Investasi Dinar, Kelebihan, dan Kekurangannya [Plus Tipsnya]

Investasi dinar

Investasi dinar emas bisa menjadi pilihan karena dianggap menguntungkan seperti halnya emas. Dinar adalah koin emas 22 karat dengan berat sekitar 3 – 4,25 gram.

Koin emas yang dapat diperjualbelikan selayaknya emas Antam di Indonesia ini diproduksi PT Aneka Tambang, Tbk. yang sudah mendapatkan pengakuan sertifikasi baik dari dalam negeri ataupun luar negeri.

Selain berskala domestik, kita bisa memperjualbelikan secara internasional karena diakui World Islamic Trade Organization (WITO).

Atas dasar itulah, koin dinar dipilih sebagai salah satu instrumen investasi yang menguntungkan, apalagi harganya pun mengikuti kurs emas di pasaran. Perbedaannya hanya terletak pada bentuk, ukuran, berat, dan kadar emasnya saja.

Selain digunakan sebagai instrumen investasi, dinar bisa juga digunakan sebagai mahar pernikahan, alat pembayaran zakat, dan sedekah.

Kelebihan investasi dinar

Sebelum berinvestasi dinar, kita perlu memahami kelebihan dan kekurangan yang ditawarkan dinar. Dengan demikian, kita dapat mengetahui apakah investasi dinar tepat untuk kita atau tidak.

Berikut beberapa kelebihan investasi dinar.

  • Harga beli dinar cenderung lebih murah bila dibandingkan dengan emas batangan.
  • Tidak ada ongkos pembuatan yang akan dipotong dari nilai jual ketika dinar dijual kembali.
  • Selisih buyback dinar tidak jauh berbeda bila dibandingkan dengan buyback emas batangan, terutama dalam kalangan komunitas.
  • Adanya ketetapan standar, yaitu satu keping dinar setara dengan emas 22 karat dengan berat 4,25 gram.
  • Lebih mudah untuk dijumlah dan dibagi bila dibandingkan dengan emas batangan. Sebagai ilustrasi, jika kita memiliki emas batangan 20 gram dan sedang membutuhkan dana senilai 10 gram, kita tetap harus menjual seluruh emas batangan sekalipun hanya membutuhkan dana setengah dari nilainya karena tidak dapat membaginya.
  • Akses pembeliannya mudah. Kita dapat membelinya mulai dari agen penjual dinar, bank syariah, hingga PT ANTAM.

Kekurangan investasi dinar

Setelah membahas kelebihan investasi dinar, ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum berinvestasi dinar. Apa saja? Berikut beberapa kekurangan investasi dinar.

  • Ada Pajak Pertambahan Nilai atau PPN sebesar 10 persen karena di Indonesia dinar masih termasuk dalam kategori perhiasan.
  • Diperlukan tempat penyimpanan agar terhindar dari risiko kehilangan. Nah, jika kita ingin menyimpannya di safe deposit atau Pegadaian akan ada biaya sewa atau titip di tempat penyimpanan tersebut yang perlu dikeluarkan.
  • Tergolong investasi jangka panjang, mulai dari 5 – 10 tahun.
  • Tetap terpengaruh dengan kondisi global, produksi emas dunia, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Tips sukses investasi dinar

Peluang mendapatkan keuntungan melalui investasi memang cukup meyakinkan walau nyatanya tetap tidak terhindar dari keadaan-keadaan tertentu yang dinamakan dengan risiko.

Namun, kita selalu bisa meminimalkan kerugian dengan langkah-langkah yang tepat, terutama dalam investasi dinar. Ada berapa tips yang bisa kita pertimbangkan untuk memaksimalkan keuntungan seperti berikut ini.

1. Konsisten dalam menabung dinar

Sama halnya menabung emas, kita bisa menambah pundi-pundi kepemilikan koin dinar sebagai investasi. Mulailah menabung dengan nilai yang paling kecil agar harganya lebih terjangkau, tapi jagalah konsistensi dalam menjalaninya.

Misalnya, menabung ¼ dinar per bulan kemudian ditingkatkan seiring meningkatnya pendapatan atau ketika mendapatkan tambahan uang dari tunjangan, uang bonus, atau penghasilan dari pekerjaan sampingan.

2. Dinar cocok untuk investasi jangka panjang

Dinar sebetulnya tidak hanya cocok untuk investasi jangka pendek, tetapi juga jangka panjang, karena harganya hampir dipastikan selalu naik dibandingkan dengan logam mulia lainnya.

Akan tetapi, nilai keuntungan investasinya belum tentu lebih besar dibandingkan dengan instrumen lain seperti saham dan sebagainya.

Terlepas dari fakta tersebut, dinar tetap selalu bisa diandalkan sebagai salah satu pilihan diversifikasi investasi yang menguntungkan.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

3. Pilih dinar dengan nilai terkecil agar lebih mudah dijual

Seperti cara peternak memilih binatang ternak, mereka cenderung memperbanyak kambing dibandingkan dengan sapi.

Kambing lebih mudah diperjualbelikan dengan nominal yang lebih terjangkau. Sementara sapi bisa digunakan untuk investasi jangka panjang.

Begitu juga ketika menabung dinar. Tidak ada salahnya untuk memilih nominal yang paling kecil terlebih dahulu. Lambat laun memilih nominal yang paling besar untuk kepentingan jangka panjang.

4. Lengkapi kepemilikan dinar dengan sertifikat agar harga jual lebih tinggi.

Karena termasuk kategori perhiasan, lengkapi kepemilikan dinar dengan sertifikat. Meskipun dinar tetap bisa dijual tanpa sertifikat, tetapi harganya tentu akan turun sedikit.

5. Bayar zakat kepemilikan dinar jika sudah mencapai nisabnya

Nisab emas perhiasan adalah seberat 85 gram selama satu tahun kepemilikan. Artinya jika sudah memiliki dinar dengan berat 85 gram lebih dari satu tahun, kita wajib mengeluarkan zakat harta sebesar 2,5 persen.

Perhitungan sederhana umumnya 85 gram setara dengan 20 dinar dan untuk zakatnya dikeluarkan sebesar ½ dinar per tahun.

Fungsi dinar

Untuk melihat proyeksi seberapa menguntungkannya investasi dinar, kita perlu memahami apa saja fungsi dinar. Berikut beberapa fungsi dinar dalam kehidupan sehari-hari.

  • Sebagai alat tukar resmi
  • Sebagai mahar pernikahan
  • Sebagai alat pembayaran zakat
  • Sebagai tabungan

1. Sebagai alat tukar resmi

Dinar ternyata bukan hanya sebatas perhiasan. Selama lebih dari 1.400 tahun, dinar sudah menjadi alat tukar, terutama bagi umat Islam.

2. Sebagai mahar pernikahan

Mungkin jenis mahar pernikahan yang umum kita dengar adalah seperangkat alat sholat dan uang tunai ataupun emas.

Mahar pernikahan yang dianjurkan merupakan sesuatu yang berharga, mempunyai nominal, bermanfaat, dan membahagiakan bagi calon istri.

Dinar memenuhi persyaratan tersebut. Oleh karena itu, dinar kerap menjadi salah satu bentuk mahar pernikahan.

3. Sebagai alat pembayaran zakat

Bagi umat Islam, ada ketentuan untuk menunaikan zakat harta. Kepemilikan dinar, sama seperti emas, juga dapat menjadi penuai zakat.

Sementara itu, nishab zakat juga ditentukan dengan dinar dan dirham sehingga kepemilikannya akan memudahkan masyarakat menghitung dan membayar zakatnya dengan benar.

4. Sebagai tabungan

Sebab manfaat dinar tahan dalam jangka waktu panjang dan nominalnya terhindar dari inflasi, dinar dapat disimpan sebagai tabungan.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Jenis-jenis dinar yang tersebar secara umum

Beberapa jenis dinar bisa dibedakan dari asal negara, perusahaan yang mencetak,  berat, dan kadar emasnya.

1. Asal negara

Jika dilihat dari asal negaranya, beberapa negara yang juga mencetak dan menerbitkan dinar meliputi Dubai, Kelantan, dan Indonesia.

Desain koin dinar dari beberapa negara tersebut pun hampir serupa, yaitu mengambil desain masjid di dua kota suci Arab Saudi, yaitu Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Selain berdesain dua masjid, sebagian lainnya lagi memiliki desain kerajaan atau kesultanan, seperti desain kerajaan negeri Kelantan, Kesultanan Cirebon, dan Kesultanan Ternate.

2. Perusahaan pencetak dan penerbit dinar

Beberapa perusahaan yang tercatat menerbitkan dinar pertama di Indonesia adalah IMN sekitar tahun 2000. Hingga pada tahun 2010 IMN mengikuti kesepakatan untuk mencetak dinar murni dengan takaran 1 mistqal, yakni seberat 4,44 gram atau sama dengan 1/7 troy ounce.

Selain IMN, perusahaan lain yang juga memiliki punya banyak varian koin emas dinar adalah PT Logam Mulia di bawah PT Antam Tbk.

Selain kedua perusahaan tersebut, diketahui juga bahwa perhimpunan BMT Indonesia mencetak dinar emas batangan dengan berat 4,44 dan kemurnian emas 99,99 persen.

Namun, saat ini koin dinar terbitan PT Logam Mulia dinilai lebih populer karena sudah mendapatkan sertifikasi di dalam negeri dan diakui di secara internasional.

3. Berat dan kadar emas koin dinar

PT Logam Mulia memiliki dua jenis koin dinar berdasarkan tingkat kemurniannya, yaitu dinar 91,7% dan dinar 99,99%. Sedangkan berdasarkan nilainya bisa diuraikan seperti berikut ini.

  • Koin ¼ dinar Au 91,7%
  • Koin ½ dinar Au 91,7%
  • Koin 1 dinar Au 91,7%
  • Koin 2 dinar Au 91,7%
  • Koin 4 dinar Au 91,7%
  • Koin ¼ dinar FG 99,99%
  • Koin ½ dinar FG 99,99%
  • Koin 1 dinar FG 99,99%
  • Koin 2 dinar FG 99,99%

Cara membedakan antara koin dinar Au 91,7% dengan FG 99,99% bisa dibedakan dari desainnya. Koin dinar Au 91,7% menggunakan gambar Masjidil Haram, sementara koin dinar FG 99,99% hanya menggunakan tulisan Logam Mulia Antam Jakarta disertai dengan nilai satuan koinnya.

Ini 4 perbedaan dinar dan emas

Sebelum investasi dinar sebaiknya ketahui dulu perbedaannya dengan emas, kelebihan serta kekurangannya. Beberapa poin berikut bisa menjadi pertimbangan tersendiri.

  • Koin emas dinar cenderung diperdagangkan secara terbatas di salah satu komunitas atau golongan tertentu saja. Hal ini menjadikannya sulit untuk dijual di luar komunitas dengan harga yang lebih tinggi.
  • Berbeda dengan emas yang bisa diterima di semua kalangan. Harganya pun cenderung selalu naik dan sangat dinamis.
  • Selain itu, koin emas dinar bisa dikategorikan sebagai perhiasan. Artinya, bisa dikenai pajak sehingga nilai sebagai alat investasi jadi berkurang.
  • Berbeda dengan emas batangan yang bukan merupakan perhiasan sehingga tidak dikenai pajak perhiasan.

Melihat perbedaan tersebut, tentu kita bisa memastikan dan memilih mana yang paling cocok untuk diinvestasikan.

Itulah beberapa informasi terkini tentang investasi dinar. Dinar dapat dijadikan opsi investasi, tapi pahami juga risikonya seperti yang sudah diulas dalam artikel ini.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →