Jenis-Jenis Deposito Bank dan Daftar Bunga Terbaru 2020

jenis-jenis deposito

Jenis-jenis deposito bank yang dikenal di Indonesia ada empat jenis yaitu, deposito berjangka, deposito on call, deposito automatic roll over, dan sertifikat deposito. 

Lewat artikel ini, kamu dapat mengetahui lebih jauh tentang jenis-jenis deposito, melihat daftar bunga deposito bank di Indonesia dan melakukan perhitungan deposito dengan kalkulator yang telah disediakan.

Jenis-jenis Deposito Bank

Jenis deposito bank yang saat ini ditawarkan di Indonesia, antara lain:

1. Deposito berjangka

Jenis deposito ini sebenarnya merujuk pada deposito yang umum digunakan saat ini. Jadi, deposito berjangka merupakan jenis simpanan bank yang disimpan dalam jangka waktu tertentu dengan bunga di atas bunga tabungan.

Deposito berjangka ini tersedia buat individu atau bisnis. Bunga yang diterima setiap bulannya bisa disetorkan ke rekening tabunganmu atau dimasukkan ke jumlah deposito itu. 

Dengan begitu, bunganya meningkat tiap bulannya alias progresif.

2. Deposito ARO

Deposito ARO atau automatic roll over merupakan bentuk lain dari deposito berjangka. Sama-sama memiliki tenor atau jatuh tempo yang sudah ditentukan. 

Pembedanya, deposito ARO bekerja secara otomatis memperpanjang jangka waktu dan dana deposan yang belum diambil. 

Karena otomatis, biasanya sistem ini bekerja tanpa menunggu persetujuan dari deposan. 

3. Sertifikat deposito

Jenis yang satu ini tenggelam di bawah bayang-bayang deposito berjangka. Namun, sertifikat deposito bukan berarti menguntungkan. 

Menempatkan dana di sini bisa jadi pilihan alternatif memaksimalkan dan mengamankan kekayaan.

Menurut definisinya, sertifikat deposito adalah sejenis deposito yang diterbitkan atas unjuk alias gak perlu cantumkan nama di sertifikatnya. Karena itu, bank menawarkan keunggulan bisa dipindahtangankan.

Dengan karakternya tersebut, siapapun bisa mencairkan dana yang ada di sertifikat deposito asalkan bisa menunjukkan sertifikatnya. 

Itu berarti kamu bisa membuat jenis produk investasi bank yang satu ini sebagai warisan atau hadiah.

Karena karakteristiknya itu juga, memiliki sertifikat deposito mengandung risiko, yaitu bisa saja hilang atau di tangan orang yang gak bertanggung jawab. 

Karena itu, kudu dijaga baik-baik deposito ini agar gak sampai berpindah entah ke mana.

Bedanya deposito berjangka dengan sertifikat deposito adalah cara perhitungan bunganya. Bunga deposito berjangka bakal diterima saat jatuh tempo. Sementara bunga sertifikat deposito bakal diterima di muka.

  • Bank KEB Hana Indonesia 
  • Bank Commonwealth 
  • Bank BJB 
  • Bank CIMB Niaga 
  • Bank of Tokyo – Mitsubishi 
  • Bank BTN
  • Bank Maybank 
  • Bank Pembangunan Daerah NTT
  • Bank Woori Saudara Indonesia 
  • Bank DBS Indonesia
  • Bank Mandiri Taspen Pos
  • Rabobank International Indonesia
  • BPD Sulawesi Selatan dan Barat
  • Bank BNP Paribas Indonesia
  • Bank Mizuho Indonesia
  • BPD Jawa Tengah
  • Bank Victoria International
  • Bank BTPN 
  • Bank BPD Kaltim dan Kalut 
  • Deutsche Bank AG
  • Bank DKI
  • Bank BRI

4. Deposito on call 

Kalau deposito berjangka identik dengan jangka waktu berbulan-bulan, jenis deposito bank ini punya jangka waktu singkat. Saking singkatnya, kamu bisa menginvestasikan dana selama tiga hari.

Jenis deposito yang satu ini memiliki jangka waktu penyimpanan yang pendek, minimal tiga hari dan maksimal 30 hari. Kalau kamu ingin investasi jangka pendek, deposito on call bisa jadi pilihan.

Meski menawarkan jangka waktu yang singkat, setoran minimal deposito on call lumayan besar. Kamu harus setor minimal Rp50 juta buat buka deposito ini. Bahkan, ada yang mensyaratkan setoran minimal Rp2 miliar.

Deposito on call disediakan buat individu maupun perusahaan. Kamu bisa menemukan layanan ini gak cuma di bank umum, tapi di bank syariah.

Daftar Suku Bunga Deposito Bank Terbaru 2020 – Deposito Rupiah

Beberapa minggu belakangan ini, suku bunga acuan BI mengalami penurunan hingga empat persen. Ini merupakan kebijakan yang dikeluarkan BI mendukung pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid 19 seperti saat ini. 

Turunnya bunga BI otomatis berpengaruh pada besaran bunga yang diberlakukan bank untuk produknya. Salah satunya adalah bunga deposito. 

Bank 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan
Bank Tabungan Negara 4,88% 5,00% 5,13% 5,13%
Bank Rakyat Indonesia 4,68% 5,05% 5,05% 5,05%
Bank Negara Indonesia 1946 4,75% 5,00% 4,75% 4,88%
Bank Mandiri 2,53% 4,63% 4,63% 4,25%
Bank Permata 4,43% 4,25% 4,25% 4,25%
Bank Central Asia 3,60% 3,60% 3,60% 3,60%
Bank Bukopin 5,25% 5,38% 5,63% 5,63%
Bank OCBC NISP 3,65% 4,78% 4,93% 4,85%
Bank CIMB NIAGA 4,25% 4,43% 4,55% 4,75%
Bank UOB INDONESIA 4,03% 4,38% 4,55% 5,50%
Bank Mayora 5,50% 5,50% 5,38% 5,38%
J Trust Bank 5,13% 5,38% 5,38% 5,38% 
Bank Danamon Indonesia 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Bank Mega 5,63% 5,50% 5,38% 4,00%
Bank DBS Indonesia 3,25% 4,63% 4,13% 4,95%
Bank Maybank Indonesia 4,68% 4,63% 4,88% 4,75%
Bank Panin Indonesia 4,00% 4,63% 4,88% 4,73%
Standard Chartered Bank 4,03% 4,13% 3,75% 4,25%
Bank HSBC Indonesia 4,25% 4,25% 4,38% 4,25%
Bank Icbc Indonesia 4,75% 4,63% 4,38% 4,25%
Bank Commonwealth 4,88% 4,88% 5,00% 4,13%
Citibank 1,88% 3,56% 3,80% 3,82%
Bank ANZ Indonesia 4,18% 2,33% 2,47% 2,59%
Deutsche Bank AG 2,03% 2,23% 2,35% 2,52%

Daftar Suku Bunga Deposito Bank Terbaru 2020 – Deposito Dollar

Selain dalam rupiah, deposito di Indonesia juga memberi kemudahan dengan menerima deposito valas atau mata uang asing seperti dolar, euro, poundsterling, yen, dan beberapa mata uang asing lainnya. 

Bank 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan
Bank Tabungan Negara 0.375% 0.375% 0.375% 0.375%
Bank Rakyat Indonesia 1.125% 0.75% 0.75% 1.100%
Bank Negara Indonesia 1946 1.100% 1.100% 1.100% 1.100%
Bank Mandiri 1.225% 1.125% 0.550% 0.550%
Bank Permata 0.750% 0.250% 0.500% 0.250%
Bank Central Asia 0.250% 0.250% 0.375% 0.375%
Bank Bukopin 1.250% 1.250% 1% 1%
Bank OCBC NISP 0.725% 0.700% 0.725% 0.400%
Bank CIMB Niaga 1.050% 1% 0.500% 0.500%
Bank UOB Indonesia 0.550% 0.600% 0.100% 0.100%
Bank Mayora 0.625% 0.500% 0.500% 0.500%
J Trust Bank 0.500% 0.500% 0.500% 0.500%
Bank Danamon Indonesia 1% 1% 1% 1%
Bank Mega 0.500% 1.125% 0.375% 0.375%
Bank Dbs Indonesia 0.725% 0.300% 0.375% 0.350%
Bank Maybank Indonesia 1% 1% 1% 0.500%
Bank Panin Indonesia 0.375% 0.250% 0.500% 0.000%
Standard Chartered Bank 0.000% 0.075% 0.125% 0.375%
Bank HSBC Indonesia 0.175% 0.250% 0.125% 0.225%
Bank ICBC Indonesia 0.675% 0.750% 0.950% 1.125%
Bank Commonwealth 0.1% 0.550% 0.100% 0.100%
Citibank 0.000% 0.009% 0.012% 0.069%
Bank ANZ Indonesia 0.299% 0.705% 0.488% 0.494%
Deutsche Bank AG 0.015% 0.030% 0.040% 0.120%

Rumus Perhitungan Bunga Deposito Bank [Plus Kalkulator]

Bagaimana menghitung bunga deposito saat ini? Menghitung besaran bunga deposito gak susah kok. Apalagi saat ini sudah banyak tersedia kalkulator deposito yang bisa kamu gunakan. 

Rumus sederhana dalam menghitung bunga deposito adalah sebagai berikut: Bunga Deposito = Dana Deposito x (Bunga Tahunan / 12) * Jumlah Bulan Tenor

Jangan lupa kalau perhitungan bunga deposito itu memasukkan komponen pajak di dalamnya sebesar 20 persen.

Buat memudahkan kamu menghitungnya, hitung langsung keuntungan deposito dengan Kalkulator Bunga Deposito dari Lifepal berikut ini.

Syarat-syarat buka deposito

Adapun syarat-syarat dan dokumen yang harus kamu lengkapi, di antaranya:

  • Melengkapi formulir pembukaan rekening.
  • Identitas diri berupa KTP atau Paspor atau Kartu Izin Menetap Sementara (KIMS) atau Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).
  • NPWP
  • Minimum nominal setoran awal.

Cara kerja deposito

Membuka sertifikat deposito sangat mirip dengan membuka rekening deposito bank standar. Perbedaannya adalah, apa yang kamu setujui saat menandatangani di garis putus-putus. Setelah kamu mengidentifikasi sertifikat deposito mana yang akan kamu buka, menyelesaikan proses ini akan memberimu empat hal.

1. Suku bunga

Suku bunga terkunci adalah positif karena memberikan pengembalian deposito yang jelas dan dapat diprediksi selama periode waktu tertentu. Bank nantinya tidak dapat mengubah kurs dan mengurangi penghasilanmu. Di sisi lain, pengembalian tetap dapat merugikanmu jika tarif kemudian naik secara substansial dan kamu kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan sertifikat deposito dengan bayaran lebih tinggi.

2. Istilah Bulan

Ini adalah lamanya waktu kamu setuju untuk membiarkan danamu disimpan untuk menghindari penalti apapun (misalnya, sertifikat deposito 6 bulan, sertifikat deposito 1 tahun, sertifikat deposito 18 bulan, dan sebagainya). Jangka waktu berakhir pada “tanggal jatuh tempo” ketika sertifikat deposito kamu telah sepenuhnya jatuh tempo dan kamu dapat menarik dana tanpa penalti.

3. Prinsipal

Dengan pengecualian beberapa sertifikat deposito khusus, ini adalah jumlah yang kamu setujui untuk disimpan saat membuka sertifikat deposito.

4. Institusi

Bank atau credit union tempat kamu membuka sertifikat deposito akan menentukan aspek perjanjian, seperti penalti penarikan awal (EWP) dan apakah sertifikat deposito kamu akan otomatis diinvestasikan kembali jika kamu tidak memberikan petunjuk lain pada saat jatuh tempo.

Setelah sertifikat depositomu dibuat dan didanai, bank akan mengelolanya seperti kebanyakan akun deposito lainnya, dengan periode laporan bulanan atau kuartalan, laporan kertas atau elektronik, dan biasanya pembayaran bunga bulanan atau kuartalan disimpan ke saldo sertifikat depositomu, di mana bunga akan bertambah.

Manfaat deposito makin lengkap dengan memiliki asuransi jiwa yang benefitnya hingga Rp1,5 miliar. Jamin kehidupan keluarga agar tidak sulit nantinya dengan bayar premi asuransi mulai dari Rp120 ribuan.

Manfaat Deposito Bank

Banyak manfaat atau keuntungan yang bisa kamu dapat dari deposito. Manfaat deposito bisa dilihat dari sisi pihak bank, deposan dan nasabah yang membutuhkan modal. 

1. Sisi bank

Keuntungan deposito dilihat dari sisi bank adalah adanya dukungan untuk bisnis bank tersebut berjalan. 

Dana yang terkumpul dari masyarakat dalam bentuk produk deposito akan dikelola lembaga perbankan untuk meningkatkan bisnis mereka. 

Semakin tinggi keuntungan yang didapat dari bank dari hasil pengelolaan dana nasabah, nantinya berimbas juga pada penawaran suku bunga deposito. 

Selain itu deposito juga berfungsi sebagai pemenuh kebutuhan modal dan membantu menjaga posisi likuiditas bank. 

2. Sisi deposan

Jika dilihat dari sisi deposan atau nasabah pemilik dana deposito, ada beberapa manfaat atau keuntungan yang didapat, antara lain :

  • Bunga deposito bisa jadi passive income untuk deposan.
  • Syarat membuka rekening deposito gak susah.
  • Adanya sistem ARO maka simpanan bisa diperpanjang secara otomatis.
  • Investasi dengan tingkat risiko yang kecil.
  • Aman karena dana nasabah dijamin LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan. 
  • Investasi yang mudah karena bisa menerima mata uang asing selain rupiah.
  • Simpanan bisa dijadikan jaminan kredit.

3. Sisi masyarakat

Kalau dari sisi masyarakat, manfaat yang bisa didapat dari dana deposito adalah tersedianya bantuan modal dalam bentuk kredit modal usaha. 

Dengan begitu, dana tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan nasional. 

Di negara berkembang, lembaga perbankan diharapkan dapat berkontribusi dalam membantu perekonomian nasional juga internasional. 

Kelebihan  dan Kekurangan Deposito

A. Kelebihan Deposito

Ada lima keuntungan jika kamu memilih deposito sebagai instrumen investasi. Mari kita telaah satu demi satu.

1. Bunga lebih besar

Deposito memberikan bunga yang lebih besar dibanding dengan tabungan biasa. Untuk bunganya sendiri kisaran 4 hingga 6 persen.

Jadi, daripada mendiamkan uang di tabungan. Lebih baik dialokasikan ke deposito. Selain itu, uang kamu juga gak akan terpotong untuk biaya administrasi bulanan lho.

2. Risiko rendah

Karena salah satu produk perbankan, maka deposito sangat minim risiko dibanding instrumen lainnya seperti saham dan lainnya. Kamu juga gak perlu pusing tuh mikirin pergerakan harga pasar setiap hari.

3. Lebih aman dan terpercaya

Keuntungan lainnya dari deposito adalah aman dan sangat terpercaya karena disimpan di bank. Pasalnya, bank itu dijamin LPS yaitu Lembaga Penjamin Simpanan. 

Jadi, jika bank tempat kamu menyimpan uang bangkrut, maka uangmu akan diganti oleh LPS maksimal sebesar Rp2 miliar.

4. Jangka waktu

Dengan memilih instrumen investasi deposito, para nasabah akan diberikan keleluasaan untuk memilih jangka waktu yang diinginkan, mulai dari 1, 3, 6, 8, 12, 18, 24, dan 36 bulan. 

Untuk bunga yang diberikan tentu saja berbeda. Jadi, semakin lama tenor, maka akan semakin besar bunga yang didapatkan.

B. Kekurangan deposito

Deposito juga memiliki risiko yang harus ditanggung deposan atau nasabah, antara lain: 

  1. Bunga relatif kecil dibanding instrumen investasi lain 
  2. Dana tertahan di bank hingga jatuh tempo tiba 
  3. Pajak bunga deposito besar yaitu 20% 
  4. Adanya biaya administrasi atau biaya penalti bila mencairkan sebelum jatuh tempo. 
  5. Bunga deposito sewaktu-waktu berubah tergantung perubahan suku bunga acuan BI. 

Pajak deposito

Deposito merupakan objek pajak, sehingga bunga yang akan kamu terima nantinya gak utuh alias dipotong pajak sebesar 20% dari total bunga. 

Angka tersebut dikenakan pada deposito dengan nilai di atas Rp7,5 juta. Sedangkan deposito di bawah nilai tersebut gak berlaku pengenaan pajak. 

Pajak bunga deposito berdasarkan aturan direktorat jenderal pajak yaitu : 

  • PP 131 Tahun 2000 (berlaku per 1 Januari 2001) tentang PPh atas bunga deposito dan dan tabungan serta diskonto SBI
  • KMK-51/kmk.04/20001 (berlaku per 1 Januari 2001) tentangan pemotongan PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI
  • SE-01/PJ.43/2001 (berlaku per 1 Januari 2001) tentang PP 131 Tahun 2000.

Perbedaan investasi di deposito dengan unit link

Sama-sama menawarkan keuntungan investasi meskipun keberadaannya ditujukan untuk maksud dan tujuan berbeda, ada sejumlah perbedaan di antara kedua instrumen finansial ini. 

Perbedaan utama yang jelas terlihat adalah reksadana merupakan instrumen investasi murni. Sementara unit link menawarkan keuntungan investasi untuk melengkapi keuntungan proteksi dari asuransi. 

Selain perbedaan utama tersebut kemudian muncul perbedaan-perbedaan lain, antara lain:

1. Perbedaan jumlah dan waktu investasi

Reksadana tidak mematok besaran jumlah investasi dan dana yang disetorkan. Kamu bisa kapan saja menyetor dana ke reksadana dengan jumlah yang tak menentu. Misalnya, kamu bisa setor Rp100.000 per bulan,lalu menyetor lagi Rp1 juta tiga bulan kemudian.

Berbeda dengan unit link. Unit link adalah produk asuransi sehingga perusahaan akan menetapkan jumlah setoran setiap bulannya dengan jumlah yang telah disepakati atau yang sudah ditentukan (premi). Jika terlambat dalam melakukan pembayaran premi, peserta akan dikenai denda.

2. Perbedaan biaya jual dan beli investasi

Di reksadana umumnya tidak ada biaya sama sekali untuk jual ataupun beli investasi, kalau kamu memilih untuk membeli reksadana secara online seperti melalui Bareksa.

Namun biasanya akan dikenakan fee 1-2 persen, dan ada juga yang membebaskan biaya jual. Berbeda di unit link, kamu akan dikenakan biaya 5 persen ketika ingin menjual ataupun membeli (top up) investasi.

3. Perbedaan manajer investasi reksadana dan unit link

Perbedaannya pada ketersediaan ataupun kesempatan untuk memilih dan ganti manajer investasi. Unit link rata-rata hanya memiliki satu manajer investasi sehingga investor tidak bisa gonta-ganti atau memilih manajer investasi yang lain. Ini berbeda dengan reksadana, investor bisa dengan bebas memilih atau gonta-ganti manajer investasi.

4. Perbedaan hasil investasi

Yaitu kapan bisa melihat return tersebut setelah pertama kali melakukan setoran atau top up atau pembayaran premi. Di Unit Link, kamu baru bisa melihat hasil investasi (return) setelah tahun kedua. Ini terkait dengan adanya sejumlah biaya dan potongan.

Berbeda di reksadana, hasil investasinya sudah bisa dipantau sejak hari pertama kamu melakukan top up atau setoran, atau kamu juga bisa melihat perkembangan investasi tersebut melalui laporan bulan pertama atau secara online.

5. Perbedaan pencairan

Pada prinsipnya, dana yang diinvestasikan di reksadana ataupun unit link dapat dicairkan sewaktu-waktu. Akan tetapi, pencairan tersebut harus diperhitungkan dari segi untung ruginya berdasarkan jumlah nilai return yang Anda dapatkan.

Di reksadana, Anda bisa langsung mencairkan dana investasi di tempat Anda membeli unit tersebut dengan mudah.

Berbeda kasusnya di unit link karena investasi kamu masih terkait dengan asuransi. Karena itu, hal yang perlu diperhatikan adalah jangan mengambil semua investasi di unit link karena kemungkinan besar kamu akan terkena polis lapse atau pemberhentian asuransi.

Jangan sampai kamu kehilangan manfaat proteksi. Untuk menyiasati kondisi tersebut, Anda bisa menyisakan dana pada saat penutupan polis unit link agar manfaat proteksi tetap diterima.

6. Perbedaan minimum investasi

Nominal minimum penyetoran dana investasi di reksadana terbilang realtif kecil, yaitu bisa mulai dari Rp100.000 bahkan ada yang Rp10.000.

Sementara kalau di unit link pada umumnya mematok minimum pembayaran premi mulai dari Rp350.000 – Rp500.000. Lalu penyetoran premi tersebut harus rutin dilakukan menurut waktu yang sudah disepakati.

Konsekuensi pencairan deposito sebelum jatuh tempo

Deposito merupakan salah satu instrumen investasi yang populer di mata masyarakat. Bukan hanya sebagai investasi yang aman, tapi deposito juga memberi bunga yang lebih tinggi dibanding produk tabungan biasa. 

Meski begitu, bukan berarti deposito gak punya kelemahan. Salah satu kelemahan deposito adalah dana gak bisa ditarik kapan saja seperti tabungan biasa. Kalaupun nasabah tetap ingin menarik bisa saja, tapi ada konsekuensi yang mengikutinya. 

Umumnya bank-bank di Indonesia memberlakukan biaya penalti atau denda untuk itu. Biaya penalti ini berkisar antara 0,5% hingga 3% dari nilai deposito. 

Selain pengenaan denda, risiko lain yang bakal kamu dapat kalau mencairkan deposito sebelum jatuh tempo adalah bunga yang gak dibayar pihak bank. Rugi ya? Sebenarnya, peraturan ini sah-sah saja, karena pihak bank pastinya sudah menjelaskan di awal pembukaan rekening deposito untuk konsekuensi yang diterima nasabah. 

Buat kamu yang masih belum paham dan mau tahu lebih lanjut? Tanyakan langsung ke ahli di bidang finansial melalui Tanya Lifepal.

Sebelum memutuskan berinvestasi, ada beberapa hal yang perlu kamu tahu dari deposito bank. Apa aja?

  • Besaran bunga deposito. Bunga deposito berjangka yang ditawarkan bank-bank di Indonesia rata-rata mulai dari 4 persen – 7 persen per tahun. Sementara bunga sertifikat deposito berada di angka 4 persen – 5 persen. Buat bunga deposito on call, besarannya sekitar 3 persen.
  • Jangka waktu penyimpanan deposito. Jangka waktu deposito berjangka mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan. Begitu juga dengan sertifikat deposito, jangka waktunya sama dengan deposito berjangka. Kalau deposito on call, jangka waktunya minimal 3 hari dan maksimal 30 hari.
  • Perpanjangan otomatis deposito. Deposito itu bisa diperpanjang otomatis atau Automatic Roll Over (ARO). Opsi ini bisa berjalan selama dana belum dicairkan.
  • Keamanan deposito. Dana deposito kamu dijamin LPS dengan syarat bunga deposito bank yang diterima gak lebih dari 6,75 persen buat bank umum dan 9,25 persen buat BPR.
  • Pajak deposito. Deposito bank dikenakan pajak. Besaran pajak per tahunnya adalah 20 persen.
  • Rumus perhitungan bunga deposito. Buat mengetahui besaran bunga yang diterima tiap bulannya, gunakan rumus hitung Bunga Deposito = Dana Deposito x (Bunga Tahunan / 12) * Jumlah Bulan Tenor
  • Penalti deposito. Ada beberapa dampak negatif mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, yaitu kena penalti atau denda sekitar 0,5 persen dari dana deposito. Kamu juga kehilangan bunga yang bakal diterima begitu deposito jatuh tempo.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →