Ditanya Kenapa Resign? Ini Jawaban Ampuh Biar Lolos Interview

seorang karyawan hendak mengajukan resign

Meninggalkan pekerjaan lama dan dapat kesempatan interview di tempat kerja baru, jangan sampai salah sebut alasan resign lho! Kalau keliru kasih alasan resign, bisa-bisa impian lolos ke tahap selanjutnya raib begitu saja. 

Terus harus jawab apa dong saat ditanya alasan resign? Yuk, kita simak!

Berhenti dari sebuah pekerjaan merupakan hak setiap karyawan. Kalau kamu sudah merasa jenuh bekerja, gak ada salahnya mencari tempat atau bidang pekerjaan yang baru. 

Nah, untuk masuk ke tempat kerja baru, kamu harus melalui tahapan rekrutmen. Salah satu tahapannya adalah interview dengan HRD ataupun user

Tahap ini terbilang cukup krusial dan penting karena pihak perusahaan akan menggali informasi tentang kepribadian dan kemampuan kamu dalam bekerja. Yang gak kalah penting juga latar belakang kerja kamu sebelumnya.

Pertanyaan yang paling umum ditanyakan penilai kepada kandidatnya adalah mengenai alasan resign dari kantor sebelumnya. Nah, kamu harus hati-hati menjawab pertanyaan ini. 

Pasalnya, gak sedikit contoh kasus di mana seorang pelamar kerja memberikan alasan yang kurang bisa diterima oleh tim rekrutmen. Alhasil, dia gak bisa lanjut ke proses yang selanjutnya. Padahal dari sisi syarat minimum lainnya sudah memenuhi standar. Sayang kan jadinya?

Daripada kamu harus mengalami pengalaman kelam seperti itu, lebih baik kamu ketahui 10 alasan resign yang baik saat wawancara.

1. Karena Pengin Tantangan Baru

pekerja sedang berkumpul dan bersalaman
Karena Pengin Tantangan Baru (Pixabay)

Alasan resign yang pertama terbilang sangat masuk akal bagi tim HRD yang menanyakan kamu ketika proses interview

Sebab, banyak pekerja sekarang, terutama kalangan milenial yang memiliki tingkat kreativitas dan inovasi tinggi harus menghadapi tembok besar kebijakan atasan atau perusahaan.

Padahal, mereka memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman serta tantangan baru yang sebelumnya mungkin belum pernah dirasakan. 

Dengan demikian, dia bakal mendapatkan jenjang karier yang lebih baik pula.

2. Performa Sudah Baik tapi Gaji Gak Naik-Naik

karyawan menerima cek gaji
Performa Sudah Baik tapi Gaji Gak Naik-Naik (Shutterstock)

Jawaban satu ini sudah menjadi jawaban paling umum, namun masih bisa diterima oleh pihak perekrut pekerjaan. 

Karena mendapat gaji yang setimpal merupakan sebuah hak yang gak bisa ditawar-tawar lagi. Masalahnya ini sudah menyangkut kesejahteraan hidup seseorang.

Apalagi kalau kamu merasa sudah memiliki kinerja yang melebihi target tempat kerja sebelumnya. Sudah sepatasnya kamu mendapatkan gaji serta tunjangan yang layak. Ya, paling gak mendapatkan kenaikan gaji lah! 

Kan sayang jadinya tenaga yang sudah dikeluarkan terbuang sia-sia. Karena itu, alasan resign kedua ini bisa kamu gunakan ketika ditanya.

3. Gak Dapat Izin Melanjutkan Pendidikan

seorang pria sedang menulis di atas kertas
Gak Dapat Izin Melanjutkan Pendidikan (Pixabay)

Semua orangtua pasti menginginkan jenjang pendidikan yang tinggi bagi anak-anaknya. 

Selain bisa bikin tambah pintar, mengemban pendidikan sampai Strata 2 atau 3 juga bisa meningkatkan kesejahteraan melalui standar gaji yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Beberapa perusahaan memang gak menerapkan cuti tanpa digaji karena alasan pengin melanjutkan pendidikan. Sehingga, terpaksa kamu harus keluar dari pekerjaan itu. 

Alasan resign itu sangat masuk akal bagi tim HRD, karena kondisinya yang gak memungkinkan lagi.

4. Di-PHK karena Departemen Dihapus

seorang pria stres karena diputus kerja
Di-PHK karena Departemen Dihapus (Pixabay)

Sebagai seorang karyawan biasa, tentu kita gak punya hak mayoritas untuk menolak sebuah kebijakan dari perusahaan. 

Salah satunya, apabila departemen yang kita tempati sekarang memang perlu dihapus karena alasan penghematan biaya atau fungsinya yang sudah gak maksimal.

Terpaksa kita harus mencari tempat kerja yang baru untuk melanjutkan hidup. Jadi, sudah pasti alasan resign satu ini bisa diterima oleh perusahaan.

5. Lingkungan Kerja yang Gak Cocok Bisa Jadi Alasan Resign dari Tempat Lama

seorang karyawan sedang bersama atasannya
Lingkungan Kerja yang Gak Cocok Bisa Jadi Alasan Resign dari Tempat Lama (Pixabay)

Gaji besar bukan faktor utama yang bisa membuat orang betah bekerja di suatu korporasi. Kadang ada orang yang lebih memilih lingkungan kerja yang nyaman dengan konsekuensi gaji atau tunjangan terpangkas.

Hal seperti itu masih bisa dimaklumi pihak perekrut. Pasalnya, lingkungan kerja yang gak cocok atau terlalu berat dapat menimbulkan rasa stres, bahkan depresi yang mampu mengganggu kesehatan jiwa seseorang. 

Ujung-ujungnya produktivitas menjadi berkurang. Jadi, buat apalagi bertahan di tempat tersebut?

6. Gak Cocok Sama Atasan 

seorang atasan di kantor
Gak Cocok Sama Atasan (Pixabay)

Alasan resign berikutnya adalah, jawab saja dengan jujur kalau kamu ternyata tidak cocok dengan atasanmu saat ini. Tapi jangan bilang seperti itu, katakan saja bahwa atasanmu buruk dalam hal manajemen. 

Tak bisa dipungkiri, memang banyak jenis-jenis atasan yang lebih senang memerintah, ketimbang merangkul anak buahnya untuk menyelesaikan masalah bersama. 

7. Ingin Pekerjaan yang Lebih Fleksibel

jam duduk
Ingin Pekerjaan yang Lebih Fleksibel (Pixabay)

Gak semua orang suka kerja di lingkungan yang kaku. Masuk kerja harus pukul 09.00 WIB pulang jam 18.00 WIB. Karena tidak tahan dengan rutinitas itu, kamu bisa menjadikannya sebagai alasan. 

Tapi jawab dengan positif saat wawancara, misalnya, kamu pengin mencari kantor yang bisa memfasilitasi untuk bekerja hingga larut malam dan tak terpaku dengan absensi. 

8. Ketidaksesuaian Latar Belakang Pendidikan dengan Pekerjaan

seorang wanita tengah bekerja dengan laptopnya
Ketidaksesuaian Latar Belakang Pendidikan dengan Pekerjaan (Pixabay)

Idealnya, bekerja memang sesuai dengan latar belakang pendidikan agar apa yang telah kita pelajari gak sia-sia. 

Nah, pertimbangan ini bisa banget dijadikan jawaban saat ditanya terkait alasan resign.  

9. Pengin Jadi Karyawan Tetap 

seorang karyawan
Pengin Jadi Karyawan Tetap (Pixabay)

Jawaban ini mungkin bisa dijawab sama karyawan-karyawan magang atau kontrak. 

Maklum saja, sebagai karyawan magang dan kontrak banyak fasilitas yang gak mereka dapatkan sebagai pekerja, seperti asuransi kesehatan dan tunjangan hari tua. 

Nah, kamu boleh menjawab ingin mendapatkan pekerjaan tetap ke pewawancara. Pihak pewawancara juga bakal paham kok sama problematika ini. 

10. Jenjang Karier 

seorang karyawan memakai jas lengkap dengan dasi
Jenjang Karier (Pixabay)

Alasan terakhir yang bisa kamu sebutkan ialah ingin mendapatkan jenjang karier yang lebih. Semua orang pasti pengin naik jabatan. Sayangnya, naik jabatan gak bisa segampang itu. 

Nah, cara tergampang adalah pindah ke perusahaan lain yang memberikan lowongan kerja dengan posisinya yang lebih tinggi. 

Jadi, wajar kalau kamu jawab pertanyaan kenapa resign karena ingin meningkatkan jejak karier. 

Itulah 10 jawaban ampuh yang bisa kamu gunakan pas ditanya HRD mengenai alasan resign di pekerjaan sebelumnya. 

Meski bukan menjadi pertanyaan penentu, namun jika dijawab dengan benar, bisa membantu kamu untuk lolos ke tahap perekrutan selanjutnya. Tetap semangat!

(Editor: Ruben Setiawan)