Cara Isi Token Listrik Serta Penghitungan Biaya dan Pajak

cara isi token listrik

Mungkin kamu sudah amat familier mendengar kata token listrik, apalagi jika kamu termasuk pengguna layanan listrik prabayar. 

Token listrik merupakan satuan pembayaran yang fungsinya menyerupai voucher atau pulsa yang dipergunakan pada ponsel, namun khusus yang ini untuk mengisi ulang daya listrik pada listrik prabayar. 

Banyak kelebihan yang bisa didapatkan dengan memanfaatkan layanan token listrik, di antaranya seperti:

  • Pelanggan menjadi lebih mudah mengendalikan pemakaian listrik.
  • Pemakaian bisa lebih hemat dikarenakan dapat disesuaikan dengan anggaran belanja.
  • Tidak akan terkena denda akibat lupa bayar tagihan listrik.
  • Cocok digunakan bagi pelanggan yang memiliki usaha kontrakan atau indekos.

Setelah kamu mengetahui kelebihan-kelebihan apa saja yang didapatkan dengan menggunakan token listrik, sekarang mari kita ketahui bagaimana cara isi token listrik, termasuk biaya dan pajak yang dibebankan kepada tiap pengguna.

Cara Isi Token Listrik

cara isi token listrik

Cara isi token listrik sangat mudah, yaitu cukup dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Beli token listrik sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Harga token listrik di beberapa marketplace amat bervariasi mulai dari Rp20 ribu hingga paling besar Rp50 juta.
  2. Siapkan 20 digit nomor token untuk melakukan pengisian.
  3. Masukkan nomor token tersebut ke dalam alat meter prabayar (MPB), lalu tekan tombol Enter.
  4. Bila terjadi kesalahan dalam memasukkan nomor token, kamu bisa menekan tombol Backspace untuk menghapus nomor-nomor yang sudah dimasukkan.
  5. Apabila nomor token yang dimasukkan sudah benar maka pilih Accept atau Benar.
  6. Kemudian angka kWh akan bertambah sesuai dengan jumlah token yang telah dibeli.

Setelah angka kWh bertambah, maka notifikasi bahwa token habis secara otomatis akan mati. Dengan begitu, kamu sudah bisa menikmati layanan listrik kembali.

Biaya dan Pajak Token Listrik

Biaya dan Pajak Token Listrik

Ketika kamu membeli token listrik, maka ada biaya dan pajak yang akan dibebankan. Berikut ini adalah biaya dan besaran pajaknya.

Biaya administrasi

Biaya ini merupakan biaya yang dibebankan kepada pembeli token listrik yang mana besaran biaya yang ditanggung berbeda-beda tergantung tempat pembelian token.

Jika kamu membeli melalui bank, biasanya biaya administrasi sudah termasuk ke dalam harga token tersebut. Sehingga nilai token dan kWH yang didapat menjadi lebih kecil.

Contohnya, harga token sudah termasuk biaya administrasi adalah Rp100 ribu. Maka, nilai token di dalamnya bisa lebih kecil dari 100 ribu.

Sedangkan bila harga token belum termasuk biaya administrasi, maka harga token akan bertambah sejumlah biaya administrasi yang harus dibayarkan. Sehingga nilai token dan kWH yang didapatkan akan lebih besar. Biasanya, biaya administrasi untuk token berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000.

Contohnya, harga token listrik adalah Rp100 ribu, maka jika ditambah biaya administrasi, harga token yang harus dibayarkan menjadi Rp103 ribu.

Biaya materai

Token listrik termasuk ke dalam golongan yang dikenakan biaya materai berdasarkan:

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai serta PP Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Materai dan Besarannya Batas Pengenaan Harga Nominal yang dikenakan Bea Materai, 

Biasanya biaya materai dikenakan untuk pembelian token listrik di atas Rp200 ribu dengan perhitungan sebagai berikut.

  • Dikenakan biaya materai Rp3.000 untuk pembelian token listrik seharga Rp250 ribu hingga Rp1 juta.
  • Dikenakan biaya materai Rp6.000 untuk pembelian token listrik di atas harga Rp1 juta.

Pajak penerangan jalan (PPJ)

perhitungan pajak jual beli rumah

Pajak penerangan jalan adalah jenis pajak yang harus dibayarkan oleh pelanggan PLN. Besaran PPJ tergantung pada kebijakan tiap pemerintah daerah.

Untuk daerah DKI Jakarta, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2010 tarif PPJ yang berlaku adalah sebagai berikut:

  • Tarif PPJ yang digunakan oleh industri pertambangan minyak bumi dan gas alam sebesar 3 persen.
  • Tarif PPJ yang digunakan oleh industri selain pertambangan MIGAS sebesar 2,4 persen.
  • Tarif PPJ yang penggunaan tenaga listriknya dihasilkan sendiri dikenakan pajak sebesar 1,5 persen.

Pajak pertambahan nilai (PPN)

Pajak pertambahan nilai atau PPN akan dikenakan pada pengguna listrik rumah tangga golongan R2 atau pengguna listrik 3.500 sampai 5.500 V.A.

Tarif dasar listrik (TDL)

Tarif dasar listrik (TDL) merupakan tarif dasar akan harga jual listrik yang telah ditetapkan oleh pemerintah.  Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif dasar listrik yang disediakan oleh PT PLN, tarif dasar listrik untuk keperluan rumah tangga terbagi menjadi tiga golongan, yaitu golongan R1, R2, dan R3. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Golongan

Keterangan Batas Daya Biaya 

Pemakaian (Rp/kWh)

R-1/TR Subsidi 450 VA Rp415
R-1/TR Subsidi 900 VA Rp605
R-1/TR Non-Subsidi 1.300 VA Rp1.467,28
R-1/TR Non-Subsidi 2.200 VA Rp1.467,28
R-2/TR Non-Subsidi 3.500 VA 

– 5.500 VA

Rp1.467,28
R-3/TR Non-Subsidi 6.600 VA 

– ke atas

Rp1.467,28

Dengan adanya tabel di atas,  maka kini kamu bisa memperkirakan jumlah daya atau kWh yang kamu dapatkan dari nominal token yang kamu beli.

Simulasi perhitungan kWh listrik

Nuri memiliki rumah di DKI Jakarta dengan batas daya pemakaian listrik sebesar 1.300 VA. Kemudian untuk mengisi daya listrik rumah yang sebentar lagi habis, Nuri membeli token listrik melalui e-banking sebesar Rp100 ribu, maka perhitungan kWh listriknya ialah sebagai berikut.

Rincian simulasi listrik
  • Harga token: Rp100 ribu.
  • Biaya administrasi (termasuk harga token): Rp3.000. 
  • PPJ: 3 persen (tinggal di wilayah DKI Jakarta).
  • Daya listrik: 1.300 VA.
  • Tarif listrik: Rp1.467,28.
Nilai token listrik setelah dikonversi ke kWh
  • Pemotongan dari biaya administrasi

Rp100 ribu – Rp3 ribu = Rp97 ribu

  • Pemotongan dari PPJ DKI Jakarta

Rp97 ribu – (Rp97 ribu x 3 persen) = Rp94.090

Maka, nilai token Nuri sekarang adalah Rp94.090.

Jumlah daya listrik yang diterima

Nilai token sekarang / Tarif dasar listrik

Rp94.090 / Rp1.467,28 = 64,12 kWh

Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa token listrik seharga Rp100 ribu untuk tinggal di rumah dengan daya 1.300 VA akan mendapatkan nilai token sebesar Rp94.090 dan 64,12 kWh untuk besaran daya listriknya.

Dengan demikian itulah cara isi token listrik beserta biaya dan pajak yang dibebankan. Meskipun dengan token listrik berarti tidak bisa menggunakan listrik sesuka hati tetapi hal ini justru bisa menghemat pengeluaran sehingga kamu bisa hidup lebih hemat.

Kalau sudah mengetahui berapa nilai token untuk besaran daya listrik yang bisa kamu manfaatkan, tentu kamu penasaran pengin tahu berapa biaya pemakaian listrikmu.

Untuk membantumu mengetahui biaya pemakaian listrikmu tiap bulannya, kamu bisa memanfaatkan Kalkulator Tarif Listrik berikut ini:

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →