5 Cara Melindungi Keluarga supaya Terhindar dari Kemiskinan

seorang anak dari keluarga kurang beruntung sedang belajar

Siapa sih yang mau melihat keluarga yang disayanginya hidup dalam kesusahan, apalagi sampai jatuh dalam jurang kemiskinan? Agar terhindari hal-hal buruk tersebut, berikut ini cara-cara melindungi keluarga dari sisi finansial.

Kemiskinan menjadi momok menakutkan bagi banyak orang, termasuk pemerintah. Itulah kenapa pemerintah terus berupaya mengurangi angka kemiskinan dalam negeri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 9,41 persen pada Maret 2019. Persentase tersebut sama dengan jumlah penduduk sebanyak 25,14 juta jiwa.

Persentase tahun 2019 tersebut menurun dibandingkan Maret 2018 yang mencapai 9,82 persen. Dengan persentase 2018 tersebut, jumlah penduduk yang miskin berada di angka 25,94 juta jiwa.

Ada 115 juta calon kelas menengah di Indonesia, tapi rentan jatuh miskin

tabel data calon keluarga kelas menengah di Indonesia
Ada 115 juta calon kelas menengah di Indonesia, tapi rentan jatuh miskin (Shutterstock)

Belum lama ini, Bank Dunia merilis laporan yang berjudul Aspiring Indonesia: Expanding the Middle Class. Laporan tersebut menyebut kesuksesan Indonesia menekan angka kemiskinan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tiap tahunnya yang rata-rata 5,6 persen berdampak positif terhadap naiknya orang-orang berpendapatan menengah di Indonesia (> Rp 15 juta per bulan).

Jumlah penduduk yang masuk kelas menengah pun bertumbuh. Bank Dunia mencatat hingga saat ini kelas menengah di Indonesia mencapai 20 persen dari populasi penduduk Indonesia.

Mereka yang digolongkan sebagai kelas menengah (middle class) adalah golongan yang hidupnya serbaberkecukupan dan berada dalam kondisi yang layak. Singkatnya, kondisi keuangan golongan kelas menengah dikategorikan aman.

Di Indonesia ada lima kelas berdasarkan pendapatannya, yaitu:

  • poor,
  • vulnerable,
  • aspiring middle class,
  • middle class, dan
  • upper class.

Alih-alih pertumbuhan ekonomi mendongkrak orang-orang masuk ke middle class, ternyata 115 juta penduduk di Indonesia masuk golongan aspiring middle class

Mereka yang berada di golongan ini bisa aja melompat masuk ke middle class, tapi juga rentan jatuh miskin. Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari jurang kemiskinan.

Ini cara melindungi keluarga agar gak masuk golongan yang rentan miskin

Pasangan suami istri dengan satu anak tengah naik sepeda
Ini cara melindungi keluarga agar gak masuk golongan yang rentan miskin (Shutterstock)

Fakta di atas mengajak kita berpikir apa yang dapat dilakukan supaya kondisi keuangan tetap aman, dan keluarga gak berada dalam kesusahan alias jatuh miskin.

Kalau keluarga mengandalkanmu dalam memenuhi kebutuhan atau setidaknya kamu peduli dengan keluarga, berikut ini cara-cara antisipatif yang dapat dilakukan.

1. Bukan gaji besar, melainkan keuangan terencana yang memberi jaminan

Gaji besar menjadi harapan semua orang, tapi belum tentu menjamin hidup seseorang serta keluarganya aman secara finansial. 

Selama mengelola pendapatannya masih asal-asalan, selama itu pula pundi-pundi keuangannya sering jebol akibat pengeluaran gak terkontrol.

Perencanaan keuangan menjadi salah satu cara melindungi keluarga dari kemungkinan terburuk yang kapan saja bisa menghantam kondisi keuangan. Lalu, gimana memulai perencanaan keuangan?

Selalu alokasikan pengeluaran berdasarkan bujet: 50/20/30 atau 60/20/20. Penasaran gimana cara menyusun bujet tersebut? Cari tahu infonya dalam ulasan Kelola Gaji Paling Baik Pakai Bujet 50/20/30 atau 60/20/20?.

2. Dana darurat adalah yang utama maka prioritaskanlah

Menurut data Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (Revisit 2017) dari OJK, sekitar 61,7 persen penduduk Indonesia mengandalkan tabungan dalam menopang ketahanan keuangan akibat kehilangan pekerjaan.

Itu berarti betapa pentingnya dana tabungan, terutama dana darurat dalam menjaga kondisi keuangan. Buat kamu yang belum menaruh perhatian terhadap dana darurat, ini saatnya memulai bangun dana tersebut.

Milikilah dana dana darurat minimal 3 – 6 kali penghasilan bulanan. Makin besar, makin bagus dalam menjaga ketahanan keuangan keluarga.

3. Mulai berinvestasi dan lakukan secara disiplin

Berinvestasi memang bukan cara cepat menjadi kaya, melainkan menanam harapan buat menjamin masa depan. 

Demi terwujudnya hidup mapan di masa depan, kamu bisa investasikan uangmu dalam sejumlah instrumen dengan harapan uang tersebut terus bertumbuh.

Sejumlah instrumen investasi yang dapat menjadi pilihan mencakup deposito, Surat Berharga Negara, obligasi, reksa dana, hingga saham. Mulailah berinvestasi dari instrumen yang simpel semisal deposito ataupun reksa dana.

Sisihkan uang dari penghasilanmu minimal 10 persen sebagai dana investasi. Sisihkan secara rutin, dan lihat hasilnya. Ingat, instrumen investasi dapat menjadi warisan lho!

Kamu bisa mengenal lebih jauh tentang instrumen investasi dalam artikel Pengin Punya Investasi? Kenalan Dahulu dengan Instrumen Pasar Modal.

4. Investasi bukan semata-mata uang, tapi skill yang potensial di dunia kerja

Manfaatkan waktumu sebaik mungkin selama bekerja untuk meningkatkan dirimu agar semakin bernilai dalam dunia kerja. Sekarang ini dunia kerja makin dinamis dan beberapa profesi baru bermunculan.

Profesi baru yang bermunculan tersebut memerlukan kemampuan atau skill khusus. Tenaga kerja yang menguasai skill tersebut dipandang sebagai aset berharga yang dapat mengoptimalkan kinerja perusahaan.

Beruntunglah kamu yang bekerja di tempat yang memberi dukungan buat mendalami kemampuan atau skill baru. Kalau gak, kamu bisa juga mengetahui skill apa yang dibutuhkan dengan rajin memantau informasi tentang hal tersebut.

Investasikan uangmu buat mempelajari skill-skill yang berguna langsung terhadap kariermu. Sebab penguasaan akan skill-skill tersebut berdampak terhadap meningkatnya penghasilanmu nantinya.

5. Lebih banyak proteksi itu lebih baik maka milikilah asuransi di luar BPJS supaya hidup lebih pasti

Penyediaan BPJS oleh pemerintah menjadi cara efektif agar orang-orang terhindar dari kemiskinan. Karena sifatnya wajib, banyak orang di Indonesia pastinya telah terlindungi BPJS, baik BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, apakah BPJS telah cukup? Daripada cukup, lebih baik lebih dari cukup. Kamu bisa menyisihkan penghasilan minimal 10 persen demi mendapat tambahan proteksi berupa asuransi jiwa ataupun asuransi kecelakaan.

Saat keluarga kehilanganmu, asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan menjaga ketahanan keuangan keluarga. Caranya, ahli warismu bakal menerima uang pertanggungan dari perusahaan asuransi. Ini pun masih ditambah dengan benefit-benefit lainnya.

Gak usah menunggu lagi, lakukan segera cara-cara melindungi keluarga di atas supaya orang-orang yang kamu sayangi gak hidup dalam kesulitan, apalagi sampai jatuh miskin. Semoga bermanfaat! (Editor: Chaerunnisa)