Contoh Surat Kuasa yang Benar Beserta Cara Membuatnya

kesepakatan bisnis

Surat kuasa itu ibarat kartu sakti yang bisa dipergunakan untuk mewakili seseorang dalam melakukan wewenangnya. Kadang sering dibutuhkan ketika hendak mengambil uang di bank, mengambil barang penting di instansi-instansi terkait, atau untuk memberikan kewenangan penuh untuk mewakili perusahaan. 

Tapi gak semudah itu memberikan kuasa kepada orang lain. Si pemberi kuasa harus memastikan diri dahulu bahwa ia memang tidak bisa melakukan wewenangnya, sehingga perlu perwakilan. Misalnya saja karena sakit, bepergian jauh, atau ada acara tertentu yang membuatnya gak bisa menjalankan wewenangnya sendiri. 

Lalu, pelimpahan kekuasaan itu biasanya diberikan kepada orang-orang yang benar-benar kenal dekat. Misalnya kepada saudara kandung, bawahan di perusahaan, atau kerabat dekat. Kalau ke orang yang baru dikenal, sangat berisiko disalahgunakan. 

Buat kamu yang bingung sama surat kuasa itu kayak apa bentuk dan cara buatnya, berikut ini kita kasih ulasannya. 

Apa itu surat kuasa? 

Pengertian dan tujuan dari surat kuasa sebenarnya telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer). Berarti surat ini bukanlah surat biasa, melainkan memiliki dasar hukum di dalam penertibannya. 

Seperti dikutip dari Hukum Online, ketentuan tentang surat yang satu ini tersirat di dalam Pasal 1792 KUHPer. Dalam pasal tersebut disebutkan kalau pemberian kuasa merupakan bentuk persetujuan untuk seseorang memberi kekuasaan kepada orang lain untuk melaksanakan sesuatu atas nama orang yang memberi kuasa. 

Lebih lanjut lagi, bila dilihat dari Pasal 1793, pemberian kuasa itu bisa melalui sebuah akta umum atau surat yang ditandatangani atau bahkan lisan. Itulah yang kemudian sering disebut sebagai surat kuasa. 

Jadi tujuannya adalah untuk melimpahkan wewenang dari si pemberi kuasa ke orang lain untuk tujuan-tujuan tertentu. Dipakainya ketika si pemberi kuasa sedang berhalangan, misalnya sedang sakit, atau sedang di luar kota. 

Contoh, misalnya kamu ada jadwal pengambilan dokumen penting di kantor polisi, tapi kemudian kamu jatuh sakit. Kondisi fisikmu tidak memungkinkan untuk berangkat sendiri kesana, jadi kamu memerlukan seseorang untuk menggantikan peranmu mengambil surat berharga itu, misalnya adik atau kakakmu. 

Nah tinggal berikan saja ke perwakilanmu itu, baik adik atau kakak sepucuk surat pelimpahan wewenang.

Format surat kuasa yang baik dan benar 

surat kontrak

Surat yang berisikan pelimpahan wewenang ini harus memiliki isi, maksud, tujuan, dan nama-nama yang bersangkutan secara jelas. Hal ini karena dilihat dari fungsi dan tujuannya yang sangat vital serta patut dipertanggungjawabkan. Belum lagi rawan disalahgunakan oleh orang-orang yang gak bertanggung jawab. Jadi nulisnya gak boleh asal-asalan. 

Tata cara penulisannya pun sebenarnya kita sudah sering diajarkan ketika duduk di bangku sekolahan. Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, beberapa guru sudah mengajarkan murid-muridnya untuk bisa membuat surat kuasa, selain membuat puisi, pantun, dan cerpen. 

Lantas bagaimana sih format penulisannya yang baik dan benar? 

Surat kuasa harus mencantumkan identitas pemberi kuasa dan penerima kuasa. Semua harus dituliskan dengan lengkap mulai dari nama, alamat, tempat tanggal lahir, nomor KTP/SIM. Jangan lupa pula tuliskan wewenang apa yang diberikan. 

Jangan lupa gunakan kalimat yang bermakna pendelegasian kekuasaan sebagai karakteristik utamanya yang membedakan dengan surat biasa, misalnya “dengan ini memberikan kuasa kepada”. 

Agar terhindar dari kesalahpahaman makna dan tujuan pembuatan surat, gunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh semua pihak terkait ya. 

Kemudian di bagian bawah buat kolom tanda tangan untuk di pemberi kuasa disertai materai 6.000 dan tanda tangan penerima kuasa. Supaya lebih jelas, berikut ini kita kasih contoh formatnya.

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan di bawah ini: 

Nama                           : ……

Tempat/Tgl. Lahir   : ……

Tanda Pengenal         : ……

Alamat                         : ……

 

Dengan ini memberikan kuasa kepada: 

Nama                         : ……

tempat/Tgl. Lahir   : ……

Tanda Pengenal       : ……

Alamat                       : ……

Untuk pengambilan paspor elektronik atas nama (pemberi kuasa) di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, DKI Jakarta. 

Demikian surat ini dibuat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. 

 

Jakarta, 2 September 2019

 

 

(TTD Penerima & Pemberi Kuasa dan meterai 6.000)

Itulah format yang paling umum dan biasa digunakan untuk surat jenis personal atau perorangan. Selain format, lebih penting lagi adalah pergunakan bahasa atau kata-kata yang baku dan mudah dimengerti semua orang. 

Jangan sampai bahasamu menimbulkan polemik atau bahkan multitafsir. Bisa-bisa surat tersebut malah gak diakui. 

Hal-hal yang wajib diperhatikan saat membuat surat kuasa

Surat Kuasa

Ada 5 poin yang perlu diterapkan agar surat kuasa kita tidak salah nih. Coba perhatikan apa saja poin-poin berikut.

  • Walau sebagian surat kuasa tidak mewajibkannya, lebih baik untuk mencantumkan tanggal pembuatan surat kuasa pada apa pun jenis surat kuasa yang digunakan.
  • Selalu ingat untuk membubuhkan tanda tangan dari kedua pihak, yaitu pemberi kuasa dan penerima kuasa di dalam surat kuasa terkait.
  • Jika kita menunjuk pengacara pribadi untuk membuat surat kuasa, maka tidak membutuhkan nomor surat. Kecuali, kita ingin membuat surat resmi, maka salah satu syaratnya adalah harus punya nomor surat.
  • Yang menjadikan surat kuasa menjadi sah dan resmi adalah pemberian cap dari lembaga hukum, perusahaan, atau instansi terkait.
  • Pemberian kuasa yang terkait dengan pengambilan/pembelian/penjualan atau pemindahan barang-barang berharga sebaiknya diserahkan kepada pihak keluarga terdekat. Misalnya kepada suami/istri, anak, saudara kandung, atau pihak tepercaya lainnya demi menghindari terjadinya penipuan.

Jenis-jenis surat kuasa yang paling umum digunakan

Surat pemberian kekuasaan ini dibagi menjadi tiga jenis, personal atau perseorangan, kedinasan, dan khusus atau istimewa. Masing-masing tentu memiliki tujuan yang berbeda-beda. 

Surat kuasa personal (perseorangan)

Kalau kasusnya untuk mengambil dokumen di kantor polisi kayak kasus di atas, maka kamu hanya perlu surat jenis ini. Bisa juga digunakan untuk pembayaran pajak, bayar listrik, dan lain-lain. 

Kedinasan 

Sementara surat kuasa kedinasan, digunakan dalam memberikan wewenang ke seseorang untuk menjadi perwakilan penuh atas suatu lembaga atau perusahaan. Misalnya, seorang Manajer Humas perusahaan X diberikan kuasa oleh perusahaan untuk mewakili direktur di pertemuan-pertemuan penting. 

Istimewa 

Beda lagi dengan surat kuasa istimewa, jenis surat yang satu ini biasanya diberikan kepada pengacara atau lembaga bantuan hukum, untuk menyelesaikan masalah hukum di pemberi kuasa.

Contoh surat kuasa untuk dijadikan referensi

pencabutan surat kuasa

Mari kita lihat satu demi satu contoh-contoh surat kuasa yang bisa dijadikan pedoman dan referensi kita yang ingin membuatnya.

Contoh surat kuasa perseorangan

Surat pemberian kuasa yang satu ini memiliki format yang singkat dan ringkas. Berikut ini contohnya.

Surat Kuasa

 

Yang bertanda tangan di bawah ini: 

Nama               : Abdullah 

TTL                  : Jakarta Selatan, 4 Juni 1977

Nomor KTP    : 51681209314985***

Alamat             : Komplek Sejahtera, Jakarta Selatan 

 

Dengan ini memberikan kuasa kepada:

Nama               : Tio Pakusadewata

TTL                  : Jakarta Selatan, 24 Juli 1978

Nomor KTP    : 61258764391283***

Alamat             : Komplek Sejahtera, Jakarta Selatan

 

Untuk mewakili pemberi kuasa (Abdullah) mengambil hasil ujian semester 4 di kantor jurusan Sosiologi Universitas Sukses Selamat. 

 

Demikian surat ini dibuat untuk dapat dipergunakan semestinya. 

 

Jakarta, 2 September 2015

Penerima Kuasa,                          Pemberi Kuasa,

 

Tio Pakusadewata                              Abdullah

Contoh surat kuasa kedinasan 

Untuk yang selanjutnya adalah contoh surat perwakilan untuk perusahaan atau yang biasa disebut surat kedinasan. Beda antara surat berjenis personal dan dinas adalah biasanya di atas surat terdapat kop atau logo perusahaan, beserta nomor surat. 

Selain itu, pembuatan surat pemberian kuasa dengan tujuan kedinasan, tidak diperlukan tanda tangan si penerima wewenang, cukup tanda-tangan dari pemberi kuasa, beserta dengan cap resmi perusahaan. Berikut ini contohnya.

(KOP/LOGO Perusahan PT Maju Terus)

Surat Kuasa

No: 010291840192/2019

 

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                       :  Rizky Antariksa

Nama perusahaan : PT. Maju Terus

Jabatan                    : Presiden Direktur 

Alamat                      : Jalan Sudirman, Jakarta

Nomor Telepon      : 08176-12337887

 

Memberikan kuasa kepada:

Nama                        : Ucok Masihmuda

No. KTP                     : 154298129890***

Jabatan                     : CEO

Alamat                      : Jalan Sudirman, Jakarta

 

Untuk menghadiri dan mewakili perusahaan dalam agenda penandatanganan kerja sama dengan PT Anti Bangkrut terkait pengadaan alat berat proyek pembangunan jalan di Jakarta.

 

Demikian surat ini dibuat, semoga bisa dipergunakan sebagaimana mestinya. 

 

Jakarta, 2 September  2019

Presiden Direktur Maju Terus 

 

(TTD dan Cap Perusahaan)

Rizky Antariksa

Contoh surat kuasa bank 

Surat Kuasa
Surat Kuasa Bank

Contoh surat kuasa tanah 

Surat Kuasa
Surat Kuasa Tanah

Contoh surat kuasa pengambilan dokumen 

Surat Kuasa
Surat Kuasa pengambilan dokumen

Apakah surat kuasa bisa dicabut di tengah proses pelaksanaannya?

surat kuasa

Jawabannya adalah bisa, yaitu dengan membuat surat pencabutan kuasa. Terdapat beberapa penyebab umum yang memicu pemberi kuasa untuk membatalkan surat kuasanya, misalnya:

  • Ada risiko pemalsuan surat kuasa.
  • Ada bukti penyalahgunaan surat kuasa.
  • Pemberi kuasa menemukan risiko kendala atau hambatan yang dapat mempersulit pelaksanaan tugas penerima kuasa.
  • Masa berlaku surat atau tugas penerima kuasa telah berakhir.

Penting untuk membuat surat pencabutan kuasa untuk menyatakannya secara resmi dan diberikan kepada penerima kuasa atau pihak-pihak terkait di dalam surat kuasa terdahulu.

Tindakan ini dinilai sangat krusial jika berkaitan dengan transaksi atau pemindahan barang berharga. Pada momen yang penting, pemberi kuasa dapat langsung memberikan surat pencabutan kuasa kepada pihak ketiga jika dirasa perlu untuk menghentikan proses pekerjaan secepatnya.

Terkecuali jika pada surat kuasa sudah terdapat penentuan tanggal atau muatan pekerjaan sebagai masa kedaluwarsa atau tanda pengakhirannya. Dengan begitu, semua pihak terkait pun dapat langsung mengenali batas waktu surat kuasa tersebut.

Dalam membuat surat pencabutan kuasa, pihak pemberi kuasa tidak membutuhkan otorisasi atau persetujuan dari siapa pun.

Contoh surat pencabutan kuasa

Ada beberapa contoh surat pencabutan kuasa mendasar sebagai berikut.

Surat pencabutan kuasa atas wewenang kepada orang lain

PENCABUTAN SURAT KUASA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                    : ……

Kedudukan           : ……

No. KTP                 : ……

Alamat rumah      : ……

 

Dengan ini menjelaskan bahwa pada tanggal 11 November 2001 mencabut Surat Kekuatan yang diberikan kepada:

Nama                    : ……

Kedudukan          : ……

Nomor KTP          : ……

Alamat rumah      : ……

 

Dengan adanya pencabutan Surat Kuasa, maka Surat Kuasa terkait sebelumnya menjadi tidak sah dan tidak bisa digunakan lagi.

Sekian pencabutan Surat Kuasa ini dibuat dan digunakan dengan kesadaran yang sehat dan tanpa syarat atau paksaan dari pihak lain mana pun.

 

Serang, 11 November 2001

 

(_________________)

Surat pencabutan kuasa atas penggunaan kartu kredit bank oleh instansi swasta

SURAT PERNYATAAN PENCABUTAN KUASA

PEMBAYARAN PREMI ASURANSI

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama pemegang polis                      : ……

Nama pemegang kartu kredit         : ……

Nomor kartu kredit                           : ……

Nama Bank penerbit kartu kredit : ……

Masa berlaku kartu kredit               : ……

 

Dengan ini, Pemilik Kartu Kredit mencabut kuasa pendebetan kartu kredit yang diserahkan kepada PT Asuransi Indonesia Merdeka Selamanya untuk pembayaran premi asuransi untuk seluruh karyawan di perusahaan PT Semua Sehat Selalu.

Berkaitan dengan pencabutan Surat Kuasa yang dimaksud, maka Pemilik Kartu Kredit membebaskan PT Asuransi Indonesia Merdeka Selamanya dari segala bentuk tuntutan atau gugatan hukum dari pihak mana saja di kemudian hari.

Sekian Surat Pernyataan Pencabutan Kuasa ini dibuat dan diberlakukan secepatnya dengan sebenar-benarnya.

 

Yogyakarta, 11 Desember 2001

 

TTD Pemilik Kartu Kartu & Pemegang Polis

Itu dia contoh-contoh surat kuasa yang bisa dijadikan referensi saat ingin membuatnya. Tentunya masih banyak contoh-contoh surat kuasa lainnya sesuai dengan fungsinya masing-masing, seperti:

  • Surat Kuasa (Kosong)
  • Surat Kuasa Biasa
  • Surat Kuasa Umum
  • Surat Kuasa Khusus
  • Surat Kuasa Pembuktian Kualifikasi
  • Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank
  • Surat Kuasa Pengambilan Barang
  • Surat Kuasa Pengambilan Ijazah
  • Surat Kuasa Pengambilan Gaji
  • Surat Kuasa Khusus Pidana
  • Surat Kuasa Mediasi
  • Surat Kuasa Ahli Waris
  • Surat Kuasa Menjual Tanah
  • Surat Kuasa Tanah

Apa pun surat kuasa yang dibuat perlu diingat, pergunakan kata-kata dan bahasa yang mudah dimengerti banyak orang. Selain itu, jangan sembarangan pula memberikan kuasa ke orang-orang atau instansi yang masih asing atau baru kita kenal. Lebih baik ke kerabat terdekat, keluarga, atau rekan kerja yang sudah bekerja bersama bertahun-tahun.