Ditanya Alasan untuk Resign, Ini Jawaban Ampuh Biar Lolos Interview

alasan resign

Untuk bisa lolos interview di tempat baru, kamu harus pandai memikirkan alasan resign yang bagus dan masuk akal. Jangan sampai salah sebut alasan untuk resign, karena kalau keliru bisa membuat impian lolos ke tahap selanjutnya raib begitu saja. 

Terus harus jawab apa dong saat ditanya alasan untuk resign? Yuk, kita simak!

Berhenti dari sebuah pekerjaan merupakan hak setiap karyawan. Kalau kamu sudah merasa jenuh bekerja di tempat lama, gak ada salahnya mencari tempat atau bidang pekerjaan yang baru. 

Nah, untuk masuk ke tempat kerja baru, kamu harus melalui tahapan rekrutmen. Salah satunya, interview dengan HRD atau user

Tahap ini terbilang cukup krusial dan penting, karena pihak perusahaan akan menggali informasi tentang kepribadian dan kemampuan kamu bekerja. Yang gak kalah penting juga adalah, latar belakang pekerjaan kamu sebelumnya.

Pertanyaan yang paling umum ditanyakan penilai kepada kandidatnya adalah, mengenai alasan untuk resign dari kantor sebelumnya. Nah, kamu harus hati-hati menjawab pertanyaan ini. 

Pasalnya, gak sedikit contoh kasus di mana seorang pelamar kerja memberikan alasan kurang bisa diterima oleh tim rekrutmen. Alhasil, dia gak bisa lanjut ke proses yang selanjutnya. Padahal, dari sisi syarat minimum lainnya sudah memenuhi standar. 

Daripada harus mengalami pengalaman kelam seperti itu, lebih baik kamu ketahui 13 alasan resign yang baik saat wawancara.

1. Pengin tantangan baru

Alasan untuk resign yang pertama terbilang sangat masuk akal bagi tim HRD yang menanyakan kamu ketika proses interview

Sebab, banyak pekerja sekarang, terutama kalangan milenial memiliki tingkat kreativitas dan inovasi tinggi harus menghadapi tembok besar kebijakan atasan atau perusahaan.

Padahal, mereka memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman serta tantangan baru yang sebelumnya mungkin belum pernah dirasakan. Dengan demikian, dia bakal mendapatkan jenjang karier yang lebih baik pula.

2. Performa sudah baik tapi gaji gak naik-naik

Jawaban satu ini sudah menjadi jawaban paling umum, namun masih bisa diterima oleh pihak perekrut pekerjaan. 

Karena mendapat gaji setimpal merupakan sebuah hak yang gak bisa ditawar-tawar lagi. Masalahnya, ini sudah menyangkut kesejahteraan hidup seseorang.

Apalagi, kalau kamu merasa sudah memiliki kinerja yang melebihi target tempat kerja sebelumnya. Sudah sepantasnya kamu mendapatkan gaji serta tunjangan yang layak. Ya, paling gak mendapatkan kenaikan gaji lah! 

Kan sayang jadinya tenaga yang sudah dikeluarkan terbuang sia-sia. Karena itu, alasan resign kedua ini bisa kamu gunakan ketika ditanya.

3. Gak dapat izin melanjutkan pendidikan

Semua orangtua pasti ingin anak-anaknya mendapat jenjang pendidikan yang tinggi. 

Selain bisa bikin tambah pintar, mengemban pendidikan sampai Strata 2 atau 3 juga bisa meningkatkan kesejahteraan melalui standar gaji yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Beberapa perusahaan memang gak menerapkan cuti tanpa digaji karena alasan pengin melanjutkan pendidikan. Sehingga, terpaksa kamu harus keluar dari pekerjaan itu. 

Alasan untuk resign itu sangat masuk akal bagi tim HRD, karena kondisinya yang gak memungkinkan lagi.

4. Di-PHK karena departemen dihapus

Sebagai seorang karyawan biasa, tentu kita gak punya hak mayoritas untuk menolak sebuah kebijakan dari perusahaan. 

Salah satunya, apabila departemen yang kita tempati sekarang memang perlu dihapus karena alasan penghematan biaya atau fungsinya yang sudah gak maksimal.

Terpaksa, kita harus mencari tempat kerja yang baru untuk melanjutkan hidup. Jadi, sudah pasti alasan resign satu ini bisa diterima oleh perusahaan.

5. Lingkungan kerja yang gak cocok 

Gaji besar bukan faktor utama yang bisa membuat orang betah bekerja di suatu korporasi. Kadang ada orang yang lebih memilih lingkungan kerja yang nyaman dengan konsekuensi gaji atau tunjangan terpangkas.

Hal seperti itu masih bisa dimaklumi pihak perekrut. Pasalnya, lingkungan kerja yang gak cocok atau terlalu berat dapat menimbulkan rasa stres, bahkan depresi yang mampu mengganggu kesehatan jiwa seseorang. 

Ujung-ujungnya produktivitas menjadi berkurang. Jadi, buat apalagi bertahan di tempat tersebut?

6. Gak cocok sama atasan 

Alasan resign berikutnya adalah, jawab saja dengan jujur kalau kamu ternyata tidak cocok dengan atasanmu saat ini. Tapi, jangan bilang seperti itu, katakan saja bahwa atasanmu buruk dalam hal manajemen. 

Tak bisa dipungkiri, memang banyak jenis-jenis atasan yang lebih senang memerintah, ketimbang merangkul anak buahnya untuk menyelesaikan masalah bersama. 

7. Ingin pekerjaan yang lebih fleksibel

Gak semua orang suka kerja di lingkungan yang kaku. Masuk kerja harus pukul 09.00 WIB pulang jam 18.00 WIB. Karena tidak tahan dengan rutinitas itu, kamu bisa menjadikannya sebagai alasan. 

Tapi, jawab dengan positif saat wawancara. Misalnya, kamu pengin mencari kantor yang bisa memfasilitasi untuk bekerja hingga larut malam dan tak terpaku dengan absensi. 

8. Ketidaksesuaian latar belakang pendidikan dengan pekerjaan

Idealnya, bekerja memang sesuai dengan latar belakang pendidikan agar apa yang telah kita pelajari gak sia-sia. 

Nah, pertimbangan ini bisa banget dijadikan jawaban saat ditanya terkait alasan resign.  Jika jobdesk kamu ternyata melenceng jauh, tentu kamu jadi gak bisa fokus dan bekerja asal-asalan.

9. Pengin jadi karyawan tetap 

Jawaban ini mungkin bisa dijawab sama karyawan-karyawan magang atau kontrak. Maklum saja, sebagai karyawan magang dan kontrak banyak fasilitas yang gak mereka dapatkan sebagai pekerja, seperti asuransi kesehatan dan tunjangan hari tua. 

Nah, kamu boleh menjawab ingin mendapatkan pekerjaan tetap ke pewawancara. Pihak pewawancara juga bakal paham kok sama problematika ini. 

10. Jenjang karier 

Ingin mendapatkan jenjang karier yang lebih bisa menjadi alasan lainnya. Semua orang pasti pengin naik jabatan. Sayangnya, naik jabatan gak bisa segampang itu. 

Nah, cara tergampang adalah pindah ke perusahaan lain yang memberikan lowongan kerja dengan posisinya yang lebih tinggi. 

Jadi, wajar kalau kamu jawab pertanyaan kenapa resign karena ingin meningkatkan jejak karier. 

11. Jauh dari keluarga

Bisa dibilang jika alasan ini adalah alasan yang paling umum digunakan, bahkan sering. Apalagi jika kamu adalah seorang istri dan ibu yang tetap ingin bekerja namun gak bisa jauh dari suami dan anak-anak.

Jarak tempuh dan waktu yang terbuang membuat kamu gak bisa ber-quality time bersama keluarga, untuk itu sudah saatnya kamu memilih pekerjaan yang jaraknya gak terlalu jauh dengan keluarga.

Selain itu, jarak yang jauh dengan kantor bisa membuat kamu terlambat karena ketidakpastian jadwal transportasi. Hal ini akan merembet pada pengeluaran transportasimu yang makin membengkak.

12. Pekerjaan gak sesuai dengan kontrak kerja

Kadangkala apa yang tertulis di kontrak memang gak sesuai dengan kenyataan. Misal, dalam kontrak jobdesk kamu hanya mengerjakan A, tapi kenyataannya kamu juga harus mengerjakan B, C, D, hingga E. Tentu hal ini sangat melelahkan dan membuang-buang waktu serta energi.

Jika kamu merasa gak nyaman, kamu bisa saja resign dan menggunakan alasan ini saat melakukan interview

13. Pindah tempat tinggal

Alasan terakhir yang bisa kamu sebutkan adalah, saat suatu ketika kamu memang harus pindah ke suatu tempat karena harus mengikuti penempatan kerja suami atau orangtua dimana jarak antara rumah dan tempat kerja memang terlampau jauh. Kamu bisa menjadikan alasan ini untuk mengajukan resign.

Bagaimana cara resign yang baik?

Meski pun kamu berniat keluar dari perusahaan, kamu tetap harus mematuhi aturan yang baik untuk resign di kantor lama kamu. Sebab, hal ini tentu akan menjadikan penilaian soal attitudemu selama bekerja.

Karena kamu gak tahu, siapa tahu orang penting di perusahaan tempatmu melamar adalah sahabat baik atasanmu di kantor lama. 

Harapannya, dengan ini atasan kamu yang lama bisa merekomendasikan atau memberikan testimoni soal kinerjamu dan kamu bisa lolos, deh

Berikut tata cara untuk resign yang baik:

1. Jangan mendadak

Pastikan bahwa kamu mengajukan surat resign atau memberi tahu atasanmu minimal satu bulan sebelum kamu resign

Jangan sampai kamu mengajukan resign sehari sebelumnya, karena hal itu sangat fatal untuk dilakukan. Sebaiknya ikuti saja aturan atau tata cara resign di kantor lamamu dengan bertanya pada sekretaris atau HRD.

2. Tidak menurunkan performa kerja

Mentang-mentang kamu mau resign, jangan sampai hal ini membuat kamu jadi malas-malasan. Kerja jadi gak sesuai target atau datang terlambat dengan alasan ‘Ah, kan aku mau resign, jadi gak apa-apa telat’. Hal ini tentu akan membuat kamu dicap sebagai orang yang gak profesional. 

Kamu harus tetap bekerja sesuai dengan aturan dan target yang diberikan karena kamu akan mendapatkan gaji di akhir masa kerjamu. 

3. Mengembalikan barang inventaris kantor

Apabila kamu mendapat fasilitas seperti laptop kantor, HP kantor atau kamera kantor, kamu wajib mengembalikan barang-barang tersebut dengan rapi dan bersih pada kantor. 

Jika rusak, kamu juga wajib menggantinya, ya. Itu membuktikan bahwa kamu adalah orang yang amanah dan bertanggung jawab.

4. Berpamitan dengan rekan kerja dan atasan

Hal terakhir yang dilakukan di hari terakhirmu bekerja, sebaiknya kamu berpamitan dengan rekan kerja dan atasanmu, ya! 

Kalau ada uang lebih, kamu bisa memberikan mereka kenang-kenangan dan makanan sebagai ucapan terima kasih karena sudah banyak membantu selama kamu bekerja. 

Itulah 13 jawaban ampuh yang bisa kamu gunakan pas ditanya HRD mengenai alasan resign di pekerjaan sebelumnya. 

Meski bukan menjadi pertanyaan penentu, namun jika dijawab dengan benar, bisa membantu kamu untuk lolos ke tahap perekrutan selanjutnya. Tetap semangat! (Editor: Chaerunnisa)