Dana BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan Online, Ini 7 Langkahnya

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan semakin mengikuti perkembangan teknologi, salah  satunya adalah dapat melakukan pencairan dana lewat online. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat untuk melakukan klaim tanpa perlu ngantri panjang seperti jaman dulu. 

Gak hanya itu aja, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 September 2015 menyebutkan,

Bahwa saldo JHT (Jaminan Hari Tua) bisa diambil mulai 10 persen, 30 persen, hingga 100 persen tanpa harus menunggu usia 10 tahun kepesertaan atau usia minimal 56 tahun.

[Baca: Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Belum Jamin Bebas Finansial di Usia Pensiun]

Namun tentu saja untuk ketentuan pencairan dana BPJS 10 persen dan 30 persen ada ketentuan masing-masing.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

proses pencairan bpjs ketenagakerjaan

Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan sekarang sudah bisa dilakukan secara online, yaitu dengan mengakses situs https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim/.

Dan sejak merebaknya pandemi Covid-19, BJPS meluncurkan Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik) sebagai alternatif untuk mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan. 

Kedua cara di atas sama saja, namun tidak ada salahnya jika mengikuti prosedur pengajuan klaim yang terbaru. Meskipun begitu, agar lebih jelas Lifepal akan bahas keduanya di bawah, Jadi, teruskan membaca, ya. 

Seperti disebutkan diatas, dana BPJS Ketenagakerjaan dapat dicairkan dengan tiga skema, yaitu 10, 30 dan 100 persen. Namun ketiga cara tersebut memiliki syarat yang berbeda. 

Simak syarat pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan di bawah ini. 

Syarat mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan 10 dan 30 persen dari saldo JHT

  1. Pencairan saldo 10 persen hanya untuk dana persiapan pensiun. Sementara pencairan dana 30 persen hanya untuk pembiayaan perumahan.
  2. Peserta hanya bisa mencairkan saldo 10 persen saja, atau 30 persen saja (tidak bisa keduanya).
  3. Belum berusia 56 tahun.
  4. Peserta masih bekerja.
  5. Perusahaan rutin membayarkan iuran.
  6. Pengambilan saldo tidak bisa diwakilkan kecuali peserta meninggal dunia.

Nah, jadi meski bisa dicairkan sebagian, peserta tidak bisa mencairkan dana untuk keperluan macam-macam. Karena, bagaimanapun juga tujuan adanya JHT untuk membantu masa pensiun peserta. Jadi, tidak boleh digunakan untuk sembarang keperluan. 

Syarat mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan 100 persen saldo sebagai berikut.

  1. Karyawan sudah tidak lagi bekerja di perusahaan (non-aktif), dengan alasan pensiun, cacat total, PHK, atau mengundurkan diri.
  2. Sudah masuk waktu minimal 1 bulan sejak tanggal dinyatakan nonaktif.
  3. Pencairan dana tidak boleh diwakilkan.
  4. Telah mencapai usia 56 tahun.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan online

Selain untuk mempercepat dan mempermudah proses pencairan, pengajuan pencairan dana BPJS sekarang sudah bisa dilakukan secara online. 

Terlebih guna mendukung program pemerintah selama pandemi Covid-19 ini, dan dengan besarnya gelombang PHK, BPJS Ketenagakerjaan telah menaikkan kapasitas layanan hingga 2500 per hari (dilansir dari money.kompas.com). 

Selama pandemi Covid-19, peserta dapat menggunakan fitur Lapak Asik untuk mengajukan pencairan dana JHT. 

Kelebihan dari Lapak Asik ini, peserta dapat memilih untuk mengajukan klaim di kantor cabang terdekat.

Klaim dana BPJS Ketenagakerjaan sebetulnya dapat dilakukan di semua cabang BPJS. Tapi sangat disarankan untuk mendaftar di kantor cabang terdekat agar jika dibutuhkan verifikasi terkait data peserta, peserta dapat hadir secara fisik di kantor BPJS.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan melalui Lapak Asik

Berikut ini cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan untuk 10 dan 30 persen saldo.

  1. Persiapan semua dokumen yang dibutuhkan, seperti:
  • Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi 1 lembar. 
  • KTP asli dan salinannya.
  • Buku rekening atas nama peserta asli dan fotokopi.
  • Surat keterangan dari perusahaan bahwa peserta masih bekerja, dan dalam surat keterangan tersebut dijelaskan jika keberadaan surat keterangan adalah untuk pengajuan klaim JHT 10 persen guna persiapan pensiun.
  • Menyertakan dokumen perumahan untuk pengajuan klaim JHT 30 persen, yang terdiri dari tanda terima booking fee, standing instruction (surat perintah kepada bank untuk melakukan transfer dana rutin), SP3K, dan akad kredit dari perbankan.
  • Form pengajuan JHT (F5) yang telah diisi lengkap.
  • Foto peserta terbaru.
  • Jika saldo kamu lebih dari Rp50 juta, maka kamu wajib melampirkan NPWP juga, siapkan kartu NPWP asli dan fotokopi.

Scan semua dokumen di atas dan simpan dalam format file .jpeg, .jpg, .bmp. Atau .pdf.

  1. Buka situs antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id atau klik menu “Antrian Online” yang ada pada aplikasi BPJSTKu.
  2. Setelah mendapat nomor antrian, tutup jendela nomor antrian dan isi data sesuai yang tertera pada layar. Sebelum memilih menu “Simpan”, gulung layar ke bawah, dan download form untuk pengajuan JHT.
  3. Isi form dengan lengkap dan ikuti semua petunjuk yang tertera pada layar, sampai mendapat kode verifikasi atau PIN yang dikirim via SMS atau e-mail. 
  4. Setelah memasukkan PIN verifikasi, biasanya akan diikuti permintaan memasukkan data rekening bank (nomor rekening, nama bank, nama pemilik rekening).
  5. Unggah file dokumen sesuai petunjuk yang diberikan. 

Proses pencairan dana ini kadang terkendala karena hal-hal kecil yang kadang tidak kita sadari. Terus membaca artikel ini, Lifepal akan berikan alasan mengapa dokumen kamu ditolak dan perlu verifikasi fisik. 

[Baca: Tiap Bulan Bayar Iuran Kan? Ini Cara Mengecek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan]

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan online melalui sistem e-Klaim

Cara yang kedua dengan melalui situs https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim/.

1. Buka website

BPJS Ketenagakerjaan
Buka Website (sepulsa)

Langkah pertama cara klaim BPJS Ketenagakerjaan adalah dengan membuka website BPJS Ketenagakerjaan dan lakukan pendaftaran online e-klaim di https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim/.

2. Isi data diri

BPJS Ketenagakerjaan
Isi Data Diri (lapor)

Setelah kamu membuka website di atas, lengkapilah data diri kamu seperti:

  • No e-KTP.
  • Nama lengkap.
  • Tanggal lahir.
  • Nomor Kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  • Alasan klaim, kamu bisa memilih menu drop down yang tersedia.
  • No ponsel, kamu akan mendapatkan kode verifikasi atau PIN.
  • Alamat email, kamu akan mendapatkan kode verifikasi atau PIN.

3. Masukkan kode verifikasi atau PIN

BPJS Ketenagakerjaan
Masukkan Kode Verifikasi atau PIN (abuazmashare)

Setelah kamu mengisi data diri dengan lengkap. Kamu akan diminta untuk memilih kantor cabang BPJS dan sebaiknya pilih yang dekat dengan kediamanmu.

Kemudian kamu akan diminta untuk mengisi beberapa kolom hingga selesai untuk mendapatkan kode verifikasi atau PIN yang akan dikirimkan melalui alamat e-mail atau SMS.

4. Masukkan nomor rekening

Setelah kamu mendapatkan nomor verifikasi dan PIN, silahkan log in dan lengkapi lagi data diri kamu. Namun kali ini kamu akan diminta untuk memasukkan nomor rekening, nama pemilik rekening dan banknya.

5. Unggah dokumen

BPJS Ketenagakerjaan
Unggah Dokumen (slideplayer)

Usai melengkapi data diri, kamu akan diminta untuk mengunggah dokumen-dokumen penting yang sebelumnya sudah dipindai. Dokumen yang harus kamu persiapkan antara lain:

  • Fotocopy dan Asli KTP.
  • Fotocopy dan Asli kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan/Kartu JAMSOSTEK.
  • Fotocopy dan Asli Kartu Keluarga (KK).
  • Fotocopy dan Asli Paklaring (surat keterangan berhenti bekerja).
  • Fotocopy dan Asli buku tabungan bank.

Buatlah format scan dokumen tersebut dalam bentuk .jpeg, .jpg, .png, .bmp, atau .pdf agar bisa dilampirkan dalam formulir online dengan minimal size 100KB dan maksimal 1,8MB.

Lalu, bagaimana jika surat paklaring tidak ada karena perusahaannya sudah tutup atau tidak kooperatif alias malas berurusan dengan ex karyawannnya lagi?

Jika kamu mengalami kondisi seperti itu, maka solusinya adalah dengan membuat paklaring sendiri di dinas tenaga kerja (disnaker) yang berada satu lokasi dengan perusahaanmu.

Namun, data dan tanggal kamu keluar harus sama dengan yang sudah tercatat di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Jika berbeda, maka pengajuan klaim kamu bisa ditolak.

6. Menunggu konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan
Menunggu Konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan (sarahmulyana)

Jika semua data sudah lengkap dan benar, maka kamu akan mendapatkan pemberitahuan lewat email bahwa data kamu telah berhasil direkam dan menunggu proses persetujuan.

Untuk proses verifikasi, umumnya membutuhkan waktu 1 x 24 jam. Cetak email pemberitahuan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan. Setelah itu, kamu bisa datang ke kantor cabang yang sudah kamu pilih di awal sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

Jangan lupa untuk membawa email pemberitahuan yang sudah dicetak serta beberapa dokumen yang dibutuhkan, asli dan juga salinannya.

7. Proses transfer saldo di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan

Tunjukkan dokumen serta email konfirmasi yang sudah kamu cetak ke petugas untuk segera diproses.

Karena kamu melalui jalur online, antreannya pun gak akan terlalu panjang dibanding dengan yang klaim secara manual.

Setelah diperiksa oleh petugas, kamu tinggal menunggu dana BPJS Ketenagakerjaan masuk ke rekeningmu. Umumnya transfer saldo membutuhkan waktu hingga 10 hari kerja. 

Tips mencairkan BPJS Ketenagakerjaan online supaya lancar

Kadang proses verifikasi tidak lolos atau pencairan dana lebih lama terjadi karena kesalahan-kesalahan kecil. Berikut ini ada tips agar proses verifikasi berjalan lebih cepat. 

  1. Saat mengirim email dokumen, pastikan format Subjek email ditulis dengan benar.
  2. Jangan upload foto lama, lebih baik gunakan foto selfie terbaru.
  3. Pastikan email, nomor WA, no telepon yang dicantumkan dalam formulir atau permohonan klaim adalah alamat email dan nomor kontak yang aktif.
  4. Jika verifikasi gagal dan minta upload ulang dokumen, usahakan dokumen yang wajib diulang tersebut kamu unggah sebelum jam 2 siang, dalam kurun waktu maksimal 24 jam setelah video call. 

Jika semua usaha sudah kamu lakukan dengan benar, tetapi tetap gagal verifikasi, kamu tidak perlu khawatir dana JHT kamu hilang. Cukup ambil antrean nomor lagi dan lakukan semua prosedur di atas sekali lagi. 

Nah, itu dia tujuh langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan hingga masuk ke rekeningmu. Menurut kamu, apakah cara klaim BPJS Ketenagakerjaan di atas tergolong mudah?

Yuk, cari tahu informasi yang lebih lengkap lagi mengenai BPJS Ketenagakerjaan cuma di Lifepal.

[Baca: Gini Caranya Dapat Pinjaman Rp 500 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan untuk Beli Rumah]