Traktir Juga Perlu Strategi! Begini Cara Menyenangkan Kamu, Keluarga dan Teman

Begini lho cara traktir buat diri sendiri, teman dan keluarga

Traktir mentraktir bisa dibilang sudah menjadi hal yang tak bisa dilepaskan dari masyarakat Indonesia. Akan tetapi, kamu perlu tahu nih cara traktir yang benar biar dompet gak jebol

Karena segala kejadian di hidup kamu, ujung-ujungnya harus keluar uang untuk traktir. Benar gak? Misalnya saja saat ulang tahun, keluarga hingga teman-teman terdekat pasti minta untuk ditraktir. 

Gak cuma itu, saat kamu resign dari kantor pun, kamu harus mengeluarkan uang untuk traktir teman kantor sebagai pesta farewell.

Memang sih gak ada salahnya berbagi kebahagiaan dengan mentraktir orang-orang terdekat di hidup kamu, seperti keluarga dan juga teman-teman. Terlebih lagi saat kamu usai mengalami kejadian yang membahagiakan, seperti naik jabatan hingga dilamar kekasih.

Jika selama ini kamu hanya berfokus traktir keluarga dan teman-teman, tapi sadarkah kamu kalau kamu juga perlu lho mentraktir diri sendiri. Akan tetapi, traktir itu juga perlu strategi cerdik lho agar keuangan tidak amburadul.

Misalkan, setelah 10 tahun bekerja, Risa diangkat menjadi senior manager dan mengalami kenaikan gaji hingga 30 persen. Dari sebelumnya Rp 17 juta, menjadi Rp 22,1 juta.

Lalu, bagaimana cara traktir yang tepat buat diri sendiri, keluarga dan juga teman-teman terdekat. Tapi sebelumnya, kamu perlu ingat saat kamu naik gaji, berarti jumlah uang yang harus ditabung juga otomatis akan bertambah dong. Mending langsung simak aja yuk ulasannya di bawah ini.

Tips hemat ala Jepang, kakeibo

Cara menghemat nih gimana kamu mentraktir teman atau keluarga

Seorang penulis bernama Fumiko Chiba meluncurkan sebuah buku berjudul “Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money” yang menjelaskan bagaimana cara menabung yang efektif.

Gak main-main, buku tersebut merupakan hasil survey dan wawancara yang dilakukan Fumiko dengan para experts di dunia keuangan.

Teori tersebut menerangkan bahwa kamu perlu membuat catatan pemasukan dan pengeluaran secara detail, baik dalam bentuk harian, mingguan, bulanan atau tahunan.

Berikut beberapa tahap berhemat dengan teori Kakeibo:

1. Awal bulan

Saat awal bulan, kamu perlu mencatat semua pemasukan yang kemudian dikurangi dengan pengeluaran tetap. Seperti untuk bayar sewa rumah, cicilan kendaraan hingga biaya sekolah anak. Untuk besarannya itu yaitu 50 persen dari penghasilan.

Jika penghasilan Risa setiap bulan sebesar Rp 22,1 juta. Maka, Risa harus menyisihkan uangnya sekitar Rp 11.050.000.

Jadi, habis gajian, Risa harus segera memisahkan uang sebesar Rp 11.050.000 untuk membayar segala keperluan.

Karena sifatnya penting, sebaiknya kamu tidak menunda-nunda agar pembayaran tidak terlambat yang justru bikin pengeluaran kamu semakin membengkak karena harus bayar denda.

2. Menentukan jumlah tabungan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas kalau semakin tinggi penghasilan, maka semakin besar pula uang yang harus kamu tabung. Berikut perhitungannya:

Gaji per bulan Besaran menabung Total
Rp 17.000.000 20 persen Rp 3.400.000
Rp 22.100.000 20 persen Rp 4.420.000

Jika sebelum naik gaji, kamu menabung sebesar Rp 3,4 juta setiap bulan. Kini kamu harus menambah jumlah tabungan kamu menjadi Rp 4,42 juta per bulannya. Ingin digelontorkan 100 persen ke tabungan atau investasi, balik lagi ke profil risiko kamu ya.

Sisa uang yang dimiliki Risa

Berikut adalah perhitungan uang yang dimiliki Risa:

Pengeluaran tetap Rp 11.050.000
Tabungan Rp 4.420.000
Total Rp 15.470.000

Setiap bulan, Risa harus mengeluarkan uang sebesar Rp 15.470.000 untuk tabungan dan juga biaya kebutuhan sehari-hari. Berapa uang yang tersisa?

Gaji Rp 22.100.000
Pengeluaran bulanan Rp 15.470.000
Total Rp 6.630.000

Setelah mengeluarkan bujet untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan, Risa ternyata masih memiliki sisa uang sebesar Rp 6.630.000. Dari sisa uang tersebut, kamu bisa membagi ke beberapa pos keuangan. Salah satunya adalah traktir diri sendiri, keluarga dan juga teman-teman.

Etika traktir

Begini etika traktir teman dan keluarga

Risa berarti memiliki harus membagi sisa uang tersebut untuk beberapa kebutuhan lifestyle, termasuk traktir. Agar dompet gak kebobolan, maka ia harus membagi sisa uang tersebut dengan bijak. Jangan sampai demi membahagiakan orang lain, justru bikin kamu sengsara.

1. Traktir diri sendiri

Apa sih yang dimaksud dengan traktir diri sendiri? Ya, intinya membahagiakan diri sendiri, entah itu belanja, nongkrong ke kafe atau berlibur.

Kamu juga harus mematok bujet yang keluar setiap bulan. Kalau gak bisa-bisa seluruh uang terkuras habis. Karena memang gak bisa dipungkiri kalau kebutuhan gaya hidup yang paling bahaya.

Misalnya, kamu mematok di angka Rp 2 juta per bulan. Jika kamu sudah mengeluarkan uang Rp 1 juta untuk belanja. Maka, jatah nongkrong kamu harus dikurangi biar pengeluaran tidak meledak.

2. Traktir keluarga

Kamu bisa mengajak keluarga untuk makan di restoran atau berlibur ke tempat wisata. Gak perlu jauh-jauh, pergi ke daerah Puncak, Bogor juga sudah membuat keluarga bahagia kok.

Kamu bisa menambah bujet traktir keluarga jadi Rp 3 juta yang bisa digunakan untuk sewa villa di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Lagipula gak mungkin kan kamu sewa villa setiap bulan. 

Tapi gak ada salah mengajak keluarga berlibur, terlebih saat kamu tengah mengalami kejadian membahagiakan.

3. Traktir teman-teman

Ingat, bujet traktir gak boleh lebih dari Rp 6.630.000. Gak perlu gegayaan traktir teman-teman di restoran mahal yang bikin pengeluaran menggendut. Kamu bisa mengajak teman-temanmu ngopi atau makan di restoran all you can eat.

Misalnya, kamu mengajak empat sahabat dekat kamu makan di restoran all you can eat dengan harga per orang Rp 200 ribu. Maka, jumlah uang yang harus kamu keluarkan yaitu sebesar Rp 1.000.000.

Sisa uang dialokasikan ke reksa dana

Begini etika traktir teman dan keluarga

Jika ditotal, segini jumlah uang yang dikeluarkan Risa untuk traktir diri sendiri, keluarga dan juga teman-teman:

Traktir diri sendiri Rp 2.000.000
Traktir keluarga Rp 3.000.000
Traktir teman-teman Rp 1.000.000
Total Rp 6.000.000

Risa ternyata mengeluarkan uang sebesar Rp 6 juta untuk membahagiakan diri sendiri, sahabat dan keluarga. Maka, Risa masih memiliki bujet sekitar Rp 630 ribu (Rp 6.630.000 – Rp 6.000.000).

Sisa uang tersebut bisa dialokasikan ke instrumen reksa dana agar uang kamu semakin beranak pinak. Lagipula, gak mungkin kan kamu traktir teman-teman atau mengajak keluarga ke Puncak setiap bulan.

Nah, kamu bisa mengalihkan uang tersebut untuk beli investasi reksa dana maupun investasi emas ketimbang ludes setiap bulan hanya menopang kebutuhan gaya hidup. Semoga membantu! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)