Cara Menabung yang Benar Plus Simulasinya

cara menabung yang benar

Tidak sedikit orang belum menemukan cara menabung yang benar. Padahal cara menabung yang benar sudah diajarkan orangtua kita sejak kecil lho, tapi masih ada yang sulit melakukan hal sederhana ini. 

Belum lagi, kondisi saat ini menuntut gaya hidup yang bisa menguras isi dompet tiap bulannya. Alih-alih mengetahui cara menabung yang benar, penghasilan bulanan yang kita dapat malah habis gak bersisa.

Padahal, menyisihkan penghasilan bulanan sangat penting untuk kebutuhan mendesak. Jangan lupa juga untuk menganggarkan 5% dari penghasilan kamu untuk asuransi kesehatan, supaya gak keteteran ketika mendadak sakit.

Sebenarnya ada beberapa cara menabung uang yang bisa kamu praktekkan sehari-hari. Caranya gak susah kok, dan yang terpenting gak menyiksa. Kamu juga gak perlu takut pos keuangan jadi berantakan, karena hanya ada beberapa hal yang harus diubah agar tujuan menabung kamu tercapai. 

11 Cara menabung yang benar dan cepat

Berikut beberapa cara menabung yang benar, efektif dan cepat dengan hasilnya maksimal. Eits, dengan catatan kamu punya komitmen kuat untuk mewujudkan tujuan finansialmu ya! 

1. Sisihkan tabungan di awal

Saat waktunya gajian, sering kali kita menjadi boros atau impulsif, gak sadar gaji tinggal setengah. Nah, untuk menyiasatinya kamu bisa menyisihkan sebagian gaji kamu di awal.  Cara ini bisa jadi lebih mudah, kalau kamu punya dua rekening. Satu digunakan untuk tabungan, sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. 

2. Menabung Rp10 ribu per hari

Cara menabung lain yang mudah dilakukan adalah menabung harian. Gak harus besar nominalnya, kamu bisa mulai dari uang Rp10 ribu an. Caranya, tiap kamu mendapat lembaran Rp10 ribu, langsung disimpan atau dimasukkan ke celengan. Misalnya, dalam sehari kamu punya tiga lembar Rp10 ribu, nah seluruhnya harus masuk ke celengan. Dalam sebulan, kamu bisa dapat Rp900 ribu. Lumayan kan? 

3. Gunakan metode menabung tanggal terbalik

Kalau kamu merasa menabung harian lebih efektif, cara lainnya adalah dengan menggunakan metode menabung tanggal terbalik.  Misalnya, tanggal 1 menabung Rp50 ribu, tanggal 2 Rp49 ribu, tanggal 3 Rp48 ribu, dan seterusnya. Hingga tanggal 30 kamu menabung Rp21 ribu. Kalau dihitung, dalam satu bulan kamu sudah berhasil mengumpulkan Rp1.065.000 lho!

4. Mengambil uang kertas nominal terkecil di dompet

Cara selanjutnya cocok buat kamu yang suka menyimpan uang tunai di dompet. Cukup ambil uang dengan nilai terkecil yang ada di dompet untuk ditabung. Sebagai reminder kamu bisa pasang jam khusus untuk cek isi dompet dan menyisihkan uang terkecil dan ditabung. Mudah kan? 

5. Membatasi uang di dalam dompet

Batasi uang tunai yang ada dompet agar kamu tetap bisa menabung. Misalnya nih, dalam satu hari pengeluaranmu habis Rp50 ribu. Jadi, ya siapkan aja uang Rp50 ribu di dompet setiap harinya. Prinsipnya, uang yang ada di dompet jangan melebih anggaran harian ya! 

6. Ketahui perihal kebutuhan dan keinginan

Cara menabung satu ini wajib banget kamu sadari, terlebih jika tinggal di kota besar. Jadi, kamu perlu tahu apa saja yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Kurangi pengeluaran konsumtif atau bersifat keinginan. Alihkan anggaran konsumtif tersebut menjadi tabungan. Salah satu jenis tabungan untuk mewujudkan membeli rumah impian.

7. Hindari kartu kredit, pinjaman online atau PayLater

Selain belanja online, penggunaan kartu kredit juga bisa jadi hambatan kamu untuk menabung. Ditambah lagi banyak pinjaman online dan fitur pay later yang bisa membuat kamu makin sulit menabung karena tergiur pinjaman cepat. Hindari tiga produk ini kalau gak mendesak banget. Pasalnya bunga dan biaya admin yang dikenakan juga cukup besar. 

8. Bawa bekal ke kantor

Cara menabung lain adalah menghemat anggaran makan siang. Siasati dengan membawa bekal dari rumah. Dengan membawa bekal kamu bisa menyisihkan nominal yang gak sedikit lho. Misalnya untuk makan siang kamu anggarkan Rp25 ribu per hari. Nah, dalam satu bulan kira-kira kamu bisa menabung sekitar Rp500 ribu – Rp625 ribu per bulan. Selain hemat, bawa bekal dari rumah juga sudah pasti sehat karena kebersihannya sudah terjamin. 

9. Naik transportasi umum

Membawa kendaraan pribadi memang banyak enaknya sih, kamu gak perlu desak-desakan di saat jam sibuk. Tapi naik transportasi umum bisa menghemat uangmu cukup banyak lho! Jadi, biaya bensin untuk kendaraan pribadi bisa kamu alihkan ke tabungan. 

10. Hemat gunakan listrik

Kalau dilihat sekilas sih sepele ya. Tapi ternyata penggunaan listrik ini cukup berpengaruh lho kalau kamu berhemat menggunakannya. Sebab, jika pemakaian listrik gak bisa dikontrol, alhasil gajimu habis hanya untuk bayar listrik aja. Mulai dari sekarang untuk berhemat listrik misalnya matikan lampu kalau udah gak dipakai, pakai AC di waktu malam hari aja, atau matikan colokan listrik kalau udah gak digunakan lagi. 

11. Gunakan metode keuangan 50/30/20

Pakai metode 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk hiburan dan 20 persen untuk investasi dan tabungan. Misalnya gaji kamu Rp8 juta per bulan. Gunakan 50 persennya atau Rp4 juta untuk kebutuhanmu, Rp2,4 juta (30%) untuk hiburan, Rp800 ribu untuk investasi dan Rp800 ribu lainnya untuk tabungan

Kalau kamu punya pertanyaan terkait produk simpanan dan investasi lainnya sekaligus mendapatkan rekomendasi kepada berbagai produk asuransi yang ada di Indonesia, konsultasikan saja di Tanya Lifepal!

Apa itu tabungan?

Jika diartikan tabungan dengan cara menyimpan sendiri adalah menyisihkan sebagian penghasilan untuk disimpan. 

Secara sederhana, tabungan itu adalah produk perbankan yang ditujukan untuk menyimpan uang. Dana yang kamu simpan dalam bentuk tabungan ini dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Hanya saja LPS memiliki batas dalam menjamin dana nasabah, dengan maksimal penjaminan sebesar Rp2 miliar per bank. 

Jenis tabungan di Indonesia

Cara menabung lainnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan menabung di lembaga perbankan. Saat ini masyarakat di Indonesia mengenal beberapa jenis tabungan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasabahnya. Apa saja sih jenis tabungan yang ada di Indonesia? Penjelasannya sebagai berikut: 

1. Tabungan konvensional

Tabungan jenis ini adalah yang paling populer di masyarakat Indonesia. Pasalnya syarat untuk membuka rekening tabungan gak sulit dan prosesnya pun cepat. Meski setiap bulannya nasabah dikenai biaya administrasi, namun fasilitas yang diberikan pun sangat banyak. Tarik tunai pun saat ini gak hanya bisa dilakukan di bank aja, tapi kamu juga bertransaksi apapun melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM), internet banking dan mobile banking

Dengan menabung pun uang kamu bisa berkembang, walau sedikit. Bunga tabungan yang biasa ditawarkan lembaga perbankan di Indonesia mulai dari 0,5 – 2 persen. Tapi itu semua tergantung dari kebijakan tiap bank ya. 

2. Tabungan berjangka

Jenis tabungan ini memiliki perbedaan dengan tabungan konvensional yaitu adanya jangka waktu tertentu dalam menabung. Biasanya jangka waktu yang ditawarkan mulai dari enam bulan hingga 20 tahun. Nah, kalau tabungan biasa kita bisa setor dan tarik kapan saja, di tabungan berjangka menggunakan sistem pendebetan tiap bulannya. 

Perlu kamu ketahui juga, tabungan ini terikat dengan jangka waktu yang kamu pilih di awal pembukaan rekening ya. Jadi, jika satu waktu kamu menarik uang sebelum waktunya, akan dikenai denda atau penalti. 

3. Tabungan anak

Tujuan dari tabungan anak adalah untuk mendidik anak dan mengajarkan pentingnya menabung sejak usia dini. Biasanya bank memberi tampilan yang menarik dan berwarna agar anak lebih bersemangat untuk menabung. Selain itu saldo awal untuk membuka tabungan anak pun sangat terjangkau. Fasilitas yang diberikan antara lain ATM, mobile banking dan internet banking

4. Tabungan haji

Jenis tabungan ini dikhususkan bagi nasabah yang ingin melaksanakan ibadah haji. Tabungan haji direkomendasikan agar nasabah bisa berangkat ke tanah suci sesuai rencana. Nasabah cukup menabung di bank yang dipilih sambil menunggu waktu keberangkatan. Tapi ingat ya, biaya haji harus sudah lunas sebelum waktu tenggat. 

5. Tabungan giro

Tabungan giro merupakan tabungan khusus untuk transaksi bisnis berbagai perusahaan. Jenis tabungan ini berbentuk cek dan bilyet giro dengan catatan transaksi berupa rekening koran berisi daftar transaksi dalam kurun satu bulan. 

6. TabunganKu

Tujuan dari jenis tabungan ini adalah untuk menumbuhkan budaya menabung masyarakat Indonesia. Selain itu agar masyarakat yang belum memiliki rekening, jadi bisa punya tabungan. Setoran awalnya pun rendah plus bebas biaya administrasi. 

7. Tabungan investasi

Selain untuk menabung lembaga perbankan juga memiliki jenis tabungan investasi. Berikut tiga jenis tabungan investasi yang dikenal masyarakat : 

Deposito

Nah, jenis tabungan investasi ini adalah favorit banyak orang. Karena bunga yang ditawarkan lebih tinggi dari tabungan konvensional. Hanya saja, seperti tabungan berjangka, deposito pun gak bisa diambil sewaktu-waktu karena ada jangka waktu yang mengikat. Jenis ini juga menerapkan sistem denda atau penalti jika mencairkan dana sebelum jatuh tempo. 

Tabungan saham

Sesuai namanya, tabungan saham memang khusus digunakan untuk membeli saham secara rutin serta menyimpan laba hasil transaksi saham

Tabungan valas

Saat rupiah tengah terpuruk, jenis tabungan ini sangat menguntungkan. Sebab, tabungan ini memanfaatkan naik turunnya kurs mata uang rupiah. Dan biasanya nasabah yang seringan bertransaksi menggunakan valuta asing (valas) akan membuka tabungan valas. 

Produk tabungan terbaru

Sebagai tambahan informasi, Lifepal menghimpun produk-produk tabungan yang ditawarkan bank-bank besar di Indonesia. Mulai dari nama produk tabungan, suku bunga, besaran setoran awal saldo minimum hingga biaya administrasi yang dikenakan.

Nama Bank Produk Tabungan Suku Bunga Setoran Awal Saldo Minimum Biaya administrasi
Bank BRI BriTama 0% – 1,9% Classic: Rp250 ribu

 

Gold: Rp500 ribu 

Rp50 ribu Classic: Rp2.000

 

Gold: Rp6.500

  Simpedes 0% – 1,75% Rp. 100 ribu Rp50 ribu Rp5.500
  Junio 0% – 1,9% Rp150 ribu Rp50 ribu Rp500
Bank BNI BNI Taplus 0% –  2% Rp500 ribu Rp150 ribu Rp11 ribu
  BNI Taplus Bisnis 0% –  2,2% Rp1 juta Rp1 juta Rp10 ribu
  BNI Taplus Muda 0,5% –  1,25% Rp. 100 ribu Rp50 ribu Rp5.000
Bank BTN Tabungan BTN Batara 0% – 2,75% Rp200 ribu Rp50 ribu Rp12 ribu
  Tabungan BTN Cermat 1% Rp5.000 Bebas Gratis
  Tabungan BTN e’Batarapos 0% –  2,5% Rp50 ribu Rp20 ribu Gratis
Bank Mandiri Tabungan Mandiri 0% – 1,9% Rp500 ribu Rp. 100 ribu Rp. 12.500
  Tabungan Mandiri Bisnis 0% – 1,9% Rp1 juta Rp10 ribu Rp12.500
  Tabungan Mandiri Rencana 2,5% Rp100 ribu Gratis
Bank BCA Tahapan BCA 0%-0,95% Rp500 ribu Rp50 ribu Blue: Rp15 ribu

 

Gold: Rp17 ribu

Platinum: Rp20 ribu

  Tahapan Xpresi 0% – 0,1% Rp50 ribu Rp10 ribu Rp5.000
  Tahapan Gold 0,7% Rp10 juta Rp50 ribu Blue: Rp15 ribu

 

Gold: Rp17 ribu

Platinum: Rp20 ribu

Simulasi dan cara menghitung bunga tabungan

Dalam menghitung perolehan bunga tabungan, setiap bank memiliki kebijakannya sendiri. Makanya perhitungan bunga tabungannya pun berbeda-beda. Perolehan bunga tabungan di Bank Mandiri pasti berbeda dengan perolehan bunga di BCA. 

Nah, untuk membantu kamu dalam memperkirakan perhitungan bunga tabungan, berikut contoh perhitungan tabungan. Contoh di bawah ini menggunakan metode saldo terendah dengan bunga 2%. 

Rumus yang digunakan : 

Bunga = Saldo terendah x suku bunga tabungan x jumlah hari / 365

Dengan memakai metode tersebut, maka bunga dihitung berdasarkan besarnya saldo terendah dalam satu periode atau satu bulan. Misalnya, perhatikan transaksi tabungan di bawah ini 

Tanggal  Kode Debet  Kredit  Saldo Akhir 
01/08/2020  07 1.000.000 1.000.000
08/08/2020 07 2.000.000 3.000.000
14/08/2020 07 750.000 3.750.000 
21/08/2020 08 500.000  4.250.000 

Dari tabel ini terlihat saldo terendah dari transaksi di atas adalah Rp500.000. Maka perhitungan besarnya bunga yang diperoleh adalah : 

Rp500.000 x 2% x 31/365 = Rp849,3 

Jadi, bunga yang diperoleh dalam satu bulan adalah Rp849,3. 

Nah, biar kamu gak bingung menghitungnya, coba pakai kalkulator bunga tabungan Lifepal berikut. 

Kelebihan dan kekurangan tabungan

Dalam sebuah produk pastinya ada keunggulan dan kekurangannya. Begitu juga dengan produk tabungan, ada dua sisi yang dimilikinya. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dari tabungan. 

Kelebihan produk tabungan

  • Saldo nasabah bisa berkembang, karena adanya bunga yang dihitung berdasarkan saldo nasabah
  • Uang kamu tersimpan di tempat yang aman hingga gak mudah dicuri apalagi tercecer 
  • Produk simpanan di perbankan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 
  • Praktis karena banyak fasilitas yang diberikan bank untuk memudahkan nasabahnya seperti kartu debit, sms banking, mobile banking dan internet banking 
  • Fasilitas layanan perbankan beroperasi 24 jam, seperti ATM, SMS banking, mobile banking, internet banking, phone banking dan call center. 
  • Nasabah bisa mengambil uang kapanpun karena sifat tabungan yang likuid

Kekurangan produk tabungan

  • Suku bunga kecil sekitar 1 – 2 persen aja, jadi gak mampu mengalahkan persentase inflasi setiap tahunnya. 
  • Potongan biaya administrasi cukup tinggi 
  • Tabungan sulit berkembang, gak seperti investasi dimana dana yang kamu simpan akan bertambah dengan bunga atau bagi hasil. Keuntungan dari bunga tabungan gak seberapa, jadi uang kamu gak berkembang 
  • Ada batas maksimum saat bertransaksi, hingga kamu gak bisa menarik dana sekaligus dalam satu hari. Limit penarikan tunai di ATM maksimal sampai Rp5 juta saja. 

Syarat menabung di bank

Secara umum, bank memberi persyaratan bagi calon nasabahnya dengan menyerahkan beberapa dokumen. Antara lain : 

  • Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (KTP/SIM/ Paspor) 
  • NPWP 
  • Kartu Keluarga 
  • Mengisi formulir pendaftaran
  • Setoran awal (disesuaikan dengan batas minimal tiap bank) 

Selain itu, bank juga memberi persyaratan saldo minimal yang harus tersisa di rekening tabungan. Ini dimaksudkan apabila rekening tabungan akan ditutup, maka saldo tersebut digunakan untuk biaya administrasi penutupan tabungan. 

Potongan pajak bunga tabungan

Pajak bunga tabungan merupakan biaya yang ditanggung nasabah dari penghasilannya berupa bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI. 

Melalui situs resmi Direktorat Jenderal Pajak besarnya PPh yang dipotong adalah 20% dari jumlah bruto. Lebih jelasnya terlampir dalam tabel di bawah ini : 

Objek Pajak  Subjek Pajak  Tarif 
Bunga Deposito/Bunga Tabungan/Diskonto SBI Wajib Pajak Dalam Negeri dan bentuk usaha tetap 20%
  Wajib Pajak Luar Negeri 20% atau sesuai dengan Tarif perjanjian penghindaran pajak berganda 

Dalam aturan tersebut dijelaskan juga pemotongan pajak hanya berlaku untuk simpanan (tabungan dan deposito) serta diskonto SBI yang nilainya di atas atau sama dengan Rp7,5 juta. Sedangkan nilai di bawah itu, gak dikenai potongan PPh. 

Peraturan terkait pelaksanaan pemotongan PPh ini adalah : 

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000;
  2. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 51/KMK.04 /2001.

Perbedaan tabungan dan asuransi 

Tabungan dan asuransi merupakan produk keuangan yang mempunyai manfaat berbeda. Jika tabungan punya manfaat sebagai sarana penyimpanan yang lebih aman, daripada menyimpan uang di rumah. Sedangkan asuransi memberi manfaat perlindungan atau proteksi jika nasabah menghadapi risiko seperti sakit, kecelakaan atau meninggal. 

Nah, selain manfaat, tabungan dan asuransi juga memiliki sederet perbedaan lain. Apa aja sih? Simak penjelasannya di bawah ini. 

1. Kepemilikan dana

Dana tabungan sepenuhnya milik nasabah. Nasabah hanya menyimpan dananya di bank demi keamanan. Sedangkan di asuransi, dari beberapa literasi, premi yang disetor nasabah sepenuhnya akan menjadi hak milik perusahaan asuransi. 

2. Dampak risiko

Dalam asuransi, dengan nasabah memiliki polis asuransi berarti memberi proteksi akan risiko yang bakal terjadi. Jadi, jika nasabah mengalami risiko seperti kecelakaan atau meninggal dunia, maka perusahaan asuransi yang akan menanggung kerugian tersebut. 

Sedangkan produk tabungan, apabila terjadi risiko yang gak diinginkan pada nasabah, pihak bank gak memberi jaminan untuk mengganti kerugiannya. 

3. Aset nasabah

Di tabungan, aset yang kamu simpan akan bertambah dengan adanya penambahan bunga meski sangat kecil. Selain itu, gak menutup kemungkinan uang kamu berkurang, jika kamu banyak melakukan transaksi pendebetan. 

Sedangkan di produk asuransi, jika dana kamu ditempatkan di unit link, maka ada potensi kamu akan mendapat return yang tinggi. Tapi perlu diingat ya, return tinggi pasti berbarengan dengan risiko yang tinggi pula. 

4. Keterlibatan lembaga

Jika ada persoalan yang melibatkan antara pemegang polis dengan perusahaan asuransi, maka lembaga yang dilibatkan adalah Badan Mediasi Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAAI) sebagai pihak yang melakukan mediasi dan ajudikasi. Sedangkan jika persoalan menimpa nasabah simpanan, dimana bank mengalami kebangkrutan, lembaga yang memberi jaminan adalah LPS. 

Pertanyaan-pertanyaan seputar cara menabung yang benar 

Banyak cara untuk kamu bisa menabung di rumah dengan efektif. Antara lain dengan menabung melalui arisan, menabung emas, menyisihkan nominal tertentu, menyisihkan sebagian pendapatan di awal bulan, dan masih banyak cara lain.
Kamu bisa mengelola gaji kamu dengan mengalokasikan 40 persen untuk kebutuhan hidup sehari-hari, 30 persen untuk membayar cicilan dan 20% untuk tabungan dan investasi, sisanya sebanyak 10% untuk membayar zakat, infak dan sedekah.
Menyimpan uang di bank jauh lebih aman dibanding menabung di rumah. Selain gak mudah tercecer, dana kamu pun aman karena ada penjaminan dari LPS. Ditambah lagi kamu juga jadi lebih mudah bertransaksi seperti transfer, tarik tunai, pembayaran dan sebagainya.
Setiap bank memiliki kebijakan tersendiri dalam menentukan besaran setoran awal. Jika diambil rata-rata, setoran awal untuk tabungan adalah Rp500 ribu.
Pakar keuangan mengatakan untuk berhasil menabung, sisihkan 30 persen dari penghasilan untuk ditabung. Atau minimal 10 persen dari penghasilan untuk disimpan.
Adalah jumlah yang harus disisakan di rekening tabungan.
Imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yang dibayar pada waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sebagai persentase dari modal pokok.
Biaya administrasi, administrasi penarikan di teller, denda di bawah saldo minimum per bulan, biaya tutup rekening, biaya penggantian buku tabungan karena rusak, biaya pemeliharaan kartu ATM dan biaya transfer antarbank.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →