Perang Dagang AS-China Memanas, Ini Komoditas Tanah Air yang Berpotensi Untung dan Rugi

Perang Dagang

Isu perang dagang antara Amerika Serikat dan China tampaknya bakal menjadi topik yang hangat dibicarakan selama presiden Donald Trump memimpin Negeri Paman Sam. Sikapnya yang kontroversial kadang mengundang banyak perhatian masyarakat dunia.

Salah satu kebijakan yang berdampak luas ke negara seluruh dunia adalah diterapkannya tarif yang tergolong besar terhadap setiap produk China yang masuk ke Amerika Serikat. Bahkan pada awal September 2019 ini tarif tersebut mendapat tambahan dari pihak AS.

Kenaikkannya tarifnya lumayan tinggi yakni mencapai 15 persen dari total US$ 125 miliar produk impor China yang masuk ke wilayah negara Adikuasa tersebut. Beberapa produk yang masuk dalam hitungan tersebut adalah smart speaker, bluetooth headphone dan sepatu.

Sebagai aksi balasan pemerintahan presiden Xi Jinping juga bakal menambahkan tarif tambahan hingga 10 persen sampai akhir tahun kepada US$ 75 miliar produk Amerika Serikat yang masuk ke pasar China, mengutip dari The Guardian.

Salah satu pihak yang merasakan efeknya adalah dunia ekonomi serta pasar modal Tanah Air. Penasaran seberapa besar dampak perang dagang AS dan China? Yuk kita lihat ulasan lengkapnya berikut ini.

Keputusan The FED saat perang dagang terjadi bisa memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia

Perang Dagang
The Fed (Shutterstock).

Langkah yang dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat yakni The FED beberapa waktu lalu ternyata bisa menjadi momen yang tepat untuk perekonomian Indonesia untuk tumbuh.

“Untuk jangka yang lebih panjang perang dagang ini menawarkan kesempatan. Dengan cara The FED akan dipaksa untuk menurunkan tingkat suku bunga,” terang Rivan Kurniawan pengamat pasar modal ketika menghadiri event Lifepal Stock Opname 2019 Bull vs Bear di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan tanggal 30 Agustus 2019.

Dengan begitu Bank Indonesia memiliki keleluasaan lebih untuk ikut menurunkan suku bunganya yang diharapkan nantinya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Seperti yang diketahui The FED menurunkan suku bunga AS dari 2,25 persen ke angka 2 persen pada akhir Juli 2019.

Satu irama dengan The FED, Bank Indonesia juga menurunkan suku bunga dari 5,75 persen menjadi 5,5 persen pada akhir Agustus 2019 lalu. Namun efeknya masih belum terasa karena bakal dirasakan dalam jangka panjang.

Dampak perang dagang AS – China lebih terasa secara psikologis

Perang Dagang
Dampak dari perang dagang dunia (Shutterstock).

Dibandingkan dirasakan langsung oleh perekonomian Indonesia, perseteruan antara Donald Trump dan Xi Jinping justru lebih terasa secara psikologis bagi para investor di pasar modal.

“Kalau saya lihat dampak secara langsung ada tapi gak signifikan. Nah, efek yang lebih besar itu sebenarnya dampak psikologis dimana kita udah bertahun-tahun didominasi oleh investor asing. Sehingga ketika ada isu seperti perang dagang seperti ini bisa mempengaruhi pasar modal kita. Jadi orang akan panic selling,” tambah Rivan.

Bila udah terjadi panic selling tentu harga beberapa saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia akan turun.

Komoditas yang kemungkinan bakal diuntungkan dan dirugikan

Perang Dagang
Komoditas (Shutterstock).

Setiap kebijakan yang dibuat oleh sebuah pemerintahan tentu memiliki dampak positif dan negatif yang bakal dirasakan semua pihak. Momen perang dagang Amerika Serikat dan China ini juga memiliki dampak positif dan negatif di beberapa komoditas.

Dimulai dari yang bisa diuntungkan antara lain adalah industri ban Tanah Air. Selama ini Amerika Serikat banyak mengimpor ban atau bahan karet dari Negeri Tirai Bambu. Tapi dengan pemberlakukan tarif impor yang baru maka mau gak mau pelaku industri di AS harus mencari alternatif lain, salah satunya Indonesia.

Sedangkan untuk yang berpotensi dirugikan adalah industri batu bara dimana harganya turun signifikan dari  US$ 120 per metrik ton pada bulan Juni sampai Juli tahun 2018 dan sekarang pada awal September 2019 udah turun di kisaran US$ 70 per metrik ton.

Nah itulah sedikit informasi tentang pengaruh perang dagang Amerika Serikat dengan China terhadap perekonomian Indonesia.(Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →