Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan: JHT, JP, JKK, dan JK

Cara-Mencairkan-BPJS-Ketenagakerjaan-dan-Persyaratannya-Shutterstock.

Klaim BPJS Ketenagakerjaan dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM). Adapun manfaat dan fungsi dari tiap program BPJS Ketenagakerjaan tersebut berbeda-beda satu sama lain. 

  • Jaminan Hari Tua (JHT): Diberikan secara sekaligus ketika peserta memasuki usia pensiun, mengalami risiko meninggal dunia, cacat total tetap, atau telah berhenti bekerja dan kepesertaan telah berjalan 5 tahun.
  • Jaminan Pensiun (JP): Diberikan secara berkala seperti gaji ketika peserta memasuki usia pensiun, mengalami risiko meninggal dunia, dan cacat total tetap.
  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): Diberikan ketika peserta mengalami risiko kecelakaan ketika menuju atau pulang dari tempat kerja, ataupun terjadi saat melakukan pekerjaan.
  • Jaminan Kematian (JKM): Diberikan kepada ahli waris jika peserta mengalami risiko meninggal dunia ketika masih aktif bekerja dan bukan akibat kecelakaan kerja.

Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan bisa dilakukan dengan 3 cara, baik online,  offline, maupun dengan KTP elektronik.

1. Klaim bpjs ketenagakerjaan online lewat Lapak Asik 

Sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik). Lapak Asik memungkinkan nasabah untuk mengajukan klaim JHT secara online. Berikut ini cara klaimnya: 

  • Kunjungi situs antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id atau klik “Antiran Online” yang tertera pada aplikasi BPJSTK.
  • Dari situ kamu akan mendapatkan nomor antrian. Kemudian isi data sesuai yang muncul pada layar. 
  • Download form pengajuan JHT dan pilih “Simpan”.
  • Isi form yang telah diunduh secara lengkap dan ikuti petunjuk pada layar
  • Kemudian kamu akan mendapatkan kode verifikasi atau PIN yang dikirim melalui SMS atau email. 
  • Masukkan PIN verifikasi dan diikuti permintaan data rekening bank, seperti no rekening, nama bank, dan nama pemilik rekening. 
  • Upload atau unggah file dokumen seperti petunjuk yang diberikan
  • Jika disetujui, kamu akan menerima konfirmasi yang diinformasikan lewat email, WhatsApp, SMS, atau telepon. 
  • Uang JHT akan dikirim via transfer ke rekeningmu.

2. E-Klaim bpjs ketenagakerjaan online 

Dengan layanan e-klaim ini, kamu juga bisa mengajukan permohonan pencairan dari mana saja dan kapan saja. Berikut ini tata cara e-klaim BPJS Ketenagakerjaan lewat situs resmi:

  • Buka situs http://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/.
  • Masuk menggunakan email yang telah kamu daftarkan. Jika belum mendaftar bisa lakukan proses registrasi dulu. 
  • Setelah itu, masuk ke halaman depan dan pilih menu ‘Klaim Saldo JHT’. 
  • Isi informasi yang diminta, kolom ‘KPJ’ diisi dengan nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan, kolom ‘keperluan’ diisi dengan ‘pengajuan klaim’, lalu kolom ‘keperluan’ diisi dengan kondisi status pekerjaanmu saat ini.
  • Setelah itu, kamu bakal diminta untuk mengunggah dokumen-dokumen yang dibutuhkan.
  • Jika e-klaim BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa, cek kembali dokumen yang diserahkan apakah sudah lengkap.
  • Tunggu email konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan dalam waktu 1×24 jam. Dalam email tersebut diinformasikan mengenai tanggal dan kantor cabang BPJS yang harus didatangi untuk melanjutkan ke proses pengecekan berkas.
  • Saat datang ke kantor BPJS yang diminta, jangan lupa membawa dokumen-dokumen asli yang jadi persyaratan. 
  • Menunggu proses pencairan yang umumnya memakan waktu kurang lebih 10 hari kerja. 

3. Secara Offline atau datang langsung ke kantor BPJS

Klaim yang paling tradisional adalah dengan mendatangi langsung ke kantor BPJS terdekat. Tapi usahakan kamu datang pagi hari, biar dapat nomor antrean awal. Berikut ini cara klaim di kantor BPJS:

  • Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat dari rumahmu
  • Ambil nomor antrean. Sebisa mungkin datang pagi hari agar mendapat nomor duluan
  • Mengisi formulir pengajuan untuk pencairan dana
  • Menyerahkan dan menunjukkan dokumen persyaratan yang diminta, Kartu BPJS, KTP, KK, rekening tabungan. Jangan lupa membawa fotokopiannya untuk diserahkan ke petugas dan aslinya untuk ditunjukkan. 
  • Setelah berkas diberikan ke petugas, kamu bakal mendapatkan nomor antrean untuk wawancara. 
  • Dalam wawancara dengan petugas itu nantinya berkas-berkas kamu bakalan dicek. Bila ada yang kurang, kamu diminta untuk melengkapinya. 
  • Kamu tinggal menunggu konfirmasi apakah klaim disetujui atau tidak. Jika disetujui, petugas akan memberikan informasi mengenai kapan waktu pencairan saldonya. 

4. Dengan KTP elektronik, cuma butuh waktu 6 menit! 

Pada Maret 2019 lalu, BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan layanan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dengan bantuan KTP-el Reader.  Dengan layanan ini proses pengajuan diklaim menjadi lebih singkat hanya butuh waktu 6 menit saja! 

Proses pengajuannya dipersingkat, jika dulunya kamu harus mengunggah dokumen-dokumen persyaratan, kini kamu hanya tinggal tap KTP elektronik di kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. 

Di dalam KTP elektronik tersebut nantinya sudah memuat berbagai data-data yang dibutuhkan untuk proses pengajuan pencairan. 

Layanan ini sudah bisa dilakukan di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di 34 Ibu Kota Provinsi, termasuk DKI Jakarta. 

Klaim BPJS Ketenagakerjaan Berdasarkan Programnya 

Cara klaim juga harus disesuaikan dengan programnya. Misal, persyaratan klaim BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua tentu berbeda dengan Jaminan Kecelakaan Kerja. Begitupun dengan program BPJS Ketenagakerjaan lainnya. 

Agar prosedur klaim BPJS Ketenagakerjaan berjalan lancar, mari simak cara hingga persyaratannya berikut ini: 

1. Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua 

Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan jaminan dana hari tua yang diberikan secara sekaligus ketika peserta memasuki usia pensiun, meninggal dunia, cacat total tetap, atau berhenti kerja dengan minimal kepesertaan lima tahun. Untuk klaim JHT dapat dilakukan melalui Lapak Asik, E-Klaim, atau secara offline di kantor BPJS.

  • Untuk kepesertaan 10 tahun bisa mencairkan 10 atau 30 persen dari saldo JHT.
  • Untuk peserta yang sudah pensiun, di PHK, atau mengundurkan diri bisa mencairkan 100 persen dari saldo JHT.
  • Saldo JHT tidak bisa dicairkan sejak 1 bulan dinyatakan non-aktif bekerja.
  • Dokumen yang dibutuhkan:
    • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan
    • Kartu identitas diri, bisa KTP bisa Paspor
    • Kartu Keluarga
    • Paklaring atau surat keterangan pernah bekerja di suatu perusahaan
    • Buku rekening bank peserta
    • Pas foto 4×6 dan 3×4
    • NPWP

Opsi 1 Lewat SMS

  • Daftar atau registrasi: Daftar(spasi)SALDO(pagar)Nomor KTP(pagar)Tanggal Lahir(DD-MM-YYYY)(pagar)Nomor Peserta BPJS(pagar)Email. Kirim pesan tersebut ke 2757.
  • Cek saldo: SALDO(spasi)Nomor Peserta BPJS. Kirim kembali ke 2757.

Opsi 2 Lewat Aplikasi BPJSTKU

  • Unduh BPJSTKU di Play Store atau Apple Store.
  • Registrasi dan sertakan nomor peserta BPJS Ketenagakerjaan, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, dan nama sesuai KTP.
  • Registrasi berhasil dilakukan
  • Pilih menu Cek Saldo yang tersedia di laman depan aplikasi

Opsi 3 Lewat Website

  • Jika belum registrasi, masuk ke sso.bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Pilih Daftar Pengguna
  • Isi formulir sesuai dengan data diri kamu
  • Setelah selesai, nantinya kamu akan mendapatkan PIN yang dikirimkan dari email atau SMS
  • Registrasi berhasil dilakukan
  • Masuk kembali ke sso.bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Masukkan alamat email dan kata sandi
  • Lalu pilih Lihat Saldo JHT

Opsi 4 Datang Langsung ke Kantor BPJS

Cara yang paling tradisional adalah dengan datang langsung ke kantor BPJS. Bawa data diri dan tentunya bukti kepesertaan kamu atas BPJS Ketenagakerjaan. Nantinya petugas BPJS bakal memberikan rincian dana JHT yang tersimpan di BPJS kamu.

2. Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun

Jaminan Pensiun (JP) secara umum memiliki fungsi yang sama dengan program BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya, yaitu memberikan jaminan dana hari tua. Hanya saja, JP diberikan secara berkala tiap bulannya seperti gaji ketika peserta memasuki usia pensiun. 

Pengajuan klaim JP dapat dilakukan dengan menyerahkan dokumen lengkap ke petugas di kantor BPJS terdekat.

  • Batas upah paling tinggi Rp8,5 juta
  • Manfaat JP diberikan jika memenuhi masa kepesertaan selama 15 tahun.
  • Peserta dapat mengajukan klaim ketika sudah memasuki usia pensiun (57 tahun), meninggal dunia, hingga cacat tetap total.
  • Dokumen yang dibutuhkan:
    • Isi formulir jaminan pensiun yang dapat di download di situs atau di kantor BPJS Ketenagakerjaan.
    • Kartu peserta jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan.
    • Kartu Tanda Pengenal (KTP) atau surat keterangan resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) jika belum memiliki e-KTP.
    • Kartu Keluarga (KK) dalam bentul asli atau fotokopi.
    • Surat referensi kerja/ surat PHK/ putusan PHI/ SK direksi
    • Buku tabungan asli dan di-fotokopi 1 lembar
    • NPWP dalam bentuk fotokopi

Berbeda dengan saldo JHT yang dikumpulkan dari hasil akumulasi iuran dan hasil pengembangan setiap bulannya, manfaat BPJS Pensiun mengacu pada gaji peserta. Sebab, JP yang diberikan adalah maksimal 40 persen dari gaji.

Jadi, jika gaji kamu Rp7 juta per bulan, maka jaminan pensiun yang akan kamu terima adalah maksimal Rp7 juta x 40% = Rp2,8 juta per bulan.

Kalau mau tahu secara pasti saldo BPJS pensiun kamu, bisa langsung mengunjungi kantor BPJS terdekat dan serahkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan serta KTP.

3. Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Kecelakaan Kerja

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) diberikan jika peserta mengalami risiko kecelakaan ketika berangkat atau pulang kantor, hingga kecelakaan saat bekerja. Adapun manfaat yang diberikan mencakup pertanggungan biaya rumah sakit, santunan tunai jika tidak bisa bekerja sementara, santunan meninggal dunia, hingga beasiswa pendidikan anak.

Klaim JKK bisa dilakukan dengan menyerahkan dokumen yang dibutuhkan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan tidak lebih dari 2×24 jam sejak terjadinya kecelakaan.

  • Klaim diajukan tidak lebih dari dua hari sejak terjadi kecelakaan kerja
  • Formulir klaim BPJS Ketenagakerjaan
  • Bukti-bukti terjadinya kecelakaan
  • Fotokopi kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • Surat keterangan dokter yang merawat peserta
  • Kuitansi biaya pengobatan dari rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya

Cara kerjanya sama dengan asuransi kecelakaan diri, yaitu penggantian biaya perawatan sesuai dengan tagihan rumah sakit (as charged).

Untuk santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB):

  • Enam bulan pertama diberikan 100% gaji
  • Enam bulan kedua diberikan 75% gaji
  • Enam bulan ketiga dan seterusnya diberikan 50% gaji

Untuk santunan Santunan Kecacatan:

  • Cacat sebagian anatomis: % sesuai tabel x 80 x gaji sebulan
  • Cacat sebagian fungsi: % berkurangnya fungsi x % sesuai tabel x 80 x gaji sebulan
  • Cacat total tetap: 70% x 80 x gaji sebulan
  • Notes:
    • Jenis dan besar persentase cacat harus dinyatakan oleh dokter yang merawat atau dokter penasihat yang ditunjuk Kementerian Ketenagakerjaan RI
    • Tabel kecacatan sesuai Lampiran III PP No. 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Untuk santunan meninggal dunia:

  • Santunan meninggal dunia: 60 % x 80 x gaji sebulan

4. Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Kematian (JKM)

Jaminan Kematian (JKM) diberikan jika peserta mengalami risiko meninggal dunia ketika masih aktif bekerja dan bukan diakibatkan oleh kecelakaan kerja.  Klaim JKM dapat dilakukan dengan menyerahkan dokumen yang dibutuhkan secara langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan.

  • Risiko meninggal dunia terjadi bukan karena kecelakaan kerja
  • Saat terjadi kerugian, peserta merupakan pekerja aktif
  • Dokumen yang dibutuhkan:
    • Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan asli
    • Kartu Peserta BPJS Kesehatan asli dan fotokopi
    • Kartu Keluarga (KK)
    • Kartu Tanpa Penduduk (KTP) ahli waris
    • Surat keterangan ahli waris
    • Surat keterangan meninggal dunia
    • Formulir klaim JKM
    • Buku Tabungan atas nama ahli waris

Jaminan kematian (JKM) cara kerjanya serupa dengan asuransi jiwa. Artinya, ketika terjadi kerugian maka akan diberikan:

  • Santunan meninggal dunia hingga Rp16,2 juta
  • Santunan berkala selama 2 tahun. Sebulan Rp200 ribu, jika ingin dibayarkan sekaligus maka 24 bulan x Rp200 ribu = Rp4,8 juta
  • Biaya pemakanan Rp3 juta
  • Bantuan beasiswa anak: 12 juta untuk satu orang anak (khusus untuk masa kepesertaan minimal 5 tahun
  • Total manfaat JKM Rp36 juta

Tanya Jawab 

Berikut ini adalah pertanyaan yang sering diajukan terkait klaim BPJS Ketenagakerjaan: 

Jika kartu BPJS Ketenagakerjaan kamu hilang, maka harus urus atau melaporkan kehilangan kartu terlebih dahulu baru bisa ajukan klaim. Berikut ini cara mengurusnya:

  • Kunjungi kantor polisi terdekat untuk meminta surat keterangan kehilangan.
  • Minta surat pengantar HRD kantor kamu sebagai bukti bahwa kamu benar-benar karyawan aktif yang bekerja di perusahaan.
  • Kunjungi kantor BPJS terdekat dan serahkan dokumen
  • Pihak BPJS akan melakukan verifikasi dokumen
  • Proses pembuatan kartu baru dilakukan
  • Kartu BPJS baru kamu akan jadi kurang lebih dalam waktu 1x24 jam

Dokumen yang dibutuhkan:

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Surat keterangan kepolisian atau surat hulang
  • Surat pengantar dari kantor

Cara mengurus kartu BPJS Ketenagakerjaan rusak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pertanyaan sebelumnya atau jika kartu hilang. Artinya, kamu harus mengunjungi kantor BPJS terdekat, kemudian ikuti langkah-langkah berikut:

  • Tunjukan kartu BPJS kamu yang rusak sebagai bukti penggantian kepada bagian pelayanan kantor BPJS
  • Serahkan surat pengantar dari kantor
  • Pihak BPJS akan melakukan verifikasi
  • Proses pencetakan kartu baru dilakukan
  • Kartu BPJS baru kamu akan jadi kurang lebih dalam waktu 1x24 jam

Dokumen yang dibutuhkan:

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Surat pengantar dari kantor
  • Kartu BPJS yang dalam keadaan rusak

Meski kamu sudah mencoba berbagai cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, bisa saja klaim kamu ditolak. Karena BPJS memberikan persyaratan yang harus dipatuhi pesertanya untuk bisa mendapatkan uang Jaminan Hari Tua (JHT).

Berikut ini lima kesalahan umum yang membuat klaim ditolak,

  • Kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hilang
  • Datanya tidak sesuai, misal data Kartu Keluarga, data KTP, dan lain-lain
  • Tidak memenuhi dokumen persyaratan yang dibutuhkan. Untuk bisa mencairkan kamu harus mempersiapkan dokumen-dokumen penting seperti KTP, KK, paklaring, akta kelahiran, buku rekening bank, surat keterangan domisili, dan ijazah
  • Masih menjadi peserta BPJS Kepesertaan yang aktif bekerja. Karena dana hanya bisa dicairkan untuk orang yang sudah tidak bekerja
  • Gak ada paklaring atau surat keterangan bekerja

  • Jakarta Ceger: Jl. Raya Hankam (sisi tol jorr) No.49 RT 007/002 Kelurahan Ceger Kecamatan Cipayung jakarta Timur 13820, Telp: (021) 84341616/8431610
  • Jakarta Cilandak: Jl. RA. Kartini Kav 13 Cilandak Barat Jakarta Selatan 12430, Telp: (021) 75917963
  • Jakarta Cilincing: Jl. Raya Plumpang Semper No.6-7 Jakarta Utara 14260. Telp: (021) 43901718/4304682
  • Jakarta Gambir: Gedung Graha Apic Lt. 4 dan 5 Jl. Ir. H. Juanda No. 15 Kebon Kelapa Gambir Jakarta Pusat 10120. Telp: (021) 22346781
  • Jakarta Grogol: Jl. Daan Mogot No.95C Gedung Bank Lippo Lt. 3 Jakarta Barat 11510. Telp: (021) 5664269/5659123
  • Jakarta Kebayoran Baru: Jl. RS Fatmawati No.6 Gandaria Utara Kebayoran Baru 12140. Telp: (021) 27519381
  • Jakarta Kebon Sirih: Jl. K. H. Wahid Hasyim No. 94 Jakarta Pusat 10340. Telp: (021) 3141709
  • Jakarta Kelapa Gading: Komplek Perkantoran Bukit Gading INdah Blok I No. 5-8 Jakarta Utara 14240. Telp: (021) 4530123/45846876
  • Jakarta Mampang: Jl. Buncit raya No.24 BBC Office Kav A1 Kec. Duren Tiga Pancoran Jakarta Selatan 12790. Telp: (021) 79197433/79197435
  • Jakarta Mangga Dua: Jl. Mangga Dua Raya Ruko Komp. Orion Dusit No.7 Jakarta 10730. Telp: (021) 6127847/6129842
  • Jakarta Menara Jamsostek: Menara Jamsostek Lt.2 Jl. Gatot Subroto Kav 38 Jakarta Selatan 12710. Telp: (021) 5279318
  • Jakarta Pluit: Jl. Pluit Selatan Raya Blok Q Gedung De Ploeit Centrale Jakarta Utara 14440. Telp: (021) 29076501/03
  • Jakarta Pulogebang: Ruko Commercial Park 7 No.1A-2 Jl. Sentra Primer, Pulogebang. Telp: (021) 29848108
  • Jakarta Rawamangun: Jl. Pemuda Kav.10 No.90 Jakarta Timur 13220. Telp: (021) 47878141
  • Jakarta Salemba: Jl. Salemba Raya No.65 Jakarta Selatan 10440. Telp: (021) 3908573/3914440
  • Jakarta Slipi: Dipo Business Center Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51-52 Jakarta Pusat 12930. Telp: (021) 29866111
  • Jakarta Sudirman: Mayapada Tower II (Lantai Dasar) Jl. Jend. Sudirman Kav 27 Jakarta Selatan 12920. Telp: (021) 2500711

Apabila kamu mengalami kesulitan, kamu bisa mendatangi langsung kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Bisa juga menghubungi call center layanan masyarakat di 175, dengan jam pelayanan mulai dari 06.00-22.00.

Demikian informasi mengenai cara klaim BPJS Ketenagakerjaan yang harus kamu ketahui. Perlu dipahami bahwa, program BPJS Ketenagakerjaan ini bersifat wajib.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →