Cashless Jadi Tren, Ini Cara Menabung agar Uang Selalu Tebal dan Tetap Cuan!

Bagi kamu yang cashless society begini cara menabungnya

Kata menabung memang terdengar sangat mudah, tapi sayangnya menyisihkan uang untuk dialokasikan ke tabungan justru menjadi salah satu cara yang sulit dilakukan oleh banyak orang. Itulah mengapa, kamu perlu mengetahui dan menerapkan cara menabung yang tepat agar terhindar dari kegagalan.

Apalagi bagi kamu yang generasi cashless, top up dompet digital untuk membayar ini itu menjadi tren dan dianggap bisa bikin hemat. Tapi siapa yang menyangka, cara begitu bikin kamu tak disadari malah bikin pengeluaran semakin membengkak. 

Lagipula menabung itu memang sangat penting banget lho dilakukan untuk menjamin kehidupan yang lebih nyaman. Nih ya coba bayangkan kalau tiba-tiba kamu terkena musibah yang mengharuskan mengeluarkan uang dalam jumlah besar dalam kurun waktu mendadak. 

Kalau gak punya tabungan, sudah pasti kamu bakal pusing mencari pinjaman ke sana kemari. Kalau dikasih pinjam, kalau cuma jadi bahan omongan doang yang ada malah nambah beban pikiran.

Karena itulah, pentingnya kamu menyisihkan uang sebesar 20 persen dari penghasilan kamu untuk dialokasikan ke tabungan dan juga investasi.

Hal itu menjadi salah satu cara mengelola keuangan yang tepat yakni dengan menerapkan teori 50/20/30 yang dipopulerkan oleh Elizabeth Warren.

Misalnya, gaji kamu per bulan sebesar Rp 12 juta. Maka, kamu wajib menyisihkan uang sebesar Rp 2,4 juta setiap bulannya untuk tabungan dan juga investasi.

Bagaimana pembagian uangnya?

Begini cara pengaturan keuangan agar dompet tetap tebal
Begini cara pengaturan keuangan agar dompet tetap tebal, (Shutterstock).

Untuk pembagian uangnya itu sebenarnya tergantung dari kenyamanan kamu sendiri. Kalau kamu baru mau terjun ke dunia investasi dan masih takut dengan risikonya. Kamu bisa menggelontorkan uang sekitar Rp 500 ribu untuk investasi dan sisanya ke tabungan.

Jadi, setiap bulannya kamu harus kudu wajib mengalihkan uang sebesar Rp 1,9 juta untuk di ke tabungan. Kalau bisa lebih banyak justru sangat baik asal jumlahnya gak kurang dari yang sudah ditentukan.

Nah, menabung juga harus sudah dilakukan sejak dini lho. Bahkan saat kecil, orangtua kamu pasti sudah mengajarkan untuk menyisihkan uang jajan ke dalam celengan.

Meski menabung di celengan tetap menjadi salah satu cara menabung yang menyenangkan. Tapi kini bisa dibilang zaman cashless, artinya orang-orang terutama anak muda lebih nyaman menyimpan uang di dompet digital atau membawa uang secukupnya.

Tujuannya sih agar lebih hemat karena kalau punya uang tunai banyak kerap tergoda untuk membeli jajanan di daerah kantor dan juga menghindari risiko kecopetan atau kemalingan yang bikin hati nyesek.

Cara menabung untuk para cashless

Bagi para cashless begini lho caranya mengatur keuangan kamu
Bagi para cashless begini lho caranya mengatur keuangan kamu, (Shutterstock).

Berikut adalah beberapa cara menabung yang bisa jadi pilihan para cashless. Apa saja? Yuk, simak di bawah:

1. Langsung alokasikan ke rekening lain

Ingat, menabung itu adalah menyisihkan bukan menyisakan karena kalau menyisakan uang pasti gak akan pernah bisa. Ujung-ujungnya malah gak jadi menabung.

Usai gaji masuk, kamu harus segera mengalokasikan dana sebesar 10 hingga 15 persen dari penghasilan ke rekening bank lain. Nah sisanya dialihkan ke investasi. Jadi, total tabungan dan investasi adalah 20 persen dari penghasilan.

Kamu harus memiliki rekening khusus untuk tabungan dan jangan dicampur dengan rekening untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Agar tujuan menabung kamu tercapai, kamu bisa membuka TabunganKu yang yang sudah ada di setiap bank di Indonesia. Kenapa?

Pasalnya, TabunganKu tidak ada biaya administrasi bulanannya. Selain itu ada batas atau limit pengambilan uangnya. Kalaupun mau tarik uang dalam jumlah besar, kamu perlu datang ke bank dan melakukan penarikan uang lewat teller.

2. Tabungan berjangka

Kalau kamu merasa sulit untuk menabung karena berbagai alasan. Kamu bisa memilih untuk menyimpan uang di tabungan berjangka.

Pasalnya, secara otomatis bank akan menarik uang kamu dari rekening utama yang kemudian dipindahkan ke rekening tabungan berjangka di tanggal dengan jumlah yang sudah ditentukan.

Enaknya lagi nih, jika kamu menarik dana sebelum jatuh tempo maka akan dikenakan penalti. Jadi gak bisa sembarangan ditarik. Kamu bisa memprediksi berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyimpan uang. Jadi gak terlalu cepat maupun lama.

Itulah mengapa, tabungan berjangka menjadi solusi terbaik buat mereka yang ingin mengumpulkan uang tapi gak bisa menabung.

Jangan lupa investasi

Bagi kamu yang cashless banget jangan lupa investasi
Bagi kamu yang cashless banget jangan lupa investasi, (Shutterstock).

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kalau kamu harus menyisihkan uang sebesar 20 persen dari penghasilan. Untuk nominalnya bisa kamu tentukan senyamannya kamu.

Jika kamu rasa menabung lebih penting karena masih takut investasi, kamu bisa membaginya 15 persen untuk ditabung dan 5 persen berinvestasi. Akan tetapi, jika kamu merasa tabungan dan investasi memiliki kepentingan yang sama. Maka, kamu bisa membaginya menjadi 10 persen untuk tabungan dan 10 persennya lagi dialokasikan berinvestasi.

Namun perlu diingat kalau kamu harus membagi dana ke beberapa instrumen investasi atau istilahnya adalah diversifikasi investasi. Tujuannya agar jika salah satu investasi mengalami kegagalan, masih ada instrumen lain yang menjadi andalan. Jadi gak rugi-rugi banget.

Agar investasi kamu konsisten dan gak ada bolong-bolongnya nih, kamu bisa mengikuti program auto debit yang banyak ditawarkan oleh pihak penyelenggara investasi.

Nah, itu dia beberapa cara menabung yang bisa diterapkan oleh para cashless agar hidup aman sentosa. Yuk, mulai sisihkan uang dari sekarang! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma). 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →