Nisbah Deposito Mandiri Syariah 2020 – Simulasi dan Infonya

deposito mandiri syariah

Deposito Mandiri Syariah atau dikenal dengan deposito Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah produk investasi berjangka dengan tenor tertentu yang dijalankan sesuai dengan syariat Islam. Mudharabah muthlaqah adalah akad yang dipakai dalam deposito BSM.

Seperti umumnya produk bank syariah lainnya, deposito Mandiri Syariah juga menawarkan bagi hasil yang kompetitif. Bagi hasil tersebut didapat dari hasil perputaran dana nasabah yang dilakukan BSM.

Selain itu, sebenarnya Mandiri Syariah juga menghadirkan beberapa produk asuransi yang disalurkan melalui bancassurance AXA Mandiri.

Seperti apa produk deposito Mandiri Syariah dan perhitungannya? Simak artikel ini untuk mendapat informasi lebih lengkap akan deposito Mandiri Syariah.

Daftar nisbah deposito Mandiri Syariah dan mudharabah berdasarkan tenor

Berikut ini skema perbandingan bagi hasil atau nisbah deposito Bank Syariah Mandiri dengan bank-bank syariah lain, salah satunya deposito bank muamalat.

1 bulan  3 bulan  6 bulan  12 bulan 
Bank Muamalat  Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal
Bank BNI Syariah  43% : 57% 44% : 56% 45% : 55% 46% : 54%
Bank BRI Syariah  Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal
Bank Mandiri Syariah  Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal
Bank Mega Syariah  40.12% : 59.88% 38.41% : 61.59% 36.84% : 63.16% 36.84% : 63.16%
Bank BTN Syariah  40% : 60% 43% : 57% 44% : 56% 44% : 56%
Banyak Bukopin Syariah  47% : 53% 46% : 54% 45% : 55% 44% : 56%
Bank Danamon Syariah  4.75% 4.75% 4.75% 4.75%
Bank CIMB Niaga Syariah  Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal Sesuai kesepakatan awal

Rumus dan simulasi perhitungan deposito Mandiri Syariah

Bedanya bank konvensional dan bank syariah, selain dari landasan hukum syariat, perbedaan yang mencolok lainnya adalah pemberian bunga bank konvensional dan bagi hasil di bank syariah.

Apakah cara menghitungnya sama? Sebenarnya gak jauh beda. Hanya saja di bank syariah, ada poin kinerja bank syariah dalam waktu tertentu yang dijadikan perhitungan selain dana pihak ketiga yang  terkumpul dalam satu waktu.

Rumus sederhana dalam menghitung nisbah deposito bank syariah adalah sebagai berikut: Nisbah = (Nominal deposito : nominal seluruh deposito) x persentase bagi hasil x keuntungan bank pada bulan tersebut.

Contohnya begini :

  1. Nominal deposito yang kamu simpan di BSM sebesar Rp10 juta dengan tenor 1 bulan
  2. Jumlah seluruh deposito di BSM yang memiliki jangka waktu 1 bulan adalah Rp5 miliar
  3. Keuntungan bagi hasil seluruh deposito dengan jangka waktu 1 bulan Rp50 juta
  4. Nisbah bagi hasil dalam jangka waktu 47%

Maka nisbah yang kamu dapatkan dalam satu tahun adalah:  (Rp10 juta : Rp5 miliar) x 43% x Rp50 juta = Rp43.000. Dipotong pajak penghasilan 20%: Rp43.000 x 20% = Rp8.600.

Netto nisbah yang kamu terima dalam 1 bulan adalah Rp34.400. Lebih besar dibandingkan tabungan biasa. Cukup menguntungkan ya!

Buat kamu yang pengin menghitung hasil deposito, bisa lho menggunakan kalkulator deposito Lifepal. Atau, kamu bisa isi pada perangkat deposito berikut ini:

Apa itu BSM Deposito?

Produk tabungan berjangka dari BSM yang ditujukan untuk nasabah perorangan atau perusahaan. Deposito Mandiri Syariah bebas riba alias tanpa bunga. Tapi, bukan berarti deposito ini gak punya keuntungan.

Nasabah mendapat persentase bagi hasil berupa nisbah yang didapat dari keuntungan pengelolaan uang nasabah oleh bank.

Ada dua jenis investasi berjangka yang ditawarkan BSM untuk produk deposito, yaitu BSM Deposito dan BSM Deposito Valas, khusus untuk dollar Amerika Serikat. Khusus untuk BSM Deposito Valas, setoran awal minimum US$1.000.

Deposito mandiri syariah sangat cocok buat investor pemula yang gak berani ambil risiko besar dan jangka waktu investasi yang pendek. Mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan.

Manfaat deposito Mandiri Syariah

Adapun manfaat atau keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari deposito mandiri syariah ini antara lain:

  • Dana kamu aman karena dijamin LPS.
  • Dana dikelola sesuai hukum syariah
  • Bagi hasil yang kompetitif
  • Bisa dijadikan jaminan pembiayaan atau kredit
  • Ada fitur automatic roll over (ARO).

Kelebihan deposito Mandiri Syariah

  • Setoran awal terjangkau hanya Rp2 juta
  • Jangka waktu yang variatif
  • Bisa diajukan secara perorangan atau institusi
  • Gak ada biaya penalti
  • Selain mata uang rupiah, deposito Mandiri Syariah juga menerima valuta asing.

Kekurangan deposito Mandiri Syariah

Sedangkan kekurangan dari produk deposito mandiri syariah ini adalah :

  • Nilai bagi hasil kecil jika dibandingkan dengan instrumen investasi syariah lainnya
  • Mudah tergerus inflasi
  • Biaya penarikan dana sebelum jatuh tempo sebesar Rp30 ribu

Pajak deposito Mandiri Syariah

Pernah gak kamu menghitung keuntungan deposito syariah, tapi bagi hasil yang kamu terima gak sama dengan hitunganmu?

Jangan kaget kalau kamu mengalami hal tersebut. Karena bunga deposito, dalam hal ini nilai bagi hasil dari keuntungan deposito kamu dianggap sebagai penghasilan. Makanya jangan heran kalau nisbah yang kamu dapat dikenai pajak penghasilan.

Pemotongan pajak untuk penghasilan bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat bank Indonesia sebesar 20% yang diatur dalam PPh Pasal 4 ayat (2).

Sebagai tambahan, bagi hasil yang dikenai pajak adalah dengan nilai di atas atau sama dengan Rp7,5 juta. Sedangkan yang di bawah nilai itu gak dikenai pajak PPh.

Syarat-syarat buka deposito Mandiri Syariah

Nah, kalau kamu mulai tertarik untuk menginvestasikan dana kamu di deposito Mandiri Syariah, berikut persyaratan yang harus kamu penuhi untuk menjadi deposan BSM

Nasabah perorangan:

  • Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (KTP)
  • Fotokopi NPWP

Nasabah perusahaan:

  • Fotokopi identitas diri pengurus (KTP)
  • Akte pendirian dan akte perubahan perusahaan berikut pengesahan perusahaan
  • Anggaran dasar perusahaan
  • SIUP, TDP/Ijin usaha dari instansi yang berwenang
  • NPWP
  • Surat keterangan domisili.

Konsekuensi pencairan deposito mandiri syariah sebelum jatuh tempo

Dalam ketentuan yang berlaku di bank-bank syariah di Indonesia, ada aturan pencairan dana deposito saat jatuh tempo. Biasanya jangka waktu yang ditawarkan bank mulai dari 1 – 24 bulan.

Lalu, kalau di tengah jalan nasabah sedang butuh dana segar, apakah deposito bisa dicairkan? Bisa dong. Hanya saja kamu juga harus tahu, untuk pencairan sebelum jatuh tempo ada konsekuensi yang harus diterima nasabah.

Apa risiko pencairan sebelum jatuh tempo? Di deposito BSM, pencairan sebelum jatuh tempo akan dikenai biaya penarikan sebesar Rp30 ribu per rekening. Relatif murah dibanding dengan bank konvensional yang mematok biaya penalti mulai dari 0,5% hingga 3% dari total deposito.

Tentang Bank Syariah Mandiri (BSM)

Berdirinya Bank Mandiri Syariah (BSM) diawali dari lahirnya Bank Mandiri pascakrisis moneter di Indonesia di tahun 1997. Hampir semua bidang dan sektor usaha bangkrut masa itu.

Bahkan, mayoritas perbankan melakukan merger dengan bank lain. Bank-bank yang bergabung antara lain Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Expor Impor (Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Keempat bank ini adalah cikal bakal Bank Mandiri.

Dari proses merger tersebut, Bank Mandiri kemudian berkonsolidasi dengan membuat Tim Pengembangan Perbankan Syariah (TPPS). Denga tujuan mengembangka layanan perbankan berbasis hukum Islam atau lembaga keuangan syariah.

Dari situ, TPPS kemudian mengajukan konversi Bank Susila Bakti, bank konvensional yang diubah menjadi bank syariah di bawah Bank Mandiri.

Gubernur Bank Indonesia kemudian mengukuhkan BSM dengan mengeluarkan SK Gubernur BI tahun 1999, hingga akhirnya mulai beroperasi pada 1 November 1999.

Saat ini BSM memiliki 1 kantor pusat, dan 1.736 jaringan kantor yang terdiri dari 129 kantor cabang, 398 kantor cabang pembantu, 50 kantor kas, 1.000 layanan syariah bank di Bank Mandiri dan jaringan kantor lainnya.

Sekilas tentang asuransi syariah

Kalau kamu sudah memiliki rekening syariah, gak ada salahnya juga untuk punya asuransi yang berbasis syariah.

Apakah asuransi syariah halal? Selama masih berpedoman pada syariat Islam, maka asuransi yang mengedepankan tolong menolong dan melindungi ini halal. Bukan untuk kepentingan bisnis yang hanya menguntungkan salah satu pihak saja.

Hal ini ditegaskan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menegaskan kalau asuransi syariah itu halal. Halalnya asuransi syariah ini tertuang dalam fatwa DSN-MUI No. 21/DSN-MUI/X/2001.

Dalam aturan tersebut perusahaan asuransi syariah dilarang untuk menginvestasikan dana nasabahnya ke hal-hal yang diharamkan dalam Islam.

Asuransi syariah adalah proteksi yang memberikan jaminan biaya perawatan kesehatan, santunan meninggal dunia, hingga ganti rugi berdasarkan prinsip syariah, yaitu menggunakan prinsip tolong-menolong (Tabarru’).

Apa saja keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari asuransi syariah:

1. Bagi hasil

Sama dengan sistem deposito syariah, dalam asuransi syariah juga menerapkan mudharabah atau sistem bagi hasil.

Jadi kontribusi yang disetor ke perusahaan asuransi akan menjadi hak dari nasabah asuransi syariah. Terutama jika ada klaim yang diajukan.

Sistem bagi hasil dalam asuransi syariah sebagai berikut :

  • 60% ditahan sebagai saldo tabarru
  • 30% dibagikan ke nasabah
  • 10% jadi hak perusahaan asuransi sebagai pengelola dana

Pembagian hasil keuntungan disesuaikan dengan nilai kontribusi atau premi yang dibayar nasabah. Jadi, makin besar nilai premi makin besar pula keuntungan yang didapat.

2. Satu polis bisa dipakai bersama

Berbeda dengan asuransi konvensional di mana satu polis hanya untuk satu nasabah saja. Di asuransi syariah, satu polis bisa melindungi kamu dan keluarga.

Dengan begitu, nasabah pun jadi lebih untung karena biaya premi jadi lebih ringan. Tapi kamu dan keluarga mendapat perlindungan maksimal.

3. Klaim ganda

Selain itu, dalam asuransi syariah memungkinkan kamu untuk melakukan klaim ganda. Jadi, kalau kamu punya asuransi lain, asuransi syariah tetap akan memberikan klaim penuh sesuai yang diajukan.

Daftar bunga deposito bank umum terbaru 2020

Bagi hasil yang ditawarkan bank-bank syariah terkadang membingungkan nasabah. Sehingga seringkali dijadikan perbandingan dengan bunga di bank konvensional.

Nah, kalau kamu masih menimbang-nimbang mau investasikan uang dimana, berikut artikel-artikel Lifepal yang membahas bunga deposito di bank-bank konvensional untuk perbandingan.

Buat kamu investor pemula, pilihan menyimpan uang di produk deposito bisa jadi pilihan. Karena aman dan memiliki risiko yang kecil juga.

Pertanyaan-pertanyaan seputar deposito Mandiri Syariah

Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh orang terkait produk deposito dari Bank Mandiri Syariah. Adapun pertanyaan lain yang lebih detail, bisa kamu akses melalui Tanya Lifepal.

Kamu cukup melampirkan KTP atau Paspor yang masih berlaku dan juga NPWP. Syarat lain adalah minimal saldo penempatan sebesar Rp2,5 juta.

Bisa. Tapi kamu harus membayar biaya penarikan sebelum jatuh tempo sebesar Rp30 ribu yang sudah diketahui di awal pembukaan rekening.

Bank Syariah Mandiri menjamin kehalalan transaksi dan pengelolaannya karena diawasi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN).

Karena berprinsip syariat Islam, maka pemberian bunga pada dana simpanan gak berlaku di Bank Syariah Mandiri. Tapi keuntungan yang didapat berupa bagi hasil dari pengelolaan dana nasabah tersebut oleh pihak bank.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →