Jumlah Dana Darurat yang Ideal dan Cara Mengumpulkannya

dana darurat

Dana darurat adalah salah satu pos wajib dalam keuangan seseorang. Pasalnya, dana darurat sangat penting dan akan menjadi sumber dana dalam kondisi tak terduga, seperti bencana banjir maupun pandemi COVID-19 seperti yang terjadi saat ini. 

Meski telah memiliki anggaran keuangan yang tepat, akan ada kondisi tertentu di mana kamu membutuhkan sejumlah dana di luar anggaran atau emergency fund.

Apa itu dana darurat?

Dana darurat adalah sejumlah dana yang secara khusus akan digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi yang tidak diinginkan dalam keseharian. Ketika kamu memiliki emergency fund, maka akan membantu seseorang menghadapi kondisi tak terduga seperti biaya hidup selama mencari pekerjaan baru setelah di-PHK, biaya pengobatan, biaya perbaikan rumah akibat musibah banjir atau kebakaran, biaya perawatan pascakecelakaan, dan kondisi lain.

Menurut Financial Planner Metta Anggriani CFP, dana satu ini akan bermanfaat untuk digunakan masyarakat yang terdampak bencana. Salah satunya, banjir.  

“Dalam hal keuangan, salah satu cara me-manage risiko ketidakpastian adalah menyiapkan dana darurat. Emergency Fund ini adalah tabungan yang disiapkan khusus bila terjadi keadaan darurat yang mungkin membutuhkan cash cukup besar seperti musibah, sakit, kehilangan pekerjaan,” buka Metta.

Fungsi dana darurat

Melihat pengertian dana darurat tersebut, tentu kamu sudah bisa menyimpulkan kalau emergency fund ini punya banyak manfaat. Pengaturan emergency fund untuk COVID-19 juga sangatlah penting. 

Lalu, apa saja fungsi dana darurat?

Membiayai kebutuhan saat mendesak 

Kebutuhan mendesak bisa datang kapan saja. Pada saat pandemi seperti sekarang, kebutuhan mendesak bisa jadi dibutuhkan untuk membiayai penanganan kesehatan ataupun untuk menjadi pengganti pendapatan yang hilang. 

Pada masa di luar pandemi pun, kemungkinan kebutuhan mendesak pun tidak hilang. Dengan ada emergency fund, kamu bisa segera membiayai kebutuhan tersebut tanpa pusing. 

Mencegah utang tambahan 

Emergency fund yang kamu miliki dapat membantumu berhenti menambah utang. Kamu tidak perlu lagi repot meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan karena ekonomi yang sulit. 

Dengan tidak menambah utang, artinya kamu juga bisa terbebas dari kewajiban membayar bunga utang yang nilainya relatif besar dan bisa memangkas besar pendapatan yang dapat kamu gunakan sehari-hari. 

Khususnya saat masa pandemi COVID-19, adanya pengaturan dana darurat untuk Covid dan pandemi dapat menutupi lubang kekurangan pendapatan Anda akibat pemotongan gaji ataupun pemutusan hubungan kerja. 

Alhasil, kebutuhan tetap terpenuhi, dan kamu pun tidak terjebak dalam kewajiban membayar utang beserta bunga. 

Mencegah belanja konsumtif 

Memiliki pengaturan dana darurat untuk Covid dan pandemi ternyata bisa mengurangi kebiasaan berbelanja barang-barang atau jasa konsumtif. Pasalnya, kamu akan mengalokasikan sejumlah dana untuk dialihkan ke rekening emergency fund alih-alih membelanjakannya untuk barang yang di luar keperluan. 

Dengan kata lain, pengaturan emergency fund ini mampu menjauhkan uang dari jangkauanmu untuk digunakan pada hal-hal yang konsumtif. 

Dana masa depan jadi lebih aman

Kepemilikan dana daurat bisa membuatmu mengamankan harta jika ada kebutuhan mendesak yang perlu ditangani. Adanya emergency fund termasuk bisa melindungi tabungan pensiunmu agar tidak terpakai jika kondisi mendesak. 

Pikiran jadi lebih tenang

Bagian terpenting tentang emergency fund dapat memberikanmu ketenangan pikiran. Dana darurat yang solid dapat meyakinkanmu bahwa kamu dapat mengelola pengeluaran yang tidak terduga dan karenanya fokus pada pekerjaanmu saat ini.

Selain itu, dapat meningkatkan di bidang kehidupan lain juga dengan meminimalkan tekanan finansial.

Jumlah dana darurat yang dibutuhkan

Jika melihat fungsinya, maka emergency fund dapat disesuaikan dengan kebutuhan bulanan secara keseluruhan. Karena sifatnya harus ‘ready’, maka dana darurat ini sebaiknya ditempatkan dalam instrumen yang cukup likuid dengan akses terbatas, misalnya deposito, emas, reksadana pasar uang. 

Idealnya, jumlah emergency fund yang dianjurkan adalah enam kali rata-rata pengeluaran bulanan. Jadi apabila terjadi sesuatu, hidup kita masih dapat bertahan hingga enam bulan

Meski untuk mengatasi beragam kondisi darurat tertentu, jumlah dana ini biasanya akan dihitung berdasarkan pengeluaran bulanan. Besarannya juga akan dipengaruhi status serta jumlah tanggungan di dalam keuangan masing-masing. 

Dalam kondisi normal dan ideal, dana darurat yang disarankan adalah 3 sampai 12 kali pendapatan, tergantung profil tiap individu. Untuk kamu yang masih single sebaiknya punya emergency fund minimal 3 kali pendapatan, yang sudah menikah dan punya anak, disarankan memiliki emergency fund minimal 6 kali pendapatan.

Namun, saat terjadi pandemi seperti ini, saat ada urgensi ngumpulin buat yang belum mulai, kamu bisa kumpulkan mulai dari 3 kali pengeluaran primer sebagai pengganti angka pendapatan. Karena yang penting bisa hidup serta membayar kewajiban. Saat terdesak, bujet tabungan dan investasi dapat ditangguhkan untuk sementara.

Kalau mau tahu lebih jelas mengenai perhitungan emergency fund, kamu bisa menyaksikan video berikut ini:

Cara mengumpulkan dana darurat

Mengumpulkan emergency fund memang tak semudah membalikkan telapak tangan jika hanya mengandalkan uang gaji. Karena itu, mencicilnya secara bertahap merupakan langkah yang tepat. 

Namun, hal ini juga butuh strategi, terutama yang sulit untuk disiplin dan secara teratur menyisihkan sebagian gaji untuk kebutuhan tersebut.

Bisa saja dicicil pelan-pelan. Misalnya pengeluaran bulanan Rp 10 juta, pasti berat langsung nabung dana darurat Rp 60 juta. Kalau kemampuan menabung 10 persen, misalnya Rp 1 juta/bulan sementara tujuan menabung ada banyak. Bisa saja kalau Rp 500 ribu dari porsi tabungan itu untuk emergency fund,” jelas Metta. 

“Kalau kemampuan menabung 10 persen, misalnya Rp 1 juta/bulan sementara tujuannya banyak. Bisa saja kalau Rp 500 ribu dari porsi tabungan untuk emergency fund. Mungkin terasa lama ya sampai terkumpul Rp 60 juta, paling tidak sudah ada tabungan yang memang tidak kita utak-atik sama sekali,” lanjutnya. 

Bentuk dana darurat

Meski sangat penting, emergency fund tidak dibutuhkan setiap saat, sehingga sebagian besar orang selalu menunda untuk mengadakannya di dalam keuangan mereka. Dibutuhkan komitmen besar sejak awal untuk mempersiapkan dana satu ini.

Buatlah rekening khusus untuk menampung dana satu ini. Dengan begitu, kamu tidak mencampurkan dana lainnya di sana. 

Selain mengumpulkannya di rekening tabungan khusus, menabung dalam bentuk emas bisa menjadi emergency fund lain yang suatu saat bisa dijual saat membutuhkannya.

“Tabungan emas atau emas batangan oke. Kalau yang ingin merasa memegang emas, emas batangan secara psikologis paling tepat, dan effort dulu ke toko emas untuk menjualnya,” ujarnya. 

“Sementara kalau tabungan emas kan bentuknya rekening yang jumlahnya disetarakan harga emas. Penjualan atau pencairan lebih mudah. Di satu sisi bagus, di sisi lain jadi gampang jebol,” tandasnya. 

Setelah mengetahui seluruh point-point di atas, maka kamu pasti setuju pengadaan emergency fund merupakan hal penting. 

Karena itu, hal paling tepat yang harus dilakukan ialah mengelola keuangan dengan lebih bijak dan memersiapkan emergency fund dengan disiplin dan komitmen yang tinggi, agar keuangan siap menghadapi kondisi darurat yang mungkin saja terjadi setiap saat.

Hitung sendiri kebutuhan dengan kalkulator dana darurat

Kalkulator dana darurat dapat membantu kamu menghitung kebutuhan emergency fund setiap bulannya untuk mencapai tujuan keuangan. 

Jika kamu ingin mendapatkan jumlah tabungan dana darurat alias emergency fund yang diperlukan untuk mencapai tujuan pada tanggal tertentu, cobalah kalkulator menabung dana darurat ini.

Itulah point utama memersiapkan emergency fund untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti pandemi COVID-19 saat ini. Semoga kita dapat memersiapkan diri saat menghadapi kondisi apapun, ya!

Kalau kamu punya pertanyaan terkait tips mengelola bisnis dan usaha sekaligus mendapatkan rekomendasi kepada berbagai produk asuransi yang ada di Indonesia, konsultasikan saja di Tanya Lifepal

Pertanyaan seputar dana darurat