Menghemat Pengeluaran Bulanan dengan Mudah dan Tepat

menyusun anggaran supaya hemat

Pengeluaran bulanan adalah biaya yang harus Anda keluarkan setiap bulan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan konsumsi, akomodasi, hingga transportasi. Agar pengeluaran tidak membengkak, ada beberapa cara untuk menghemat pengeluaran bulanan.

Kaidah ekonomi secara sederhana, jangan pernah besar pasak daripada tiang. Artinya, jangan sampai lebih besar pengeluaran daripada pemasukan. Oleh karena itu, Anda perlu mengatur pengeluaran bulanan agar tidak menghabiskan semua pendapatan atau penghasilan.

Berikut ini beberapa cara menghemat pengeluaran bulanan yang bisa Anda praktikkan dengan mudah:

  • Merencanakan pengeluaran bulanan.
  • Menyisihkan pendapatan di awal bulan.
  • Menggunakan rekening secara terpisah
  • Memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan.
  • Mencari barang dengan harga terbaik.
  • Mencatat semua pengeluaran.
  • Menghindari utang konsumtif.

1. Merencanakan pengeluaran bulanan

Merencanakan Pengeluaran Bulanan

Meskipun terlihat sepele, tetapi inilah yang menjadi pondasi untuk mengatur pengeluaran bulanan. Buatlah anggaran untuk kebutuhan selama satu bulan. Idealnya pengeluaran bulanan dialokasikan sebesar 40 sampai dengan 50 persen dari penghasilan.

Pastikan untuk mengatur pengeluaran bulanan sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan. Perketat anggaran belanja demi memenuhi standar ideal pengeluaran bulanan. Pastikan anggaran dialokasikan untuk memenuhi beberapa kebutuhan pokok terlebih dahulu.

2. Menyisihkan pendapatan di awal bulan

Menyisihkan pendapatan di awal bulan

Agar lebih mudah mengatur keuangan. Sisihkan pendapatan di awal bulan untuk proteksi, investasi, dan donasi. Alokasikan dengan bijak berapa persen yang hendak disisihkan di awal bulan.

Sebagai contoh, Anda bisa menyisihkan proteksi sebesar 10 persen dari pendapatan. Untuk donasi bisa diambil 5 persen dan untuk investasi bisa antara 10 sampai dengan 15 persen per bulan.

Alokasi ini jangan disisihkan di akhir bulan untuk menghindari penggunaan dana yang tidak efektif. Dengan mengalokasikan dana-dana tersebut di awal bulan, Anda bisa menjaga keseimbangan antara pengeluaran bulanan dan pendapatan.

3. Menggunakan rekening secara terpisah

Menggunakan rekening secara terpisah

Cara lain untuk mengatur pengeluaran bulanan adalah menggunakan rekening terpisah antara rekening yang digunakan untuk kebutuhan bulanan dan rekening lain yang digunakan untuk menyimpan tabungan atau dana lainnya.

Agar tidak perlu repot transfer, Anda bisa menggunakan fasilitas autodebet dari rekening pendapatan pada tanggal gajian. Dengan begitu, Anda sudah bisa mengetahui alokasi dana yang hanya bisa digunakan untuk belanja kebutuhan bulanan tanpa mengganggu dana lain yang sudah dialokasikan berdasarkan pos-posnya.

Beberapa orang bahkan membuat rekening penyimpanan yang tidak mudah diakses dengan berbagai fasilitas yang diberikan oleh bank. Misalnya, membuka rekening tanpa ATM ataupun akses Internet dan mobile banking. Sehingga, satu-satunya cara untuk mencairkan dana adalah dengan cara manual, datang langsung ke bank dengan menggunakan pengajuan slip penarikan.

Cara ini salah satu contoh penerapan pengaturan pengeluaran bulanan dengan tujuan agar pos penting tidak diganggu gugat untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu karena godaan promo, diskon, ataupun potongan harga.

4. Memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan

memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan

Prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan bukan keinginan sesaat. Keinginan biasanya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal dan gengsi. Misalnya jika handphone Anda punya masa pakai hingga 4 tahun, artinya Anda bisa bersabar tidak segera mengupgrade handphone lama ke handphone baru selama periode tersebut.

Membedakan kebutuhan dan keinginan sebenarnya cukup mudah. Kebutuhan adalah sesuatu hal yang tidak bisa ditunda. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang bisa Anda tunda dan Anda tetap bisa melanjutkan kehidupan secara normal tanpa barang yang Anda inginkan tersebut.

Contoh sederhana Anda membutuhkan makan. Artinya, Anda membutuhkan beras sebagai salah satu kebutuhan pemenuhan karbohidrat. Sebaliknya, Anda menginginkan kopi sebagai penyemangat. Namun, tanpa kopi, Anda masih tetap bisa bekerja dengan baik. Artinya Anda bisa menahan keinginan untuk ‘ngopi’ terlalu sering demi menghemat pengeluaran bulanan.

5. Mencari barang dengan harga terbaik

menghemat pengeluaran bulanan

Ketika Anda belanja jangan terlalu fokus pada harga murah. Tidak semua barang murah yang dijual memiliki kualitas yang baik.

Fokus pada kualitas barang dengan harga yang sepadan. Contoh kecil, jika Anda membeli kaus kaki seharga Rp10 ribu tapi masa pemakaiannya hanya satu bulan lebih baik Anda membeli kaus kaki seharga Rp50 ribu tapi masa pemakaiannya bisa sampai satu tahun.

Jika Anda sudah memahami kualitasnya, barulah Anda bisa mencari penjual dengan harga terbaik. Anda bisa membandingkan harga melalui toko online terlebih dahulu.

Harga mahal tetapi lebih efisien dan berkualitas jatuhnya akan jauh lebih murah dibandingkan dengan harga murah tapi kurang berkualitas sehingga pada nantinya Anda akan mengeluarkan uang lagi untuk membeli berulang kali produk yang sama.

6. Mencatat semua pengeluaran

mencatat semua pengeluaran bulanan

Mencatat pengeluaran setiap hari merupakan kebiasan yang baik untuk menghemat pengeluaran bulanan. Anda bisa mencatat dengan menggunakan buku harian khusus pengeluaran setiap malam sebelum tidur.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi khusus di handphone Anda untuk mencatat semua pengeluaran secara real time setiap Anda berbelanja atau mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhan.

Pada akhir bulan, Anda bisa mengumpulkan semua data pengeluaran harian dan menghitungnya apakah sudah sesuai dengan anggaran yang direncanakan atau justru melebihi anggaran.

Jika ternyata hasilnya belum memenuhi tujuan untuk menghemat pengeluaran bulanan, artinya Anda perlu menata ulang rencana pengeluaran Anda agar di bulan berikutnya bisa mencapai target yang sudah ditetapkan.

7. Menghindari utang konsumtif

Jika pakai kartu kredit, lakukan cara ini.

Pada dasarnya utang bukanlah sebuah hal yang tabu. Ada dua jenis utang, yaitu utang produktif dan utang konsumtif. Utang produktif akan memberikan keuntungan, sedangkan utang konsumtif justru tidak akan memberikan keuntungan selain habis dipergunakan.

Contoh sederhana utang konsumtif adalah membeli pakaian dengan menggunakan kartu kredit untuk dipakai sebagai pakaian sehari-hari. Berbeda jika pakaian tersebut untuk dijual kembali dengan berharap keuntungan. Margin keuntungan itulah yang bisa Anda dapatkan sebagai penghasilan tambahan dari utang.

Jadi, bersikaplah bijaksana dalam menggunakan utang. Apalagi saat ini sudah cukup banyak lembaga yang menawarkan pinjaman utang dengan syarat mudah.

Itulah beberapa cara untuk menghemat pengeluaran bulanan. Agar pengeluaran bulanan bisa dikontrol dengan ketat, langkah-langkah tersebut bisa Anda lakukan. Akan lebih baik lagi jika Anda sudah menentukan tujuan jangka panjang keuangan Anda seperti rencana membeli rumah, berinvestasi, dan lain sebagainya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →