DPLK BRI: Cara Daftar dan Simulasi Saldo Cair

DPLK BRI adalah produk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang dihadirkan oleh Bank BRI. Sesuai namanya, produk ini ditujukan sebagai investasi jaminan hari tua/pensiun.

Berbeda dengan beberapa program DPLK yang ditujukan bagi karyawan internal saja, masyarakat umum bisa mendaftar DPLK di bank BRI. Pendaftaran dibuka untuk masyarakat umum perorangan maupun korporasi.

Yang membuat produk DPLK dari Bank BRI ini cukup menarik adalah kita bisa memilih instrumen pengelolaan dananya. Mulai dari instrumen investasi yang agresif maupun slow

Mari simak penjelasan lebih detail mengenai produk jaminan pensiun dari bank pemerintah tersebut.

Jenis-jenis Produk DPLK BRI

logo bank bri

Jenis-jenis produk DPLK yang dihadirkan oleh BRI bergantung pada instrumen investasi yang kita pilih. Jadi, kita bisa sesuaikan dengan profil risiko yang diinginkan. Pilihan yang dihadirkan pun sangat variatif, mulai dari penempatan dana di investasi dengan risiko rendah, sedang, dan tinggi.

Berikut detail masing-masing produk DPLK dari bank BRI yang bisa kita pilih.

1. DPLK Pasar Uang

DPLK Pasar Uang dari BRI adalah produk dana pensiun yang ditempatkan di instrumen investasi konservatif, yaitu deposito dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Dengan demikian, keuntungan yang kita bakal peroleh adalah 100 persen dikarenakan sifatnya yang rendah risiko, bahkan nihil.

2. DPLK BRI Pendapatan Tetap

Instrumen investasi yang digunakan oleh produk DPLK ini bersifat konservatif cenderung moderat. Secara sederhana, risikonya terbilang menengah, jadi ada kemungkinan kita bakal sedikit merugi. Namun, keuntungannya juga jauh lebih besar daripada DPLK BRI Pasar Uang.

Dana ditempatkan dengan porsi 80 persen sampai 100 persen di obligasi pemerintah dan BUMN. Kemudian, 0 persen sampai 20 persen ditempatkan di pasar uang.

3. DPLK Saham

DPLK BRI Saham menggunakan sistem penempatan dana di reksadana saham sehingga keuntungan yang bisa kita peroleh jauh lebih tinggi daripada DPLK Pendapatan Tetap. Namun, risikonya pun cenderung tinggi.

4. DPLK BRI Kombinasi

Produk DPLK satu ini adalah kombinasi antara DPLK BRI Pasar Uang, Pendapatan Tetap, dan DPLK BRI Saham. Kita sebagai nasabah bisa memilih porsi penempatan dana sesuai dengan keinginan. Risiko DPLK ini cenderung menengah ke tinggi.

5. DPLK Pasar Uang Syariah

Bagi kita yang menginginkan investasi DPLK dengan risiko rendah, namun berprinsip syariah, produk satu ini sangat direkomendasikan. Dana akan ditempatkan di deposito syariah sehingga menjadikannya lebih aman.

6. DPLK Berimbang Syariah

Jika ingin lebih agresif, namun dengan instrumen investasi syariah, maka coba DPLK BRI Berimbang Syariah. Penempatan dana adalah di deposito, obligasi, dan reksadana saham syariah. Dengan instrumen investasi demikian, maka keuntungannya pun jauh lebih besar. Namun, tentu saja risiko yang mengikuti pun cukup tinggi.

Simulasi Keuntungan di Masa Pensiun

Pada laman situs web BRI, kita bisa menemukan kalkulator perhitungan pengembalian dana saat pensiun nanti dengan produk DPLK tersebut. 

Data yang perlu kita masukkan adalah jumlah setoran awal, iuran per bulan, usia saat ini, dan usia pensiun, serta pilihan paket investasi. Lalu, hitung!

Sebagai contoh:

Usia saat ini: 30 tahun
Usia pensiun: 55 tahun
Setoran awal: Rp9.900.000
Iuran per bulan: Rp500.000
Pilihan Paket: Konvensional dengan 100% dana di Pasar Uang

Adapun, imbal hasil yang diterima adalah:
Manfaat pensiun = Rp411.014.728
Pajak pensiun = Rp18.050.736
Manfaat pensiun setelah pajak = Rp392.963.992

Persyaratan dan Cara Pembukaan Rekening

tanda tangan dokumen

Pembukaan rekening DPLK BRI tidak rumit, kok. Karena dokumen yang kita butuhkan hampir sama dengan dokumen pembukaan rekening tabungan biasa. Selain itu, rekening DPLK ini juga terbuka untuk perorangan maupun korporasi.

1. Pendaftaran DPLK BRI Perorangan

Adapun syarat kepesertaan, mulai dari usia dan beberapa kriteria lain akan dijabarkan di bawah ini.

  • Calon peserta DPLK harus berusia minimal 17 tahun atau telah menikah.
  • Punya penghasilan tetap dan dapat menyetorkan iuran per bulan minimal Rp100 ribu.

Jika memenuhi syarat di atas, ikuti langkah-langkah pembukaan rekening DPLK BRI berikut ini.

  • Datang ke kantor cabang atau kantor cabang pembantu (KCP) BRI.
  • Bawa dokumen: Rekening tabungan (harus tabungan Britama/Simpedes), KTP/KITAS, dan fotokopi NPWP.
  • Isi formulir pendaftaran DPLK di BRI.
  • Tentukan usia pensiun (minimal 40 tahun) dan pilih produk DPLK BRI yang akan kita gunakan.
  • Selesai. Jangan lupa untuk rutin membayar iurannya!

2. Pendaftaran DPLK BRI korporasi

Sementara itu, bagi nasabah korporasi, pendaftaran akan diwakilkan kepada perusahaan. Berikut langkah-langkahnya.

  • Pendaftaran hanya bisa dilakukan di kantor pusat BRI.
  • Lampirkan perjanjian kerja sama antara DPLK BRI Pusat dengan perusahaan. Kemudian, ditandatangani oleh kedua pihak tersebut.
  • Demi kemudahan transaksi DPLK maka peserta korporasi disarankan untuk punya rekening tabungan BRI.

Kelebihan dan Kekurangan DPLK BRI

dplk bri

Dilansir dari situs resmi BRI, bank tersebut mengeklaim beberapa keuntungan berikut apabila kita menjadi nasabah produk DPLK mereka.

  • Kita bisa mengajukan pensiun dipercepat, yaitu 10 tahun lebih awal daripada usia pensiun normal.
  • Peserta bisa melakukan perubahan instrumen investasi sekali setahun. Jadi, kita bisa memilih risiko yang sesuai.
  • Peserta juga bisa melakukan penarikan iuran dengan frekuensi dua kali setahun.
  • Hasil investasi bebas pajak.
  • Manfaat pensiun dapat dibayarkan secara bulanan kepada peserta maupun ahli waris.

Melihat penjelasan di atas dapat simpulkan bahwa produk DPLK BRI cocok bagi kita yang menginginkan investasi yang sesuai keinginan. Sebab, kita bisa memilih instrumen investasi dengan pilihan profil risiko yang variatif, yaitu mulai dari risiko rendah hingga tinggi. Selain itu, cakupan wilayah operasi Bank BRI pun terbilang sangat luas karena statusnya bank pemerintah. 

Namun sayangnya, hanya ada satu pilihan instrumen investasi dengan risiko tinggi yang disediakan. Itupun dana ditempatkan pada reksadana saham, bukan langsung ke efek saham.

Sejauh ini, DPLK BRI bisa menjadi rekomendasi bagi kita yang ingin menyiapkan dana pensiun.