Surat Keterangan Kerja, Bedanya dengan Paklaring [Plus Contoh]

surat keterangan kerja

Surat keterangan kerja menjadi salah satu syarat yang sering diminta dalam sejumlah urusan, mulai dari pendaftaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, perpajakan, hingga pengajuan pinjaman.

Dengan kata lain, urusan administratif bakal tersendat-sendat nantinya tanpa adanya surat keterangan kerja (SKK).

Orang yang berstatus sebagai penerima upah atau karyawan bisa mendapatkan surat ini dengan mengajukan permintaan ke perusahaan. Permintaan ini tentu saja wajib dipenuhi perusahaan karena meminta SKK menjadi hak karyawan.

Dengan kata lain, gak ada alasan bagi perusahaan menolak memberikan surat keterangan ini kepada karyawan. Mengingat keberadaan surat ini bersangkut paut dengan keperluan administratif yang wajib dipenuhi karyawan dalam banyak urusan.

Memangnya seperti apa sih contoh SKK yang diberikan perusahaan? Lebih jelasnya, kamu bisa cari tahu dalam ulasan berikut ini.

Apa itu surat keterangan kerja?

Surat keterangan kerja adalah surat pernyataan yang menerangkan bahwa seorang pekerja atau karyawan masih bekerja. 

Sebenarnya, gak ada definisi resmi mengenai surat tersebut. Namun, inti dari surat ini kurang lebih menyatakan status seorang karyawan atau pekerja masih aktif bekerja.

Menariknya nih dari segi hukum, keberadaan SKK ini diperkuat salah satu pasal yang termuat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). 

Pada Pasal 1602y, poin yang ditekankan adalah kewajiban perusahaan dalam memberi surat keterangan terkait pekerjaan karyawan, baik diminta maupun gak diminta.

Tips Lifepal! Dapatkan penghasilan hingga Rp30 juta per bulan dengan menjadi agen asuransi Lifepal.

Bagaimana kalau perusahaan menolak memberi SKK?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, gak ada alasan sebenarnya bagi perusahaan buat menolak permintaan SKK dari karyawan. Apalagi dalam Pasal 1602y di Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, tertulis jelas:

“Majikan yang menolak memberikan surat keterangan yang diminta, atau sengaja menuliskan keterangan yang tidak benar, atau memberikan suatu tanda pada surat keterangan yang dimaksud untuk memberikan suatu keterangan tentang buruh yang tidak termuat dalam kata-kata surat keterangan itu, atau memberikan kepada pihak ketiga keterangan-keterangan yang bertentangan dengan surat keterangan, bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi, baik terhadap buruh maupun terhadap pihak ketiga.”

Singkatnya, perusahaan atau pihak pemberi kerja harus bertanggung jawab atas kerugian yang diderita karyawan karena gak adanya surat tersebut. 

Seandainya, karyawan tetap gak menerima SKK karena alasan hal tersebut gak tercantum dalam kontrak kerja, karyawan tetap bisa meminta surat tersebut. Mengingat permintaan ini dijamin dalam Pasal 1602y di Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Tips Lifepal! Gaji yang tertera di slip gaji, bisa jadi itu gaji kotor, belum dipotong dengan pajak. Hitung langsung gaji bersihmu dengan Kalkulator Gaji Bersih dari Lifepal

Kegunaan-kegunaan surat keterangan kerja

SKK biasanya diminta sebagai syarat administratif yang harus dipenuhi. Bisa dibilang posisinya menjadi sangat penting agar sejumlah urusan bisa terselesaikan dengan baik. 

Lalu, apa saja kegunaan-kegunaan SKK?

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal
  • Menjadi syarat mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
  • Pengganti surat keterangan domisili dalam syarat pembukaan rekening bank.
  • Sebagai syarat dalam pembuatan Visa.
  • Menjadi syarat yang mesti dipenuhi buat mengajukan pinjaman ke bank.
  • Menjadi salah satu syarat pengajuan beasiswa
  • Sebagai dokumen pendukung dalam proses lamaran kerja 
  • Menjadi syarat pencairan dana asuransi dan jaminan hari tua BPJS Ketenagakerjaan 

Contoh surat keterangan kerja bahasa Inggris dan bahasa Indonesia

Berikut ini adalah sejumlah contoh SKK yang bisa kamu ikuti, baik isi maupun formatnya.

Contoh SKK bahasa Indonesia dan Inggris

SKK bahasa Indonesia dan Inggris

Contoh SKK bahasa Indonesia #1

SKK bahasa Indonesia 1

Contoh SKK bahasa Indonesia #2

SKK bahasa Indonesia 2

Contoh SKK bahasa Indonesia #3

SKK Bahasa Indonesia 3

Contoh SKK bahasa Inggris

SKK bahasa Inggris

Apakah beda format surat keterangan kerja untuk visa, bank, ataupun pengajuan KPR?

Hal ini tergantung pada ke mana surat keterangan itu ditujukan. Seorang karyawan yang sedang mengurus Visa sebaiknya menggunakan surat keterangan berbahasa Inggris.

Sementara seorang karyawan yang hendak mengajukan pinjaman atau KPR ke bank gak diharuskan menggunakan surat keterangan berbahasa Inggris. Cukup surat berbahasa Indonesia selama berasal dari perusahaan, hal tersebut udah memenuhi syarat yang diminta.

Namun, alangkah baiknya SKK dibuat dalam dua bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, dengan format sebagaimana yang telah dicontohkan di atas.

Dengan begitu, karyawan gak perlu khawatir apakah surat keterangannya udah memenuhi prosedur atau belum.

Contoh surat keterangan kerja untuk pembuatan visa 

[KOP PERUSAHAAN]

Jakarta, ……….. 2020

To:

Visa Section of

Embassy of —————-

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Jakarta

Dear Sir/Madam,

With this letter, I would like to inform you, I, the undersigned:

Name

Position

Certify that,

Name

Position

DOB

Working Since: 

Is planning to have vacation to ………., on ……….. until …………..

I acknowledge and guarantee that he/she is really an Employee in our company with average monthly THP is IDR…………. He/she will not seek any employment or permanent stay into your country, and will return to Indonesia soon after his/her holiday trip is completed. All kind of expenses during this trip will be fully covered by his/her personal account.

Kindly grant his/her the necessary entry visa to your country. Your kind assistance will be very highly appreciated.

Sincerely yours,

……………………………

Contoh surat keterangan kerja untuk KPR 

[KOP PERUSAHAAN]

[NAMA PERUSAHAAN]

[ALAMAT PERUSAHAAN]

[No. Telepon Perusahaan]

SURAT KETERANGAN KERJA

No: ……………….. 

Saya yang bertanda tangan dibawah ini

Nama           : …………………………….

Jabatan        : …………………………….

Dengan ini menerangkan bahwa:

Nama           : ………………………….

Alamat        : ………………………….

NIK             : ………………………….

Jabatan        : ……………………………

Dengan ini menerangkan bahwa saudara ……………. adalah benar-benar karyawan tetap kami yang bekerja di …………….. Yang bersangkutan sudah bekerja sejak ……….. hingga saat ini.

Surat keterangan kerja ini diterbitkan sebagai persyaratan pengurusan KPR. Semua hal yang berkaitan dengan pembayaran atas tagihan KPR menjadi tanggung jawab karyawan tersebut di atas.

Demikian surat keterangan kerja ini kami buat agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Hormat Kami

Nama Lengkap

Jabatan

Beda surat keterangan kerja, surat pengalaman kerja (paklaring), dan surat rekomendasi kerja

Cukup banyak yang salah mengartikan antara SKK, surat pengalaman kerja (paklaring), dan surat rekomendasi kerja. Kekeliruan ini tampak jelas begitu SKK dikatakan sama dengan surat pengalaman kerja.

Padahal, SKK yang dimaksud di sini berbeda dengan surat pengalaman kerja (paklaring). Penyebutannya aja udah berbeda. 

Surat pengalaman kerja (paklaring) adalah surat pernyataan yang menjelaskan seorang karyawan pernah bekerja dengan isi yang memuat posisi atau jabatan dan masa waktu bekerja. 

Sementara surat rekomendasi kerja adalah surat pernyataan dari perusahaan yang memuat detail posisi atau jabatan terakhir, masa waktu bekerja sekaligus penilaian terhadap seorang karyawan yang biasanya berasal dari atasan langsungnya.

Sama seperti surat keterangan masih aktif bekerja, baik surat pengalaman kerja (paklaring) maupun surat rekomendasi kerja, menjadi hak yang boleh diajukan karyawan ke perusahaan.

Khususnya surat pengalaman kerja (paklaring), surat ini sangat berguna dalam pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan.

Komponen-komponen yang perlu ada di surat keterangan kerja

Untuk membuat surat keterangan kerja yang benar, ada beberapa komponen yang perlu ada di dalamnya. Antara lain : 

  • Kop surat yang terdiri dari logo, nama perusahaan, alamat dan kontak perusahaan
  • Nomor surat dan perihal surat 
  • Keterangan tanggal yang disesuaikan dengan tanggap pembuatan surat kerja. Penempatan tanggal bisa di atas di bawah nomor surat dan perihal, atau bisa di bawah sebelum tanda tangan 
  • Keterangan identitas yang terdiri dari nama, jabatan, alamat dan nomor kontak atau email pimpinan perusahaan sebagai pemberi pernyataan. Penandatangan bisa juga dari pimpinan HRD. Semua disesuaikan dari kebijakan perusahaan. 
  • Keterangan penilaian dari pemberi pernyataan atas kinerja karyawan yang bersangkutan, serta alasan berhenti kerja (alasan bisa disesuaikan dengan kebutuhan). 
  • Tanda tangan pimpinan perusahaan sebagai pemberi pernyataan dan atau cap perusahaan sebagai tanda legalisir surat

Nah, itu tadi informasi mengenai surat keterangan kerja, bedanya dengan surat pengalaman kerja (paklaring) dan surat rekomendasi kerja, serta contohnya. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! 

Masih belum paham dan mau tahu lebih lanjut tentang karier hingga bisnis? Tanyakan langsung ke ahli di bidangnya melalui Tanya Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →