Bisnis Kuliner Jepang Kaki Lima Untung Rp 64 Juta Sebulan? Begini Perhitungannya

bisnis kuliner jepang

Tertarik mendirikan bisnis kuliner Jepang harga kaki lima? Ide bagus lho ini. Berbekal keahlian di bidang masak pun kamu bisa meraup cuan gede dari bisnis kuliner.

Bicara soal bisnis kuliner Jepang kaki lima yang sukses, kamu tentunya harus berkaca pada Hiroshi Hada. Pengusaha kuliner di Solo ini telah memberikan kita pelajaran berharga soal bisnis kuliner Jepang dengan modal kecil di Indonesia.

Hiroshi menjual Ramen dan Takoyaki saja. Harganya pun sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 13 ribuan saja, tapi kedainya selalu ramai pembeli. 

Mungkin saja, salah satu nilai plus dari usaha kuliner itu ada pada diri Hiroshi yang merupakan warga asli Jepang. So, pelanggan tentu berasumsi bahwa cita rasa hidangan ini pasti mirip dengan yang dijual Negeri Sakura.

Nah, buat kamu yang ingin mengikuti jejak Tuan Hiroshi Hada, gak perlu jadi Warga Negara Jepang dulu kok buat sukses. Berikut adalah modal dan perhitungan laba dari sebuah bisnis kuliner Jepang harga kaki lima.

Modal awal 

seseorang berjualan takoyaki
Modal awal (Pixabay)

Di manakah kamu ingin mendirikan bisnis kuliner ini? Apakah di rumah? Atau mau sewa ruko?

Ketika kamu berniat mendirikan di rumah seperti halnya yang dilakukan oleh Hiroshi Hada, maka biaya sewa ruko pun bisa dihilangkan. Namun tentu saja, lokasi rumah itu gak semuanya strategis alias mudah dijangkau.

Mari kita buat perhitungan modal untuk mendirikan usaha kuliner kaki lima ini dengan menyewa. Namun biaya sewa dan bahan baku akan kita masukkan di poin selanjutnya alias di biaya operasional. 

Gerobak Rp 3 juta
Cetakan takoyaki Rp 150 ribu
Piring keramik 50 buah Rp 125 ribu
Sendok garpu 50 buah Rp 105.000
Meja makan kursi kafe 10 set Rp 7,5 juta
Gelas 50 buah Rp 500 ribu
Peralatan kasir (Pos System) Rp 5,3 juta
Tabung gas 12 kg (2 buah) Rp 880.000
Peralatan masak Rp 3 juta
Total Rp 20.560.000

Modal awalnya bisa dimulai dengan Rp 20 jutaan lho. Nah, kira-kira berapa sih biaya operasionalnya? Mari kita simak poin selanjutnya. 

Biaya operasional

semangkuk ramen
Biaya operasional (Pixabay)

Kita akan simulasikan biaya operasional bisnis kuliner ini, jika kamu berniat menyediakan tiga menu. Pertama adalah Takoyaki, Omurice (nasi omelette Jepang), Gyudon, dan yang terakhir adalah ramen. 

Mengapa cuma empat? Karena sushi yang enak agak sulit kalau harganya kaki lima. Tiga menu ini sejatinya sudah pas, ada cemilannya yaitu Takoyaki, ada nasi dengan telur, nasi daging, dan ada mie-nya.

Berikut biaya operasional yang kamu butuhkan dalam sehari untuk membuat menu-menu ini sebanyak 50 porsi.

Takoyaki

Bahan makanan Kebutuhan Total harga
Tepung terigu 500 gram Rp 50 ribu
Telur 50 butir Rp 55 ribu
Garam 500 gram Rp 7.500
Saus BBQ 500 gram  Rp 27 ribu
Saus Tiram 500 ml Rp 24 ribu 
Kecap asin 600 ml Rp 15 ribu
Gula  500 gram Rp 7.500
Gurita frozen 1 kg Rp 60 ribu
Katsuoboshi 200 gram Rp 50 ribu
Mayones 1 kg Rp 25 ribu
Sambal 500 gram Rp 7 ribu
Total  Rp 328 ribu

Omurice

 

Bahan makanan Kebutuhan Total harga
Daging ayam 2 kg  Rp 96 ribu
Telur 70 butir Rp 154 ribu
Garam 500 gram Rp 7.500
Saus tomat 1 kg  Rp 15 ribu
Saus tiram 500 ml Rp 24 ribu 
Merica 250 gram Rp 28 ribu
Bawang putih  500 gram Rp 20 ribu
Wortel curah 500 gram Rp 11 ribu
Total Rp 355.500

Gyudon

Bahan makanan Kebutuhan Total harga
Slice beef 2 kg  Rp 160 ribu
Kecap asin 600 ml Rp 15 ribu
Garam 500 gram Rp 7.500
Kecap manis 500 gram  Rp 20 ribu
Saus tiram 500 ml Rp 24 ribu 
Merica 250 gram Rp 28 ribu
Bawang putih  500 gram Rp 20 ribu
Bawang bombay 1 kg Rp 52 ribu
Minyak wijen 600 ml Rp 27 ribu
Total Rp 353.500

Ramen

 

Bahan makanan Kebutuhan Total harga
Mie ramen 50 porsi Rp 325 ribu
Kecap ikan 600 ml Rp 15 ribu
Garam 500 gram Rp 7.500
Daging ayam 2 kg  Rp 96 ribu
Telur 50 butir Rp 55 ribu
Merica 250 gram Rp 28 ribu
Bawang putih  500 gram Rp 20 ribu
Bawang bombay 1 kg Rp 52 ribu
Gula  500 gram Rp 7.500
Minyak goreng 1 liter Rp 11 ribu
Tepung sagu 500 gram Rp 9 ribu
Kaldu ayam 500 ml Rp 45 ribu
Total Rp 671 ribu

Nah, sudah ketahuan nih berapa biaya produksi untuk 50 porsi takoyaki, ramen, gyudon, dan omurice! Patut diingat, angka di atas adalah harga perkiraan, bisa jadi lebih mahal atau lebih murah.

Sekarang mari kita hitung berapa total biaya operasionalnya jika dalam sehari, ada order sebesar 50 porsi untuk ke empat menu tersebut.

Biaya operasional per bulan 

semangkuk teriyaki
Biaya operasional per bulan (Shutterstock)
Produksi Takoyaki 30 hari Rp 9.840.000
Produksi Omurice 30 hari Rp 10.665.000
Produksi Ramen 30 hari Rp 20.130.000
Produksi Gyudon 30 hari Rp 10.605.000
Beras 10 kg Rp 110.000
Sewa tempat per bulan Rp 4,5 juta
Listrik Rp 1,5 juta
Refill gas Rp 282.000
Gaji karyawan (3 orang) Rp 9 juta 
Air minum 150 botol Rp 300 ribu
Teh ocha & bancha 1 kg Rp 95 ribu
Total biaya operasional perbulan 67.027.000

Jangan kaget dulu ya melihat Rp 67 juta sebagai biaya operasional. Ilustrasi ini didapat jika dalam 30 hari, kamu bisa menerima order dalam jumlah banyak. Alias 50 order untuk setiap menu dalam seharinya. 

Kalau ordernya lebih sedikit, tentu saja biaya operasionalnya gak besar.  

Perhitungan laba usaha kuliner Jepang kaki lima-mu

secangkir teh hijau
Perhitungan laba usaha kuliner Jepang kaki lima (Pixabay)

Berapa sih harga ideal yang bisa dipatok untuk menu-menu ini? Gak usah mahal-mahal, namanya juga resto Jepang kaki lima. 

Coba saja gunakan untuk menggunakan daftar harga di bawah sini untuk menghitung laba kotornya.

Laba kotor

Menu Harga Keuntungan order 50 porsi
Takoyaki Rp 10 ribu Rp 500 ribu
Omurice Rp 15 ribu Rp 750 ribu
Gyudon Rp 20 ribu Rp 1 juta
Ramen Rp 30 ribu Rp 1,5 juta
Air mineral Rp 5 ribu Rp 250 ribu
Teh Ocha/Bancha Rp 8 ribu Rp 400 ribu
Laba kotor sehari Rp 4.400.000

Dengan perhitungan di atas, maka laba kotormu dalam satu hari adalah Rp 4,4 juta. So, seandainya restoran ini buka 30 hari, maka dalam sebulan laba kotornya Rp 4,4 juta x 30 = Rp 132 juta.

Jelas sekali laba bersih yang bisa kamu raup sebulan yaitu Rp 132 juta – Rp 67.027.000 = Rp 64.973.000.

Gimana, dengan perkiraan cuan sebesar Rp 64 jutaan perbulan, apakah ide bisnis kuliner ini menarik buatmu? Rp 64 juta tentunya bisa didapat kalau kerja keras lho ya.

Bisnis satu ini adalah bisnis yang produknya digemari masyarakat. Namun persaingannya juga berat, apalagi di Jakarta. 

Gak semua orang berani untuk mencoba resto Jepang kaki lima. Meski harganya menggiurkan, pelanggan bisa saja lari ke resto yang lebih mahal demi cita rasa yang lebih enak.

Namun, kamu juga harus paham bahwa dalam bisnis kuliner, word of mouth marketing alias promo mulut ke mulut bisa jadi andalan! 

Seorang yang puas dengan rasa hidangan di sebuah tentu bakal merekomendasikan resto yang telah dia cicipi, begitu pun sebaliknya jika mereka kecewa. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →