Cara Menabung Uang Ini Jadi Primadona Ibu Rumah Tangga!

Setiap individu memiliki cara menabung uang sendiri untuk mengamankan pundi-pundi kekayaannya. Ada yang nyaman menabung di bank atau menggunakan cara konservatif yakni dengan menyimpan uang di celengan.

Tak ada yang salah dengan cara orang menabung, karena yang terpenting adalah konsisten menyisihkan uang demi menjamin kenyamanan hidup.

Memang tak bisa dipungkiri, ada saja kebutuhan mendesak yang mengharuskan seseorang menggelontorkan sejumlah uang. Kalau gak punya tabungan, kamu bakal kelimpungan sendiri mencari pinjaman.

Selain itu, tak sedikit orang juga yang menabung karena memang ada tujuan tertentu. Seperti berlibur hingga memiliki uang dalam jumlah besar saat Hari Raya.

Contohnya saat Lebaran, kamu pasti membutuhkan uang cukup besar untuk mudik, memberi angpao ke sanak saudara. hingga membeli berbagai makanan khas Idul Fitri.

Semua pengeluaran tersebut mungkin bukan jadi masalah buat mereka yang bekerja karena mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Tapi, bagaimana dengan para ibu rumah tangga dan pelajar?

Meski mendapatkan uang dari keluarga, tetap saja mereka ingin mendapatkan tambahan uang untuk membeli pakaian atau sepatu baru.

Untuk mewujudkan impian tersebut banyak ibu-ibu maupun pelajar yang memilih jadi peserta tabungan keliling yang ada di lingkungan tempat tinggalnya sebagai salah cara menabung yang efektif.

Apa sih tabungan keliling itu?

beberapa orang sedang menabung
Apa sih tabungan keliling itu? (Shutterstock)

Tabungan keliling itu umumnya dipelopori oleh koperasi atau organisasi PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga). Namun, ada juga yang menjalankan kegiatan tabungan keliling secara individu.

Cara kerjanya, si penyelenggara tabungan keliling akan mendatangi satu persatu rumah untuk menanyakan apakah berminat jadi peserta tabungan keliling.

Caranya cukup mudah, peserta hanya perlu menyetor sejumlah uang yang nominalnya bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Gak perlu khawatir, karena bukan peserta yang mendatangi pihak tabungan keliling, tapi pihak penyelenggara yang akan mendatangi kamu setiap hari di waktu yang sudah ditentukan.

Apa saja sih program tabungan keliling?

seorang pria menabung
Apa saja sih program tabungan keliling? (Shutterstock)

Orang memilih untuk menyimpan uang di tabungan keliling umumnya bertujuan untuk memiliki uang lebih saat Hari Raya tiba.

Tapi, jika di tengah jalan tiba-tiba membutuhkan sejumlah dana, kamu tetap bisa kok mengambil uangmu. 

Jadi, meski programnya untuk Hari Raya, bukan berarti dana kamu hanya bisa ditarik saat Idul Fitri saja. Sehingga, uang yang dikumpulkan ini bisa menjadi dana darurat juga.

Apakah tabungan keliling ada keuntungan dan kerugiannya?

seorang wanita mengeluarkan uang dari dompetnya
Apakah tabungan keliling ada keuntungan dan kerugiannya? (Shutterstock)

Jika ditanya apa tabungan keliling ada keuntungan dan kerugiannya. Jawabannya, tentu saja ada. 

Apa saja? Berikut rinciannya:

Keuntungan tabungan keliling

  • Dapat konsisten menabung. Karena saat kamu sudah terdaftar sebagai peserta, maka setiap harinya mau gak mau kamu harus menyetor sejumlah uang yang sudah disepakati. Jika mengelak, maka tagihan akan terus bertumpuk.
  • Dapat diambil kapan saja. Seperti yang sudah dijelaskan, kalau jenis tabungan yang satu ini gak mengikatmu alias dana bisa ditarik kapan pun kamu inginkan. Jadi, kalau ada kebutuhan mendesak, kamu bisa mengandalkan uang dari tabungan tersebut.
  • Tujuan tercapai. Dengan menjadi peserta tabungan keliling, salah satu keuntungan yang kamu dapatkan adalah tujuan kamu menabung akan tercapai. Misalnya, kamu butuh uang Rp 5 juta selama setahun.

Nah, kamu bisa menghitung sendiri berapa uang yang harus kamu gelontorkan setiap bulan agar bisa mencapai tujuan tersebut. Karena memang setiap harinya mau gak mau kamu harus menyetorkan uang ke pihak penyelenggara.

  • Menabung dalam jumlah kecil. Enaknya lagi dari menabung uang di tabungan keliling, kamu bisa menyisihkan uang dalam jumlah kecil yakni mulai Rp 5.000 per hari. Ini tentu saja gak menyiksa kan, apalagi buat ibu rumah tangga dan pelajar yang penghasilannya terbatas.

Kerugian tabungan keliling

  • Human error. Namanya juga menabung melalui orang alias uang kamu disimpan oleh orang, maka kesalahan bisa saja terjadi apalagi kalau segala sesuatunya masih dicatat secara manual.

Nah, untuk menghindari masalah tersebut, ada baiknya kamu juga mencatat setiap uang yang sudah kamu keluarkan. Jadi kalau terjadi human error dapat dengan mudah diatasi.

  • Biaya administrasi. Layaknya menyimpan uang di bank, tabungan keliling juga ada biaya administrasinya lho.

Akan tetapi, biaya administrasinya itu ditarik hanya sekali per tabungan. Untuk jumlahnya, tergantung setiap daerah.

Cara kerja tabungan keliling

seorang perempuan tengah menghitung anggaran
Cara kerja tabungan keliling (Shutterstock)

Cara kerja tabungan keliling sederhana banget kok. Berikut ini tahapan-tahapannya:

  • Pihak penyelenggara akan mendatangi rumah ke rumah untuk menawarkan program tersebut.
  • Umumnya, dia juga akan menjelaskan secara merinci keuntungan yang kamu peroleh.
  • Jika tertarik, ia akan mencatat namamu serta berapa nominal uang yang ingin kamu setorkan setiap harinya.
  • Datang ke rumahmu setiap hari untuk menagih iuran dan mencatat secara mendetail pembayaranmu di hari itu.
  • Hal tersebut dilakukan secara rutin hingga periode berakhir.
  • Uang akan diberikan sesuai dengan jumlah di waktu yang sudah disepakati.

Lalu, berapa sih keuntungan yang diperoleh pihak penyelenggara tabungan keliling?

seseorang menghitung uang
Berapa sih keuntungan yang diperoleh pihak penyelenggara tabungan keliling? (Shutterstock)

Karena risikonya sangat tinggi, di mana pihak penyelenggara harus menyimpan dan menjaga uang banyak orang, maka dia harus sangat berhati-hati. Pasalnya, kalau teledor akan membuatnya harus nombok mengganti uang para nasabah tabungan satu ini.

Selain itu, setiap harinya dia juga harus mendatangi rumah orang-orang. Hal itu tentu butuh perjuangan ekstra.

Gak heran kalau ada biaya administrasi yang dibayar saat periode berakhir. Jadi, bukan seperti bank yang ada biaya administrasi setiap bulan.

Untuk  besaran biaya biasanya tergantung dari pihak penyelenggara. Kalau di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, akan ada potongan sebesar Rp 50 ribu per peserta. Bisa dibilang keuntungan pihak penyelenggara lumayan banget tuh!

Coba kita hitung-hitung, misalnya dalam satu RT terdapat 30 keluarga, di mana dalam satu keluarga itu ada lima orang dan tiga orang anggota keluarga menjadi peserta. Maka segini uang yang didapatkan pihak penyelenggara:

  • Uang administrasi = Rp 50 ribu
  • 1 keluarga, 3 anggotanya menjadi peserta tabungan keliling.
  • 1 RT terdapat 30 keluarga.

Rumusnya sederhana, yakni: uang administrasi x anggota keluarga yang jadi peserta x keluarga dalam 1 RT.

Uang administrasi Jumlah satu keluarga Jumlah KK dalam 1 RT
Rp 50.000 3 30
Total Rp 4.500.000

Maka, Rp 50 ribu x 3 x 30 yaitu Rp 4,5 juta. Lumayan banget kan?

Nah, biasanya penyelenggara tabungan keliling itu tak hanya merangkul 1 RT saja, tapi bisa beberapa bahkan hingga per RW. Kebayang kan berapa uang yang dihasilkan saat periode tabungan berakhir?

Perhitungan jumlah yang diperoleh peserta

seorang wanita senang mendapatkan uang
Perhitungan jumlah yang diperoleh peserta (Shutterstock)

Pihak penyelenggara biasanya membebaskan peserta untuk memilih berapa jumlah yang mereka gelontorkan setiap harinya dengan minimal Rp 5.000.

Contoh, Andi pelajar SMA memilih untuk menabung sebesar Rp 5.000 per hari selama satu tahun. Maka, segini total uang yang akan diterima Andi yang sudah dipotong biaya administrasi:

Andi menabung sebesar Rp 5.000. 

Dalam sebulan ada 30 hari. Berarti dalam sebulan, Andi sudah dapat mengumpulkan uang sebesar Rp 150 ribu, dengan perhitungan Rp 5.000 x 30 hari.

Nah, dalam satu tahun itu terdapat 12 bulan. Maka, Rp 150 ribu x 12 bulan yakni sebesar Rp 1,8 juta. Total tersebut dipotong biaya administrasi sebesar Rp 50 ribu.

Jadi, uang yang akan Andi terima saat periode berakhir adalah sebesar Rp 1,75 juta. Lumayan banget kan, cuma nabung Rp 5.000 per hari tapi bisa beli sepatu baru dan kasih angpao ke sanak saudara saat Lebaran.

Berikut ini perhitungan dalam tabel agar kamu lebih bisa memahami:

Jumlah uang yang ditabung Tenor Biaya administrasi (dikurangi) Total
Rp 5.000/hari 12 bulan Rp 1.800.000
(Rp 50.000) Rp      50.000
Rp 1.750.000

Itulah ulasan mengenai tabungan keliling yang menjadi pilihan para ibu rumah tangga dan pelajar yang ingin memiliki uang lebih dengan bujet terbatas. Gimana tertarik menjadi pesertanya? (Editor: Chaerunnisa)