Gaji Rp 10 Juta, Ini Cara Menabung yang Efektif buat DP Rumah

Menabung DP rumah dengan gaji Rp 10 juta per bulan

Gimana ya cara menabung yang efektif buat DP rumah? Bagi kamu yang hendak membeli rumah, uang muka alias down payment (DP) menjadi salah satu hal yang perlu disiapkan. Nah bagi yang memiliki gaji Rp 10 juta per bulan jangan kecil hati lho, bisa kok menabung buat mendapatkan rumah impian. 

Emang benar sih Bank Indonesia (BI) sejak tahun 2018 yang lalu merilis aturan membeli rumah tanpa uang muka atau tanpa DP. Aturan ini pun merupakan kebijakan BI dalam melonggarkan ketentuan Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV).

Gak adanya DP rumah dalam mengambil KPR membawa “angin segar” bagi mereka yang mau membeli rumah. Soalnya mereka gak diribeti lagi dengan urusan siapkan DP dalam ambil KPR.

Namun, KPR tanpa DP mengandung sejumlah konsekuensi lho, yaitu cicilannya yang besar atau tenor yang lebih panjang. Itulah kenapa membeli rumah secara KPR dengan membayar DP masih diminati banyak orang.

Dengan membayar uang muka, pinjaman yang dikucurkan bank buat membeli rumah gak 100 persen sama dengan harga rumah. Dampaknya, cicilan KPR bisa rendah atau tenornya bisa singkat.

Jadi, kamu memilih mengambil KPR tanpa DP atau menyiapkan DP dulu nih? Kalau kamu merasa menyiapkan DP lebih menguntungkan, baca terus ulasan ini hingga tuntas ya. 

Survei: 91 persen menyiapkan DP rumah dengan menabung

cara menabung efektif buat uang muka kpr
Begini presentase dalam menabung DP rumah dengan gaji Rp 10 juta per bulan, (Rumah.com).

Rumah.com Property Sentiment Index H2 2019 memaparkan hasil surveinya yang mengungkap kalau 91 persen responden memilih strategi menabung tiap bulan buat DP rumah.

Sementara 56 persen responden mengaku menabung sebisanya buat memiliki dana DP rumah. Lalu, 44 persen responden menabung rutin tiap bulannya.

Walaupun menabung dijadikan solusi menyiapkan DP rumah, satu orang dengan orang yang lainnya bisa berbeda lho dalam mencapainya. Ada yang dapat mengumpulkan uang muka dalam setahun, ada juga yang baru bisa mengumpulkan uang muka dalam waktu dua tahun.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi cepat atau lamanya uang muka terkumpul. Gaji yang besar dengan nilai Rp 10 juta mungkin aja bikin uang muka KPR terkumpul dalam waktu singkat. 

Namun, ada kasus gaji Rp 10 juta ternyata bukan jaminan down payment terkumpul sesuai dengan harapan.

Itulah kenapa perlu cara menabung yang efektif buat DP rumah seperti yang diulas di bawah ini.

Gaji Rp 10 juta kesulitan siapkan DP rumah? Pakai cara menabung yang efektif berikut ini

Mengumpulkan uang DP rumah perlu perhitungan lho
Mengumpulkan uang DP rumah perlu perhitungan lho, (Shutterstock).

Cara ini benar-benar efektif asalkan kamu telah memastikan diri terbebas dari utang apa pun, entah itu utang kartu kredit ataupun utang KTA.

Pastikan juga dana darurat (emergency fund) yang kamu miliki telah tercukupi. Minimal 3 bulan gaji kalau kamu masih single. Lalu, minimal 6 bulan gaji kalau telah hidup dengan pasangan dan minimal 9 bulan gaji kalau telah memiliki anak.

Kalau belum memiliki dana darurat yang cukup atau belum punya sama sekali, kamu bisa terapkan artikel cara mengumpulkan dana darurat keluarga buat mewujudkannya.

Setelah utang beres dan dana darurat mencukupi, barulah kamu bisa terapkan cara menabung efektif berikut ini.

1. Tetapkan besaran uang muka yang mau disiapkan

Besaran uang muka KPR yang ingin disiapkan dengan cara menabung tergantung dari kemampuanmu secara finansial dalam menyiapkannya.

Bank Indonesia (BI) dulunya menetapkan minimal DP rumah itu 10 persen dari harga jual rumah. Itu berarti kamu menyiapkan minimal Rp 50 juta kalau harga rumahnya Rp 500 juta.

Dengan DP Rp 50 juta, kamu sama aja menerima pinjaman KPR Rp 450 juta. Konsekuensinya adalah cicilan KPR menjadi besar atau tenor pinjaman yang lama hingga 25 tahun.

Buat memudahkan, kamu bisa tanyakan ini ke dirimu sendiri dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

Berapa besar yang harus disisihkan sebagai tabungan DP rumah?

Sisihkan 10 – 20 persen dari gaji menjadi rumusan baku yang dianjurkan dalam menabung. Dengan kata lain, gaji Rp 10 juta harus sisihkan uang buat ditabung sebesar Rp 1 juta – Rp 2 juta.

Menyiapkan DP Rp 50 juta sama artinya menyisihkan 10 atau 20 persen gaji selama 50 bulan atau 25 bulan. Kalau DP Rp 100 juta, itu berarti sisihkannya selama 100 bulan atau 50 bulan.

Berapa lama ingin menabung uang buat DP rumah?

DP rumah Rp 50 juta dengan menyisihkan gaji Rp 10 juta sebesar 10 – 20 persen butuh waktu selama 50 bulan atau 25 bulan. Ini tentu aja waktu yang lama. 

Mau cepat terkumpulnya? Tingkatkan dana yang disisihkan buat ditabung. Naikkan persentasenya menjadi 40 persen. Niscaya, kurang dari 1,5 tahun, dana DP rumah telah siap.

Di mana sebaiknya uang DP rumah disimpan?

Sebaiknya, hindari menyimpan uang muka KPR dalam bentuk efek semisal saham atau surat utang. Saham itu fluktuatif yang bisa aja bikin uang menyusun (capital loss). Sementara menyimpan di surat utang bakal sulit mencairkannya karena belum jatuh tempo.

Dengan adanya tabungan digital, kamu dapat memanfaatkannya sebagai pilihan menyimpan dana DP rumah. Selain mudah diakses, tabungan digital ini memberi bunga di atas bunga tabungan biasa, lebih dari 3 persen.

Kamu juga bisa menyimpan uang muka KPR dalam bentuk deposito. Ambilah deposito yang bertenor pendek agar sewaktu-waktu mudah dicairkan.

2. Potong beberapa pengeluaran dalam bujet keuangan

Menabung uang buat DP rumah dalam waktu singkat dengan jumlah besar mensyaratkan kamu buat mengorbankan pengeluaran-pengeluaran dalam bujet keuanganmu.

Upaya kamu dalam memangkas pengeluaran-pengeluaran tersebut bisa menaikkan alokasimu buat uang muka KPR hingga 40 persen lho.

Sederhananya, bisa kamu lihat dalam hitungan bujet di bawah ini.

  • 50 persen buat kebutuhan pokok.
  • 20 persen buat tabungan (termasuk asuransi dan investasi) diubah menjadi 40 persen.
  • 30 persen buat pengeluaran yang sifatnya keinginan diubah menjadi 10 persen.

Untungnya, perusahaan menyediakan asuransi dan membayar iuran BPJS mu. Jadi, alokasi ke asuransi bisa dikecualikan. Sementara alokasi buat investasi ditiadakan dulu.

3. Hentikan sementara waktu investasi buat pensiun

Terlanjur mengalokasikan secara rutin tiap bulannya buat investasi sebagai dana pensiun? Buat sementara waktu, hentikan dulu ya demi terkumpulnya uang muka rumah.

Alokasi investasi buat pensiun difokuskan aja buat menyiapkan uang muka KPR. seenggaknya, dana pensiun masih bisa ditopang dari dana BPJS Ketenagakerjaan nanti.

4. Alokasikan 30 persen THR ataupun bonus tahunan buat ditabung

Di Indonesia setiap orang yang bekerja wajib mendapat THR sebagaimana aturan yang berlaku. Begitu dapat THR, sebaiknya jangan dihabiskan semua.

Alokasikan 30 persen dari Tunjangan Hari Raya (THR) yang kamu terima buat tabungan DP rumah. Nah, seandainya menerima bonus, alokasikan juga 30 persennya buat ditabung.

5. Tambah dana tabungan dengan cari pekerjaan sampingan

Penghasilan tambahan dapat mempercepat terkumpulnya uang muka KPR. Apalagi saat ini, pekerjaan sampingan mudah ditemukan di website penyedia freelance.

Kamu tinggal tawarkan aja kemampuan yang kamu kuasai dan besaran bayaran yang pantas buatmu. 

Selama kamu konsisten menerapkan cara-cara menabung yang efektif di atas, dana down payment yang dibutuhkan terkumpul sesuai harapan. Selamat mencoba dan semoga cepat memiliki rumah impian! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)