Gaji UMR Bisa Punya Banyak Uang, Begini 3 Cara Menabung yang Gak Menyiksa!

cara menabung

cara menabung

Setiap orang umumnya memiliki cara menabung sendiri untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaannya. Meski menabung terkesan mudah, nyatanya masih banyak orang yang selalu gagal menyisihkan uang setiap bulan.

Penyebabnya, faktor gaya hidup yang kelewat tinggi dan gak sesuai penghasilan yang kamu peroleh.

Alhasil, boro-boro nabung, gak ngutang untuk menyambung hidup sampai gajian saja sudah bersyukur banget.

Padahal, bukan berapa banyaknya nominal uang masih ada di rekeningmu, melainkan gimana cara kamu mengelola uang dengan bijak.

Sederhana banget kok, kamu bisa mengikuti teori menabung 50/20/30 yang dipopulerkan Elizabeth Warren, seorang pakar keuangan sekaligus profesor Harvard.

Dalam teori tersebut dijelaskan, kamu harus membagi penghasilanmu menjadi tiga pos, yakni:

  • 50 persen untuk kebutuhan pokok selama satu bulan yang sudah meliputi cicilan kredit atau sewa rumah, belanja bulanan, cicilan kendaraan, hingga tagihan lainnya seperti listrik dan air.
  • 20 persen dialihkan untuk kebutuhan finansial yakni nabung dan investasi.
  • 30 persen ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, mulai dari belanja hingga nongkrong di kafe.

Pastikan uang yang harus kamu keluarkan setiap bulan sudah sesuai dengan posnya masing-masing, dan penting banget untuk tidak melewati batas pengeluaran.

Konsep tersebut berlaku banget untuk kamu yang bergaji UMR. Tujuannya agar keuangan kamu gak amburadul dan uang hilang entah ke mana. Enak kan, semua kebutuhan bulanan terpenuhi, punya tabungan dan masih bisa gaul juga nongkrong di kafe!

Nah, buat kamu yang bergaji UMR, contohnya diambil dari UMR Jakarta yang di tahun 2020 menyentuh angka Rp 4.267.349. Maka, dalam sebulan kamu wajib mengeluarkan uang sebesar Rp 853.468.

Dengan nominal uang yang gak sampai Rp 1 juta, kamu tetap bisa lho memiliki beberapa jenis tabungan dan juga investasi. Apa saja? Berikut ini ulasannya: 

1. Tabungan emas

Cara menabung
Tabungan emas (Instagram/@sahabatpegadaian)

Seperti yang diketahui, kini masyarakat sudah bisa berinvestasi hanya dengan mengeluarkan uang gak lebih dari Rp 10 ribu. Salah satu caranya, mengikuti program tabungan emas yang ditawarkan Pegadaian.

Lewat tabungan emas, kamu bisa membeli emas dengan minimal 0,01 gram. Seperti yang dikutip situs resmi Pegadaian, harga emas per tanggal 19 Desember 2019 yaitu sebesar Rp 766 ribu.

Dengan mengeluarkan uang Rp 7.660, kamu sudah bisa melakukan investasi emas. Namun, ada beberapa tambahan biaya yang harus kamu siapkan, seperti pembukaan rekening Rp 10 ribu dan biaya titipan selama satu tahun sebesar Rp 30 ribu atau Rp 2.500 per bulan.

Kamu bisa mematokkan bujet sebesar Rp 100 ribu untuk top up saldo tabungan emas. Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit, setuju?

Baca juga: Anti Gagal dan Mudah Banget, Gini Cara Menabung Rp 1 Juta per Bulan!

2. Reksadana

Cara menabung
Reksadana

Reksadana menjadi salah satu instrumen investasi yang kini sudah banyak dilirik orang. Pasalnya, investasi yang satu ini bisa dimulai dengan bujet minim tapi dapat menghasilkan cuan menggiurkan.

Kalau kamu masih takut risikonya tapi pengin punya reksadana, kamu bisa memulainya dengan membeli reksadana pasar uang yang risikonya sangat minim ketimbang reksadana saham.

Selain itu, kamu bisa memulainya dengan modal yang kecil kok yakni Rp 100 ribu. Bahkan, ada beberapa perusahaan manajer investasi yang menerima modal awal sebesar Rp 50 ribu.

Gunakan fasilitas autodebet agar kamu konsisten top up saldo reksadana setiap bulan. Kamu bisa menyisihkan bujet hingga Rp 150 ribu per bulannya.

Baca juga: Jangan Sampai Dikasih Gaji Gak Layak! Segini Besaran Resmi UMR Jabodetabek Tahun 2019

3. Menabung konvensional

Cara menabung
Menabung konvensional

Menabung konvensional kini juga kembali hits dilakukan banyak orang, seperti menabung di celengan hingga tanggalan.

Pasalnya, jenis tabungan yang satu ini tidak memberatkan karena bisa dimulai dengan jumlah yang kecil dan bisa diberikan note agar kamu semakin semangat menyisihkan uang setiap bulan.

Kamu bisa menyediakan wadah bening yang dilapisi gambar tujuan tabunganmu. Misalnya, kamu konsisten menabung sebesar Rp 20 ribu per hari. Maka, dalam satu bulan kamu sudah bisa mengumpulkan uang hingga Rp 600 ribu.

Baca juga: Siapa Bilang Nabung Gak Bikin Kaya? Ikuti 3 Cara Ini Kalau Mau Tajir Melintir

Setelah uang terkumpul, sebaiknya segera pindahkan ke rekening khusus tabungan yang tidak ada biaya bulanan. Salah satunya adalah, TabunganKu.

Jika ditotal, maka dalam satu bulan kamu mengeluarkan uang sebesar Rp 850 ribu untuk investasi dan nabung dengan gaji UMR. Mudah dan gak menyiksa kan? (Editor: Chaerunnisa)