5 Cara Hidup Hemat di Tengah Mahalnya Biaya Kos Jakarta [Irit hingga Rp 5 Jutaan]

Begini cara mensiasati hidup hemat di Jakarta

Percuma aja terima gaji besar di Jakarta kalau setiap bulannya mesti bayar biaya kos yang mahal. Kira-kira ada gak ya cara hidup hemat supaya gak ngos-ngosan survive di ibu kota?

Biaya hidup di Jakarta emang terbilang tinggi di antara kota-kota besar lainnya. Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan biaya hidup paling mahal.

Kota Jakarta menurut survei BPS 2018 memiliki nilai konsumsi rumah tangga rata-rata Rp 13,5 juta per bulannya. Nilai tersebut masih kalah besar dibandingkan nilai konsumsi Kota Bekasi yang rata-rata Rp 13,6 juta.

Mengacu pada data tersebut, apakah gaji besar yang kamu peroleh telah mencukupi kebutuhan tiap bulannya? Kalau jawabannya adalah gak, simak terus ulasan berikut ini agar kamu tahu gimana cara hidup hemat anak kost Jakarta yang mulai meniti karier.

Gaji rata-rata pekerja kantoran > Rp 6,47 juta, tapi kalah tinggi dengan biaya hidup di Jakarta

Cara hidup hemat di Jakarta dengan gaji segini bisa kok

Biaya hidup di Jakarta kalau melihat nilai konsumsi rumah tangga sepertinya sulit diimbangi dengan gaji rata-rata yang diterima orang-orang yang bekerja di ibu kota.

Data BPS 2019 menyebut gaji rata-rata pekerja kantoran di Jakarta lebih dari Rp 6.478.800 tiap bulannya. Angka ini jelas lebih tinggi dibandingkan upah minimum Jakarta 2020 yang berada di kisaran Rp 4.276.349 per bulannya.

Meskipun sebagian orang menganggap gaji segitu udah besar, kenyataannya nih mereka yang bergaji sebesar itu masih kesulitan gimana cara mengelolanya. Mereka ini adalah pekerja yang memilih tinggal sendiri dengan menyewa tempat tinggal.

Menariknya, mereka yang punya gaji lebih tinggi dari itu katakanlah Rp 10 juta bahkan masih kewalahan dengan pengeluaran tiap bulannya. Padahal, gaji tersebut menurut pandangan banyak orang udah lebih dari cukup.

Emang benar sih gaya hidup yang cenderung boros menjadi salah satu sebab kenapa rekening gak pernah tersisa. Namun, biaya kos yang mahal di Jakarta juga turut andil kenapa mereka yang merupakan pekerja kantoran sulit punya tabungan.

Asal tahu aja nih, biaya sewa kos-kosan di Jakarta itu bervariasi, tergantung dari lokasinya. Makin dekat dengan Central Business District (CBD), makin mahal tarif sewanya. 

Rata-rata tarif sewanya sekitar Rp 2,5 juta per bulan. Itu pun telah dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan (AC), televisi, dan kamar mandi di dalamnya.

Dengan tarif sewa kos-kosan semahal itu, gimana cara hidup hemat di Jakarta dengan mengandalkan gaji yang diterima?

Ini cara hidup hemat buat menyiasati mahalnya tarif sewa kos di Jakarta

Begini menyiasati biaya kost di Jakarta

Mencari kos-kosan dengan tarif sewa yang terjangkau bukanlah perkara mudah bagi mereka yang bekerja di Jakarta. Menelusuri dari lokasi ke lokasi belum tentu dapat harga sesuai ekspektasi.

Menerapkan cara hidup hemat menjadi solusi di tengah-tengah tarif sewa kos yang gak bersahabat. Lalu, gimana mengoptimalkan sisa gaji tersebut sampai akhirnya bisa memiliki tabungan?

Pertama-tama, kamu perlu mengetahui penghasilanmu yang tersisa setelah bayar sewa kosan. Katakanlah kamu mendapat kamar kos dengan tarif Rp 2,5 juta per bulannya.

Itu berarti penghasilanmu yang mencapai Rp 10 juta setelah bayar sewa kosan tersisa Rp 7,5 juta. Berikut ini cara hidup hemat yang bisa kamu terapkan buat optimalkan penghasilan yang tersisa.

1. Alokasi sarapan Rp 4.000, sedangkan makan siang Rp 15.000 dan makan malam Rp 20.000

Hidup hemat pada dasarnya perlu demi memenuhi tujuan keuangan. Namun, berhemat bukan berarti sama dengan menyiksa diri. Apalagi kalau terkait urusan makan.

Agar gak kebablasan cuma buat makan, alokasikan aja pengeluaran makan sebesar:

  • Sarapan: Rp 4.000.
  • Makan siang: Rp 15.000.
  • Makan malam: Rp 20.000.

Bolehlah makan siang Rp 15.000-an atau makan malam Rp 20.000-an, tapi sarapan apa yang cuma Rp 4.000-an? Kamu bisa tetap punya energi dan dapat asupan sehat di pagi hari dengan sarapan pisang.

Satu sisir pisang ambon dihargai rata-rata Rp 30 ribu. Satu sisir itu terdiri dari 15 buah pisang. Itu berarti satu buah pisang dihargai Rp 2.000. Kalau sehari makan 2 buah pisang, kamu mengeluarkan biaya Rp 4.000.

Jangan lupa buat sediakan air mineral ukuran galon di kamar kos agar terhindar dari dehidrasi. Harga air mineral galon 19 liter sekitar Rp 80 ribuan. Misalnya udah memiliki galonnya, kamu cuma perlu isi ulang seharga Rp 18.000.

Dihitung-hitung, berikut ini biaya buat makan dan minum selama sebulan.

  • Sarapan: Rp 4.000 x 30 hari = Rp 120.000

  • Makan siang: Rp 15.000 x 30 hari = Rp 450.000

  • Makan malam: Rp 20.000 x 30 hari = Rp 600.000

  • Air mineral isi ulang: Rp 18.000 x 3 = Rp 54.000

Itu berarti pengeluaran buat makan dan minum selama sebulan sekitar Rp 1.224.000. Sekarang sisa penghasilan setelah dikurangi pengeluaran makan dan minum di atas menjadi Rp 6.276.000.

2. Karena ngekos, ongkos harusnya murah kalau bisa sekali jalan Rp 8.000

Andaikan aja kamu kerja di Mega Kuningan, Jakarta dan kamu tinggal di kos-kosan yang wilayahnya gak jauh-jauh amat dari kantormu. Estimasikan aja waktu perjalanannya kurang dari 30 menit.

Jarak tempat kos dengan kantor yang gak terlalu jauh sebenarnya menguntungkan. Sebab menggunakan transportasi online bisa mendapat tarif transportasi murah sekitar Rp 8.000-an sekali jalan.

Dengan kata lain, kamu sehari cuma mengeluarkan ongkos Rp 16.000 (pergi pulang). Selama hari kerja perhitungannya: 

  • 5 hari x Rp 16.000 = Rp 80.000

  • Sebulan kerja: Rp 80.000 x 4 = Rp 320.000

Penghasilanmu yang tersisa menjadi: Rp 6.276.000 – Rp 320.000 = Rp 5.956.000.

3. Alokasi pengeluaran ke laundry dengan estimasi biaya Rp 10.000 per kilogram

Mungkin kesibukan bekerja di Jakarta karena tuntutan pekerjaan membuatmu gak ada waktu buat mencuci pakaian. Bukan cuma waktu, energi pun mungkin terkuras karena lebih sering dipakai buat memikirkan pekerjaan.

Di Jakarta biaya jasa laundry itu beragam, tapi rata-rata sekitar Rp 10.000 per kilogram. Berandai-andai saja selama seminggu berat pakaianmu yang mesti dicuci laundry sekitar 3 kg. 

Artinya, seminggu kamu alokasikan: Rp 10.000 x 3 kg = Rp 30.000. Alokasi sebulan sama dengan: 

Rp 30.000 x 4 = Rp 120.000

Dengan dikurangi pengeluaran buat laundry, sisa penghasilanmu menjadi: Rp 5.956.000 – Rp 120.000 = Rp 5.836.000.

4. Kalau listrik dibayar terpisah, usahakan pemakaian sebulannya kurang dari Rp 200.000

Ada juga yang dapat kamar kos, tapi bayar listrik terpisah. Buat kamu yang bayar listrik sendiri, usahakan per bulannya cuma habis Rp 150.000.

Lagi pula dengan rutinitasmu yang habiskan waktu lebih banyak di kantor, sangat mungkin buat bayar listrik Rp 150.000 sekalipun menggunakan AC pada malam hari. 

Buat kamu yang listriknya tergolong prabayar, belilah token listrik Rp 200.000. Walaupun beli token Rp 200.000, itu bukan berarti harus dihabiskan ya selama sebulan. 

Nah, sisa penghasilan setelah dikurangi alokasi buat listrik sekitar Rp 5.636.000.

5. Alokasi buat paket internet selama sebulan kurang dari Rp 100.000

Ini yang paling penting, pemakaian internet saat ini telah menjadi kebutuhan yang gak terpisahkan di kehidupan masyarakat modern sekarang ini.

Kamu bisa berhemat menggunakan paket internet atau paket data. Cukup bermodalkan kurang dari Rp 100.000, katakanlah Rp 85.000 (paket data), itu sudah ideal buat kamu agar terhubung dengan dunia luar.

Terlebih kos-kosan itu biasanya memasukkan akses internet gratis sebagai salah satu manfaat yang diperoleh orang-orang yang memilih kos di tempat mereka. Ditambah lagi kamu bisa berhemat dengan memanfaatkan fasilitas Wi-Fi yang tersedia di kantor.

Dihitung-hitung, sisa penghasilanmu dengan dikurangi pengeluaran paket internet menjadi: Rp 5.636.000 – Rp 85.000 = Rp 5.551.000.

Segini sisa penghasilanmu dengan terapkan cara hidup hemat agar bisa menabung di atas

Segini lho uang yang kamu miliki ketika menabung seperti cara sebelumnya

Mari kita berhitung, berapa semua pengeluaranmu selama sebulan dengan mengikuti cara hidup hemat di atas?

Alokasi pengeluaran bulanan kos Jakarta Total pengeluaran 30 hari
Makan dan minum Rp 1.224.000
Ongkos Rp 320.000
Cuci pakaian (laundry) Rp 120.000
Listrik Rp 200.000
Paket internet Rp 85.000
TOTAL SELURUH PENGELUARAN Rp 1.949.000

Semua perhitungan di atas belum mempertimbangkan inflasi di tahun depan. Ya, mudah-mudahan aja harga makanan gak ada yang berubah signifikan. Jadi, tetap menikmati harga murah.

Hitung-hitungan lagi, itu berarti sisa penghasilanmu:

Gaji bulanan Rp 10.000.000
Biaya kos tiap bulan Rp 2.500.000
Pengeluaran kebutuhan 30 hari Rp 1.949.000
SISA GAJI Rp 5.551.000

Dengan sisa gaji sebanyak itu, kamu udah bisa menyisihkan uang buat dana darurat dan investasi. Nah, tinggal diterapkan aja cara hidup hemat di atas dan kamu bisa memiliki tabungan selagi masih muda. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →