20 Cara Cepat Melunasi Utang yang Benar-Benar Efektif

cara cepat melunasi utang

Banyak cara cepat melunasi utang yang bisa kita lakukan agar terbebas dari utang yang melilit dan merdeka secara finansial. Bahkan, beberapa caranya sangat mudah untuk kita lakukan sehingga utang bisa cepat lunas deh

Sebenarnya, kunci dari melunasi utang yang menumpuk hanya satu, yaitu disiplin. Disiplin dalam membuat rencana keuangan hingga menjalankannya.

Hindari melakukan ‘gali lubang-tutup lubang’ karena hal tersebut malah akan membuat utang semakin bertambah banyak dan tidak pernah habis.

Berikut ini cara melunasi hutang dengan cepat dan halal yang telah Lifepal  rangkum. Simak baik-baik, ya!

1. Hitung seluruh utang

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menghitung berapa total utang yang harus kita lunasi. Idealnya, pos pengeluaran yang digunakan untuk membayar utang gak lebih dari 30 persen dari total penghasilan kita setiap bulannya. 

Jika melebihi 30 persen dari penghasilan, artinya kita memiliki utang gak sehat dan harus segera kita lunasi. 

 2. Terbuka soal utang

Memang gak banyak orang yang mau bicara terbuka soal kondisi keuangannya, apalagi yang sedang berutang. Biasanya kepala keluarga enggan bicara terbuka soal utang di depan keluarga karena dianggap sebagai hal yang tabu.

Sebaiknya, bicarakan saja secara terbuka karena dengan begitu siapa tahu keluarga bisa menemukan solusi yang tepat untuk melunasinya.

3. Kenali jenis-jenis utang

Jenis utang bermacam-macam, ada yang disebut utang konsumtif dan produktif. Perbedaannya, utang konsumtif digunakan untuk kebutuhan konsumsi, seperti membeli jam tangan atau handphone.

Sementara utang produktif adalah dana pinjaman yang dapat meningkatkan pendapatan atau penghasilan yang kita miliki. Misalnya, membeli keperluan kantor atau merenovasi rumah untuk meningkatkan nilai jual dari properti kita. 

Biar gak bingung, simak tabel perbedaan karakteristik jenis utang konsumtif dan produktif berikut ini.

Utang Konsumtif Utang Produktif 
Untuk memenuhi keinginanUntuk memenuhi kebutuhan 
Anggaran pengeluaran meningkat Jumlah penghasilan meningkat
Nilai barang yang kita beli akan turun seiring waktu (depresiasi)Nilai barang yang kita beli akan meningkat seiring waktu

Nah, sekarang kita bisa lebih tahu, sebenarnya jenis utang kita masuk dalam kategori mana sih? Sebaiknya, hindari utang konsumtif yang terlalu banyak, ya!

4. Lakukan analisis utang

Cara melunasi hutang selanjutnya adalah dengan melakukan analisis utang yang ada dan seperti apa kemampuan bayar kita. Analisis utang ini sebenarnya gak sulit, cukup mengikuti langkah-langkah sederhana sebagai berikut.

  • Langkah 1: Kategorikan utang yang kita miliki, utang konsumtif, dan produktif. 
  • Langkah 2: Berapa pengeluaran setiap bulannya yang harus dikeluarkan untuk membayar utang konsumtif dan produktif. 
  • Langkah 3: Cari tahu apakah suku bunga dari utang konsumtif dan produktif tersebut bersifat flat atau meningkat.
  • Langkah 4: Jumlahkan total tagihan cicilan utang konsumtif dan produktif yang harus dibayarkan setiap bulannya. Jika lebih dari 30 persen penghasilan bulanan maka ada beberapa cara melunasi utang yang akan dibahas di poin selanjutnya.

5. Prioritaskan pembayaran utang berbunga tinggi

Kemudian urutkan utang dari yang memiliki bunga tertinggi hingga yang berbunga rendah. Dalam perhitungan besaran cicilan utang yang dibayarkan, kita bisa sekalian bikin urutan utang-utang yang berbunga tinggi tersebut. 

Setelah itu, prioritaskan pembayaran utang yang bunganya paling tinggi. Metode ini dikenal juga dengan istilah debt stacking. 

Metode debt stacking adalah cara melunasi utang dengan mendahulukan pembayaran utang yang bunganya paling tinggi. Kenapa utang berbunga tinggi yang dibayar lebih dulu? 

Pasalnya, bunga tinggi menjadi sebab utama dari bengkaknya utang yang ciptakan non-performing loan. Sementara utang berbunga rendah, penumpukannya dalam jangka pendek masih bisa diantisipasi. 

6. Lakukan restrukturisasi utang

Jika cicilan utang yang harus dibayarkan lebih dari 30 persen total penghasilan setiap bulannya, ini tandanya kita perlu melakukan restrukturisasi utang. 

Nah, restrukturisasi yang dimaksud adalah diskusi dengan pihak pemberi utang untuk melihat apakah ada opsi yang bisa membantu kita melunasi seluruh utang tersebut. 

Beberapa opsi yang bisa dilakukan umumnya adalah seperti berikut.

Mengurangi suku bunga utang

Cara ini berlaku untuk utang kartu kredit, KTA, dan KPR saja ya. Buat yang memiliki utang kartu kredit, gunakan cara balance transfer, di mana tagihan kartu kredit kita dipindahkan dari satu bank ke bank lain. Cari bank yang memiliki suku bunga yang lebih rendah dari bank sebelumnya.

Sementara untuk utang KTA atau KPR bisa mendapatkan keringanan bunga dengan melakukan penjadwalan kembali (rescheduling), persyaratan kembali (reconditioning), dan penataan kembali (restructuring).

Penjadwalan kembali (rescheduling) dimaksudkan untuk mengubah jangka waktu pelunasan atau tenor dari yang tadinya dua tahun menjadi lima tahun. Tenor yang panjang tentu bisa membuat cicilan jadi lebih ringan.

Kalau persyaratan kembali (reconditioning) ditujukan untuk mengubah besaran bunga yang disesuaikan dengan kondisi debitur. Sementara penataan kembali (restructuring) mencakup semuanya dari rescheduling hingga reconditioning.

Mengajukan mediasi penyelesaian utang

Jika telah bernegosiasi dengan bank untuk mencari cara melunasi utang namun hasilnya nihil, kita bisa ajukan mediasi kepada Bank Indonesia (BI). 

Mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor: 8/5/PBI/2006 terkait mediasi perbankan, dituliskan bahwa BI dapat membantu melakukan mediasi kepada pihak perbankan untuk mencari solusi yang bersifat win-win solution bagi pihak pemberi utang dan nasabah yang berutang. 

7. Jangan hanya membayar minimal utang

Ingat, membayar tagihan kartu kredit dalam jumlah minimal gak akan bisa menyelesaikan utang kita. Sebab bunga pembayaran minimal kartu kredit terbilang cukup tinggi. 

Selain itu, jika selalu membayar minimal tagihan, utang kita akan lunas dalam waktu yang sangat lama. Solusinya, buat perencanaan kira-kira berapa lama utang ini dapat lunas. 

Misal, Rendy memiliki pendapatan sebesar Rp8 juta setiap bulannya dengan total utang konsumtif sebesar Rp10 juta.

Maka mengikuti aturan budgeting yang ideal, Rendy harus menyisihkan 30 persen dari gaji untuk bayar cicilan utang setiap bulannya, yaitu sebesar Rp2,4 juta. Berarti dalam lima bulan, utang Rendy dapat lunas sepenuhnya. 

8. Jangan bayar utang dengan utang baru

Salah satu kesalahan yang sering kita lakukan adalah dengan melunasi utang menggunakan utang baru. Bukanya menyelesaikan masalah, metode ini justru akan membelit kamu dalam masalah utang yang baru. Selesaikan saja utang yang ada tanpa harus membuat beban baru buat keuangan kamu.

9. Ubah skema anggaran pengeluaran

Agar utang cepat selesai, kita juga bisa mengubah skema bujet pengeluaran. Misalnya saja selama ini kita pakai aturan budgeting 50/30/20 dalam mengalokasikan pengeluaran. Namun, jika ingin utang cepat lunas, kita bisa ubah menjadi 40/50/10. 

Artinya, sebesar 50 persen gaji dialokasikan untuk membayar tagihan kredit. Sementara 40 persen buat pemenuhan kebutuhan pokok dan 10 persen ditabung atau diinvestasikan. Contohnya, Rendy yang memiliki gaji Rp8 juta, itu berarti:

Jenis pengeluaran Pembagiannya
Kebutuhan pokokRp8 juta x 40% = Rp3,2 juta
Bayar tagihan kreditRp8 juta x 50% = Rp4 juta
Tabungan atau investasiRp8 juta x 10% = Rp800 ribu

10. Manfaatkan dana darurat

Seperti penjelasan sebelumnya, kita idealnya menyisihkan setidaknya 10 persen dari gaji sebagai dana tabungan. 

Nah, jika merasa berat untuk membayar tagihan utang, kita bisa memanfaatkan dana darurat yang telah terkumpul untuk melunasi utang. 

Memang sih tentu kita akan merasa sayang mengeluarkan seluruh dana darurat yang telah kita kumpulkan untuk melunasi utang. 

Namun, ini bisa menjadi cara melunasi utang cepat, sehingga terbebas dari kredit dan lebih bebas mengatur keuangan di kemudian hari. 

11. Manfaatkan dana investasi

Jika belum memiliki dana darurat, kita bisa manfaatkan dana investasi. Adapun jenis investasi yang bisa kita cairkan meliputi emas, deposito, reksa dana, dan lain sejenisnya. Jika utang sudah lunas, kita bisa mulai alokasikan kembali anggaran setiap bulannya untuk berinvestasi. 

12. Manfaatkan sebagian dana tabungan

Jika tidak memiliki dana darurat ataupun investasi, kita bisa manfaatkan dana tabungan. Pilihan lainnya adalah, gak memberikan seluruh tabungan kita untuk melunasi utang, melainkan sebagiannya saja. 

Misalnya, kita memiliki tabungan Rp14 juta, maka siapkan Rp7 juta untuk melunasi utang. Sisa utang bisa kita cicil menggunakan penghasilan setiap bulannya. 

13. Gunakan jasa manajemen utang

Cara melunasi utang selanjutnya adalah dengan menggunakan jasa manajemen pengelola utang. Dalam program manajemen ini kita akan diedukasi bagaimana cara melunasi utang yang cepat dan efektif. 

Selain itu, program manajemen utang juga biasanya telah disepakati oleh pihak bank. Sehingga, negosiator dari jasa manajemen utang bisa membantu kita menyakinkan bank untuk memberikan opsi pelunasan utang terbaik. 

Sayangnya, perusahaan yang memberikan jasa seperti ini masih sangat jarang di Indonesia. Bahkan, yang terdaftar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanyalah PT Amalan International Indonesia. 

Apabila kamu tak memiliki dana lebih untuk menyewa jasa manajemen utang, kamu bisa mencoba simulasi kalkulator bunga efektif .

Kalkulator bunga efektif adalah perangkat untuk memudahkanmu mengetahui berapa total angsuran bulanan untuk pinjaman jangka panjang dengan pengenaan bunga menurun tiap periode.

Penggunaan kalkulator ini untuk menghitung beberapa angsuran pinjaman jangka panjang, misalnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit usaha, kredit investasi emas  jangka panjang, dan pinjaman lainnya sesuai ketentuan masing-masing.

Yuk kita coba kalkulasikan perencanaan angsuranmu dengan kalkulator bunga efektif berikut.

14. Cari pendapatan tambahan

Mencari penghasilan tambahan gak mengharuskan kita mengorbankan beberapa pengeluaran rutin kita. Misal, makan di luar ketika weekend, beli kopi, dan lain sejenisnya. Namun, konsekuensinya adalah kita harus korbankan waktu semisal weekend.

Ada beberapa ide pendapatan tambahan yang bisa dilakukan, seperti buka usaha katering, membuat blog, jasa desain, jual barang online, dan lain sebagainya. 

15. Jual barang yang sudah gak terpakai

Menjual barang-barang yang sudah gak kita butuhkan termasuk cara jitu untuk bantu lunasi utang. 

Kita semua pasti punya deh barang-barang yang tergeletak begitu saja di dalam rumah, misalnya seperti komputer jadul, video games jadul, atau ponsel-ponsel yang sudah gak terpakai. 

Daripada hanya ditaruh di rumah dan jadi berdebu, mending kita jual saja. Kita bisa menjualnya di situs jual beli online atau media sosial. Dijamin bisa hasilkan uang untuk bayar utang.

16. Menjual aset

Memang rasanya berat kalau harus melepas aset yang kita punya. Tapi kalau memang itu satu-satunya jalan, memang harus kita relakan. Aset yang dimaksud adalah seperti perhiasan, kendaraan, surat berharga hingga rumah.

Pilihlah aset yang bersifat tersier jadi bila utang sudah lunas dan kondisi keuangan membaik, kamu bisa kembali mendapatkan aset-aset tersebut.

17. Berhenti berutang

Cara melunasi utang lainnya adalah dengan berhenti berutang. Berhenti beli barang-barang dengan pinjaman online. Atau berhenti juga pergunakan kartu kredit untuk sementara waktu sampai utang yang sedang membebanimu lunas.

Nah, andai saja kita enggan mengambil opsi cari penghasilan tambahan, kita bisa menjual aset yang kita miliki buat melunasi utang. Sayangnya, opsi ini juga butuh kerelaan yang besar, karena kita harus korbankan aset yang sudah kita kumpulkan selama ini.

18. Kurangi pengeluaran yang tidak perlu

Jika sebelumnya kita sempat memasukkan pengeluaran ‘hiburan’ seperti traveling, nonton, atau staycation, sebaiknya mulai sekarang pengeluaran itu kita hapus dulu untuk sementara waktu.

Selain bisa menghemat, dengan memangkas pengeluaran yang tidak penting, uangnya pun bisa kita gunakan untuk membayar utang, sehingga utang yang kita miliki bisa cepat lunas.

19. Berhemat

Cara melunasi hutang yang menumpuk berikutnya adalah dengan berhemat. Jika sebelumnya kita selalu makan siang di luar atau kafe hits, sekarang waktunya membawa bekal dari rumah. Selain bisa menyehatkan tubuh, hal ini pun bisa menyehatkan kondisi keuanganmu.

Kamu juga bisa memanfaatkan transportasi umum saat akan pergi ke kantor dengan harga yang lebih terjangkau daripada menggunakan ojek online atau taksi.

20. Gunakan asuransi kredit

Seperti yang kita ketahui, ada banyak hal yang bisa membuat kita terlambat membayar cicilan atau bahkan gagal membayar utang. Bisa saja karena adanya pengeluaran gak terduga seperti sakit, bangkurt, dan lainnya. 

Di sinilah pentingnya peran asuransi kredit yang bisa membantu kita melunasi utang ketika terjadi gagal bayar.  Selain itu, asuransi ini juga bisa membantu melunasi utang jika debitur meninggal dunia. Sehingga gak menyusahkan keluarga yang ditinggalkan. 

Karena itu, jika mengambil utang dalam nominal besar, sangat dianjurkan untuk memiliki asuransi kredit, ya!

Itulah beberapa cara melunasi utang yang bisa kita praktikkan. Sebenarnya, intinya adalah disiplin dalam melunasi utang. 

Selain itu, kita juga perlu cermat dalam mengalokasikan anggaran pengeluaran setiap bulannya agar utang bisa lunas dalam waktu cepat. Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

FAQ seputar cara melunasi hutang

Artinya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Ya Allah limpahkanlah salawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, cukupi aku dengan (hal-hal) yang engkau haramkan. Dan cukupi aku dengan bantuan-Mu sebagai ganti (bantuan) dari (meminta kepada) selain-Mu. Wahai yang Maha hidup dan Maha Berdiri Sendiri.”