Nisbah Deposito BCA Syariah 2020 – Simulasi dan Infonya

deposito bca syariah

Deposito BCA Syariah adalah deposito berjangka dengan prinsip syariah dari Bank Central Asia (BCA) Syariah yang cocok sebagai alternatif investasi. Deposito berjangka syariah dari BCA Syariah bisa menjadi pilihan kamu untuk berinvestasi secara halal.

Kenapa deposito BCA Syariah halal? Sebab produk ini sesuai dengan hukum syariat Islam yang bebas riba.

Dalam deposito syariah, pembungaan dana nasabah gak boleh dilakukan. Sebagai gantinya, keuntungan nasabah berupa nisbah atau persentase bagi hasil keuntungan dari hasil perputaran uang nasabah.

Deposito BCA Syariah menggunakan akad mudharabah, yaitu akad kerja sama shahibul maal (nasabah) yang mempercayakan modal atau dananya sebagian untuk dikelola oleh mudharib (pihak bank).

Untuk mengetahui informasi lengkapnya dan gak bingung menghitung besaran bagi hasilnya, berikut simulasi deposito BCA Syariah.

Berapa nisbah deposito BCA Syariah terbaru?

Deposito syariah saat menjadi pilihan terbaik untuk nasabah yang menginginkan dananya terhindar dari bunga dan riba.

Selain sesuai dengan hukum Islam, keuntungan yang dibagikan berupa nisbah atau besaran bagi hasil dari keuntungan pengelolaan dana pihak ketiga.

Selain itu, faktor lain penentu persentase nisbah adalah kinerja atau performa bank syariah, dalam hal ini BCA Syariah.

Jadi, besarannya bisa naik atau turun sewaktu-waktu. Dengan kata lain, besaran nisbah deposito BCA Syariah adalah hasil kesepakatan dua belah pihak.

Seberapa besar pembagian hasil yang ditawarkan dari BCA Syariah terhadap nasabah tergantung dari kesepakatan antara BCA Syariah dan nasabah atau sesuai kesepakatan.

Bank BCA Syariah tidak membuka ke publik skema nisbah depositonya. Publik baru mengetahui besarannya ketika mereka mengunjungi kantor BCA Syariah.

Daftar nisbah deposito mudharabah berdasarkan jangka waktu tenor

Berikut ini nisbah deposito BCA Syariah dan bank-bank syariah lain, termasuk salah satunya deposito bank muamalat.

1 bulan  3 bulan  6 bulan  12 bulan 
BCA Syariah Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal
Bank Muamalat  Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal
Bank BNI Syariah  43% : 57% 44% : 56% 45% : 55% 46% : 54%
Bank BRI Syariah  Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal
Bank Mandiri Syariah  Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal
Bank Mega Syariah  40.12% : 59.88% 38.41% : 61.59% 36.84% : 63.16% 36.84% : 63.16%
Bank BTN Syariah  40% : 60% 43% : 57% 44% : 56% 44% : 56%
Banyak Bukopin Syariah  47% : 53% 46% : 54% 45% : 55% 44% : 56%
Bank Danamon Syariah  4.75% 4.75% 4.75% 4.75%
Bank CIMB Niaga Syariah  Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal

Rumus dan simulasi perhitungan deposito BCA Syariah

Jika bank konvensional memberlakukan bunga uang pada produk-produknya, berbeda dengan bank syariah.

Deposito bank syariah, karena usahanya berdasar hukum syariat Islam, tidak memperbolehkan pembungaan uang nasabahnya. Sebagai gantinya, keuntungan deposan berbentuk nisbah atau persentase bagi hasil.

Cara menghitung bagi hasil deposito BCA Syariah yang umumnya digunakan seperti di bawah ini: Nisbah = (Nominal deposito : Nominal seluruh deposito) x persentase bagi hasil x keuntungan bank pada bulan tersebut.

Berikut simulasi deposito syariah untuk panduan kamu menghitung bagi hasil dengan tenor 1 bulan.

  • Nominal simpanan: Rp10.000.000
  • Nisbah nasabah: 41%
  • Dana deposito 1 bulan: Rp5 miliar
  • Proyeksi keuntungan: Rp50 juta
  • Bagi hasil: 41.000

Perhitungan: (Rp30 juta / Rp5 miliar) x 41% x Rp50 juta = Rp41.000 

Tapi perlu diingat ya, nominal tersebut belum dipotong pajak penghasilan sebesar 20%.

Apa itu BCA Syariah Deposito iB?

BCA Syariah Deposito iB adalah deposito berjangka dari BCA Syariah dengan bagi hasil yang menjanjikan sesuai dengan prinsip mudharabah.

Pengelolaan dana nasabah deposito BCA Syariah dilakukan sesuai dengan hukum syariat Islam dan digunakan untuk usaha yang gak melanggar aturan dalam Islam.

Manfaat deposito BCA Syariah

Lembaga keuangan syariah semisal BCA Syariah pastinya mengeluarkan produk dengan manfaat yang bisa dirasakan nasabahnya.

Begitu juga dengan deposito BCA Syariah, yang menjanjikan keuntungan lebih seperti di bawah ini.

  1. Jangka waktu atau tenor fleksibel
  2. Bagi hasil bisa dipindahbukukan otomatis ke rekening giro atau tahapan iB
  3. Tersedia pilihan perpanjangan deposito
  • ARO atau Automatic Roll Over adalah perpanjangan nominal deposito secara otomatis
  • ARO+ atau perpanjangan nominal deposito plus bagi hasil secara otomatis
  • Non ARO diberlakukan apabila gak ada permintaan perpanjangan otomatis dari deposan
  1. Bagi hasil yang menjanjikan
  2. Bisa dijadikan jaminan pembiayaan
  3. Tersedia layanan pemotongan zakat

Kelebihan dan kekurangan deposito BCA Syariah

Sebelum akhirnya kamu memilih deposito untuk menyimpan uang, sebaiknya pahami dulu beberapa kelebihan dan kekurangan dari deposito BCA Syariah berikut ini :

Kelebihan deposito BCA Syariah

  • Dana simpanan nasabah dijamin aman karena ada penjaminan dari pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
  • Bebas biaya penalti untuk pencairan sebelum jatuh tempo
  • Risiko rendah karena gak terpengaruh pergerakan pasar
  • Investasi berdasar akad dan hukum Islam
  • Persentase nisbah lebih tinggi dibanding tabungan syariah.

Kekurangan deposito BCA Syariah

  • Setoran awal lumayan besar yaitu Rp8 juta
  • Bagi hasil lebih rendah dibanding instrumen investasi syariah lainnya seperti reksadana
  • Pencairan dana gak bisa dilakukan sewaktu-waktu seperti produk tabungan syariah
  • Nilai uang turun.

Pajak deposito BCA Syariah

Keuntungan bagi hasil dari deposito BCA Syariah merupakan pendapatan yang diterima nasabah dalam jangka waktu tertentu. Karena bagi hasil termasuk pendapatan, maka dikenai pajak penghasilan (PPh).

Besaran potongan pajak yang diberlakukan adalah 20% dari nilai total lebih besar atau sama dengan Rp7,5 juta. Sementara nilai deposito di bawah Rp7,5 juta gak terkena PPh.

Syarat-syarat buka deposito BCA Syariah

Berikut beberapa syarat dan dokumen yang harus kamu lengkapi untuk membuka rekening deposito BCA Syariah :

  • Mengisi dan melengkapi formulir permohonan.
  • Membawa fotokopi identitas diri yang masih berlaku (KTP/SIM/Paspor) untuk WNI, sedangkan untuk WNA membawa KITAS atau Paspor.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP
  • Setoran awal minimum Rp8 juta

Konsekuensi pencairan deposito BCA Syariah sebelum jatuh tempo

Jika kamu sudah berkomitmen untuk menyimpan dana di instrumen investasi deposito, perlu dipahami untuk pencairan deposito bisa dilakukan di waktu tertentu.

Maksudnya di sini adalah pencairan hanya bisa dilakukan saat tenor yang ditetapkan di awal sudah berakhir.

Begitu juga dengan aturan pencairan deposito BCA Syariah, yang hanya bisa dilakukan di jangka waktu tertentu mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. Namun, bukan berarti nasabah gak bisa menarik uangnya saat dibutuhkan.

Meski bisa menarik uang saat dibutuhkan, ada risiko yang harus ditanggung nasabah. Biasanya sanksi yang diberikan banyak syariah adalah biaya penarikan sebelum jatuh tempo yang besarannya tergantung aturan yang berlaku di tiap-tiap bank syariah.

Nah, salah satu kelebihan dari deposito BCA Syariah adalah membebaskan nasabah dari biaya pencairan sebelum jatuh tempo.

Artinya, gak ada biaya sama sekali jika suatu saat kamu ingin mencairkan deposito sebelum masa tenor selesai.

Daftar bunga deposito bank umum terbaru 2020

Sebagai bahan perbandingan, kamu bisa cek ulasan bunga deposito di bank-bank konvensional di bawah ini :

Berinvestasi di deposito syariah terbilang menguntungkan, gak salah kalau dana pihak ketiga (DPK) dari BCA Syariah selalu meningkat setiap tahunnya.

Apalagi berinvestasi syariah khususnya deposito tergolong investasi aman dan risikonya kecil. Jadi cocok sekali untuk investor pemula.

Tentang Bank Central Asia (BCA) Syariah

Lahirnya BCA Syariah dimulai dari akuisisi PT Bank Utama Internasional Bank (Bank UIB) oleh PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) pada 12 Juni 2009.

Bermula dari sini kegiatan usaha semula dari bank konvensional menjadi bank umum syariah diresmikan melalui Keputusan Gubernur BI No. 12/13/KEP.GBI/DpG/2010. Adanya izin tersebut, maka per 5 April 2010, BCA Syariah resmi beroperasi sebagai bank umum syariah.

Kinerja BCA Syariah terbilang pesat dan menjanjikan. Aset BCA Syariah pada Desember 2019 saja tumbuh 22,3% atau naik Rp8,6 triliun jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sumbangsih terbesar dari pertumbuhan aset BCA Syariah ini diantaranya dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Bahkan, di tengah likuiditas yang ketat DPK BCA Syariah tumbuh hingga 12,7% atau Rp6,2 triliun.

Gak hanya dari DPK saja, pertumbuhan aset juga terlihat dari pembiayaan BCA Syariah di Desember 2019 yang mencapai Rp5,6 triliun.

Atau meningkat 15,2% dalam periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara pertumbuhan industri perbankan syariah hanya ada di angka 11,6%.

Terus naiknya pertumbuhan aset membuktikan BCA Syariah siap bersaing dengan bank syariah kompetitor lainnya.

Selain deposito syariah, memiliki asuransi syariah juga menguntungkan

Selain aman dan menguntungkan dibanding deposito konvensional, asuransi syariah juga memiliki potensi yang sama.

Apa itu asuransi syariah?

Merujuk pengertian asuransi syariah dari Dewan Syariah Nasional, adalah usaha untuk melindungi dan saling tolong menolong antar sejumlah orang.

Usaha tersebut berbentuk investasi aset (tabarru) dengan pola pengembalian risiko melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Asuransi syariah dapat dimanfaatkan masyarakat yang menginginkan perlindungan atau proteksi yang sesuai dengan hukum Islam.

Karena sesuai dengan syariat Islam, maka asuransi syariah ini terhindar dari riba dan diawasi oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah).

Tujuan pengawasan ini untuk memastikan produk yang dimiliki perusahaan asuransi syariah sudah sesuai dengan hukum syariat Islam.

Apa saja keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari asuransi syariah?

1. Bagi hasil

Sama dengan sistem deposito di bank syariah, dalam asuransi syariah juga menerapkan sistem bagi hasil.

Jadi kontribusi yang disetor ke perusahaan asuransi akan menjadi hak dari nasabah asuransi syariah. Terutama jika ada klaim yang diajukan.

Sistem bagi hasil dalam asuransi syariah sebagai berikut:

  • 60% ditahan sebagai saldo tabarru
  • 30% dibagikan ke nasabah
  • 10% jadi hak perusahaan asuransi sebagai pengelola dana

Pembagian hasil keuntungan disesuaikan dengan nilai kontribusi atau premi yang dibayar nasabah. Jadi, makin besar nilai premi makin besar pula keuntungan yang didapat.

2. Satu polis bisa dipakai bersama

Berbeda dengan asuransi konvensional di mana satu polis hanya untuk satu nasabah saja. Di asuransi syariah, satu polis bisa melindungi kamu dan keluarga.

Dengan begitu, nasabah pun jadi lebih untung karena biaya premi jadi lebih ringan. Tapi, kamu dan keluarga mendapat perlindungan maksimal.

3. Klaim ganda

Selain itu, dalam asuransi syariah memungkinkan kamu untuk melakukan klaim ganda. Jadi, kalau kamu punya asuransi lain, asuransi syariah tetap akan memberikan klaim penuh sesuai yang diajukan.

Pertanyaan-pertanyaan seputar deposito BCA Syariah

Persentase bunga diambil dari penghasil manapun. Sedangkan bagi hasil, besarannya diambil dari keuntungan usaha yang dilakukan bank syariah. Perputaran uang melalui usaha ekonomi yang dilakukan bank syariah harus sesuai dan gak melanggar syariat Islam.

Nisbah adalah porsi perbandingan dari hasil keuntungan usaha. Besarannya sudah disepakati antara kedua belah pihak.

  • Menyiapkan dokumen berupa identitas diri (KTP/Paspor) untuk WNI dan KITAS/Paspor
  • Fotokopi NPWP
  • Setoran awal minimal Rp8 juta.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →