Belajar Kerja Keras untuk Kaya Raya dari Malin Kundang si Anak Durhaka

Cerita malin kundang

Cerita Malin Kundang pasti sudah diketahui masyarakat Indonesia. Termasuk, kamu hafal gimana dongeng yang berkisah tentang anak durhaka ini. Sejak zaman SD, kisah Malin Kundang jadi salah satu dongeng Indonesia paling populer dan diingat.

Kisah turun-temurun dari Sumatera Barat ini menceritakan tokoh utama Malin Kundang yang merantau. Awalnya, Malin tinggal bersama sang bunda, namun kemudian berpikir merantau untuk membantu ibunya. Namun, di akhir cerita, Malin Kundang malah melupakan sang ibu.

Cerita mengenai anak durhaka itu ternyata menghadirkan pelajaran keuangan dan prinsip kesuksesan, lho!

Lupakan sejenak mengenai sikap Malin di akhir cerita, kisahnya buat meraih sukses layak jadi inspirasi buat banyak orang.

Yuk, simak dulu cerita Malin Kundang secara lengkap berikut ini. Gak ada salahnya kan sedikit flashback kisah yang sering diceritakan di bangku sekolah saat SD ini:

Merantau demi sukses

Cerita malin kundang
Cerita malin kundang

Alkisah di Sumatera Barat di bagian pesisir pantainya terdapat keluarga nelayan. Keluarga kecil tersebut terdiri atas sang ayah, ibu, dan putra mereka bernama Malin Kundang.

Karena kondisi keuangan yang sulit, sang ayah harus merantau ke negeri lain, namun sayangnya gak kembali.

Sang ibu pun harus jadi tulang punggung buat memenuhi kebutuhan keluarga. Dia mencari nafkah dengan cara berjualan di pasar. Sang putra, Malin Kundang, merupakan anak cerdas dan sayang pada ibunya. Dia sering membantu sang ibu buat berjualan di pasar.

Selain cerdas, Malin kadang sedikit nakal. Dia senang mengejar ayam dan memukul dengan sapu. Suatu hari Malin terjatuh karena tersandung batu yang bikin bekas luka pada lengannya. Bekas luka tersebut gak bisa hilang.

Beranjak dewasa, Malin gak tega melihat sang ibu terus-menerus bekerja buat memenuhi kebutuhan mereka. Terpikirlah Malin buat merantau ke negeri lain. Malin tertarik pada ajakan temannya yang adalah seorang nahkoda kapal dagang.

Awalnya, sang ibu menolak keputusan Malin Kundang tersebut. Namun, tekad Malin Kundang merantau dan berambisi menjadi orang kaya begitu kuat. Sang ibu pun melerai Malin Kundang.

Cerita Malin Kundang buat sampai ke negeri orang ternyata gak berjalan mulus. Kapal dagang yang dia tumpangi malah dirampok bajak laut.

Gak cuma dirampok aja tetapi awak kapal ikut dibunuh oleh bajak laut tersebut. Syukurlah, Malin Kundang dapat selamat dengan cara bersembunyi di ruang kecil tertutup kayu.

Kapal tersebut pun terdampar di pulau antah-berantah. Namun, terdamparnya Malin di pulau tersebutlah yang jadi cikal-bakal kesuksesannya. Pasalnya, pulau tersebut sangat subur. Di sana, Malin begitu gigih buat bekerja hingga akhirnya termasyur ke seluruh desa tersebut.

Kerja kerasnya di pulau tersebut memberikan hasil luar biasa. Cerita Malin Kundang pun berubah jadi bahagia. Dia jadi kaya raya dan bahkan bisa menikah dengan gadis cantik. Hingga akhirnya cerita kesuksesannya sampai ke desa sang ibu.

Namun, sayang di akhir cerita, seperti yang kita tahu Malin Kundang dikutuk jadi batu oleh sang ibu. Sebab, Malin Kundang gak mengakui ibunya.

Pelajaran kesuksesan dari cerita Malin Kundang

Malin Kundang
Malin Kundang

Terlepas dari sikap durhaka Malin Kundang di akhir cerita, ada beberapa pelajaran kesuksesan dari cerita Malin Kundang ini.

Kamu bisa meniru beberapa sikap Malin Kundang buat meraih kesuksesan.

1. Punya tujuan

Yap! Malin Kundang dari awal emang punya tujuan jelas saat pengin merantau. Dia pengin jadi orang kaya.

Tujuan ini penting karena kamu tahu langkah apa yang harus diambil demi mewujudkan apa yang pengin kamu capai. Jadi, setiap keputusan yang kamu ambil bakal kamu sesuaikan dengan tujuan tersebut.

2. Tekad dan take action

Punya tujuan aja tentu gak cukup. Gimana kamu bisa sampai ke tujuan tersebut, kalau kamu sendiri gak melakukan apapun. Nah, sikap Malin Kundang buat kekeuh dengan tujuannya tersebut bikin dia bisa meyakinkan sang ibu buat izinkan dia merantau.

Kamu pun bisa gitu. Kadang kala bisa jadi keputusan kamu gak didukung oleh sekitar kamu. Namun, hal tersebut bisa jadi bukan karena pilihan kamu tetapi kamu yang kurang meyakinkan. Oleh sebab itu, kamu harus bertekad penuh dan bisa meyakinkan. Selanjutnya, take action buat mencapai tujuan yang udah kamu bikin.

3. Punya koneksi

Dari cerita Malin Kundang ada salah satu poin yang sangat menarik. Malin Kundang bisa merantau karena dia tertarik pada tawaran temannya. Bahkan, dia bisa menumpang di kapal dagang temannya tersebut.

Nah, dari sini terlihat bahwa koneksi atau jaringan pertemanan sangatlah penting buat mendukung karier kamu.

4. Gak menyerah gitu aja

Sayangnya, perjalanan Malin Kundang buat sukses gak mulus. Kapal dagang yang dia tumpangi malah dirampok bajak laut.

Meski nyawanya hampir melayang dan dia terombang-ambing, Malin Kundang gak menyerah gitu aja. Sesampainya dia di pulang yang asing baginya ternyata gak bikin dia ciut. Justru di sana pula jadi titik balik Malin jadi orang kaya.

5. Bekerja keras

Nah, salah satu alasan yang bikin Malin Kundang berhasil jadi orang kaya sesuai tujuannya adalah kerja keras. Saat di pulau yang asing tersebut, Malin gak ciut gitu aja.

Di sana malah dia sangat ulet buat bekerja keras. Hingga bahkan dia bisa memperkerjakan orang lain. Kesuksesannya pun malah terdengar hingga ke berbagai desa. Tentu kerja kerasnya tersebut gak biasa-biasa sehingga dia bisa meraih posisi tersebut.

Dari cerita Malin Kundang ini, kamu bisa banget nih tiru kerja keras seorang Malin Kundang. Plus, tujuan hidup Malin Kundang yang jelas bisa menginspirasi kamu buat bikin target sejak awal kamu berkarier.

Terlepas dari dia malah gak mengakui ibunya, kesuksesan Malin Kundang buat merantau sangat inspiratif meskipun cuma ada dalam dongeng. Cerita Malin Kundang ini bisa jadi penyemangat buat kamu yang pengin berhasil jadi orang kaya. (Editor: Chaerunnisa)