15 Cara Mengatur Keuangan Agar Gak Bokek di Tanggal Tua!

cara mengatur keuangan

Ada beragam cara mengatur keuangan pribadi yang dinilai cukup efektif. Namun, gak semuanya mampu mengaplikasikan cara ini karena satu dan lain hal.

Setiap orang tentu punya pengeluaran berbeda-beda. Ada yang harus menafkahi keluarga, bayar cicilan utang, dan ada juga yang 100 persen terbebas dari utang sekaligus gak punya tanggungan.

Kata “mengatur keuangan” sering kita tafsirkan sebagai aktivitas yang menekan gaya hidup. Bisa jadi jawabannya memang benar, tapi bukan berarti sama sekali kamu gak boleh piknik atau membeli sesuatu yang kamu inginkan lho.

Pada kesempatan kali ini, Lifepal bakal membocorkan deretan cara mengatur keuangan bulanan yang pas untuk karyawan kantoran atau yang baru menerima gaji pertama. 

1. Gunakan sistem anggaran 50/20/30

Cara mengatur keuangan ini berasal dari salah satu Senator di DPR Amerika Serikat, Elizabeth Warren.Metode ini juga terbilang cukup ringkas dan sederhana. Kamu hanya perlu menyediakan tiga pos keuangan saja.

50 diartikan sebagai 50 persen dari penghasilan bulananmu dialokasikan untuk kebutuhan pokok. Sebut saja seperti biaya makan, sewa kos-kosan, belanja bulanan, dan lainnya.

Sementara itu, 20 persen untuk tabungan dan investasi. Jangan pernah ganggu gugat 20 persen yang ini, kalau memang ingin banyak duit di masa depan. Dan 30 persen sisanya digunakan untuk hiburan. 

Jadi, contohnya untuk kamu yang memiliki gaji Rp5 juta: 

Gaji sebulan: Rp5 juta
Biaya Hidup 

50%

Hiburan 

30%

Tabungan 

10%

Investasi

10%

Dengan perhitungan alokasi anggaran di atas berarti:

Biaya hidup sehari-hari Rp5 juta x 50% = Rp2,5 juta. 

Hiburan Rp5 juta x 30% = Rp1,5 juta. 

Tabungan Rp5 juta x 10% = Rp500 ribu 

Investasi Rp5 juta x 10% = Rp500 ribu

Gimana menurutmu? Apakah cara ini cukup pas untuk kamu terapkan? 

2. Gunakan sistem anggaran 50/30/20

Jika sebelumnya 30 persen dari gajimu untuk hiburan, dengan sistem anggaran ini 30 persen dialokasikan untuk investasi dan menabung. 

Sistem anggaran ini memang pas buat mereka yang masih lajang dan memiliki gaji yang gak jauh dari UMR. 

Daripada pendapatan setiap bulan habis buat operasional sehari-hari atau nongkrong, maka prioritaskan 30 persen dari total penghasilan untuk menabung dan investasi. 20 persen investasi, dan 10 persen dana darurat.

Jadi, contohnya untuk kamu yang memiliki gaji Rp4 juta: 

Gaji sebulan: Rp4 juta
Biaya Hidup 

50%

Hiburan 

20%

Tabungan 

15%

Investasi

15%

Dengan perhitungan alokasi anggaran di atas berarti:

Biaya hidup sehari-hari Rp4 juta x 50% = Rp2 juta. 

Hiburan Rp4 juta x 30% = Rp1,3 juta. 

Tabungan Rp4 juta x 10% = Rp400 ribu 

Investasi Rp4 juta x 10% = Rp400 ribu

3. Gunakan sistem anggaran 60/20/20

Serupa dengan sistem anggaran sebelummnya, metode atur uang dengan budget 60/20/20 membagi pengeluaran menjadi 60 persen biaya sehari-hari, 20 persen tabungan atau investasi, dan 20 persen untuk hiburan.  

Cara mengatur keuangan dengan sistem anggara 60/20/20 ini memang sangat pas untuk diterapkan bagi mereka yang sedang punya cicilan atau utang. 

Jelas saja, porsi jatah budget lifestyle dan hiburan harus dipotong dan sisanya dialokasikan untuk pengeluaran yang sifatnya wajib.

Selain itu, metode mengatur keuangan ini juga pas banget diterapkan bagi mereka yang sudah berkeluarga dan punya anak. Berhubung banyak pengeluaran tak terduga, maka gak salah kok untuk mengurangi bujet lifestyle demi keuangan yang sehat. 

Jadi, contohnya untuk kamu yang memiliki gaji Rp6 juta: 

Gaji sebulan: Rp6 juta
Biaya Hidup 

60%

Hiburan 

20%

Tabungan 

10%

Investasi

10%

Dengan perhitungan alokasi anggaran di atas berarti:

Biaya hidup sehari-hari Rp6 juta x 50% = Rp3 juta. 

Hiburan Rp6 juta x 30% = Rp1,8 juta. 

Tabungan Rp6 juta x 10% = Rp600 ribu 

Investasi Rp6 juta x 10% = Rp600 ribu

4. Gunakan sistem anggaran 80/20

Sebagian orang masih kesulitan untuk mengalokasikan anggaran ke dalam tiga pos keuangan sekaligus. Jangan khawatir, coba gunakan sistem anggaran 80/20, yuk! 

Tentu saja cara mengatur keuangan ini sangatlah sederhana, di mana 80 persen digunakan untuk segala kebutuhanmu dan 20 persen untuk investasi dan tabungan. 

Jadi, pada dasarnya sistem anggaran ini sama dengan metode-metode sebelumnya. Hanya saja, tidak ada batas tertentu untuk pembagian biaya hidup dan hiburan. 

Namun, metode anggaran ini memerlukan kedisiplinan yang kuat ya! Kalau tidak, justru malah akan kesulitan menutupi biaya hidup sehari-hari. 

Jadi, contohnya untuk kamu yang memiliki gaji Rp8 juta: 

Gaji sebulan: Rp8 juta
Biaya Hidup & Hiburan

80%

Tabungan 

10%

Investasi

10%

Dengan perhitungan alokasi anggaran di atas berarti:

Biaya hidup sehari-hari Rp8 juta x 50% = Rp6,4 juta

Tabungan Rp8 juta x 10% = Rp800 ribu 

Investasi Rp8 juta x 10% = Rp800 ribu

5. Gunakan sistem zero budgeting 

Cara mengatur keuangan dengan sistem zero budgeting memang terdengar cukup aneh. Intinya, ketika kamu menerima gaji bulanan, harus langsung “menghabiskannya”. Kok dihabiskan, memangnya buat apa?

Pertama, jumlahkan pengeluaran rutinmu setiap bulan. Biaya makan, sewa kos, cicilan motor, bayar asuransi, transfer orangtua, dan lainnya, termasuk di antaranya adalah bujet nonton, traveling, dan biaya lifestyle lainnya.

Setelah semuanya ditotal, coba hitung selisih total pendapatan dan pengeluaranmu. Jika ada sisanya, segera “habiskan” saat itu juga.

Gimana cara menghabiskannya? Jawabannya adalah tabung di rekening terpisah untuk dana darurat, belikan saham, atau top-up reksa dana. 

Intinya adalah, uang yang kamu terima dalam sebulan harus habis untuk sektor yang produktif. Metode ini tentunya pas banget untuk diterapkan bagi mereka yang jumlah pendapatan per bulannya gak menentu, freelancer contohnya.

6. Gunakan sistem zero budgeting 

Strategi mengatur keuangan menggunakan amplop memang terkesan ketinggalan zaman. Namun, gak bisa dimungkiri cara mengatur keuangan ini paling mudah di antara yang lain.

Yang pertama kali perlu kamu lakukan adalah, membuat budgeting rutin tiap bulan. Bikin kategori, seperti halnya pengeluaran makan, transportasi, dan belanja mingguan. 

Kemudian, pisahkan uang pada masing-masing amplop dengan label pengeluaran yang sudah dibuat. Metode ini bikin kamu “dipaksa” menghemat uang yang sudah dialokasikan.

7. Bijak menggunakan kartu kredit 

Kartu kredit memang bisa menjadi solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang bersifat produktif. Misalnya, ketika handphone rusak dan menghambat pekerjaan, memenuhi kebutuhan peralatan kantor, dan lain sebagainya. 

Meski begitu, kita harus bijak dalam menggunakan kartu kredit jika gak ingin terlilit utang ya. Sebaiknya, hindari menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan konsumtif seperti beli jam tangan, sepatu, dan lain sejenisnya. 

Jika memang diharuskan menggunakan kartu kredit, cari suku bunga pinjaman bank yang rendah. Salah satu pilihan bank dengan suku bunga kredit yang rendah adalah Citibank. Lihat daftar suku bunga kredit dari bank lainnya di artikel Suku Bunga, Faktor yang Pengaruhi dan Cara Perhitungannya. 

8. Prioritaskan dana untuk melunasi utang

Buat kamu yang memiliki utang, sebaiknya alokasikan dana untuk pelunasannya sebagai prioritas setiap bulan. 

Misalnya, kurangi anggaran hiburan untuk melunasi utang tersebut. Atau cara lainnya, alokasikan anggaran k pos investasi untuk melunasi utang. 

Yang paling penting, hindari penggunaan kartu kredit atau pengajuan utang lainnya jika pinjaman yang sebelumnya belum terbayarkan, ya! Jangan sampai akhirnya terlilit utang dan seluruh perputaran keuangan akhirnya ikut terganggu. 

9. Investasi 

Nah, buat kamu yang tidak memiliki utang, yuk mulai berinvestasi sejak muda. Saat ini sudah ada begitu banyak pilihan investasi dengan risiko rendah dan cocok untuk pemula. Salah satunya adalah, reksa dana. 

Reksa dana menempatkan seluruh investasinya pada produk efek pasar uang. Karena itu, reksa dana menjadi pilihan investasi dengan risiko paling rendah, namun dengan potensi keuntungan yang juga terbatas, atau gak terlalu besar. 

Yuk, pelajari lebih lanjut soal investasi reksa dana di artikel Investasi Reksadana, Apa Itu, Kenapa Bagus buat Pemula?

10. Buat perencanaan di hari tua

Ini penting banget untuk memotivasi kamu tetap disiplin mengatur keuangan. Misalnya, coba bayangkan di usia 60 tahun, apakah kamu masih ingin aktif bekerja? Jika tidak, kamu harus mulai mempersiapkan dana pensiun dari sekarang. 

Bisa saja mengikuti bergantung pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) baik dari perusahaan atau asuransi jiwa. 

Cara lainnya adalah, memanfaatkan dana tabungan yang telah berjalan hingga saat ini. Artinya, dana tabunganmu gak bisa digunakan sama sekali baik untuk liburan, membeli kendaraan, dan kebutuhan lain. 

11. Buat daftar terperinci saat belanja bulanan atau mingguan 

cara mengatur keuangan

Sering kali ketika baru menerima gaji kita jadi lebih boros saat belanja bulanan. Untuk menghindari kebiasaan buruk ini coba catat secara terperinci kebutuhan rumah dalam sebulan.

Bahkan, jika ingin lebih berhemat, kamu juga bisa buat daftar menu masak setiap harinya. Setelah itu, tulis kebutuhan atau bahan makanan yang kamu butuhkan dalam sebulan atau seminggu. Contohnya, mengikuti template daftar belanja seperti gambar di atas. 

12. Manfaatkan transportasi umum 

Tahukah kamu kalau salah satu pengeluaran terbesar setiap bulannya adalah biaya transportasi. Bayangkan saja untuk biaya transportasi jika membawa kendaraan pribadi saja bisa memakan biaya hingga Rp1,1 juta. 

Lebih baik memanfaatkan transportasi umum. Selain lebih hemat, kenyamanan dan pilihan transportasi umum sekarang juga sudah mulai meningkat kok. 

Berikut ini perbandingan ketika menggunakan transportasi umum dan kendaraan pribadi 

Jenis transportasi umum Biaya yang dikeluarkan
Transjakarta Rp7 ribu (pulang-pergi) x 22 hari = Rp154 ribu. 
MRT
  • Rute dekat: Rp6 ribu (pulang pergi) x 22 hari = Rp132 ribu 
  • Rute jauh: Rp28 ribu (pulang pergi) x 22 hari = Rp616 ribu

 

Jenis kendaraan pribadi Biaya yang dikeluarkan*
Motor Rp15 ribu x 22 hari = Rp330 ribu.
Mobil Rp50 ribu x 22 hari = Rp1,1 juta 

*tergantung jarak yang ditempuh 

13. Miliki asuransi kesehatan 

Poin yang satu ini seringkali terlupakan banyak orang. Padahal, asuransi kesehatan bisa menjadi penyelamat finansial di kala kita sakit. 

Perlu kamu ketahui, biaya medis di Indonesia meningkat sebesar 11 persen setiap tahunnya. Artinya, jika di tahun ini biaya rawat inap tipes mencapai Rp2,1 juta, di tahun berikutnya menjadi Rp2.331.000. 

Biaya tadi hanya perkiraan jika sakit tipes, kebayang kan jika terkena risiko sakit yang lebih parah. Mengingat kita gak akan pernah tahu risiko kesehatan yang akan terjadi di masa mendatang. 

14. Lakukan evaluasi pengeluaran  

Setiap akhir bulan lakukan evaluasi pengeluaran. Misalnya, apakah dalam sebulan ini kamu sudah disiplin mengikuti anggaran yang telah dibuat. Jika belum, kira-kira pos keuangan apa yang perlu dimodifikasi.

Dari evaluasi tersebut, buat metode anggaran yang paling ideal untuk dirimu sendiri. Namun ingat, jangan lupa untuk alokasikan dana untuk investasi dan tabungan ya. Dengan begitu, perputaran keuanganmu dapat berjalan sehat. 

15. Gunakan jasa konsultasi keuangan 

Jasa konsultasi keuangan dapat sangat membantu mereka yang kesulitan mencari cara mengatur keuangan agar bisa merdeka secara finansial atau bahkan pensiun di usia muda. 

Sayangnya, jasa konsultasi keuangan ini biasanya gak murah bahkan memerlukan pengeluaran hingga jutaan rupiah. 

Nah, kabar baiknya Lifepal punya fitur financial checker yang bisa membantu kamu mendapatkan konsultasi keuangan dengan mudah secara online dan gratis. 

Yuk, manfaatkan Lifepal financial checker untuk capai impianmu merdeka secara finansial di usia muda! 

Itulah 12 cara mengatur keuangan yang cukup efektif untuk membuat keuanganmu sehat setiap bulannya. Silakan dipilih yang menurutmu paling pas, dan selamat mencoba! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →