3 Cara Nabung Uang buat DP Rumah yang Paling Cepat dan Aman

cara nabung dp rumah

Uang muka alias DP rumah memang sebaiknya dibayar secara tunai dalam jumlah yang “pas.” Namun apa jadinya jika kita sendiri kekurangan duit atau terpaksa mengorek tabungan dana darurat demi kepentingan yang satu ini?

Seperti dijelaskan di artikel sebelumnya, jangan sampai dana darurat ikut terkuras akibat ambisimu memiliki hunian.

Fasilitas cicil DP mungkin jadi solusi, tapi jika cicilan dp itu ada bunganya ya tentu sangat merugikan. Lantas gimana dengan DP 0 persen yang disediakan developer? Ini juga gak bijak, karena pokok utangmu akan sangat besar, alhasil kamu akan terus bayar cicilan hingga bertahun-tahun lamanya.

Nah sekiranya kamu punya rencana men-DP rumah, mungkin beberapa trik di bawah ini bisa kamu aplikasikan sejak jauh-jauh hari.

Baca juga: Kalau Gak Beli Sekarang, Milenial Gak Bakal Mampu Beli Rumah! Ini Alasannya

1. Tabung uangmu di reksadana pasar uang

nabung dp di reksa dana pasar uang
Tabung DP rumah di reksa dana pasar uang. (Pixabay)

Ketimbang uangmu disimpan di bank, mendingan simpan saja di reksadana pasar uang. Mengapa?

Karena bunga di tabungan itu sama sekali gak signifikan, belum lagi bakal dipotong biaya administrasi. Lain halnya jika kamu menyimpan uangmu di reksadana pasar uang.

Instrumen ini memang tepat untuk digunakan, lantaran reksadana pasar uang merupakan salah satu instrumen investasi dengan risiko kecil. Selain itu, keuntungannya pun ada yang mencapai 7 persen per tahun.

Lumayan dong kalau tabungan DP rumah kamu dialokasikan dulu ke sini. 

Baca juga: 5 Cara Mudah Berburu Rumah Murah di Pameran Properti

2. P2P lending dengan tenor singkat

nabung dp di p2p lending
Pilih P2P lending yang tenornya singkat. (Shutterstock)

Cara menabung dp rumah kedua adalah menaruh uangmu dengan menjadi pendana P2P lending. Namun, pilihlah platform pendanaan yang memiliki tenor singkat untuk masa jatuh temponya, dengan metode compounding interest (bunga bergulung). Mengapa demikian?

P2P lending seringkali menawarkan keuntungan imbal hasil yang sangat menarik, yaitu mencapai 20 persen dalam setahun. Sementara itu, mereka juga memiliki fitur bunga bergulung layaknya investasi deposito.

Dengan memilih tenor singkat, risiko pendanaan pun jadi relatif lebih kecil. Sementara itu, cuan hasil pendanaanmu bisa diinvestasikan ulang dengan memanfaatkan metode compound interest.

Jangan salah, P2P lending juga sering memberikan bonus pada pendana lho. Sebut saja seperti kupon imbal hasil + 1 persen, atau kupon investasi + Rp 500 ribu hingga Rp 10 jutaan!

Tapi, waspadalah untuk memilih investasi yang satu ini. Pilihlah platform yang sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keamanan (OJK), dan ketahui juga siapa pihak yang kamu danai, serta siapa investor dari platform P2P lending yang kamu tuju. 

Baca juga: Bingung Menikah Atau Punya Rumah Dulu, Ini Jawabannya!

3. Deposito di digital banking

nabung dp di digital banking
Buka deposito di digital bank. (Shutterstock)

Apa yang membedakan deposito di digital banking dan bank konvensional? Yang berbeda tentu saja adalah mekanismenya.

Deposito mungkin jadi opsi terakhir jika kamu gak setuju dengan poin pertama dan kedua. Mengapa? Karena deposito adalah investasi paling aman, meskipun untungnya cuma 5 persen.

Sementara itu, kenapa harus di digital banking? Jawabannya tentu saja karena bisa ditarik kapan saja, tanpa harus pusing dengan waktu jatuh tempo. 

Itulah tiga cara mengumpulkan DP rumah yang cukup efektif. Tentunya, uang DP itu akan makin cepat terkumpul jika kamu sepakat mengurangi jajan mewah dan nonton di bioskop, serta berpuasa traveling. 

Oh ya satu lagi nih. Jangan sekali-kali menabung uang DP tersebut dengan menggunakan instrumen reksadana campuran, reksadana saham, atau forex ya. Kenapa? Ya karena deretan investasi tersebut memiliki risiko yang tinggi. Apa jadinya nanti jika saat kita harus membayar DP, uang kita malah berkurang karena kondisi pasar kurang kondusif. (Editor: Ruben Setiawan)