Pengertian Dana Pensiun dan Kesalahan-Kesalahan yang Harus Dihindari

Menghitung dana pensiun

Dana pensiun sama pentingnya dengan memiliki asuransi atau investasi. Karena itu, keberadaan dana yang satu ini jangan sekali-sekali disepelekan. Apalagi, sampai gak menyiapkannya dengan alasan usia masih muda.

Justru karena usia masih muda, kamu sebaiknya mempersiapkan dana untuk pensiun. Kalau perlu, dana ini disiapkan sejak pertama kali mulai bekerja.

Kenapa mesti jauh-jauh hari dipersiapkan? Pasalnya, semakin awal dipersiapkan, dana yang terkumpul sebagai dana untuk pensiun bakal semakin besar. 

Kamu pastinya kepengin punya uang yang banyak begitu pensiun, bukan? Karena itu, segera deh mempersiapkannya!

Meski udah tahu, gak sedikit yang keliru merencanakan dana untuk pensiun. Dalam ulasan kali ini, Lifepal mau ajak kamu memahami apa itu dana pensiun dan kesalahan-kesalahan apa yang sebaiknya dihindari agar nilainya optimal.

Apa itu dana pensiun? Ini pengertiannya

ilustrasi dana pensiun di hari tua nanti
Membangun dana hari tua sejak muda memberi keuntungan di hari tua

 

Dana pensiun adalah dana yang dipersiapkan dan dimanfaatkan seseorang buat memenuhi semua kebutuhan setelah pensiun nanti atau berhenti bekerja akibat kecelakaan kerja.

Berbeda dengan yang didefinisikan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992, dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun.

Ada dua jenis dana pensiun berdasarkan UU No. 11 Tahun 1992, yaitu:

  • Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

  • Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Apa itu Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)?

DPPK adalah dana yang dibentuk orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, buat menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti atau Program Pensiun Iuran Pasti.

Apa itu Dana Pensiun Lembaga Keuangan Keuangan (DPLK)?

Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah dana yang dibentuk bank atau perusahaan asuransi jiwa buat menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari DPPK.

Di Indonesia DPLK biasanya ditawarkan sejumlah bank ataupun perusahaan asuransi, yaitu:

  • DPLK BRI,

  • DPLK BNI,

  • DPLK BCA,

  • DPLK Bank Jateng,

  • DPLK Muamalat,

  • DPLK Jiwasraya,

  • DPLK Manulife,

  • DPLK Axa Mandiri,

  • DPLK Indolife,

  • DPLK AIA,

  • DPLK Bringin Life, hingga

  • DPLK Allianz.

4 kesalahan yang harus dihindari agar dana pensiun optimal

pasangan lansia mengecek dplk
Pasangan lansia bahagia melihat DPLK

Penting perlu diperhatikan, kesalahan-kesalahan berikut ini sebaiknya dihindari kalau menginginkan dana buat hari tua nanti.

1. Menyiapkan dana hari tua buat hidup beberapa tahun

Di Indonesia, orang disebut pensiunan ketika berusia maksimal 60 tahun. Sementara usia rata-rata hidup orang di Indonesia dilaporkan mencapai usia 70 tahun.

Dengan mengacu pada data-data tersebut, orang-orang merencanakan dana hari tuanya untuk bertahan hidup hingga usia 70 tahun.

Di sinilah kesalahannya. Seandainya bukan 70 tahun, melainkan lebih, dari mana dana buat memenuhi kebutuhan hidup nantinya?

Karena itu, dana hari tua sebaiknya dipersiapkan jangan berpatokan pada usia hidup maksimal. Anggap aja kamu bisa hidup lebih dari 70 tahun. Dengan begitu, uang yang kamu alokasikan buat dana tersebut bakal besar jumlahnya.

Kalau gak besar jumlahnya, di usia pensiun nanti mau gak mau harus berhemat agar dana yang ada bisa cukup nantinya.

Baca juga: 5 Cara Cerdas Mempersiapkan Dana Hari Tua Ini Bikin Masa Tuamu Sejahtera

2. Sering menunda alokasi dana hari tua demi kebutuhan anak

Bicara anak, siapa sih orangtua yang gak kepengin hal terbaik untuk buah hatinya? Setiap orangtua pasti selalu mengusahakan agar kebutuhan anak-anaknya bisa terpenuhi dengan baik.

Gak sedikit orangtua yang kemudian menunda alokasi buat dana hari tua demi mendahulukan kebutuhan anak. Bisa dimengerti sih!

Namun, ada baiknya menghindari penundaan yang terlalu sering. Kalau bisa, diusahakan pemenuhan kebutuhan anak dan dana hari tua berbarengan.

Kesulitan untuk menjalankannya terletak pada ketersediaan dana yang terbatas. Buat mengatasinya, mau gak mau mencari penghasilan tambahan menjadi solusi yang bisa diandalkan.

Baca juga: Agar Masa Tua Hidup Sentosa! Ikuti 4 Trik Mudah Menyiapkan Dana Hari Tua Ini 

3. Gak memperhitungkan kenaikan premi asuransi

Premi asuransi bakal terus meningkat seiring bertambahnya usia tertanggung. Banyak orang terkejut begitu tahu uang yang mereka keluarkan lebih besar dari sebelumnya buat bayar premi asuransi.

Kondisi ini sebaiknya harus diwaspadai, agar jangan sampai membebani keuangan nantinya. Salah satu caranya, kamu bisa bikin alokasi dana baru buat premi asuransi. Jadi, dari dana baru ini, kamu bisa menutupi kelebihan bayar saat preminya naik.

Sekadar diketahui, pengeluaran buat kesehatan bakal menjadi pengeluaran rutin saat hari tua nanti. Uang yang dikeluarkan otomatis menjadi lebih banyak. Di sinilah asuransi dibutuhkan buat bisa meminimalkan pengeluaran tersebut.

Selain dengan bikin alokasi pengeluaran baru, kamu juga bisa memperbesar dana investasi. Sebab return investasi yang bisa mencapai 20 persen setahun dapat mengimbangi kenaikan premi asuransi.

Tingkatkan dana investasimu tiap tahunnya. Kalau perlu, cari penghasilan pasif buat bisa menambah dana investasi yang nantinya dipakai buat bayar premi asuransi. Dengan begitu, dana hari tua gak cuma satu-satunya yang kamu andalkan nanti.

4. Gak menambah dana darurat

Jangan dikira dana darurat yang mencapai enam hingga sembilan kali pengeluaran kebutuhan pokok bakal cukup nantinya. Dana ini juga perlu dievaluasi dan ditambah. Kalau perlu, besarannya naik tiap tahun.

Selama masih produktif, dana ini cukup mampu menanggulangi hal-hal yang gak terduga. Sebab kamu tinggal mengisinya lagi setelah digunakan.

Namun, di usia pensiun nanti, apakah kamu bisa mengisinya kembali setelah digunakan?

Inilah kenapa besaran dana darurat gak boleh segitu-segitu aja. Harus bertambah dan bertambah setiap tahunnya. Apalagi mendekati usia pensiun, misalnya 20 tahun lagi bakal pensiun. Alokasi buat dana darurat mesti ditingkatkan lagi.

Dengan begitu, dana ini gak cuma sekali digunakan selama hari tua, tapi bisa digunakan berkali-kali. Harus diakui, mempersiapkan dana untuk hari tua itu bukanlah perkara yang mudah. Namun, gak disiapkan dengan baik dapat menjadi penyesalan nantinya.

Dengan mengetahui pengertian dana hari tua dan kesalahan-kesalahan di atas, kamu dapat mengoptimalkan ketersediaan dana untuk masa depan ini. Ya, tentu aja harapannya adalah kamu bisa menikmati hari tua tanpa beban. 

Sebagai tambahan, kamu yang kebetulan berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dana hari tuanya disediakan dalam Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen), kamu bisa cari tahu cara cek dana pensiun dalam artikel Cek Saldo Taspen Online. (Editor: Chaerunnisa)