Banjir di Awal Tahun, Sudah Siapkan Dana Darurat? Gini Cara Tepat Menyisihkannya!

Dana-darurat-blog

Dana darurat merupakan salah satu pos wajib dalam keuangan seseorang. Pasalnya, dana darurat sangat penting dan akan menjadi sumber dana dalam kondisi tak terduga, seperti bencana banjir yang dialami sebagian masyarakat di wilayah Jabodetabek saat ini. 

Meski telah memiliki anggaran keuangan yang tepat, akan ada kondisi tertentu di mana kamu membutuhkan sejumlah dana di luar anggaran atau dana darurat.

Dana darurat akan membantu seseorang menghadapi kondisi tak terduga seperti biaya hidup selama mencari pekerjaan baru setelah di-PHK, biaya pengobatan, biaya perbaikan rumah akibat musibah banjir atau kebakaran, biaya perawatan pascakecelakaan, dan kondisi lain.

Menurut Financial Planner Metta Anggriani CFP, dana satu ini akan bermanfaat untuk digunakan masyarakat yang terdampak bencana. Salah satunya, banjir.  

“Dalam hal keuangan, salah satu cara me-manage risiko ketidakpastian adalah menyiapkan dana darurat. Emergency Fund ini adalah tabungan yang disiapkan khusus bila terjadi keadaan darurat yang mungkin membutuhkan cash cukup besar seperti musibah, sakit, kehilangan pekerjaan,” buka Metta.

Lantas, berapa sih dana darurat yang perlu dialokasikan seseorang untuk menghadapi kondisi tak terduga itu?

“Idealnya, jumlah dana darurat yang dianjurkan adalah enam kali rata-rata pengeluaran bulanan. Jadi apabila terjadi sesuatu, hidup kita masih dapat bertahan hingga enam bulan,” jelasnya. 

Karena sifatnya harus ‘ready’, maka dana darurat ini sebaiknya ditempatkan dalam instrumen yang cukup likuid dengan akses terbatas, misalnya deposito, emas, reksadana pasar uang. 

“Memang return-nya tidak akan terlalu besar, tetapi kembali lagi fungsi dana darurat bukan untuk melipatgandakan kekayaan,” imbuhnya.

Jumlah dana darurat yang dibutuhkan

dana darurat
Jumlah dana darurat yang dibutuhkan

Jika melihat fungsinya, maka dana darurat dapat disesuaikan dengan kebutuhan bulanan secara keseluruhan.

Meski untuk mengatasi beragam kondisi darurat tertentu, jumlah dana ini biasanya akan dihitung berdasarkan pengeluaran bulanan. Besarannya juga akan dipengaruhi status serta jumlah tanggungan di dalam keuangan masing-masing.

“Sebenarnya jumlah dana darurat bisa disesuaikan dengan kondisi. Kalau single, tiga kali pengeluaran bulanan. Kalau berkeluarga, enam kali pengeluaran bulanan,” jelas Metta. 

Nah, bagi mereka yang memiliki banyak tanggungan atau yang tidak memiliki pendapatan tidak tetap, Metta menghimbau untuk menyediakannya lebih banyak. Yaitu, 12 kali pengeluaran bulanan.

“Kalau makin banyak tanggungan atau penghasilan tidak tetap, perlu lebih banyak bisa 12 kali pengeluaran bulanan,” imbuhnya.

Baca juga: Berapa Ideal Besaran Dana Darurat? Begini Cara Hitung dan Mempersiapkannya

Bisa gak sih dicicil?

dana darurat
Bisa gak sih dicicil?

Mengumpulkan emergency fund memang tak semudah membalikkan telapak tangan jika hanya mengandalkan uang gaji. Karena itu, mencicilnya secara bertahap merupakan langkah yang tepat. 

Namun, hal ini juga butuh strategi, terutama yang sulit untuk disiplin dan secara teratur menyisihkan sebagian gaji untuk kebutuhan tersebut.

“Bisa saja dicicil pelan-pelan. Misalnya pengeluaran bulanan Rp 10 juta, pasti berat kan langsung nabung dana darurat Rp 60 juta. Kalau kemampuan menabung 10 persen, misalnya Rp 1 juta/bulan sementara tujuan menabung ada banyak. Bisa saja kalau Rp 500 ribu dari porsi tabungan itu untuk dana darurat,” jelas Metta. 

“Kalau kemampuan menabung 10 persen, misalnya Rp 1 juta/bulan sementara tujuannya banyak. Bisa saja kalau Rp 500 ribu dari porsi tabungan untuk dana darurat. Mungkin terasa lama ya sampai terkumpul Rp 60 juta, paling tidak sudah ada tabungan yang memang tidak kita utak-atik sama sekali,” lanjutnya.

Baca juga: Dana Darurat Siaga Kapanpun Anda Terlilit Masalah Keuangan

Bentuk dana darurat

dana darurat
Bentuk dana darurat

Meski sangat penting, emergency fund tidak dibutuhkan setiap saat, sehingga sebagian besar orang selalu menunda untuk mengadakannya di dalam keuangan mereka. Dibutuhkan komitmen besar sejak awal untuk memersiapkan dana satu ini.

Buatlah rekening khusus untuk menampung dana satu ini. Dengan begitu, kamu tidak mencampurkan dana lainnya di sana. 

Selain mengumpulkannya di rekening tabungan khusus, menabung dalam bentuk emas bisa menjadi dana darurat lain yang suatu saat bisa dijual saat membutuhkannya.

“Tabungan emas atau emas batangan oke. Kalau yang ingin merasa memegang emas, emas batangan secara psikologis paling tepat, dan effort dulu ke toko emas untuk menjualnya,” ujarnya. 

“Sementara kalau tabungan emas kan bentuknya rekening yang jumlahnya disetarakan harga emas. Penjualan atau pencairan lebih mudah. Di satu sisi bagus, di sisi lain jadi gampang jebol,” tandasnya. 

Setelah mengetahui seluruh point-point di atas, maka kamu pasti setuju pengadaan dana darurat merupakan hal penting. 

Karena itu, hal paling tepat yang harus dilakukan ialah mengelola keuangan dengan lebih bijak dan memersiapkan dana darurat dengan disiplin dan komitmen yang tinggi, agar keuangan siap menghadapi kondisi darurat yang mungkin saja terjadi setiap saat.

Itulah tiga point utama memersiapkan dana darurat untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti bencana banjir yang kini tengah dialami masyarakat di beberapa wilayah Jabodetabek. 

Semoga bencana banjir segera surut dan kita semua dapat memersiapkan diri saat menghadapi kondisi apapun!

Tanya Lifepal - Untuk Pertanyaan Keuanganmu
Bagaimana cara mengelola uang pesangon untuk korban PHK karena Covid-19?Dijawab : Eko Endarto, CFP, RFA
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →