Mengenal Dividend Yield: Pengertian dan Cara Menghitungnya

dividend yield

Keuntungan berinvestasi di pasar modal yang umum diketahui publik adalah dividen dan capital gain. Padahal, ada yang namanya yield dan dividend yield.

Dividen memiliki pengertian sebagai keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada investor berdasarkan jumlah saham yang dimiliki investor. Sementara, capital gain secara sederhana berarti selisih harga jual saham dengan harga beli.

Dividend yield adalah dividen per saham dibagi harga pasar saham. Sederhananya, pengertian dari istilah ini adalah tingkat keuntungan yang diberikan perusahaan.

Penasaran sama istilah keuntungan di pasar modal ini? Yuk simak rumus dan cara hitung, serta manfaatnya bagi investor.

Cara menghitung dividend yield 

Berkaitan dengan dividen ini, ada dua jenis perhitungan yaitu dividend payout ratio dan dividend yield. Apa perbedaan dari kedua dividen ini?

Dividend payout ratio adalah persentase dividen terhadap laba bersih perusahaan. Perusahaan yang membagikan seluruh laba bersih perusahaan kepada pemegang saham, artinya memiliki dividend payout ratio (DPR) 100 persen.

Biasanya perusahaan-perusahaan besar dengan laba bersih yang stabil memiliki DPR besar. Yang perlu diingat juga oleh investor, tidak semua perusahaan dengan DPR tinggi memberikan tingkat keuntungan yang tinggi juga.

Perusahaan dengan DPR yang tinggi justru memiliki yield rendah. Hal ini karena perusahaan dengan DPR tinggi juga memiliki harga saham yang cenderung tinggi.

Setelah memahami pengertian tingkat keuntungan, kamu perlu tahu rumus dan cara menghitungnya. Simak ulasan berikut ini:

1. Rumus dividend yield

Dividend yield = dividen per saham / harga saham di pasaran

2. Contoh kasus dan perhitungan

Misalnya, emiten BTSS memiliki saham seharga Rp5.000 per lembar. Perusahaan ini juga menawarkan dividen senilai Rp 100 per lembar saham. Berapa yield nya?

Tingkat keuntungan = = 2%

Manfaat menghitung tingkat keuntungan

Kalau kamu berinvestasi di pasar modal, tentu tujuan utamanya adalah mendapat return atau tingkat pengembalian yang tinggi. Semakin besar return, maka semakin menarik investasi saham. 

Terkait return ini, investasi pasar modal mengenal dua jenis imbal balik keuntungan: capital gain dan dividen. Capital gain sempat Lifepal bahas secara mendetail dalam artikel lain. Capital gain adalah selisih harga jual saham terakhir dengan harga beli saham di awal. 

Sementara dividen atau dividend untuk versi bahasa Inggrisnya, adalah porsi keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Semakin besar laba yang didapat perusahaan, semakin besar pula dividend yang akan dibagikan kepada pemegang saham.

Menghitung tingkat keuntungan memberikan manfaat bagi investor. Yang jelas, dengan mengetahui tingkat keuntungan maka investor jadi tahu berapa proyeksi dari besaran keuntungan yang akan didapat jika berinvestasi di emiten tertentu.

Tingkat keuntungan sendiri berkaitan langsung dengan harga saham yang kita miliki. Dengan mengetahuinya, kita jadi tahu perusahaan mana saja yang memiliki tingkat return tinggi. 

Urgensi menganalisis tingkat keuntungan

Menganalisa tingkat keuntungan ini berarti kita mengetahui harga saham yang dimiliki. Dengan kata lain, cara hitung tingkat keuntungan memproyeksikan besaran return dari nilai investasi kita.

Dividen pun biasanya dibagikan dalam dua bentuk yaitu tunai atau saham. Jika kita telah menganalisa tingkat keuntungan, otomatis kita bisa memprediksi keuntungan yang akan diterima dari dividen tersebut.

Tertarik dengan ulasan lebih dalam tentang investasi? Kunjungi laman tim ahli di Tanya Lifepal

Bagaimana mengetahui investasi yang sesuai?

Investasi yang bagus adalah investasi yang sesuai tujuan dan profil risiko kamu. Jawab Kuis Profil Risiko Investasi dari Lifepal buat mengetahuinya:

Tanya jawab

Pengertian dividend yield adalah dividen per saham dibagi dengan harga pasar saham. Sederhananya, istilah ini diartikan sebagai tingkat keuntungan yang diberikan perusahaan.

Cara menghitung tingkat keuntungan saham yang diperoleh dari perusahaan adalah dengan membagi dividen per saham dengan harga saham di pasaran.

Contohnya harga saham Rp5.000 per lembar dan dividen yang ditawarkan Rp100 per lembar. Maka, tingkat keuntungan saham adalah 100 dibagi 5.000 yang telah dikalikan 100 persen. Hasilnya adalah 2 persen.

Dividend payout ratio adalah persentase dividen terhadap laba bersih perusahaan. Sementara itu, pengertian dividend yield adalah dividen per saham dibagi dengan harga pasar saham.