Jangan Bingung! Begini Cara Gampang Atasi Rasa Takut Saat Wawancara Kerja

Setiap menjalani proses lamaran kerja hingga mendapat sesi pemanggilan, hal yang tidak pernah ketinggalan adalah proses wawancara kerja atau interview.

Pada tahap ini, biasanya rekruter atau perusahaan ingin menggali lebih dalam mengenai informasi data diri, pengalaman kerja, pengalaman organisasi, hingga keahlian calon pegawai.

Tak heran, banyak perusahaan menjalani proses wawancara kerja kepada calon pegawainya. Akan tetapi, bagi calon pegawai terkadang menghadapi proses wawancara merupakan hal yang tidak mudah dan cukup menakutkan bagi sebagian orang.

Bukan tanpa alasan, tak jarang perusahaan atau rekruter yang memberi panggilan atau kabar untuk sesi interview hanya satu hari sebelum hari pelaksanaan.

Kondisi ini membuat calon pegawai kepikiran dan tegang, meski ada perusahaan yang memberi kebebasan waktu kepada calon pegawai untuk memilih hari dan jam pelaksanaan wawancara  kerja.

Bukan hanya mendapat kabar serbamepet, calon pegawai juga dibuat pusing karena harus mempersiapkan diri dalam waktu singkat untuk menghadapi wawancara kerja.

Calon pegawai perlu melakukan pendalaman informasi secara jelas, benar, dan akurat mengenai perusahaan yang memanggilnya. Ini dilakukan agar calon pegawai dapat menjawab segala pertanyaan yang ditanyakan saat wawancara kerja.

Gak cuma itu, terkadang calon pegawai yang sudah pernah menjalani proses interview dan mengalami kegagalan, maka rasa cemas juga akan terpatri di pikiran. 

Pasalnya, akan selalu terbayang bagaimana proses yang pernah dijalani dahulu, dan takut akan mengalami kegagalan yang sama.

Dari segi psikologis

Kemudian, dari sisi psikologis ada juga glossophobia, nama medis yang diberikan pada sebuah kondisi yang membuat seseorang mengalami ketakutan ketika harus berbicara di depan umum. 

Sebab, banyak juga perusahaan yang melakukan wawancara kerja dengan beberapa orang sekaligus. Tingkat keparahan gejala yang dialami satu pengidap dengan yang lainnya dapat berbeda-beda. 

Ada yang masih bisa menahannya, ada pula yang cukup parah, sehingga mengganggu proses berpikir dan mengolah kata-kata, jadi saat bicara kata-kata yang terucap tidak beraturan dan sulit dimengerti.

Sebenarnya, belum bisa dikatakan secara pasti, tetapi ada banyak hal yang dapat memicu seseorang mengalami glossophobia

Kebanyakan dari mereka yang memiliki ketakutan kuat ketika berbicara di depan umum takut dihakimi, dipermalukan, atau ditolak.

Nah, untuk mengatasi rasa takut, tegang, hingga cemas yang kerap muncul ketika menghadapi proses interview, ada baiknya para calon pegawai menjalankan beberapa tips berikut ini apa yang perlu dilakukan dan apa yang harus dilakukan.

1. Lakukan riset

Lakukan riset wawancara kerja

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengatasi rasa takut saat interview adalah dengan melakukan riset mengenai informasi perusahaan.

Riset ini dilakukan untuk memperdalam informasi mulai dari sejarah perusahaan, visi misi perusahaan, hingga bisnis perusahaan.

Kamu bisa menjalani riset ini secara online lewat website perusahaan, sebaiknya baca dengan baik dan pahami informasi sedetail mungkin.

Sebab, umumnya rekruter akan menanyakan sejauh mana informasi yang diketahui calon pegawai tentang perusahaan, dan bisnis perusahaan, hingga buaya perusahaan.

Dengan riset yang dilakukan, maka calon pegawai akan menjawab pertanyaan seputar informasi perusahaan dengan benar dan baik, tentu hal ini akan menjadi penilaian tersendiri bagi rekruter atau perusahaan.

2. Pahami lokasi dan rute

Pahami lokasi dan rute wawancara kerja

Setelah melakukan riset, hal yang harus dipastikan dengan baik adalah memahami lokasi pelaksanaan wawancara kerja, biasanya sebuah perusahaan melaksanakan proses seleksi karyawan pada kantor pusat.

Pastikan sebelum menuju lokasi, harus memahami lokasi dengan baik. Ini dilakukan agar kamu tidak telat akibat pusing mencari lokasi wawancara kerja yang dituju.

Bukan cuma memahami lokasinya saja, hal yang harus diperhatikan adalah pemilihan rute perjalanan yang terbaik. Dengan ini bisa menghitung perkiraan waktu tempuh perjalanan dari rumah ke lokasi wawancara kerja.

Selain itu, pilih lah moda transportasi yang aman, nyaman, dan paling efisien, jangan sampai memilih bawa kendaraan pribadi tetapi malah capek duluan karena macet dan persoalan lain yang biasa terjadi di perjalanan. 

Misalnya, lokasi kantor yang dituju dekat dengan stasiun kereta. Maka pilihan terbaiknya adalah menggunakan kereta, begitu juga dengan Transjakarta, MRT Jakarta.

3. Cukup istirahat dan makan bergizi

Cukup istirahat dan makan bergizi sebelum wawancara kerja

Bukan cuma soal riset. Hal lain yang menunjang keberhasilan wawancara kerja juga adalah istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi dan tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Ini bisa dilakukan beberapa hari menjelang hari wawancara kerja.

Mulai dari tidur yang cukup, makan makanan yang sehat, misalkan makan terlalu pedas atau asam, maka akan berdampak pada efek negatif seperti diare atau bahkan sakit maag. 

Cukup beristirahat dan makan yang sehat, maka akan memberikan efek positif bagi calon pegawai saat wawancara kerja bisa lebih fokus, dan memiliki fisik yang prima.

Pastikan juga sebelum berangkat melaksanaan wawancara kerja sarapan pagi terlebih dahulu, sehingga bisa memberikan asupan energi kepada tubuh. Dengan begitu, akan mencegahmu merasa kelaparan atau pusing karena belum sarapan pagi.

4. Move on dari kegagalan

Move on dari kegagalan wawancara kerja

Pernah mengalami kegagalan saat wawancara kerja? Tentu saja hal ini bisa menjadi beban pikiran saat mendapat panggilan kerja atau wawancara baru. 

Guna menghindari rasa cemas dan takut, sebaiknya jangan berkecil hati dan menyalahkan diri sendiri. Jadikan kegagalan tersebut sebagai batu lompatan agar melakukan yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Jangan khawatir berlebihan, jika telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan matang, berpikir positif agar wawancara kerja berjalan dengan lancar.

Hal yang perlu dihindari dalam wawancara kerja

Ada beberapa hal yang harus dihindari dalam wawancara kerja jika ingin perjalanan karier berjalan mulus, dan lolos tahap seleksi lamaran kerja.

1. Jangan perkenalkan diri secara berlebihan

Setiap proses wawancara kerja, salah satu tahapan yang harus dilalui adalah perkenalan diri calon pegawai kepada rekruter atau perusahaan. 

Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk memperkenalkan diri, dan memberi impresi positif kepada perusahaan. 

Pastikan dalam perkenalan diri ini dilakukan secara baik karena akan memperbesar peluang untuk diterima perusahaan.

Namun, jangan terlalu percaya diri dalam hal ini. Pasalnya, akan membuat perkenalan diri berlebihan dalam menceritakan perjalanan pendidikan dan karier, serta melebih-lebihkan prestasi yang pernah dicapai selama kuliah atau pada perusahaan sebelumnya.

Bukan cuma itu saja, hal yang harus dikenalkan adalah perkenalan diri secara profesional, bukan malah bercerita terkait informasi yang tidak penting seperti hobi, makanan favorit, hingga terlalu membanggakan diri. 

Pasalnya, ini bisa menjadi tahap wawancara kerja yang tidak berjalan efektif karena akan membuat perusahaan menjadi ilfeel kepada calon pegawainya.

2. Bersikap buruk

Hal yang harus dihindari dalam wawancara kerja adalah bersikap buruk saat proses wawancara kerja. 

Biasanya sikap buruk ini tidak disadari oleh calon pegawai. Salah satu contohnya, main smartphone atau mengangkat telepon saat menghadapi tahap wawancara. 

Sikap ini sebaiknya harus dihindari karena akan menjadi penilaian tersendiri bagi rekruter, sebaiknya meminta izin jika memang itu keperluan yang mendesak, dan mengangkatnya di luar ruangan saat wawancara berlangsung.

3. Datang telat

Persoalan lain yang bisa mempengaruhi penilaian perusahaan terhadap calon pegawainya adalah datang telat  ke lokasi wawancara. 

Alasan macet di jalan bukanlah alasan yang realistis untuk saat ini, sebab seharusnya calon pegawai harus mempersiapkan diri dengan baik agar tidak telat menuju lokasi wawancara kerja.

Jika mengalami kejadian yang tidak biasa dalam perjalanan apakah itu kendaraan mengalami masalah seperti mogok, ban kempes, hingga laka lantas, sebaiknya memberikan kabar informasi kepada rekruter sedang alami masalah di jalan. 

Tetapi alangkah baiknya memang tidak datang terlambat saat proses wawancara kerja. Bahkan, datang sebelum waktu wawancara dimulai.

Setelah mengetahui do and don’ts wawancara kerja, seharusnya rasa takut, cemas bisa diatasi dengan baik. Jangan sampai karena rasa takut yang berlebihan membuat proses interview gagal dan tidak lolos seleksi. 

Semoga informasi ini membantumu melalui wawancara kerja di tempat baru yang dituju! (Editor: Chaerunnisa)