Jaminan hari Tua ini masuk dalam penghasilan yang menjadi objek pajak penghasilan (PPh pasal 21). Besaran pajak yang dikenakan atas JHT ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 68 tahun 2009 tentang Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Berupa Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, dan Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus. 

Pasal 5 dalam beleid tersebut menyebutkan bahwa tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas penghasilan berupa uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua, atau jaminan hari tua ditentukan sebagai berikut:

  • Sebesar 0% atas penghasilan bruto sampai dengan Rp  50.000.000.
  • Sebesar 5% atas penghasilan bruto di atas Rp50.000.000.

Artinya, untuk pencairan 100 persen, pajak hanya dikenakan terhadap saldo JHT dengan besaran Rp 50 juta ke atas. Ketentuan ini hanya berlaku untuk pencairan sekaligus, yakni dalam hal sebagian atau seluruh pembayarannya dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 tahun kalender.

Sedangkan untuk pencairan JHT sebagian, baik yang 10 persen atau 30 persen, pengenaan pajak progresif sesuai ketentuan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU Pajak Penghasilan:

Sampai dengan Rp 50.000.000, tarif 5 persen

  • Di atas Rp 50.000.000 sampai dengan Rp 250.000.000, tarif 15 persen
  • Di atas Rp 250.000.000 sampai dengan Rp 500.000.000, tarif 25 persen
  • Lebih dari Rp 500.000.000, tarif 30 persen
  • Pajak akan dipotong langsung oleh BPJS Ketenagakerjaan, sehingga peserta menerima uang (penghasilan) bersih.

Syarat pencairan saldo JHT BPJSTK kalau masuk bekerja

Bagi kamu yang masih aktif bekerja dan ingin mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan, bisa. Pencairan ini tak perlu harus menunggu masa pensiun kamu tercapai. Syaratnya, peserta yang dapat mencairkan saldo JHT adalah pekerja kepesertaan minimal selama 10 tahun.

Proses pencairan klaim JHT bagi peserta yang masih aktif sebagai pegawai mengikuti protokol yang sudah ditetapkan oleh BP Jamsostek. Nah, pencairan ini bisa dilakukan secara online melalui aplikasi BPJSTK.

Namun, pencairan saldo di tengah masa kerja hanya bisa dilakukan sebesar 10 persen atau 30 persen saja. Pencairan JHT 10 persen untuk persiapan pensiun atau keperluan lain, sementara pencairan 30 persen untuk keperluan kepemilikan rumah. 

Nah, syarat-syaratnya apa saja, tetap berlaku seperti yang dijelaskan di atas.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Jika Kartu Hilang

Bagaimana jika kita mau menarik dana BPJS Ketenagakerjaan, tapi kartunya hilang? Saat akan melakukan pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan, tapi mempunyai kendala kartunya hilang, kamu tak usah khawatir. Kamu bisa melakukan beberapa hal ini.

  • Terlebih dahulu, buatlah laporan surat kehilangan dari kepolisian.
  • Pastikan kamu ingat nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan kamu karena bisa jadi nomor itu dicantumkan dalam surat laporan kehilangan atau diminta untuk verifikasi data di kantor BPJS Ketenagakerjaan.
  • Selanjutnya, kamu bisa langsung datang ke kantor cabang BPJS terdekat dan mengurus pencairan dana.

Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan

Sebelum dicairkan mungkin masih banyak dari kamu yang kepo dan gak tahu berapa jumlah dana yang terkumpul di BPJS Ketenagakerjaan. Untuk mengecek berapa jumlah saldo JHT kamu, kini bisa dilakukan dengan beragam car.

Selain bisa dilihat di kantor cabang BPJS ketenagakerjaan, kamu juga bisa melihatnya secara online dengan mengunjungi situs BPJS Ketenagakerjaan https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/.

Selain lewat situs resminya, kamu juga bisa mengeceknya lewat SMS dengan format

Daftar(spasi)SALD0#NO_KTP#tanggal_lahir(HH-BB-TTTT#No_Peserta#Email(jika ada) lalu kirim ke nomor 2757. Nah, usai nomormu terdaftar kamu bisa langsung mengecek saldo JHT dengan mengetik SALDO(spasi)No_Peserta lalu kirim ke 2757.

Itu tadi informasi cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, syarat dan ketentuannya, aturan pencairannya, hingga cara cek saldonya. Semoga informasi di atas bermanfaat!