D’Cost Seafood Bisa Sukses dan Buka Sampai 90 Outlet, Apa Rahasianya?

D'cost (image source : adverdreams.blogspot.com)

Dengar nama D’Cost Seafood, pasti yang terlintas di pikiranmu adalah sebuah resto yang menawarkan aneka menu makanan laut dengan harga miring. Walaupun sebenarnya harga masih kalah murah dengan warteg pinggir jalan.

Namun, adanya D’Cost Seafood jadi alternatif banget. Coba bayangkan saat kamu berada di mal terus kepengin makan. Padahal, bujet yang kamu punya pas-pasan. Lebih baik makan di D’Cost kan? Harganya mulai dari Rp 18 ribu dan udah bikin perut kenyang.

Sebagai salah satu resto yang terkenal di Jakarta, usia D’Cost terbilang udah cukup tua. Didirikan Christian Sia pada 9 September 2006, D’Cost hadir sebagai resto yang menjual seafood dengan harga kaki lima.

Waktu itu D’Cost Seafood cuma dibuka di Kemang, Jakarta Selatan. Konsep usahanya yang menawarkan makanan harga kaki lima tersebut kemudian menjadi moto D’Cost, yaitu Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima.

Gak cuma memberikan layanan dine in alias makan di tempat, D’Cost Seafood juga melayani layanan delivery.

Ditambah lagi, D’Cost juga menyuguhkan menu-menu bukan seafood. Jadi, jangan kaget kalau kamu menemukan sajian kayak ayam fillet, ayam goreng, ataupun bebek crispy.

Kini D’Cost Seafood telah hadir dengan lebih dari 90 outlet yang tersebar di banyak tempat. Mulai dari Jabodetabek, Jambi, Medan, Malang, Palembang, Pekanbaru, Padang, Palangkaraya, Solo, Sukabumi, Surabaya, hingga Tasikmalaya.

Tentunya membangun D’Cost Seafood yang bermula dari satu outlet hingga memiliki banyak outlet bukanlah hal yang mudah. Pastinya kamu penasaran gimana D’Cost Seafood bisa besar seperti sekarang? Nih empat tipsnya.

1. Pakai promo buat branding

Gurita Bakar Pedas (Instagram).
Gurita Bakar Pedas (Instagram).

Namanya usaha udah pasti yang diburu adalah untung. Nah, ini beda banget sama yang dipikirkan D’Cost Seafood. Mereka gencar melakukan promosi dengan tujuan supaya banyak orang yang kenal resto seafood harga kaki lima ini.

Buat mereka, promo itu bukan cari untung dulu, melainkan mendatangkan banyak orang agar mereka kenal dengan D’Cost. Strategi ini nyatanya berhasil. Banyak orang yang tahu resto ini karena promo yang ditawarkan.

2. Buka outlet di tempat ramai

Kepiting Asap (Instagram).
Kepiting Asap (Instagram).

Buka usaha di tempat ramai bukan sekadar menarik banyak konsumen buat datang. Dengan buka outlet di tempat ramai, pengusaha sekaligus bisa mempromosikan usahanya secara gratis ke banyak orang.

Inilah yang dilihat D’Cost Seafood. Wilayah Kemang dipilih karena wilayah ini terbilang ramai. Gak sedikit orang yang kemudian tahu resto ini karena melewati Kemang. Beberapa dari mereka penasaran kemudian menceritakan pengalamannya ke teman-temannya yang lain.

Bermula dari situlah kemudian D’Cost punya banyak penggemar dan menjadi resto andalan orang-orang di ibu kota, terutama buat buka puasa bersama.

3. Kasih diskon gak wajar

Seafood (Instagram).
Seafood (Instagram).

Kalau biasanya resto yang lain kasih diskon dengan ketentuan belanja minimum, beda dengan D’Cost. Di sini diskon yang ditawarkan pakai ketentuan yang kedengarannya aneh. Makanya bisa dibilang diskonnya gak wajar.

Coba cari tahu di mana kamu bisa temukan diskon berdasarkan umur. Cuma di D’Cost Seafood promo ini berlaku. Kalau umurmu 25 tahun, diskon yang kamu dapat ya 25 persen. Makin tua umurnya, makin gede diskonnya. Untung banget kan kalau orangtuamu makan di D’Cost?

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

4. Gak cuma tawarkan yang itu-itu aja

Ikan Gurami Goreng (Instagram).
Ikan Gurami Goreng (Instagram).

Awalnya boleh aja cuma menyajikan menu seafood. Namun, seiring perkembangannya, D’Cost Seafood juga berinovasi dan menyediakan menu-menu lain.

Seperti yang udah diceritakan di awal tadi, kamu bisa menemukan menu-menu bukan seafood saat makan di sana. Menu-menu yang disajikan adalah menu-menu yang biasa kamu cicipi di rumah. Misalnya aja nasi goreng, sayur asem, hingga sapi lada hitam.

Menyajikan menu-menu di luar seafood menjadi strategi D’Cost buat menarik orang-orang yang gak suka makan seafood. Dengan begitu, omzet mereka bertambah karenanya.

5. Konsisten sama target pasar

Sapi Saus Mongolian (Instagram).
Sapi Saus Mongolian (Instagram).

Sejak awal didirikan, resto ini memang membidik masyarakat yang ingin mencari makanan murah non-fastfood. Soal harga, mereka pun konsisten untuk menetapkan harga yang terjangkau. 

Konsep sedap, murah, cepat, tentunya cukup diminati oleh masyarakat. Sebagai sebuah resto, tempat ini pun kerap dijadikan sarana masyarakat untuk makan bersama keluarga atau traktir-traktir makan. 

Udah tahukan sekarang tips-tips yang bikin D’Cost Seafood menjelma jadi resto yang punya banyak cabang? Begitu kamu punya usaha kuliner, gak ada salahnya jalankan tips-tips barusan. Siapa tahu usahamu nanti bisa besar seperti D’Cost.

Udah tahukan sekarang tips-tips yang bikin D’Cost Seafood menjelma jadi resto yang punya banyak cabang? Begitu kamu punya usaha kuliner, gak ada salahnya jalankan tips-tips barusan. Siapa tahu usahamu nanti bisa besar seperti D’Cost.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →