3 Cara Mengatasi Inflasi yang Bikin Nilai Kekayaan Tetap Berharga, Apa Aja?

Cara mengatasi inflasi

Cara mengatasi inflasi

Gimana cara mengatasi inflasi agar kondisi keuangan selalu aman? Adanya inflasi di satu sisi emang sangat gak menguntungkan. Pasalnya, dampak inflasi bisa membuat nilai kekayaanmu jadi gak berharga sama sekali.

Inflasi pada kenyataannya menjadi fenomena moneter yang selalu ada. Setidaknya nih, dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tepat, laju inflasi bisa direm agar gak melesat terlampau tinggi.

Inflasi yang gak terkontrol selain menyebabkan nilai uang gak berharga juga bisa bikin perekonomian terpuruk. Tengoklah yang terjadi di Venezuela. Inflasi yang berubah menjadi hiperinflasi telah memicu terjadinya krisis ekonomi dan politik di negara tersebut.

Orang-orang yang tinggal di sana sampai berpindah negara karena kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat inflasi. Di bawah tata kelola yang tepat mustahil rasanya ekonomi Venezuela porak-poranda gara-gara inflasi.

Meski naik ataupun turunnya inflasi itu urusan Pemerintah alias di luar kendali kita, ada cara-cara yang kita bisa lakukan sebagai cara mengatasi inflasi. Seperti apa cara-cara tersebut? Berikut ini ulasannya:

1. Menabung di rekening yang bunganya lebih dari tabungan biasa

Cara mengatasi inflasi
Menabung di rekening yang bunganya lebih dari tabungan biasa

Menabung menjadi salah satu kegiatan yang baik bagi keuangan. Pasalnya, uang yang ditabung dapat digunakan sebagai dana darurat ketika ada hal-hal mendesak yang mengharuskan kamu menyediakan dana cepat.

Namun, menabung bisa saja percuma nantinya kalau uangnya ternyata disimpan di balik kasur. Gak cuma di kasur saja lho yang bikin tabungan menjadi sia-sia, menabung dalam bentuk rekening bank pun juga gak ada artinya. Lho, kok bisa?

Coba deh bayangkan, seberapa efektif menabung di bank dengan bunga < 1 persen sebagai cara mengatasi inflasi? Asal tahu aja nih, inflasi di Indonesia itu rata-rata 2 – 3 persen tiap bulannya. 

Dengan inflasi yang rata-rata sebesar itu, apakah tabungan biasa mampu mengatasinya? Tentu aja gak.

Ada baiknya kamu mengalihkan uang yang kamu simpan ke tabungan yang tawarkan bunga lebih dari 3 persen. Emangnya ada tabungan kayak gitu? Tentu aja ada. Salah satu bank digital (banking digital) di Indonesia tawarkan bunga hingga 5 persen.

Baca juga: Agar Gak Salah Paham, Ini Lho Pengertian Inflasi dan Dampaknya yang Sebenarnya

2. Menyimpan uang dalam bentuk deposito

Cara mengatasi inflasi
Menyimpan uang dalam bentuk deposito

Orang-orang di Indonesia lebih familier dengan deposito sebagai pilihan berinvestasi. Menyimpan uang di deposito juga bisa menjadi cara mengatasi inflasi yang terbilang efektif.

Seperti yang kamu tahu, bunga deposito lebih dari bunga tabungan biasa. Rata-rata bank di Indonesia menawarkan deposito dengan rata-rata bunga 6 persen. Malahan nih ada lho bank yang berani kasih bunga deposito sekitar 8 persen.

Meski begitu, jangan langsung tergiur ya. Kamu sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu berapa bunga simpanan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Lembaga independen yang dibentuk Pemerintah ini sejauh ini mau menjamin bunga simpanan bank umum 6,25 persen, sedangkan bunga BPR yang dijamin sebesar 8,75 persen.

Sebelum menyimpan uang dalam bentuk deposito, pastikan dulu dana darurat kamu telah tercukupi. Ini penting sebab dana darurat itu harus mudah dicairkan kapan pun dibutuhkan.

Setelah dana darurat telah terpenuhi, barulah kamu menyimpan uang di luar dana darurat dalam bentuk deposito. Sekarang ini tanpa perlu ke bank, membuka deposito dapat dilakukan secara online lho. Dengan begitu, membuka deposito lebih mudah dan cepat.

Baca juga: Inflasi Bikin Harga Kebutuhan Naik, Ternyata Ini Lho Penyebabnya

3. Menginvestasikan uang di instrumen pasar modal

Cara mengatasi inflasi
Menginvestasikan uang di instrumen pasar modal (Twitter)

Cara mengatasi inflasi selanjutnya yang dapat kamu terapkan adalah berinvestasi. Di luar deposito, ada instrumen pasar modal yang boleh dijadikan pilihan investasi.

Di Indonesia beberapa instrumen pasar modal yang cukup populer sebagai pilihan investasi antara lain saham, surat utang (obligasi), dan reksa dana. Tiap-tiap instrumen berbeda-beda dalam memberikan keuntungan.

Saham memberi keuntungan yang berasal dari dividen dan capital gain. Dividen adalah keuntungan yang dibagikan perusahaan ke investor yang berasal dari keuntungan perusahaan. Sementara capital gain adalah keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual.

Lain dengan surat utang (obligasi) yang menawarkan keuntungan berupa bunga serta selisih harga jual dan beli (capital gain). 

Buat berinvestasi di surat utang, kamu bisa memilih Surat Berharga Negara (SBN) semisal Savings Bond Ritel (SBR) ataupun sukuk syariah dengan tawaran kupon (keuntungan) > 7 persen.

Sementara keuntungan yang diperoleh dari reksa dana kurang lebih sama dengan keuntungan saham. 

Dengan berinvestasi di reksa dana, kamu bisa memperoleh keuntungan dari capital gain dan dividen saham ataupun bunga obligasi. Pastinya nih keuntungan saham ataupun reksa dana lebih tinggi dibandingkan persentase inflasi.

Itulah informasi mengenai cara-cara mengatasi inflasi yang menjaga nilai kekayaanmu. Tinggal dipilih aja cara mana yang cocok dengan profilmu. 

Kalau cenderung suka cara aman, kamu bisa memilih tabungan, deposito, ataupun surat utang. Sementara kalau berani ambil risiko, kamu bisa memilih investasi saham ataupun reksa dana saham. (Editor: Chaerunnisa)