Keuntungan Deposito dan Kekurangannya yang Perlu Diketahui

keuntungan deposito

Deposito menjadi salah satu instrumen investasi yang tetap menjadi primadona hingga saat ini, mulai dari kaum milenial hingga para orang tua.

Umumnya mereka yang memilih berinvestasi ini karena melihat minimnya risiko dibanding dengan produk investasi lainnya.

Bahkan, mereka gak perlu takut kehilangan duit yang udah mereka gelontorkan dengan memilih deposito. Meskipun return yang mereka gak besar.

Ya, gak ada salahnya juga sih. Toh, deposito tetap saja investasi. Lebih baik uangmu diamankan ke salah satu produk investasi daripada harus habis entah kemana. Jadi, investasi tersebut memang menjadi pilihan investasi yang tepat buat mereka yang gak berani mengambil risiko besar.

Namun, uang berinvestasi di salah satu produk perbankan ini, kamu memerlukan modal yang cukup besar. Contohnya saja Bank BCA yang minimal setorannya sebesar Rp8 juta. Berbeda dengan reksadana yang bisa dimulai dengan bujet Rp100 ribu.

Baca juga: Gak Pengin Keluar Bujet Lebih, Ini Tips Hemat Wisata di Singapura

Cara menghitung bunga deposito

Karena modalnya yang cukup besar, pentingnya kamu mengetahui simulasi perhitungan bunga deposito. Berikut rumusnya:

  • Keuntungan bunga = suku bunga x nominal uang x hari / 365
  • Pajak = tarif pajak x bunga 
  • Pendapatan bersih = nominal investasi + (bunga – pajak)

Misalnya kamu melakukan deposito sebesar Rp10 juta dengan jangka waktu 6 bulan. Bunga 5 persen dan pajak bunga deposito adalah 20 persen. Berarti penghitungannya sebagai berikut.

  • Keuntungan dari bunga

5 persen x Rp10 juta x 182 / 365 adalah Rp249 ribu

  • Pajak bunga deposito

20 persen x Rp249 ribu yaitu Rp49.800

  • Pendapatan bersih deposito

Rp10 juta + (Rp249 ribu – Rp49.800)

Jadi, uang yang akan kamu dapatkan dengan deposito sebesar Rp10 juta yaitu Rp10 juta + Rp199.200 adalah Rp10.199.200.

Nah, buat kamu yang tertarik ingin menggelontorkan uang di instrumen investasi tersebut. Mending simak dulu yuk keuntungan dan kekurangannya berikut ini.

Keuntungan deposito

cara menghitung bunga deposito

Ada 5 keuntungan jika kamu memilih deposito sebagai instrumen investasimu. Mari kita telaah satu demi satu.

1. Bunga lebih besar

Deposito memberikan bunga yang lebih besar dibanding dengan tabungan biasa. Untuk bunganya sendiri kisaran 4 hingga 6 persen.

Jadi, daripada mendiamkan uang di tabungan. Lebih baik dialokasikan ke deposito. Selain itu, uang kamu juga gak akan terpotong untuk biaya administrasi bulanan lho.

2. Risiko rendah

Karena salah satu produk perbankan, maka deposito sangat minim risiko dibanding instrumen lainnya seperti saham dan lainnya. Kamu juga gak perlu pusing tuh mikirin pergerakan harga pasar setiap hari.

3. Lebih aman dan terpercaya

Keuntungan lainnya dari deposito adalah aman dan sangat terpercaya karena disimpan di bank. Pasalnya, bank itu dijamin oleh LPS yaitu Lembaga Penjamin Simpanan. Jadi, jika bank tempat kamu menyimpan uang bangkrut, maka uangmu akan diganti oleh LPS maksimal sebesar Rp2 miliar.

4. Jangka waktu

Dengan memilih instrumen investasi deposito, para nasabah akan diberikan keleluasaan untuk memilih jangka waktu yang diinginkan, mulai dari 1, 3, 6, 8, 12, 18, 24, dan 36 bulan. Untuk bunga yang diberikan tentu saja berbeda. Jadi, semakin lama tenor, maka akan semakin besar bunga yang didapatkan.

5. Syarat mudah

Syarat untuk berinvestasi deposito juga sangat mudah kok, yaitu:

  • Memiliki identitas diri, KTP, SIM atau paspor.
  • Membawa NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
  • Memiliki tabungan di bank tersebut.
  • Mengisi formulir permohonan pembukaan.
  • Menyiapkan dana minimal untuk membuka rekening, setiap bank umumnya memiliki minimal saldo yang berbeda-beda.

Kekurangan deposito

Walau deposito memang dijamin pasti menguntungkan, namun ada beberapa sisi kelemahan yang kamu wajib ketahui.

1. Keuntungan kecil

Meskipun bunganya lebih besar dibanding tabungan, tapi ketimbang dengan instrumen investasi lain. Keuntungan yang diberikan jauh lebih kecil dengan modal yang cukup besar.

Contohnya saja investasi saham yang dapat memberikan keuntungan 18 hingga 20 persen per tahun untuk saham blue chip. Sedangkan, bunga hanya 4 hingga 6 persen per tahun.

2. Tergerus inflasi

Nilai uang dari hari ke hari terus mengalami penurunan karena harga barang atau kebutuhan pokok yang semakin mahal. Jadi, sadarkah kamu kalau dengan nominal uang sama, kamu akan semakin membeli barang lebih sedikit dari hari ke hari. Itulah, salah satu dampak dari inflasi.

Jadi, saat nilai uang menurun bahkan rendah, maka bunga deposito hanya untuk menutup nilai kekurangan itu. Hal itulah yang membuat pendapatan deposito kamu menjadi gak besar.

3. Ada biaya pajak

Meskipun gak ada biaya administrasi, tapi deposito itu terkena pajak penghasilan (PPh) atas bunga deposito. Untuk biaya pajaknya itu sendiri sebesar 20 persen dari nilai bunga deposito.

4. Ada biaya penalti

Tak hanya biaya pajak, deposito juga ada biaya penalti untuk nasabah yang menarik uangnya sebelum waktu jatuh tempo. Meski begitu, gak semua bank menerapkan sistem tersebut.

Namun beberapa bank seperti Bank Mandiri memberikan denda sebesar 0,5 persen dari nominal dana deposito kamu.

Pilihan bank dengan bunga deposito tertinggi 2020

bunga deposito tertinggi

Setelah memetakan keuntungan dan kelemahan deposito, ada baiknya mengikuti perkembangan daftar bank yang memberikan bunga deposito. Tentunya, kita akan memilih bank yang akan memberikan bunga deposito tertinggi, bukan?

Sebelum melakukan penggalian informasi tentang daftar bank pemberi bunga deposito tertinggi tahun ini, penting untuk dipahami bahwa ada empat macam tenor yang dimiliki oleh semua bank dalam memberikan bunga deposito, antara lain tenor satu bulan, tenor tiga bulan, tenor enam bulan, dan tenor satu tahun. Tahun 2020 ini, bunga deposito tertinggi mencapai 6 persen.

Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi pilihan yang tepat untuk tiga macam tenor, yaitu satu bulan, tiga bulan, dan enam bulan. Bank ini memberikan bunga deposito tertinggi sebesar 6 persen. Gak itu saja, Bank Bukopin memberikan bunga tertinggi untuk deposito dengan tenor satu tahun, yaitu sebesar 5,9 persen.

Selain dua bank tersebut, berikut adalah daftar beberapa bank lainnya yang memberikan bunga deposito tertinggi untuk masing-masing tenor.

Tenor Bank Bunga
Satu Bulan Bank Tabungan Negara (BTN) 6%
ICBC Indonesia

Bank Mayora

5,8%
Bank Mega 5,6%
Tiga Bulan Bank Tabungan Negara (BTN) 6%
Bank Bukopin 5,8%
Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Bank Mandiri

Bank Mayora

ICBC

5,6%
Enam Bulan Bank Tabungan Negara (BTN) 5.9%
Bank Mayora

Bank Bukopin

5,8%
UOB Indonesia 5,6%
Satu Tahun Bank Bukopin 5,9%
Bank Tabungan Negara (BTN)

Bank Mayora

5,8%
Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Bank Danamon

OCBC NISP

CIMB Niaga

5,4%

Itu dia keuntungan dan kekurangan yang ditawarkan dari produk simpanan deposito. Jadi, apakah kamu tertarik untuk menggelontorkan uangmu ke produk investasi yang satu ini?