Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dan Persyaratan yang Harus Dipenuhi

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan wajib diketahui oleh para pesertanya. Karena hal ini sangat membantu banget saat kamu membutuhkan banyak dana saat tidak lagi bekerja. 

Dana di dalam BPJS Ketenagakerjaan itu ada di program Jaminan Hari Tua (JHT). Program ini memang ditujukan untuk memastikan kesejahteraan para pesertanya saat memasuki masa pensiun atau sudah tidak lagi aktif bekerja. 

Sebenarnya, dana tersebut asalnya dari uang gaji para pesertanya juga. Besar iuran perbulannya sekitar 2 persen dari gaji peserta. Sistem pembayarannya langsung dipotong otomatis dari gaji kotor.

Sementara untuk pekerja migran, rincian iurannya berkisar dari Rp 50-600 ribu. Pekerja migran bisa memilih sendiri berapa iuran yang ingin dibayarkan. Tanpa panjang lebar, langsung saja simak ulasan mengenai cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan berikut ini.  

Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan 

Sebelum mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan, kamu pasti penasaran dong berapa saldo yang kamu miliki. Untuk mengetahuinya kamu kudu melakukan pengecekan sendiri. Ada 5 cara buat tahu berapa besaran saldomu. 

1.  Cara cek saldo BPJS lewat SMS

Kini, mengecek saldo BPJS bisa dilakukan lewat pesan singkat. Tapi, untuk bisa menikmati layanan ini, kamu kudu mendaftarkan data diri kamu terlebih dahulu. 

Cara daftarnya ketik: Daftar(spasi)SALDO#Nomor KTP#Tanggal Lahir(DD-MM-YYYY)#Nomor Peserta BPJS#Email. Kirim pesan tersebut ke 2757. 

Setelah proses pendaftaran selesai, kamu bisa langsung cek saldo dengan mengetik: SALDO(spasi)Nomor Peserta BPJS. Kirim kembali ke 2757. 

2. Cek saldo lewat aplikasi BPJSTKU

Cara kedua bisa melalui aplikasi di ponsel pintar BPJSTKU yang bisa diunduh di Play Store atau Apple Store. Aplikasi tersebut tidak memakan banyak memori dan bisa diunduh secara gratis. 

Setelah proses unduh selesai, lakukan registrasi dengan mengisi,

  • Nomor Peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • Nomor Induk Kependudukan
  • Tanggal lahir
  • Nama 

Jika registrasi telah selesai kamu bisa langsung memilih menu cek saldo yang tertera di laman depan aplikasi. 

3. Cek lewat website 

BPJS Ketenagakerjaan menyediakan website untuk peserta mengakses status BPJS mereka di http://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/. Dari situs tersebut kita bisa mengetahui kartu digital, melihat saldo, sampai melakukan klaim. 

Untuk bisa log-in ke situs tersebut kamu diharuskan untuk melakukan registrasi, 

  • Masuk ke http://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/ 
  • Pilih ‘daftar pengguna’
  • Isi formulir sesuai dengan data diri kamu
  • Setelah selesai, nantinya kamu akan mendapatkan PIN yang dikirimkan dari email atau SMS

Cara mengecek saldo via website, 

4. Cek saldo langsung ke kantor BPJS 

Cara yang paling tradisional adalah dengan datang langsung ke kantor BPJS. Bawa data diri dan tentunya bukti kepesertaan kamu atas BPJS Ketenagakerjaan. Nantinya petugas BPJS bakal memberikan rincian dana JHT yang tersimpan di BPJS kamu. 

Persyaratan pencairan BPJS Ketenagakerjaan 

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan
KTP (Shutterstock).

Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan sebesar 10 persen, 30 persen dan 100 persen. Untuk klaim JHT 10 persen atau 30 persen, bisa dilakukan oleh mereka yang masih aktif bekerja, namun sudah hampir masuk masa pensiun. 

Buat mereka yang sudah masuk masa kepesertaan 10 tahun juga bisa mencairkan JHT sebesar 10 persen atau 30 persen. Namun, mereka harus memilih salah satu, tidak bisa mencairkan dua-duanya. 

Sedangkan untuk yang 100 persen, diajukan oleh peserta yang sudah tidak lagi bekerja karena pensiun, di-PHK, atau mengundurkan diri. Namun ketentuannya, saldo hanya bisa dicairkan sejak 1 bulan dinyatakan non-aktif bekerja. 

Persyaratan dokumen yang harus dibutuhkan 

Sebelum lanjut ke cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, kamu harus tahu dulu dokumen-dokumen apa saja yang disyaratkan untuk proses klaim. 

  • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu identitas diri, bisa KTP bisa Paspor 
  • Kartu Keluarga
  • Paklaring atau surat keterangan pernah bekerja di suatu perusahaan
  • Buku rekening bank peserta
  • Pas foto 4×6 dan 3×4
  • NPWP 

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan
Kantor BPJS Ketenagakerjaan (Shutterstock).

Cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan bisa dilakukan dengan 3 cara, baik online,  offline, maupun dengan KTP elektronik.

1. Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara offline atau datang langsung ke kantor BPJS

Klaim yang paling tradisional adalah dengan mendatangi langsung ke kantor BPJS terdekat. Tapi usahakan kamu datang pagi hari, biar dapat nomor antrean awal. Berikut ini cara klaim di kantor BPJS, 

  1. Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat dari rumahmu
  2. Ambil nomor antrean. Sebisa mungkin datang pagi hari agar mendapat nomor duluan
  3. Mengisi formulir pengajuan untuk pencairan dana
  4. Menyerahkan dan menunjukkan dokumen persyaratan yang diminta, Kartu BPJS, KTP, KK, rekening tabungan. Jangan lupa membawa fotokopiannya untuk diserahkan ke petugas dan aslinya untuk ditunjukkan. 
  5. Setelah berkas diberikan ke petugas, kamu bakal mendapatkan nomor antrean untuk wawancara. 
  6. Dalam wawancara dengan petugas itu nantinya berkas-berkas kamu bakalan dicek. Bila ada yang kurang, kamu diminta untuk melengkapinya. 
  7. Kamu tinggal menunggu konfirmasi apakah klaim disetujui atau tidak. Jika disetujui, petugas akan memberikan informasi mengenai kapan waktu pencairan saldonya. 

2. Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan online lewat website 

BPJS Ketenagakerjaan telah meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, salah satunya adalah pencairan dana secara online. Dengan layanan online ini masyarakat gak usah capek-capek lagi antre atau datang pagi hari, cukup bermodalkan laptop atau ponsel pintar dan internet aja klaim bisa diajukan. 

Dengan layanan e-klaim ini, kamu juga bisa mengajukan permohonan pencairan dari mana saja dan kapan saja. Berikut ini tata cara e-klaim BPJS Ketenagakerjaan lewat situs resmi 

  1. Buka situs http://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/.
  2. Masuk menggunakan email yang telah kamu daftarkan. Jika belum mendaftar bisa lakukan proses registrasi dulu. 
  3. Setelah itu, masuk ke halaman depan dan pilih menu ‘Klaim Saldo JHT’. 
  4. Isi informasi yang diminta, kolom ‘KPJ’ diisi dengan nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan, kolom ‘keperluan’ diisi dengan ‘pengajuan klaim’, lalu kolom ‘keperluan’ diisi dengan kondisi status pekerjaanmu saat ini.
  5. Setelah itu, kamu bakal diminta untuk mengunggah dokumen-dokumen yang dibutuhkan.
  6. Tunggu email konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan dalam waktu 1×24 jam. Dalam email tersebut diinformasikan mengenai tanggal dan kantor cabang BPJS yang harus didatangi untuk melanjutkan ke proses pengecekan berkas.
  7. Saat datang ke kantor BPJS yang diminta, jangan lupa membawa dokumen-dokumen asli yang jadi persyaratan. 
  8. Menunggu proses pencairan yang umumnya memakan waktu kurang lebih 10 hari kerja. 

3. Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dengan KTP elektronik, cuma butuh waktu 6 menit! 

Pada Maret 2019 lalu, BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan layanan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dengan bantuan KTP-el Reader.  Dengan layanan ini proses pengajuan diklaim menjadi lebih singkat hanya butuh waktu 6 menit saja! 

Proses pengajuannya dipersingkat, jika dulunya kamu harus mengunggah dokumen-dokumen persyaratan, kini kamu hanya tinggal tap KTP elektronik di kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. 

Di dalam KTP elektronik tersebut nantinya sudah memuat berbagai data-data yang dibutuhkan untuk proses pengajuan pencairan. 

Layanan ini sudah bisa dilakukan di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di 34 Ibu Kota Provinsi, termasuk DKI Jakarta. 

Penyebab klaim BPJS Ketenagakerjaan ditolak 

Meski kamu sudah mencoba berbagai cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, bisa saja klaim kamu ditolak. Karena BPJS memberikan persyaratan yang harus dipatuhi pesertanya untuk bisa mendapatkan uang Jaminan Hari Tua (JHT). 

Berikut ini lima kesalahan umum yang membuat klaim ditolak, 

  • Kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hilang 
  • Datanya tidak sesuai, misal data Kartu Keluarga, data KTP, dan lain-lain
  • Tidak memenuhi dokumen persyaratan yang dibutuhkan. Untuk bisa mencairkan kamu harus mempersiapkan dokumen-dokumen penting seperti KTP, KK, paklaring, akta kelahiran, buku rekening bank, surat keterangan domisili, dan ijazah
  • Masih menjadi peserta BPJS Kepesertaan yang aktif bekerja. Karena dana hanya bisa dicairkan untuk orang yang sudah tidak bekerja
  • Gak ada paklaring atau surat keterangan bekerja 

Call center BPJS Ketenagakerjaan 

Demikian informasi mengenai cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan yang harus kamu ketahui. Apabila kamu mengalami kesulitan, kamu bisa mendatangi langsung kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Bisa juga menghubungi call center layanan masyarakat di 175, dengan jam pelayanan mulai dari 06.00-22.00. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis