Cara Daftar Auto Debit Iuran BPJS Kesehatan biar Gak Telat Bayar Setiap Bulan

kantor cabang bpjs kesehatan

Ada banyak cara untuk membayar iuran BPJS Kesehatan. Selain lewat ATM, bayar iuran BPJS Kesehatan juga bisa melalui aplikasi e-commerce. Namun, ada cara lain yang gak merepotkan yakni dengan auto debit rekening bank.

Iuran BPJS Kesehatan mengalami kenaikan per tanggal 1 Januari 2020 lalu. Kondisi tersebut memang sempat menjadi pro kontra di masyarakat. Pasalnya, kenaikan iuran BPJS terbilang cukup signifikan bahkan mencapai 100 persen.

Seperti yang dilansir dari situs resmi BPJS Kesehatan, berikut iuran BPJS Kesehatan sebelum dan sesudah mengalami kenaikan:

  • Kelas 1, iuran per bulan sebelum naik sebesar Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu.
  • Kelas 2, iuran per bulan sebelum naik sebesar Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu.
  • Kelas 3, iuran per bulan sebelum naik sebesar Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu.

Untuk mengakali kenaikan tersebut, banyak peserta yang memilih untuk turun kelas agar tak berat membayar iuran setiap bulan. Karena, setiap individu baik yang bekerja maupun tidak bekerja, harus terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Pembayaran iuran BPJS setiap bulannya juga tidak boleh telat yakni paling lambat adalah setiap tanggal 10. Kalau telat akan dikenakan denda sebesar 2 persen dari total iuran atau paling tinggi yaitu hingga Rp 30 juta.

Bukan cuma itu saja, status kepesertaan kamu juga menjadi tidak aktif yang artinya kamu tidak bisa menikmati fasilitas berobat gratis. Untuk mengaktifkan kembali, maka kamu harus membayar tunggakan beserta dendanya. Malas banget kan?

Lagipula, seiring dengan perkembangan zaman yang kian canggih, kamu sudah bisa membayar iuran BPJS Kesehatan dengan berbagai cara, baik via online maupun offline. Jadi, memang sudah gak ada alasan lagi untuk telat bayar iuran.

Sayangnya, segudang aktivitas kerap kali membuat sebagian orang lupa untuk melakukan pembayaran iuran BPJS. Bahkan tak sedikit juga yang baru sadar saat waktu pembayaran sudah lewat dan ujung-ujungnya malah membuat denda terus berkembang karena malas mengurusnya.

Untuk menghindari kondisi seperti itu, ada solusi tepat yang bisa kamu lakukan agar pembayaran iuran lancar jaya alias anti telat, yakni dengan daftar auto debit.

Apa sih auto debit pembayaran BPJS Kesehatan?

seorang wanita memegang kartu indonesia sehat
Dengan auto debit, iuran ditarik otomatis dari rekening. (Shutterstock)

Kamu tentu sudah familiar dengan istilah auto debit, yaitu sistem penarikan dana secara otomatis dari rekening bank dengan jumlah dan di tanggal yang sudah disepakati oleh nasabah dan bank.

Jadi, sama dengan sistem auto debit pada umumnya, setiap bulannya uang kamu akan ditarik secara otomatis untuk pembayaran BPJS Kesehatan.

Hal itu banyak dipilih untuk menghindari telat bayar yang bisa berisiko pada denda. Untuk jumlahnya juga sesuai dengan kelas yang kamu pilih. Sedangkan untuk tanggal penarikannya itu sendiri dilakukan sebelum tanggal terakhir pembayaran iuran BPJS yakni di tanggal 10.

Siapa saja yang bisa menikmati fasilitas auto debit pembayaran iuran BPJS?

Sayangnya, tak semua peserta BPJS Kesehatan bisa menikmati fasilitas auto debit. Fitur ini dikhususkan bagi kategori Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memang kerap mengalami kendala lupa membayar iuran.

Bahkan per tanggal 1 Mei 2018, BPJS Kesehatan juga sudah menyarankan agar peserta mandiri atau PBPU khususnya kelas 1 dan 2 untuk melakukan pembayaran iuran melalui metode auto debit.

Pasalnya, para Peserta Penerima Upah (PPU), umumnya dibayarkan langsung oleh perusahaan. Jadi risiko untuk telat bayar akan lebih minim.

Lalu, bagaimana cara daftar auto debit?

kartu indonesia sehat
Kartu Indonesia Sehat. (Shutterstock)

Ada beberapa cara yang bisa dipilih para peserta yang ingin daftar auto debit pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Seperti contohnya adalah melalui aplikasi mobile JKN hingga daftar langsung ke bank yang sudah bekerja sama dengan BPJS yakni BNI, Bank Mandiri, BRI dan BCA.

Berikut cara daftar auto debit via Bank Mandiri, baik lewat online maupun datang langsung.

Daftar auto debit via bank

Berikut tahapan daftar auto debit via bank, salah satunya adalah Bank Mandiri.

  • Buka website BPJS Kesehatan.
  • Klik menu “Layanan” yang ada pada bagian atas website.
  • Pilih menu “Auto debit” yang terletak pada bagian bawah.
  • Kamu akan dialihkan ke laman “Pendaftaran Auto debit” via Bank dan juga Non Bank.
  • Klik logo Bank Mandiri.
  • Akan tertera syarat dan ketentuan yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan dan juga Bank Mandiri.
  • Baca dengan seksama dan klik kotak yang terdapat di bagian paling bawah.
  • Kemudian klik tombol “Lanjutkan”.
  • Mengisi data diri yang tertera pada kolom, seperti nomor BPJS Kesehatan, nomor identitas diri (KTP), email, nomor telepon dan lainnya.
  • Pastikan data terisi dengan benar.
  • Selesai.

Setelah selesai mendaftarkan diri, kamu akan mendapat email verifikasi. Hal itu menjadi bukti bahwa kamu sudah mendaftar fitur auto debit iuran BPJS Kesehatan.

Selain via website, kamu juga bisa daftar bayar iuran BPJS auto debit dengan langsung datang ke bank yang bersangkutan. Jangan lupa untuk membawa berkas-berkas yang menjadi persyaratan. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Membawa identitas diri, KTP asli dan fotokopi.
  • Membawa Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi.
  • Membawa buku tabungan bank bersangkutan.
  • Mengisi formulir pendaftaran.

Nah, itu dia cara daftar iuran BPJS Kesehatan auto debit yang bisa kamu terapkan agar iuran tetap terbayarkan tanpa telat. Kalau iuran lancar, kamu bisa tetap nyaman menikmati fasilitas berobat gratis dari BPJS Kesehatan. (Editor: Ruben Setiawan)