Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Lengkap [Plus Klaim]

Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan atau BPJSTK

Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) sangat penting untuk kamu ketahui guna menghitung berapa dana yang bisa dicairkan dari program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan lainnya. 

BPJS Ketenagakerjaan adalah program jaminan sosial yang dihadirkan oleh pemerintah untuk memberikan rasa aman bagi seluruh tenaga kerja WNI.

 

Nah, seiring dengan perkembangan digital, cara cek saldo BPJSTK sekarang bisa dilakukan secara online. Berikut ini Lifepal ulas secara lengkap cara cek saldo, klaim, hingga penjelasan lengkap program BPJSTK. Simak, yuk!

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online & Offline 2021!

Ada beberapa pilihan cara cek saldo yang bisa kamu pilih, yaitu secara online melalui website, aplikasi, dan SMS, atau secara offline dengan mengunjungi kantor BPJS atau cek melalui ATM. 

Nah sekarang buat kamu yang mau cek saldo BPJS Ketenagakerjaan atau BPJSTK bisa dilakukan secara online dan offline. Lifepal sudah simpulkan ke dalam lima cara berikut. 

1. Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan online di website sso.bpjsketenagakerjaan.go.id

  • Buka halaman website resmi BPJSTKU di https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/. 
  • Buat pengguna baru, pilih menu Daftar Pengguna.
  • Pilih salah satu segmen: PU, BPU, atau PMI.
  • Pilih PU atau Penerima Upah untuk pekerja yang digaji. 
  • Pilih BPU atau Bukan Penerima Upah untuk individu yang memiliki penghasilan dari usaha sendiri (pedagang, petani, pengendara ojek online). 
  • Pilih PMI atau Pekerja Migran Indonesia untuk warga negara Indonesia yang menerima upah di luar negeri.
  • Masukkan alamat email setelah memilih segmen dan tekan Kirim.
  • Periksa pesan masuk di email dan salin Kode Verifikasi ke halaman situs BPJS.
  • Masukkan data diri mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Nomor Handphone, KPJ atau Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Kata Sandi atau Password, dan Konfirmasi Kata Sandi.
  • Login menggunakan email dan password yang telah didaftarkan.
  • Klik “Saya Bukan Robot” dan Login.
  • Pilih “Lihat Saldo JHT” dan muncullah nominal saldo JHT yang terkumpul.

2. Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan online di aplikasi BPJSTKU Mobile

  • Pertama-tama, install aplikasi BPJSTKU dari Google Play Store atau App Store.
  • Setelah terpasang di smartphone, buka aplikasi BPJSTKU Mobile.
  • Pilih menu Pendaftaran Pengguna BPJSTKU.
  • Pilih jenis kepesertaan: PU, BPU, atau PMI.
  • Masukkan nama lengkap sesuai dengan yang tercantum di e-KTP dan pilih Lanjut.
  • Masukkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran sesuai e-KTP lalu pilih Lanjut.
  • Masukkan nomor KTP elektronik atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan pilih Lanjut.
  • Masukkan nomor KPJ atau Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari 11 digit yang ada di kartu peserta BPJSTK lalu pilih Lanjut.
  • Masukkan alamat email yang aktif digunakan dan pilih Lanjut.
  • Cek email dan masukkan Kode Verifikasi yang telah dikirim sistem lalu pilih Lanjut.
  • Masukkan nomor handphone yang aktif digunakan lalu pilih Lanjut.
  • Masukkan Kode Verifikasi yang dikirim lalu pilih Lanjut.
  • Masukkan kata sandi atau password yang ingin digunakan lalu pilih Kirim.
  • Peserta udah bisa login dan langsung cek saldo JHT di menu Lihat Saldo.
Lengkapi manfaat Jaminan Pensiun (JP) dengan santunan asuransi jiwa dari perusahaan swasta dengan premi mulai Rp55 ribu per bulan!

 

3. Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan via SMS

  • Pertama, kamu harus daftarkan diri dulu buat gunakan layanan SMS dengan kirim pesan berformat: DAFTAR <spasi> SALDO#Nomor KTP#Tanggal Lahir (DD-MM-YYYY)#No Peserta#Email (kalau ada). Kemudian kirim ke 2757.
  • Kalau udah terdaftar, kamu bisa kirim pesan buat mengetahui berapa saldo BPJS Ketenagakerjaan kamu. Format SMS-nya: SALDO <spasi> Nomor Peserta lalu kirim ke 2757.

4. Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan via ATM

Peserta BPJSTK juga bisa cek saldo JHT via mesin ATM lho. Berikut ini cara cek saldo JHT di ATM BRI.

  • Masukkan kartu ATM dan PIN.
  • Pilih Transaksi Lain.
  • Pilih Lainnya.
  • Pilih Info Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan kalau cek saldo di mesin ATM BRI. Pertama, peserta harus punya akun BRI Mobile. 

Kedua, nomor rekening BRI dimasukkan ke data profil akun BPJSTK yang bisa dicek di aplikasi BPJSTKU. Ketiga, nomor handphone buat BRI Mobile sama dengan nomor yang didaftarkan buat akun BPJSTK.

5. Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan di kantor BPJS Ketenagakerjaan

Walaupun terkesan konvensional, cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan ini masih jadi andalan banyak orang. Mudah saja melakukan cara ini.

Kamu cukup mencari kantor BPJSTK dan mendatanginya dengan membawa kartu BPJS Ketenagakerjaan. Di sana kamu temu petugas BPJS Ketenagakerjaan dan minta buat melakukan pengecekan saldo dengan menunjukkan kartu BPJS. Petugas nantinya bakal membantu kamu buat mengecek saldo dalam akun kamu.

Buat kamu yang belum tahu di mana kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat, bisa cek pada halaman kontak di website BPJS Ketenagakerjaan.

Lupa Email atau Password Akun BPJS Ketenagakerjaan

Ada kalanya kita gak menyimpan dan lupa dengan surel dan password pribadi sehingga gak bisa cek saldo BPJS Ketenagakerjaan. Namun tenang, Lifepal tahu solusinya kok. Yuk perhatikan penjelasan berikut.

1. Lupa password yang dipakai untuk daftar BPJSTKU, tapi ingat email

  • Buka website BPJSTK di www.bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Pilih menu Layanan Peserta > Tenaga Kerja > BPJSTKU
  • Pilih menu Lupa Kata Sandi
  • Masukkan alamat email.
  • Cek pesan masuk di email kamu dan salin Kode OTP ke situs.
  • Masukkan kata sandi baru kamu lalu login seperti biasa.

2. Lupa password, ingat alamat email, tapi lupa password email

  • Masuk ke halaman login email, lalu pilih Lupa Password.
  • Ikuti langkahnya, biasanya kamu perlu mengonfirmasikan diri lewat email kedua atau SMS.
  • Kalau email kamu sudah berhasil pulih, ikuti langkah lupa password di atas.

3. Lupa password dan email yang digunakan untuk daftar BPJSTKU

  • Hubungi pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk menghapus akun lamamu di 175 atau 15000910.
  • Kamu akan ditanya data diri seperti nama lengkap, tempat tanggal lahir, nama ibu kandung, Nomor ID E-KTP, dan nomor referensi unik.
Kalau kamu punya pertanyaan terkait manfaat asuransi lainnya sekaligus mendapatkan rekomendasi kepada berbagai produk asuransi yang ada di Indonesia, konsultasikan saja kepada ahlinya di Tanya Lifepal!

 

Cara klaim BPJS Ketenagakerjaan

Buat klaim saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan, ada beberapa hal yang harus dilakukan, mulai dari daftar Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan, syarat-syarat yang disiapkan, hingga langkah-langkah klaim saldo JHT.

1. Daftar antrian online BPJS Ketenagakerjaan

Sekarang kamu sudah bisa mendapatkan antrian secara online, jadi gak perlu repot datang ke kantor BPJS untuk mengantri.

  • Buka website Antrian Online BPJS Online di antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id.
  • Registrasi Antrian Online Bpjs Ketenagakerjaan dan masukkan nomor e-KTP, nomor peserta KPJ, nama lengkap, nomor handphone, wilayah pelayanan, cabang pelayanan, tanggal kedatangan, dan jam kedatangan.
  • Pilih jawaban buat pertanyaan “Apakah Anda menjalankan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri?”.
  • Pilih Simpan.
  • Kode Booking Antrian muncul dan bisa dicetak langsung atau meminta dikirim ke email dengan memasukkan alamat email peserta.

2. Lengkapi syarat dokumen buat klaim JHT

  • Kartu Peserta yang asli
  • Surat paklaring dari perusahaan yang asli dan satu lembar fotokopiannya.
  • KTP yang asli dan satu lembar fotokopiannya.
  • KK yang asli dan satu lembar fotokopiannya.
  • NPWP yang asli dan fotokopinya.
  • Buku rekening tabungan yang asli dan satu lembar fotokopiannya.

3. Langkah-langkah klaim JHT secara online

  • Ada email konfirmasi BPJSTK yang berisi alamat email kantor cabang pengajuan, data diri, syarat dokumen pencairan, formulir pencairan dana JHT yang harus diisi, dan barcode setelah registrasi Antrian Online BPJS.
  • Kirim dokumen yang menjadi syarat (bentuk digital atau hasil scan atau foto), barcode antrian online, dan foto diri ke email kantor cabang dengan subjek email: ANTRIAN_TANGGAL KEDATANGAN_NAMA LENGKAP_NOMOR KPJ.
  • Data diri peserta yang dilampirkan di badan email, berupa: Nama, NIK, email, nomor handphone, tanggal kedatangan (booking).
  • Kantor cabang melakukan verifikasi data.
  • Peserta dihubungi pihak kantor cabang maksimal H-1 setelah lolos verifikasi. Petugas menghubungi sebelum tanggal pencairan yang telah ditentukan lewat video call WhastApp (peserta wajib mempunyai aplikasi WA), email, atau SMS.

Jenis dan Iuran Program BPJS Ketenagakerjaan

Di Indonesia setiap pekerjanya wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ada beberapa hak yang menjadi keuntungan para peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk bisa mendapatkan haknya tersebut, peserta harus melakukan setoran iuran tiap bulan. Apa aja hak-hak yang didapatkan peserta BPJS Ketenagakerjaan?

Setorannya sebesar 5,7 persen dari gaji bulanan: 

  • 2 persen dari pekerja. 
  • 3,7 persen dari perusahaan. 

Buat orang yang bukan penerima upah, setorannya 2 persen per bulan. Sementara pekerja migran, setorannya Rp105 – Rp600 ribu per bulan.

Tanpa menunggu pensiun, JHT bisa kamu cairkan lho. Sebelumnya, PP No. 46 Tahun 2015 mengatur peserta bisa mencairkan JHT dengan syarat berusia 56 tahun, mengalami cacat tetap, dan meninggal dunia.

Aturan yang telah direvisi tersebut memperbolehkan peserta mencairkan JHT dengan kondisi berhenti bekerja, pemutusan hubungan kerja (PHK), atau peserta pergi ke luar negeri atau gak tinggal lagi di Indonesia.

Perlindungan peserta dari risiko kecelakaan kerja ini mengutip iuran dengan besaran:

  • Penerima upah: 0,24 – 1,74 persen
  • Bukan penerima upah: 1 persen
  • Jasa konstruksi: 0,21 persen
  • Pekerja migran: Rp370 ribu

Hak BPJS Ketenagakerjaan yang ini adalah pemberian uang tunai kepada ahli waris kalau peserta meninggal dunia. Besaran iurannya:

  • Penerima upah: 0,3 persen
  • Bukan penerima upah: Rp6.800 per bulan
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen
  • Pekerja migran: Rp370 ribu

Kalau ini, kamu pastinya udah tahu ditujukan buat apa. Setoran buat jaminan pensiun sebesar 1 persen dari pekerja dan 2 persen dari perusahaan.

Ilustrasi Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Supaya lebih paham, kita coba jelaskan melalui contoh risiko yang kita hadapi sehari-hari berdasarkan dari keempat manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Program Manfaat
Jaminan Hari Tua (JHT) Memberikan manfaat berupa uang tunai yang besarnya diambil dari akumulasi iuran ditambah hasil pengembangan yang di atas bunga deposito.
Jaminan Kecelakaan (JK) Memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan dalam aktivitas saat bekerja. Mulai dari kecelakaan ketika kita menuju ke tempat kerja atau sebaliknya. Sampai perlindungan terhadap penyakit yang berasal atau disebabkan dari lingkungan kerja.

Tentunya juga perlindungan saat kita mengalami kecelakaan kerja di tempat kerja.

Jaminan Kematian  Memberikan bantuan berupa uang tunai yang nantinya akan diberikan kepada ahli waris peserta. Total manfaat yang diterima diberikan secara berkala selama 24 bulan sebesar Rp12 juta. Selain itu, program ini juga ikut menanggung biaya pemakaman sebesar Rp10 juta rupiah.
Jaminan Pensiun Memberikan penghasilan setelah pekerja memasuki masa pensiun.

Hal ini agar pekerja dan keluarganya bisa tetap mendapatkan kualitas hidup yang layak sama seperti saat dia masih aktif bekerja.

Pertanyaan Seputar BPJS Ketenagakerjaan

Ada lima cara untuk cek saldo BPJS Ketenagakerjaan, yaitu:

  • Website sso.bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Aplikasi BPJSTKU Mobile
  • Pesan singkat (SMS)
  • Mesin ATM
  • Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Ikuti langkah-langkah cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan selengkapnya!

Walau berasal dari program asuransi sosial yang sama, namun BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan adalah dua produk yang berbeda.

BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada tenaga kerja Indonesia, baik dari risiko kecelakaan dan kematian serta menawarkan jaminan keuangan di hari tua.

Sementara BPJS Kesehatan memberikan manfaat perlindungan biaya kesehatan untuk berbagai penyakit, baik yang sifatnya rawat inap maupun rawat jalan.

  1. Jaminan Hari Tua (JHT)
  2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  3. Jaminan kematian
  4. Jaminan pensiun

Manfaat JHT BPJS Ketenagakerjaan baru bisa dicairkan saat nasabah masuk usia 56 tahun. Saldo JHT bisa saja ditarik sebelum masuk usia 56 tahun, selama masa kepesertaan nasabah sudah lebih dari 10 tahun. Itu pun harus tetap memenuhi ketentuan berikut:

  • Iuran hanya bisa ditarik maksimal sebanyak 10 persen dari total saldo sebagai persiapan usia pensiun.
  • Iuran hanya bisa ditarik maksimal 30 persen dari total saldo, untuk uang perumahan.

Perlu diingat kalau pengambilan ini hanya dapat dilakukan sekali selama menjadi peserta. Kemudian jika peserta JHT mengalami cacat total atau meninggal dunia, dana iuran akan diberikan kepada ahli waris yang telah ditunjuk peserta.

Jika peserta belum memilih, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan dana tersebut ke urutan ahli waris yang tercantum dalam situs online resmi BPJS Ketenagakerjaan, yaitu:

  • Janda/duda
  • Anak
  • Orang tua atau cucu
  • Saudara kandung
  • Mertua
  • Pihak yang ditunjuk dalam wasiat
  • Apabila tidak ada ahli waris dan wasiat, maka JHT dikembalikan ke Balai Harta Peninggalan

  • Buka website BPJSTK di www.bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Pilih menu Layanan Peserta > Tenaga Kerja > BPJSTKU
  • Pilih menu Lupa Kata Sandi
  • Masukkan alamat email
  • Cek pesan masuk di email kamu dan salin Kode OTP ke situs
  • Masukkan kata sandi baru kamu lalu login seperti biasa

  • Hubungi pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk menghapus akun lamamu di 175 atau 15000910
  • Kamu akan ditanya data diri seperti nama lengkap, tempat tanggal lahir, nama ibu kandung, Nomor ID E-KTP, dan nomor referensi unik

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →