6 Cara Menabung di Rumah Ini Bisa Bikin Keuanganmu Aman!

cara menabung di rumah

Salah satu pilihan buat kamu yang malas membuka tabungan di bank karena berbagai alasan adalah dengan cara menabung di rumah. Salah satu cara menabung di rumah yang bisa dilakukan adalah, nominal uang yang tidak terlalu besar. Kenapa?

Gak bisa dipungkiri, masih banyak orang merasa malu atau enggan menyetor uang ke bank hanya karena jumlah uang kecil.

Ujung-ujungnya, mereka jadi gak punya tabungan alias gagal lagi menyisihkan uang buat ditabung. Padahal, tabungan perlu banget agar ketika ada keperluan mendesak, kamu gak kelabakan sendiri mencari pinjaman ke sana ke sini.

Lagipula, menabung itu ada banyak cara kok. Salah satunya, menabung di rumah. Kamu juga gak perlu memaksa nominal uang yang harus ditabung per hari berapa. Tetapi, bisa disesuaikan dengan kesanggupanmu. Asal, konsisten setiap hari menyisihkan uang.

Kebanyakan orang biasanya akan takut menabung di rumah karena mungkin mudah hilang. Sebelum kita bahas lebih jauh tentang jurus-jurus jitu menabung uang di rumah, kamu perlu tahu dulu beberapa tips agar jumlah tabunganmu terus bertambah secara konsisten dan aman. 

Dengan menerapkan hal ini dan tips menabung di rumah, maka dijamin tabungan bisa tersimpan dengan aman. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Mulailah dari nominal kecil

Cara menabung di rumah memang sewajarnya dilakukan untuk nominal uang kecil. Meski lama-lama nilainya memang membesar, tapi jumlah uang dalam sekali ‘menabung’ tentu dalam angka yang kecil. 

Karena itu, untuk membangun komitmen menabung, kamu bisa memulainya dengan nominal kecil seperti uang koin atau uang kertas pecahan Rp 1.000 sampai Rp 20.000. 

Sebagai tempat penyimpanan uang, kamu bisa menyiapkan wadah dalam bentuk apapun untuk menyimpan uang recehan ini. Bagaimana membangun rutinitas menabung ini? Cukup mudah. 

Misalnya, setiap kamu memiliki uang kembalian saat berbelanja atau membeli sesuatu dalam bentuk recehan atau uang koin, simpan di wadah ini. 

Bila budaya menabung recehan ini sudah terbangun, maka niscaya kamu sekaligus memupuk sensitivitas dalam mengatur keuangan pribadi.

2. Simpan wadah di tempat yang aman

Pastikan wadah uangmu ini tersimpan di tempat yang aman. Kamu tentu cukup tahu di mana kira-kira lokasi yang aman untuk menyimpan barang berharga. 

Ingat, meski isi tabunganmu uang receh, tetap saja itu uang yang memiliki nilai, bukan? Jadi, tetap perhatikan setiap peser uang yang kamu simpan. 

3. Naikkan nominal kalau sudah terbiasa

Awalnya kan recehan saja, tapi lama-lama kalau sudah terbiasa kamu bisa loh menaikkan nominal uang yang rutin ditabung. 

Misalnya, biasanya kamu nabung uang nominal Rp 2.000 setiap hari. Nah, kalau sudah terbentuk komitmen dan bisa rutin nabung, mulai dengan Rp 5.000, Rp 10.000, atau Rp 20.000. 

4. Kalau sudah terkumpul, pindahkan ke bank

Menabung di rumah sejatinya dilakukan sebagai jembatan sebelum uang tersebut ditabung lagi di bank atau digunakan untuk keperluan lain. 

Tapi, kalau niatnya memang menabung, tentunya memindahkannya ke bank adalah pilihan bijak. Dengan menabung di bank, tentu uangmu lebih aman. 

Pilihan menabung di bank pun beragam, bisa dengan deposito misalnya dengan bunga yang cukup tinggi. 

Deposito juga tidak mengizinkan nasabahnya menarik uang sewaktu-waktu dan sesuka hati. Jadi uang tabungannya lebih aman dari sifat konsumtif yang bisa muncul. 

Cara menabung di rumah juga banyak banget. Kamu bisa menggunakan trik tanggalan hingga mematok nominal yang kamu sanggupi, kecil pun gak masalah karena yang penting itu tetap ada uang yang digelontorkan ke tabungan.

Pengin tahu apa saja? Berikut ini tiga cara menabung di rumah yang bisa kamu terapkan agar keuangan tetap aman:

1. Arisan

Kamu tentu sudah sangat familiar mendengar istilah arisan yang memang banyak dilakoni orang Indonesia, terutama para ibu rumah tangga.

Bahkan, arisan sudah ada sejak zaman orangtua kita masih remaja. Selain untuk tetap menjalin tali silaturahmi, tradisi turun menurun ini juga bisa dijadikan sebagai salah satu cara menabung.

Cara kerja arisan juga sangat sederhana, kamu diharuskan menyetor uang secara rutin sesuai dengan yang sudah disepakati bersama. Saat waktunya ngocok arisan, para peserta juga diharuskan untuk berkumpul.

Nah, dalam kocokan tersebut terdapat seluruh nama peserta, nama yang keluar maka akan mendapatkan semua uang yang sudah disetor seluruh peserta. Begitu seterusnya.

Jadi bisa dibilang, arisan merupakan salah satu cara menabung di rumah yang rutin, dan tentu saja menyenangkan. Setuju?

2. Celengan

Kamu juga bisa mengumpulkan uang alias menabung dengan memanfaatkan celengan. Generasi 1990-an biasanya pernah punya banyak ragam celengan nih.

Meski terbilang ketinggalan zaman, nabung di celengan bisa jadi pilihan tepat buat kamu yang gak bisa nabung tapi pengin punya uang simpanan.

Kamu bisa melakukan berbagai trik. Salah satunya, nabung di celengan mengenakan sistem tanggalan. Gimana caranya?

Gampang banget kok, kamu cuma perlu memasukkan uang ke dalam celengan yang nominalnya sesuai dengan tanggal hari itu.

Misalnya tanggal 1 berarti Rp1.000, tanggal 2 Rp2.000 dan begitu seterusnya hingga tanggalan berakhir di akhir tahun. Gak perlu dihitung, tahu-tahu saat dipecahin sudah dapat banyak. Asyik banget kan gak nyiksa? 

3. Wadah bening

Kamu juga bisa lho memanfaatkan wadah bening untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Agar lebih semangat menabung dan konsisten, caranya gampang banget kok.

Kamu bisa menempelkan gambar atau tulisan tujuan kamu menabung di wadah tersebut. Agar tujuan kamu tercapai, kamu disarankan untuk menentukan nominal uang per hari yang harus di masukkan ke dalam wadah tersebut.

Misalnya, Rp10 ribu per hari. Maka, dalam satu bulan uang yang terkumpul sudah mencapai Rp300 ribu. Selanjutnya, tinggal kamu setorkan deh ke tabungan bank tapi cari yang bebas biaya administrasi ya!

4. Konsisten Rp10 Ribu atau Rp20 Ribu

Cara ini sebenarnya cukup mudah. Kamu tinggal menabung semua uang pecahan Rp10.000 atau Rp20.000 yang tersisa dalam dompet atau saku bajumu. 

Misalnya, dalam satu hari ini ada dua lembar uang Rp10.000 di dompet, tabung saja. Atau ada selembar Rp20.000, tabung juga. 

Metode ini sih sebenarnya sama dengan prinsip menabung uang recehan. Bedanya hanya pada nominalnya saja. Tapi percayalah, dengan konsisten menabung pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 setiap hari, maka hasil yang didapat cukup besar. 

Katakanlah kamu rutin setiap hari dalam setahun menabung uang pecahan Rp20.000 (satu lembar). Maka, nominal tabungan yang tersimpan dalam celengan atau wadah uang kamu sebesar Rp7,3 juta. Lumayan bukan? 

Atau dengan nominal Rp10.000 setiap hari, maka tabungan dalam celengan untuk setahun bisa terkumpul Rp3,6 juta. Berapapun angkanya, memiliki tabungan tetap lebih baik daripada tidak ada simpanan sama sekali.

Di akhir tahun, kamu bisa loh memindahkan tabunganmu itu ke bank atau digeser menjadi aset lainnya, seperti emas. 

5. Menabung berbalik tanggal

Cara ini cocok banget buat mahasiswa atau mereka yang masih kesulitan mengatur keuangan bulanan. Biasanya, kalau sudah mepet akhir bulan kita bakal kekurangan dana untuk memenuhi kebutuhan harian. 

Nah, menabung berbalik tanggal ini bisa jadi solusi. Caranya, kamu cukup menabung setiap hari dengan menyesuaikan tanggalnya. 

Sesuai namanya, yakni berbalik tanggal, maka nilai tabungan kamu di tanggal 1 awal bulan sebesar tanggal terakhir bulan tersebut. 

Biar gampang bayanginnya, kamu mulai menabung pada 1 Januari. Maka nilai yang harus kamu tabung pada tanggal 1 Januari adalah Rp31.000. Kenapa? Karena pada Januari ada 31 hari. 

Baru pada tanggal 2 Januari, nilai yang harus kamu sisihkan adalah Rp30.000. Pada 3 Januari, Rp29.000. Berlanjut tanggal 4 Januari, Rp28.000. Pada 5 Januari, Rp27.000. Seterusnya sampai pada 31 Januari kamu cukup menabung Rp1.000 saja. 

Dengan cara ini, maka kamu akan memiliki sejumlah nominal uang yang cukup besar di akhir bulan, sekitar Rp496.000. 

Uang bisa menjadi ‘ganjalan’ bila di akhir bulan kamu kekurangan dana. Tapi ya karena namanya menabung, kala bisa jangan terlalu cepat digunakan. Simpan dulu, sampai nilainya terus menumpuk. 

6. Menabung sesuai tanggal

Prinsipnya sama dengan menabung berbalik tanggal. Bedanya, sesuai namanya yakni menabung sesuai tanggal, maka nominal yang harus kamu tabung sesuai dengan tanggalnya. 

Misalnya, tanggal 1 Januari kamu menabung Rp1.000. Berlanjut tanggal 2 Januari kamu harus menabung Rp2.000. Pada 3 Januari kamu menabung Rp3.000. Seterusnya, sampai pada 31 Januari kamu menabung Rp31.000. 

Nominal yang bisa terkumpul sama dengan cara menabung berbalik tanggal. 

Itulah tiga cara menabung di rumah yang gampang banget dan tentu saja gak menyiksa. Sudah gak ada alasan lagi dong sekarang untuk gak nabung? (Editor: Chaerunnisa)