Cari Uang Tambahan? Jangan Lakukan Hal Ini Jika Usiamu Nyaris Kepala 4

seorang ayah tengah berjalan dengan anaknya

Harga kebutuhan bahan pokok memang cenderung naik dari tahun ke tahun. Itu sebabnya meski gaji sudah masuk belasan juta, kita selalu dituntut cari uang tambahan.

Namun, perkara cari uang tambahan ini gak boleh asal-asalan. Karena setiap apa yang kita lakukan, pasti mengandung risiko.

Jika risikonya terlalu besar, bukan cuma uang kita saja yang hilang. Nasib keluarga kita pun jadi terancam di kemudian hari.

Berikut ini sejumlah cari cari uang tambahan yang kurang atau bahkan “dilarang” direkomendasikan bagi mereka yang berusia kepala empat, dan memiliki tanggungan. Yuk, simak ulasannya:

1. Trading forex

Trading forex

Banyak yang mendewakan forex alias foreign exchange lantaran aktivitas jual beli mata uang asing ini disinyalir bisa menghasilkan keuntungan dalam waktu cepat. 

Perdagangan ini juga gak repot, modalnya cuma uang dan ponsel. Keuntungan dan kerugian yang kamu dapat tentu saja berasal dari selisih nilai kurs yang diperjualbelikan di pasar.

Trading forex caranya mungkin gak jauh beda dengan trading saham yang mengandalkan analisa teknikal. 

Hanya saja, komoditasnya adalah mata uang, dan forex gak mengenal analisa fundamental layaknya kita menganalisa sebuah saham milik perusahaan. 

Naik turunnya nilai mata uang yang gak bisa terprediksi membuat forex gak cocok dijadikan cara cari uang tambahan. Terutama bagi kamu yang punya momongan dan berusia nyaris kepala empat. Kenapa? Kan gaji udah dua digit!

Dua digit sih dua digit, tapi trading seperti ini mengharuskanmu standby di depan layar monitor atau gadget dalam jangka waktu yang mungkin saja gak sebentar. Ini saja sudah menyita waktu bukan? Ujung-ujungnya, kerja di kantor gak akan bisa fokus dan produktif.

Ingat lho, aktivitas ini tujuannya adalah “mencari uang tambahan”. Penghasilan utama tetap saja adalah pekerjaan di kantor. 

Satu lagi, risiko forex juga cukup tinggi. Gak baik tentunya jika kita harus menanggung kerugian akibat kesalahan dalam trading, mereka yang usianya nyaris kepala empat tentu gak akan “selincah” yang masih 20 tahunan dalam urusan cari duit.

2. Ikutan MLM

Para peserta yang ikutan MLM

Gak ada yang salah sebenarnya dari bisnis multi level marketing alias MLM. Selama kamu memang benar-benar “menjual produk” dari perusahaan penyelenggara bisnis ini.

Misalnya, MLM suplemen, maka kamu benar-benar cari pelanggan untuk beli suplemennya. Bukan sibuk nyari orang yang mau bergabung di bisnis tersebut dan jadi downline-mu.

Bagi orang berpenghasilan belasan juta rupiah, membership MLM bukanlah suatu hal yang mahal. Apalagi dengan adanya iming-iming komisi member get member atau hadiah uang tunai, mobil mewah, atau paket liburan ke luar negeri.

Niatnya cari uang tambahan tapi ujung-ujungnya malah sibuk cari member demi dapat keuntungan. Itu sih bukan bisnis namanya. 

MLM juga rawan dengan praktik bisnis skema ponzi atau piramida. Hati-hati deh ya! 

3. Judi online

Judi online memakai laptop

Praktik yang satu ini dilarang Pemerintah Indonesia. Aturannya pun sudah ada dan tercantum di Pasal 27 UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ancaman pidananya mengerikan lho, penjara maksimal enam bulan atau denda hingga Rp 1 miliar!

Judi online itu cukup beragam, ada judi bola, poker, dan lain sebagainya. Situs-situs judi itu sendiri juga gak aman dan mengandung virus yang berbahaya buat laptopmu juga. 

4. Dagang mata uang kripto

Mata uang kripto

Forex trading kurang direkomendasikan karena risikonya yang sangat tinggi. Nah, kalau trading mata uang kripto, bukan cuma tinggi risiko namun juga berada di luar hukum.

Sampai saat ini, mata uang digital ini memang dilarang peredarannya sebagai alat transaksi oleh bank sentral atau Bank Indonesia. 

Pasalnya, uang digital atau kripto ini dinilai bisa mengganggu stabilitas keuangan negara dan berisiko tinggi mengalami bubble.

Belum lagi, selain rentan terhadap peretasan, uang digital ini juga rawan digunakan untuk tindak praktik kejahatan. Sebut saja seperti terorisme, dan lainnya. 

Itulah empat cara mendapatkan uang tambahan yang gak disarankan untuk mereka yang berusia nyaris kepala empat. 

Selain karena risikonya tinggi, beberapa di antaranya adalah ilegal. Apa kamu mau, suatu saat berurusan dengan pihak berwajib karena melakukan hal ini? Apa kabar anak dan istrimu nanti kalau kamu dibui.  

Nomor satu tentunya legal, tapi terlalu berisiko. Nomor dua, juga legal asal gak tipu-tipu. Tapi khusus nomor tiga dan empat adalah ilegal, serta dilarang oleh Pemerintah RI.

Cara terbaik mencari uang tambahan ya tentu saja dengan kerja sampingan sesuai dengan kemampuanmu. Atau jika sudah punya banyak uang, cobalah untuk membuka usaha kecil-kecilan terlebih dulu.

Jika laba bersih dari usaha itu bisa melebihi dua kali penghasilan bulananmu di kantor, maka resignlah dan fokus untuk membesarkan usaha tersebut. Banyak kok perusahaan top di dunia yang asal mulanya cuma bisnis sampingan. (Editor: Chaerunnisa)