Diversifikasi Investasi pada Sektor Bisnis dan Pasar Modal

diversifikasi investasi

Diversifikasi diartikan secara sederhana sebagai keberagaman, yaitu dalam hal ini strategi yang diterapkan pengusaha ataupun investor di sektor ekonomi dan finansial.

Ungkapan yang sering digunakan dalam dunia investasi untuk menjelaskan diversifikasi adalah “jangan menyimpan semua telur dalam satu keranjang”. Pernah dengar, dong?

Ungkapan ini mengibaratkan uang kita sebagai telur dan produk investasi sebagai keranjang. Nah, jika keranjangnya jatuh alias produk investasinya gagal, otomatis semua telur kita hancur. Artinya, semua uang yang kita investasikan hanya di satu produk saja akan hilang.

Penerapan Diversifikasi

penerapan diversifikasi

Terdapat bermacam-macam penerapan diversifikasi bagi perusahaan, investor, hingga ibu rumah tangga. Sebelum mengerucut ke arah penerapannya, perlu diketahui terlebih dahulu dua jenis diversifikasi yang umum dan biasanya diterapkan perusahaan.

Pertama adalah diversifikasi vertikal dan yang kedua adalah horizontal. Penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Apa saja? Berikut penjelasannya.

  1. Diversifikasi vertikal adalah dari atas ke bawah. Misalnya saja perusahaan peternakan sapi yang tidak hanya menjual daging sapi. Perusahaan ini bisa mengembangkan bisnisnya ke arah yang lebih spesifik, yaitu produksi kulit sapi yang kemudian diturunkan lagi ke perusahaan khusus membuat sepatu.
  2. Diversifikasi horizontal adalah keragaman yang dibuat dengan cara membagi usaha ke samping. Misalnya dari perusahaan kulit ini akan memproduksi sepatu, tas, dan ikat pinggang. Produk hasil olahan kulit sapi ini disebut sebagai produk diversifikasi horizontal.

Dari jenis umum diversifikasi di atas, ada bermacam-macam diversifkasi yang bisa dilakukan. Berikut ini tiga jenis penerapan diversifikasi yang umum dilakukan pengusaha atau investor.

1. Diversifikasi portofolio

Keragaman yang diterapkan dalam jenis ini dilakukan investor yaitu menginvestasikan uang yang dimiliki ke berbagai instrumen atau produk investasi. Misalnya saja investor saham yang membeli beberapa saham emiten dari berbagai kategori seperti saham blue chip, LQ45, saham properti, saham perbankan, dan lain-lain.

Tips diversifikasi portofolio adalah:

  • Paham toleransi risiko, yaitu batasan risiko yang bisa kita terima. Artinya sejauh mana sih kita siap rugi di investasi tersebut.
  • Menentukan target aset yang siap diinvestasikan.
  • Rutin rebalancing atau menyelaraskan bobot aset yang diinvestasikan dalam portofolio investasi.
  • Pahami kapasitas risiko yaitu kesediaan secara emosional menerima risiko (rugi) dari investasi tersebut.
  • Fokus pada tujuan finansial jangka panjang agar kita tidak labil dan mudah tergiur kondisi pasar saat ada potensi membukukan keuntungan. Karena yang namanya investasi cenderung jangka panjang.

2. Diversifikasi konglomerat

Penambahan produk baru yang dipasarkan untuk target konsumen baru yang tidak berkaitan dengan yang ada saat ini menjadi ciri keberagaman konglomerat. Agar berjalan efektif, ada beberapa alasan strategi diversifikasi ini diterapkan yaitu:

  • Terjadi penurunan penjualan yang berimbas pada penurunan keuntungan.
  • Kemampuan manajerial dan modal untuk berkompetisi dalam industri baru.
  • Tercipta sinergi dalam sektor keuangan antara dua perusahaan atau lebih dengan alasan pasar jenuh dengan produk yang ada saat ini.
  • Peluang memperoleh bisnis baru yang tidak berkaitan tetapi memiliki potensi investasi yang sangat positif.
  • Ada ketidakpercayaan atas bisnis yang terkonsentrasi saat ini.

Contoh dalam kategori ini adalah Johnny Andrean Group yang terkenal dengan usaha salon yang merambah ke sektor kuliner, yaitu mendirikan J.CO Donuts & Coffee. PT Wings yang memulai bisnis dengan menjual produk sabun merambah kuliner dengan produk mi instan, kecap, dan lainnya.

3. Diversifikasi konsentris

Yang satu ini memiliki pengertian sebagai penambahan produk baru yang masih ada kaitannya dalam hal kesamaan teknologi, fasilitas bersama, atau jaringan pemasaran yang sama dengan produk yang ada saat ini. Strategi ini bisa berhasil jika:

  • Bersaing dalam industri yang rendah pertumbuhannya.
  • Menaikkan penjualan produk yang sudah ada dengan memproduksi produk baru yang berkaitan dengan produk yang sudah ada dalam perusahaan sendiri.
  • Menawarkan harga produk baru yang kompetitif.

Contohnya saja perusahaan yang memproduksi yoghurt, seperti Cimory merambah ke produk olahan lain seperti keju dan susu. Selain itu juga ada bisnis yang masih di bidang kuliner, yaitu restoran dan kafe.

Strategi Diversifikasi Income

strategi diversifikasi

Kalau sudah membahas pendapatan alias income, semua kalangan dari investor, pengusaha, hingga ibu rumah tangga sudah pasti tertarik. Strategi ini tentunya berguna untuk menambah pendapatan kita. Siapa yang tidak mau?

Strategi ini diartikan sebagai keputusan yang bisa diambil atau dipilih untuk mengalokasikan pendapatan kita ke berbagai instrumen investasi. Dengan melakukan strategi ini kita berpeluang menambah uang yang dimiliki dan berbagai benefit lain.

Selain itu, strategi ini mendorong kita memangkas biaya yang bersifat pemborosan. Jadi, kita diarahkan memaksimalkan pendapatan untuk menerima pendapatan yang lebih besar lagi. Untung, ‘kan?

Berikut ini ide untuk menambah pendapatan kita.

  1. Pendapatan dari pekerjaan sebagai penghasilan utama dianggarkan untuk membayar tagihan dan memenuhi kebutuhan primer, khususnya pangan. Maka, kita bisa menggunakan aliran pendapatan lain sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan senang-senang.
  2. Berinvestasi di bisnis properti karena rata-rata sektor ini cenderung terus naik nilainya. Berbeda dengan instrumen investasi lain yang mungkin fluktuatif dan bisa bikin jantung kita dag-dig-dug.
  3. Pendapatan dari jasa yang bisa dijalani sesuai hobi atau passion kita. Misalnya saja menjadi seorang content writer, fotografer pernikahan, dan lain sebagainya.
  4. Berdagang adalah salah satu cara paling mudah untuk menambah pemasukan. Memang butuh modal, tapi kita bisa dapat untung setelah menginvestasikan sejumlah dana untuk produk yang dijual.
  5. Investasi di pasar modal yang tidak harus main saham. Kita bisa membeli obligasi atau reksadana saham yang memiliki imbal hasil lebih tinggi ketimbang reksadana lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan Diversifikasi

kelebihan dan kekurangan diversifikasi

Banyak kelebihan dari diversifikasi dalam berbagai jenis dan strategi. Tetapi, yang namanya diversifikasi entah itu bisnis atau investasi juga ada kekurangannya. Nah, bagi kita yang baru sadar arti penting jangan meletakkan semua telur di satu keranjang harus tahu kekurangan dari strategi ini. Berikut penjelasannya.

1. Kelebihan diversifikasi

Berbagai kelebihan dari strategi ini memang sangat dirasakan. Salah satunya yang paling luar biasa adalah meminimalisir risiko kerugian. Pasalnya dalam investasi ataupun bisnis, keragaman yang kita miliki tidak langsung merugikan ketika terjadi kegagalan bisnis dan investasi di salah satu instrumen atau produk investasi.

Berikut ini beberapa kelebihan diversifikasi dalam bisnis dan investasi yang bisa jadi pertimbangan rencana kita dalam mengembangkan bisnis dan investasi.

  • Meningkatkan pendapatan dalam bisnis ataupun keuntungan dalam investasi.
  • TIdak bergantung pada satu produk untuk mendapatkan keuntungan.
  • Khusus bisnis, diversifikasi membuat kita mampu memenuhi kebutuhan lain pelanggan atau konsumen.
  • Memperluas pasar dan memberi nilai tambah terhadap produk.
  • Dalam investasi, diversifikasi menambah pengetahuan kita dalam dunia tersebut.

2. Kekurangan diversifikasi

Salah satu kekurangan dari diversifikasi yang bakal dirasakan pebisnis atau investor adalah bikin pusing. Kenapa? Karena dengan beragam bisnis atau instrumen investasi yang dimiliki, otomatis harus terus memantau. Apalagi jika investasi dan bisnis yang beragam itu juga berbeda dalam indikator dan berbagai hal lainnya.

Berikut ini beberapa kekurangan diversifikasi dalam bisnis dan investasi yang bisa dijadikan pertimbangan untuk rencana kita mengembangkannya.

  • Biaya naik baik itu dalam bisnis ataupun investasi. Kalau bisnis, beda produk, dan jenisnya otomatis beda juga modal awalnya. Demikian pula dengan instrumen investasi. Modal awal investasi properti dan investasi reksadana jauh berbeda, bukan?
  • Harus riset lagi karena masuk ke pasar baru atau instrumen baru berarti belajar lagi dan sebagai pendekar yang cerdas harus tahu lawan dan cara bermainnya sebelum terjun untuk bertarung!
  • Memerlukan perhatian khusus dan orang-orang yang dapat diandalkan untuk mengurus bisnis baru. Jika kita belum memiliki di bidang baru yang ingin dikembangkan, sebaiknya tanya atau pekerjakan orang yang lebih ahli saja.
  • Dalam dunia investasi, terlalu sering diversifikasi malah bisa menutup peluang untung kita.

Sudah siap diversifikasi bisnis atau investasi belum? Kita bisa saja menerapkan diversifikasi asal sudah memiliki perencanaan yang matang. Selain itu perlu ada manajemen risiko yang mumpuni agar tidak syok ketika bukan keuntungan yang didapat melainkan kerugian. Selamat mencoba, ya!

Mau dapat tips-tips bermanfaat lainnya terkait manajemen keuangan dan produk-produk asuransi pilihan untuk kita dan keluarga, kunjungi Lifepal langsung, ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →