Masih Muda Udah Kaya, Ini Kisah Sukses Yasa Singgih yang Buka Usaha Sejak SMP

bisnis tanpa modal

Jangan pernah sepelekan bisnis tanpa modal guys. Asal kamu tahu nih, seseorang pemuda Bekasi kelahiran 1995 bisa sukses mendirikan merek dagang dengan modal awal dari bisnis tersebut loh.

Kabarnya nih, sekarang pemuda ini sudah jadi pengusaha yang bisa mencetak omzet Rp 200 juta perbulan lho!

Adalah Yasa Singgih, pendiri produk fashion Men’s Republic yang dikabarkan sudah mulai berbisnis sejak usianya baru 15 tahun. Yasa pun sempat masuk urutan ke 23 Forbes Under 30 pada 2016 lho.

Penasaran sama perjalanan Yasa jadi pengusaha sukses? Berikut cerita inspiratif singkat seputar awal mula Yasa merintis usaha hingga tajir.

1. Memulai bisnis tanpa modal karena masih SMP

Kena jugaaaaa disurprisein….. . . . . *ngga diendorse Holland Bakery…

A post shared by Yasa Singgih (@yasasinggih) on

Yasa mulai menapaki dunia usaha saat masih berusia 15 tahun. Saat itu, dia masih cucuk di SMP kelas tiga! Semua berawal saaat sang ayah jatuh sakit dan dia berinisiatif menggunakan uang jajannya guna membantu biaya pengobatan ayah.

Namun, sang ayah enggan dioperasi, dengan alasan lebih baik mengalokasikan biaya pengobatannya untuk biaya sekolah anaknya. Dari situlah Yasa bertekad untuk gak lagi meminta uang jajan, dan mencari ide bisnis tanpa modal saja.

Alhasil, bisnis tanpa modal pertama yang dia pilih adalah sebuah jasa master of ceremony alias pembawa acara. Bayaran yang dia terima adalah Rp 330 ribu sekali tampil. Cukup cerdas ya, untuk ukuran anak SMP sudah mampu menghasilkan uang sendiri. Uang Rp 330 ribu itu sudah lumayan lho.

Saat Yasa melanjutkan studinya di SMA Regina Pacis, dia mulai mencoba bisnis tanpa modal lainnya yaitu menjual kaos. Hebatnya, Yasa mampu meyakinkan beberapa produsen kaos di Pasar Tanah Abang untuk menitipkan dagangannya ke Yasa agar bisa dijual lagi (konsinyasi).

“Ketika barang sudah laku, baru saya bayar (ke mereka) jadi saya benar-benar tidak keluar modal duit,” tandasnya, seperti dikutip Kontan.

Nah, di situlah dia sudah menggunakan nama Men’s Republic. Nama itu adalah nama toko onlinenya, dan dia pun menjual kaos-kaos tersebut lewat aplikasi BlackBerry Mesenger.

2. Rugi Rp 100 juta karena mengembangkan usaha

Semangat bisnis Yasa memang makin menggebu-gebu seiring dengan dirinya yang makin dewasa. Dia pun mencoba mengembangkan usahanya ke bidang lain pada 2012.

Masih Muda Udah Kaya, Ini Kisah Sukses Yasa Singgih yang Buka Usaha Sejak SMP
Masih Muda Udah Kaya, Ini Kisah Sukses Yasa Singgih yang Buka Usaha Sejak SMP

Dia mendirikan kafe bernama Teh Kopi di Kebon Jeruk dan buka cabang lagi di Mal Ambassador. Namun karena perhitungan yang kurang matang, dia pun kelabakan dan harus menanggung kerugian sebesar Rp 100 jutaan lho.

3. Tutup usaha pada 2013

Kerugian itu jelas membuat Yasa terpaksa menutup dua kafenya. Keuntungan yang dia dapat dari jualan kaos harus digunakan untuk menutup kerugian usaha tersebut.

Saat itu, Yasa benar-benar kehabisan modal. Terlebih, saat itu dia harus menghadapi Ujian Nasional lho. Waduh, gak kebayang gimana mood Yasa pada saat itu, udah pasti berantakan banget.

Ya sudah deh, alhasil dia harus fokus ke pendidikan dulu dan meninggalkan bisnis untuk sementara waktu.

4. Kembali ke bisnis tanpa modal

Punya naluri pebisnis tulen, seorang Yasa Paramita Singgih sama sekali gak kapok. Usai Ujian Nasional, dia kembali menggeluti bisnis barunya dengan lebih serius.

Yasa ternyata memilih kembali metode bisnis pertama yang memang sudah terbukti berhasil, yaitu bisnis tanpa modal. Tapi bedanya, yang ini jauh lebih terkonsep.

Dia menggandeng sebuah produsen sepatu asal Bandung untuk memproduksi alas kaki khusus pria. Produsen sepatu itu menitipkan 250 pasang sepatu kepada Yasa dan memberikan tenggat dua bulan untuk menyetorkan hasil keuntungan penjualannya.

5. Belajar main medsos

Target penjualan 250 pasang sepatu dalam dua bulan jelas bukan target yang mudah dicapai. Butuh strategi jitu agar barang-barang itu bisa laris dalam waktu cepat.

Yasa akhirnya memutuskan untuk belajar menggunakan media sosial. Tentu saja belajarnya dalam artian belajar menggunakan medsos untuk berbisnis.

Dalam menggunakan medsos, tentu saja gak cuma posting-posting yang harus dipelajari seorang pengusaha. Mereka harus belajar gimana caranya beriklan, hingga mencari followers.

Masih Muda Udah Kaya, Ini Kisah Sukses Yasa Singgih yang Buka Usaha Sejak SMP
Masih Muda Udah Kaya, Ini Kisah Sukses Yasa Singgih yang Buka Usaha Sejak SMP

Hal itu gak bakal cukup kalau cuma dipelajari secara teori ya. Kamu harus praktek langsung.

6. Kembali menggunakan nama Men’s Republic

bisnis tanpa modal
Setelah sukses dia nulis buku, hebat banget deh. Gak pelit ilmu (Liputan 6)

Nama Men’s Republic kayaknya emang bisa membawa hoki alias keuntungan bagi Yasa. Nama itu pun kembali digunakan untuk memasarkan sepatu-sepatunya pada tahun 2014.

Dan apa yang terjadi? Sepatu itu laris manis lantaran harganya yang murah meriah alias gak sampai Rp 500 ribu untuk ukuran tahun 2016 silam. Tertarik membeli salah satu produknya?

Sebagai pemilik usaha, Yasa melakukan riset juga lho. Dan dari riset itu, ia menemukan fakta bahwa kebanyakan konsumennya adalah laki-laki berusia 15 hingga 25 tahunan. So, dia pun mulai mendesain kemasan dan meluncurkan campaign yang kiranya pas buat mereka.

Sekarang, Men’s Republic gak cuma jualan sepatu. Masih ada barang-barang lain yang mereka jual.

Kabarnya, produk-produk Yasa ini gak cuma laris di Indonesia aja. Men’s Republic sudah dijual di negara lain! Sebut saja seperti negeri jiran Malaysia dan Filipina, lalu Taiwan, Hong Kong, Makau, Taiwan, hingga Nigeria!

Dari omzet Rp 200 juta tersebut, Yasa mengatakan kalau laba bersihnya sekitar 40 persen. Lumayan dong, ini adalah sebuah bekal bagi Yasa untuk jadi miliuner!

Itulah kisah singkat perjalanan Yasa Singgih mendirikan usaha. Asal kamu tahu nih, produsen sepatu Men’s Republic di Bandung bukan pabrik abal-abal lho. Enam pabrik itu kabarnya juga sempat memproduksi sepatu Fladeo dan Yongki Komaladi.

Jangan sepelekan bisnis tanpa modal

Yasa yang kini kuliah di Binus mengatakan, salah besar deh kalau kamu mengatakan bahwa uang adalah modal utama untuk mendirikan bisnis. Apapun bisa dimulai tanpa uang jika memang si pengusaha sudah niat. So, jangan pandang bisnis tanpa modal dengan sebelah mata ya.

Kisah Yasa tentu mengajari kita pentingnya salesmanship atau kelihaian menjual produk yang harus dimiliki pengusaha. Tanpa punya skill itu, ya kamu bakal susah deh meyakinkan partner bisnis dan mencapai target penjualan.

Selain itu, kita pun bisa melihat bagaimana perjuangan Yasa yang harus belajar memasarkan produknya dan menyaksikan bagaimana usahanya yang lain gulung tikar.

Sebagai pengusaha, tentu mental kamu harus siap dengan kerugian. Oleh karena itu, berbisnislah sesuai dengan kemampuanmu. Jika memang belum ada dana ya cari saja bisnis tanpa modal kayak yang dilakukan Yasa.

Yasa juga menulis sebuah buku yang berjudul Never Too Young to Become a Billionaire. Jelas banget, buku itu berisi perjalanan, strategi, dan nilai-nilai seputar bisnis dari seorang Yasa Singgih. Coba beli saja, barangkali kamu bisa dapat wejangan-wejangan bermanfaat dari orang yang sudah ngerasain sukses di dunia bisnis ini.

Pokoknya, selalu ingat deh sama nasihat dari wirausahawan legendaris Indonesia, om Bob Sadino. Bisnis yang bagus ya bisnis yang dijalankan, bukan yang ditanya-tanya terus. Ya gak?

Masih Muda Udah Kaya, Ini Kisah Sukses Yasa Singgih yang Buka Usaha Sejak SMP
Masih Muda Udah Kaya, Ini Kisah Sukses Yasa Singgih yang Buka Usaha Sejak SMP