Didapuk Jadi Wakapolri, Segini Gaji yang Didapat Komjen Gatot Eddy Pramono

gatot eddy pramono

gatot eddy pramono

Komjen Gatot Eddy Pramono resmi menjadi Wakapolri menggantikan Komisaris Jenderal (Purn) Ari Dono Sukmanto yang pensiun pada tanggal 1 Januari 2020 yang lalu. Acara serah terima jabatan langsung dipimpin oleh Kapolri yakni Jenderal Idham Azis.

“Demi Allah saya bersumpah akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” sumpah Gatot mengikuti ucapan yang dilontarkan oleh Kapolri di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan tanggal 7 Januari 2020, mengutip dari Tempo.

Sedangkan untuk posisi Kapolda Metro Jaya yang diisi oleh Komjen Gatot sebelumnya bakal diduduki oleh Inspektur Jenderal Nana Surjana.

Keputusan yang diambil oleh Polisi tersebut dirasa tepat, sebab Komjen Gatot Eddy memiliki latar belakang pendidikan dan rekam jejak yang bagus selama bertugas di tubuh Polri. Apa aja? Kita simak langsung profil lengkap Komjen Gatot Eddy Pramono berikut ini:

Komjen Gatot Eddy Pramono memulai pendidikannya di Akpol

gatot eddy pramono lulusan akpol
Akademi Kepolisian. (Instagram/@humas_akpol)

Pria yang lahir pada tanggal 28 Juni 1965 di Solok, Sumatera Barat ini memulai jenjang pendidikan tinggi di Akademi Kepolisian dan lulus pada tahun 1988.

Namun gak berhenti sampai disitu, Komjen Gatot juga melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1996, Sekolah Staf Pimpinan tahun 2002 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Tinggi tahun 2012.

Dengan portofolio pendidikan yang moncer seperti itu, pantes aja sekarang ia sukses menduduki jabatan orang nomor 2 di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.

Wilayah Blitar menjadi pos pertama Komjen Gatot Eddy Pramono bertugas di Kepolisian

gatot eddy pramono pernah bertugas di blitar
Kota Blitar. (kotablitar.com)

Setelah lulus Akademi Kepolisian tahun 1988, Komjen Gatot langsung berdinas sebagai Wakil Kepala Kepolisian Sektor Selektif Wlingi Resor Blitar, dan di tahun yang sama ia juga langsung diangkat menjadi Kepala Kepolisian Sektor Srengat Resor Blitar.

Selang 13 tahun berdinas, Gatot berhasil menduduki posisi sebagai Perwira Penghubung Protokol Kapolri di tahun 2001. Gak berhenti sampai disitu, pada tahun 2009 ia juga menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan selama 2 tahun.

Puncaknya tentu pada tahun 2020 di mana ia dipercaya menjabat posisi strategis Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia.

Berapa gaji Wakapolri?

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2019 tentang Perubahan Ke-12 atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Eddy berhak mendapatkan gaji setara Golongan IV atau Perwira Tinggi.

Untuk nominalnya sendiri berkisar antara Rp 5.079.300 hingga Rp 5.930.800 berdasarkan pangkat Komisaris Jenderal yang kini ia sandang. Namun, itu hanya gaji pokoknya saja. Setiap anggota Polri berhak atas tunjangan lauk pauk sebesar Rp 60 ribu per hari dan tunjangan kinerja. 

Selain itu, anggota kepolisian juga berhak atas tunjangan pensiun. Untuk golongan Perwira Tinggi seperti Eddy besarannya adalah Rp 1.643.500 sampai Rp 4.448.100 per bulan. 

Harta kekayaan Komjen Gatot Eddy Pramono mencapai Rp 6,3 miliar

Dalam LHKPN KPK terbaru tahun 2018, pria berbintang Cancer ini memiliki harta kekayaan mencapai Rp 6.326.341.771 yang terdiri dari berbagai aset.

Tanah dan bangunan senilai Rp 4,8 miliar

Aset pertama yang masuk dalam daftar LHKPN adalah tanah dan bangunan yang berjumlah 8 unit dan tersebar di beberapa daerah.

Tanah dan Bangunan Nilai
Tanah dan Bangunan Seluas 192 m2/200 m2 di KOTA JAKARTA BARAT HASIL SENDIRI Rp. 980.000.000
Tanah Seluas 3150 m2 di BOGOR HASIL SENDIRI Rp. 630.000.000
Tanah Seluas 5185 m2 di TANGERANG HASIL SENDIRI Rp. 1.037.000.000
Tanah Seluas 3190 m2 di KOTA SUKABUMI HASIL SENDIRI Rp. 319.000.000
Tanah Seluas 671 m2 di SUKABUMI HASIL SENDIRI Rp. 67.100.000
Tanah Seluas 1418 m2 di SUKABUMI, HASIL SENDIRI Rp. 141.800.000
Tanah dan Bangunan Seluas 342 m2/300 m2 di KOTA JAKARTA BARAT HASIL SENDIRI Rp. 1.600.000.000
Tanah Seluas 323 m2 di SUKABUMI HASIL SENDIRI Rp. 32.300.000

Bila dijumlahkan maka total aset tanah dan bangunannya mencapai Rp 4.807.200.000.

Alat transportasi dan mesin sebesar Rp 550 juta

Selanjutnya ada alat transportasi dan mesin yang berupa mobil sebanyak 2 unit dengan rincian sebagai berikut:

Alat transportasi dan mesin Nilai
MOBIL, HONDA ODYSSEY MINIBUS Tahun 2004 HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000
MOBIL, ALPHARD ALPHARD 2.4 MVP Tahun 2007 HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000

Jika dijumlahkan semua maka total nilainya sebesar Rp 550 juta.

Kas dan setara kas sebesar Rp 960 jutaan

Aset terakhir yang dimiliki oleh Komjen Gatot Eddy Pramono adalah uang kas atau setara kas yang bisa berupa dana tunai sebanyak Rp 969.141.771. Dengan demikian total harta kekayaannya adalah Rp 6.326.341.771.

Nah itulah sedikit profil dan perjalanan karier Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Semoga ia bisa mengharumkan nama Korps Bhayangkara ya! (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis